Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.
Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?
Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran mahkota dan Ceni
Malam hari nya tepat nya di paviliun samping istana yang mana di khususkan untuk para tamu istana, Ceni sedang berada di kamar nya dengan di temani oleh satu orang pelayan istana yang sedang menyiapkan air mandi untuk nya.
"Nona, air mandi sudah siap." Ucap pelayan itu sopan.
"Terimakasih, kau boleh pