Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.
Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 - Markas Joshua
Rangga akhirnya tiba di markas milik Joshua. Markas itu cukup besar. Terlihat ada perlengkapan penyelamatan serta truk pemadam di sana.
Sosok Joshua terlihat duduk di depan sambil mengemut permen lolipop. Ia tampak hanya mengenakan kaos tank top putih yang menampakkan tubuh atletisnya. Dia menyambut kedatangan Rangga.
"Bisa-bisanya gaya penyambutanmu begitu. Nggak keren sama sekali. Tuh permen warnanya pink lagi," komentar Rangga sambil turun dari motor dan melepas helm.
"Permen lebih mending lagi, terutama untuk orang yang sering gerak kayak aku. Energinya lumayan. Lah, dari pada rokok? Bukannya nambah energi, tapi nambah penyakit. Orang non perokok kayak aku ini jadi idaman wanita di zaman sekarang tahu nggak," balas Joshua.
"Terserah. Sekarang perlihatkan aku buktinya. Karena aku sulit sekali mempercayai info yang kau dapatkan."
"Aku mengikuti Winda dari kemarin, Ga. Nggak perlu nunggu lama aku mencari pria selingkuhannya. Dia bertemu di hotel dengan pria itu, dan pria itu adalah Firza." Joshua berjalan lebih dulu memasuki ruangannya. Dia mengambil sebuah amplop dari laci. Lalu menyerahkannya pada Rangga.
Rangga mengambil amplop yang diberikan Joshua. Dia segera membuka amplop tersebut.
Ternyata isinya adalah foto-foto kebersamaan Winda dan Firza di hotel. Winda terlihat bergelayut manja di lengan Firza. Keduanya bahkan sama-sama tersenyum di depan meja resepsionis.
"Mereka memesan kamar. Awalnya aku juga sulit untuk percaya kayak kamu, Ga. Tapi setelah memastikan dengan berpura-pura jadi pelayan dan mengetuk pintu mereka, aku percaya. Lihat ini. Aku juga merekam mereka saat membuka pintu." Joshua memberikan ponselnya. Di sana ada sebuah video yang memperlihatkan Firza membuka pintu. Firza tampak bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek.
"Kau lihat di belakang Firza, ada banyak pakaian yang betebaran di lantai. Kau pikir mereka melakukan apa lagi?" tukas Joshua.
Rangga terdiam seribu bahasa. Tangannya bergetar dan mengepal erat. Setelah sekian lama tak bertemu, Firza muncul lagi dengan kabar seperti ini.
"Kalau benar dia berselingkuh, ibu pasti benar-benar kecewa dengannya..." lirih Rangga kecewa.
"Aku yakin ibumu sudah kecewa padanya saat dia meninggalkanmu. Orang seperti dia sama adik sendiri saja nggak tanggung jawab, apalagi sama istri," tanggap Joshua. Dia menatap Rangga yang tampak tertunduk sendu.
"Aku tahu ini adalah hal yang sulit bagimu, Ga. Tapi sebaiknya kau tidak usah menyelidiki lebih jauh. Firza, kakakmu ini pangkatnya jendral. Orang seperti kita nggak akan bisa melawan dia," lanjut Joshua panjang lebar.
"Justru karena dia kakakku, Jo. Aku akan menyelidikinya meski harus mempertaruhkan nyawaku. Sejak dia menikah dengan Kak Dita, masalahnya juga selingkuh. Sekarang dia melakukannya lagi," ungkap Rangga.
"Selingkuh itu seperti narkoba, Ga. Bikin kecanduan pelakunya," sahut Joshua. "Terus sekarang apa yang akan kau lakukan?"
"Aku ingin mencari tahu apakah Firza dan Winda terlibat dengan kematian Pak Alun. Karena jika dilihat dari masalahnya, mereka yang paling mencurigakan."
"Aku juga berpikir begitu. Apa kau akan butuh bantuanku lagi?"
"Ya, kau satu-satunya yang bisa membantuku. Karena kalau aku minta bantuan teman di kepolisian, pasti akan lebih cepat ketahuan."
"Oke. Aku akan menutup jasa layanan dekektifku setelah kasusmu selesai."
"Tutup?" dahi Rangga berkerut dalam.
"Ya, aku baru saja dapat warisan dari pamanku. Kau lihat kan bagaimana perubahan markas ini sekarang? Jadi lebih berisi dan lengkap," jelas Joshua.
Rangga mengamati keadaan markas dari jendela. Tempat itu memang lebih berisi dari sebelumnya yang dibilang masih kosong. Namun atensi Rangga tertuju ke peralatan penyelamat dan mobil pemadam yang ada.
"Pamanmu damkar?" tebak Rangga.
Joshua mengangguk. "Setelah mencobanya, ternyata pekerjaan ini lebih menyenangkan dari yang aku kira."
Rangga tersenyum. Jujur saja, dia bangga dan kagum pada temannya itu. "Dari dulu kau memang selalu begini," komentarnya.
"Kalau kau sudah capek jadi polisi, bergabunglah denganku," ujar Joshua.
"Makasih, tapi untuk sekarang nggak dulu," balas Rangga.
udahlah gk mau aku jodoh"in lg,kumaha km we lah rangga rek dua" na ge teu nanaon,kesel
Untuk Dita & Astrid harus nyadar diri bahwa cinta tak harus memiliki & harus merelakan bahwa mereka berdua adalah masa lalu bukan masa depan Rangga & mereka berdua harus nyadar diri mereka gak bersih kelakuanya = Rangga 😄