NovelToon NovelToon
GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Teen school / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:30.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mae_jer

Akibat trauma masa lalu, Chaby tumbuh menjadi gadis yang sangat manja. Ia hidup bergantung pada kakaknya sekaligus satu-satunya keluarga yang peduli padanya.

Di hari pertamanya sekolah, ia bertemu dengan Pika, gadis tomboi yang mengajaknya loncat pagar. Kesialan menimpanya, ia tidak tahu cara turun. Matanya berkaca-kaca menahan tangis. Disaat yang sama, muncul pria tampan bernama Decklan membantunya turun.

Decklan itu kakaknya Pika. Tapi pria itu sangat dingin, dan suka membentak. Tatapan mengintimidasinya selalu membuat Chaby menunduk takut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Chaby menguap lebar-lebar sambil menyandarkan kepalanya di bahu Pika.

Sekarang mereka berdua telah berada di dalam cafe dekat sekolah. Seperti biasa, cafe itu selalu penuh pengunjung. Mungkin karena cafe itu letaknya pas di pusat Kota, tempat para pekerja dan orang-orang dari berbagai tempat berlalu lalang.

"By,"

"Mm?"

"Kak Danzel masih lama gak jemput lo?"

"Nggak tahu." jawab gadis itu masa bodoh. Kakaknya tadi menelpon bilang akan telat datang menjemputnya jadinya sekarang mereka nunggu di cafe.

Ingin rasanya Pika menjitak kepala Chaby karena gemas tapi takut gadis itu bakalan ngambek. Aduh gimana nih, sebentar lagi kan ia harus ke tempat les melukis.

Tapi Chaby gimana?

Siapa yang temenin? Pika berpikir keras. Apa ia bolos les saja hari ini? tapi melukis kan hobinya banget. Nggak mungkin dong ia bolos.

Gadis itu menarik nafas panjang menatap Chaby yang masih setia bersandar padanya. Ia ingin menelpon kakaknya tapi ia takut Decklan malah akan memakinya jadi ia membatalkan niatnya itu, ia tidak berani pada cowok jutek itu. Lagian, kak Decklan mungkin lagi ada kerjaan lain, ia ingat semenjak selesai ceramah tadi dirinya tidak melihat kakaknya lagi.

Pandangannya kembali lurus kedepan. Matanya berhenti pada seseorang yang ia kenal sedang berjalan memasuki cafe itu. Ekspresinya berubah senang. Waktunya pas sekali.

Ada harapan.

Ia tidak perlu bolos les, juga tak perlu menelpon kakaknya.

"KAK BARA!" teriaknya kuat, tidak peduli sama sekali pada orang-orang di dalam cafe itu yang meliriknya karena merasa terganggu.

Chaby ikut-ikutan kaget karena telinganya telinganya jadi sakit akibat teriakan Pika tapi cewek itu malah menyengir lebar menatapnya dengan wajah tanpa dosa.

Bara yang baru mencapai pintu masuk mengarahkan pandangannya ke seseorang yang meneriakkan namanya itu.

Ia mendapati dua adik kelasnya sedang duduk dibagian tengah ruangan cafe itu. Keningnya terangkat, kenapa tuh dua cewek masih berkeliaran di luar? batinnya. Ia melangkah pelan ke arah mereka.

Chaby menelan ludah dan menatap Pika tidak senang, merutuki gadis itu karena memanggil Bara. Ia kan masih takut banget sama kakak kelasnya yang satu itu.

Tingkah takut-takutnya itu pun tak luput dari pandangan Bara. Namun cowok itu berusaha terlihat biasa saja.

"Kenapa belom pulang?" tanyanya to the point, menatap Pika dan Chaby bergantian.

"Lagi nungguin kak Danzel jemput Chaby." Pika yang jawab.

Chaby terlalu tidak punya nyali untuk bicara. Bara mengangguk mengerti lalu menatap Chaby.

"Mm, kak Decklan sama kak Andra mana?" tanya Pika lagi.

"Lagi punya urusan berdua." jawabnya datar seperti biasa.

Pika mengangguk-angguk mengerti. Dalam hati ia berharap supaya kakak kelasnya itu mau membantunya. Ia sedang menyusun kata-kata untuk minta tolong.

"Ng... kak Bara bisa temenin Chaby sampai kakaknya jemput nggak?"

Perkataan itu membuat Bara dan Chaby sama-sama kaget.

Sebenarnya Bara biasa saja sih, tapi Chaby yang berlebihan kagetnya. Bahkan saking takutnya ke cowok itu, rasa kantuknya tiba-tiba hilang dalam sekejap.

"Aku nggak enak sih sama kak Bara, tapi aku kebetulan ada les hari ini. Pleassee, Kak Bara mau yah?"

Pika memohon dengan wajah memelas. Ia tidak sadar Chaby sudah menunduk lemas sejak tadi. Dasar Pika nggak pekaan, nyebelin. Rutuk Chaby dalam hati.

Bara berpikir sebentar. Ia mulai menimbang-nimbang. Tampaknya ini waktu yang tepat untuk minta maaf dan memperbaiki hubungannya dengan Chaby. Ia selalu merasa bersalah tiap kali melihat gadis itu. Tidak mungkin kan mereka berdua hanya saling diam tiap kali mereka bertemu. Dia juga tidak tahan melihat gadis itu yang selalu menunduk takut-takut ketika melihatnya.

"Oke." balasnya memutuskan.

Pika langsung bersorak senang. Kak Bara memang kelihatannya saja galak, tapi sebenarnya orangnya baik. Pandangannya berpindah ke Chaby.

"By, lo di temenin kak Bara dulu yah. Gak pa-pa kan? gue ada les yang gak bisa di tinggal soalnya."

Chaby malah melemparkan tatapan  sebalnya ke Pika. Pika yang melihat itu malah merasa lucu. Tapi mau bagaimana lagi, ia tidak mau mengorbankan les melukisnya.

"Ya udah gue pergi. Dah kak Bara, dah Chaby." pamitnya kemudian.

Chaby menarik nafas berat dan menunduk lemas. Tega banget sih Pika. Gadis itu mengerucutkan bibirnya menghadap bawah. Ia tidak mau menatap Bara. Takut kena marah lagi sama cowok itu. Dalam pikirannya Bara membencinya, pasti masih dendam juga.

Lama-lama Bara merasa lucu sendiri dengan tingkah cewek itu. Entah kenapa di matanya tingkah takut-takut nih cewek malah terlihat lucu.

"Lo udah makan?" tanyanya memulai pembicaraan. Ia berusaha bersikap selembut mungkin. Jangan sampai membuat cewek itu tambah takut padanya. Bisa-bisa permintaan maafnya nanti gagal total.

"Mm." angguk Chaby smasih terus menunduk.

"Masih takut sama gue?"

"Mm."

"Maaf."

"Mm."

"Mm?" ulang Chaby.

Kali ini ia mengangkat wajahnya menatap Bara dengan mata membulat besar penuh tanda tanya. Seolah ingin memastikan apa yang baru saja didengarnya benar atau tidak.

Bara tersenyum lebar.

Entah sudah keberapa kalinya hari ini dirinya yang biasanya begitu datar itu terus menerus dibuat tersenyum oleh cewek yang pernah ia benci ini.

"Maaf karena gue udah kasar sama lo." ucapnya lagi.

"Waktu itu gue salah paham. Gue terlalu egois, nggak mau cari tahu yang sebenarnya dan langsung mengambil keputusan. Gue janji mulai sekarang nggak bakal kasar lagi sama lo." tutur cowok itu tulus.

"Dan untuk tamparan waktu itu, gue minta maaf." tambahnya lirih.

Bara memandang lurus ke Chaby, ingin tahu tanggapan cewek itu yang kini menatapnya ragu-ragu. Ia juga tidak tahu harus bicara apa lagi.

Dirinya adalah seseorang yang kaku, ia tidak tahu caranya membujuk orang lain. Apalagi cewek. Kalimat tadi adalah kalimat terpanjang yang pernah diucapkannya selama ini. Biasanya ia hanya mau berbicara panjang dengan mamanya.

Dahi Bara berkerut bingung saat gadis didepannya itu tiba-tiba menjulurkan jari kelingking kearahnya.

"Janji?" hanya satu kata yang keluar dari mulut cewek itu tapi sungguh membuat seorang Bara senang bukan main. Berarti maafnya diterima.

Ia menyambutnya dengan menautkan jari kelingking mereka. Setelah itu barulah ia lihat tawa lepas dari wajah sih cewek cantik nan imut itu. Tak ada lagi ekspresi takut seperti yang selalu ditunjukkannya kalau melihatnya.

Mereka mulai berbincang-bincang dan menikmati waktu bersama. Dan Bara baru sadar, ternyata mudah sekali untuk akrab dengan gadis itu.

Chaby sangat cerewet dan suka sekali bercerita juga bertanya tentang hal-hal yang terkadang menurut Bara tidak penting. Namun di mata cowok itu, hal itulah yang membuat gadis itu menarik.

Lelaki itu tertawa kecil, sekarang ia tahu alasannya kenapa Galen sangat menyayangi dan menjaga gadis ini. Ia juga mengerti kenapa Decklan bisa gampang sekali jatuh hati pada gadis ini.

🌴🌴🌴

Jangan lupa kasih like, komentar juga minta votenya yah teman-teman🤗

1
Mamah Dini11
bknnya kurang baik hubungan chaby dn danzel sm papanya , kan suka menyiksa chaby , dan memang bisa chaby lama2 di seucol , sekolahnya gimana kan bkn waktu libur juga
Mamah Dini11
sabar deck mungkin blm takdir kalian bersatu. , tpiii jgn berkecil hati chaby. setia sm kmu, pdahal aku setuju sm ide kmu , tpiii mau gimana lgi , papa chaby sakit.
Mamah Dini11
moga danzel setuju pd akhirnya, biar tenang hati decklan nya bang
Mamah Dini11
si chaby itu keterkaluan tega sekali ngasih cewe ompong ke andra, decklan gimana kalau kmu nikah sirih dulu sm chaby biar hatimu tenang ninggalin nya , gk apa msh sekolah juga kan nikah nya Diam2 dulu cuma untuk mengikat , kurasa gk APA2
Mamah Dini11
gk nyangka pika juga cewe lemah kayak chaby dikira pemberani , belajar ilmu bela diri gih sm chaby biar kalian jadi perempuan yg kuat
Mamah Dini11
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄. aduh chaby chaby sakit perut tau aku , gk kuat ngakak banget mana lgi. sendiri lgi , apa kata dunia chaby2 blm juga menikah udh berani kentut di dekapan pacar lgi. memalukan , kalau di daerah ini itu do anggap gak sopan chaby tpi biarlah kan decklan bucin m kmu , jadi Sah2 aja kali 😄😄😄😄😄😄👍👍🤭🤭🤭
Mamah Dini11
ah blm waktunya dah ketahuan, tpiii patut di acungi jari decklan itu instingnya kuat banget tau gelagat orang👍👍keren kmu dec gk salah chaby pilih kmu
Mamah Dini11
gasken decklan hati2 ,pacarmu banyak yg menyukainya
Mamah Dini11
lewat aja. thor decklan. udah jadi doktr dn nikah sm chaby lbh seru kayaknya
Mamah Dini11
dasar s elsa ular, kmu tak akan berhasil. memprokasi. decklan elsa sia2 usahamu
Mamah Dini11
kalau pika jgn di samain kayak chaby ya Thor. biar maksud bara cepet. di. mengerti pika agar cepet peka pika nya agar gk bertele2
Mamah Dini11
kenapa kakak chaby atau galen gk punya inisiatif mem bawa ke psikiater dari dlu kalau memang mereka menyangi chaby , malah decklan yg punya pikiran ke sana , iya bawa aja dec biar chaby sembuh total, gk menganggu mentalnya 👍👍
Mamah Dini11
gak peka si decklan mh
Mamah Dini11
kok si nana
Mamah Dini11
alhmdulilah pika udah sadar waras lagi, alhmdulilah danzel gk jadi mati. walau membohongi semua orang , makasih author, hampir q mau udahan bacanya 🙏🙏🙏 😄😄😄😄😄
Mamah Dini11
setuju setuju setuju kak sangaaaaattt gk adil buat chaby ,semoga pika gk lama komanya, biar chaby gk Terus2an menyalahkan diri nya ,oh iya galen cari aja ART buat mengurus chaby sekalian bisa menemani chaby biar gk ke sepian, kan gk mungkin bara terus nemenin chaby bara harusdn kmu. juga galen masing2 punya kesibukan, ok👍👍
Mamah Dini11
ahhhh malessss danzelnya di bikin meninggal mh ,pika di buat koma Kok jadi runyam ke sini sih
Mamah Dini11
ahhhh gk asik gk seru kalau danzel di tiadakan mh kasian chaby. sendiran ,dan perempuan glia itu msh berkeliaran ITU bahaya buat chaby , ayo thor masukin ke RS jiwa mama nya chaby, dan untuk danzel bikin pinsan aja jgn di bikin meninggal ,dn selamatkan pika juga thor pliiiiissss 🙏🙏
Mamah Dini11
gimana tanggapan guru nya ya muridnya terang2 pacaran APA GfK masalah, eh kok chaby gk jujur mlh berbohong gk terus teranng itu perbuatan si nana keparat , moga aja ketahuan perbuatan si nana ITU, secepatnya
Mamah Dini11
kayaknya mama nya si chaby niii , kok gitu gaya bicaranya jahat bingit , kalau iya masa bertahun2 gk sadar2 kelakuan nya , aduhhhh danzel harus hati2 kmu kalian ada yg mengintai ,masa seorang IBU GfK ada tobatnya mau jahat terus sm anak2. sendiri ,tolong thor lindungi chaby dn kakanya, dari pamfir manapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!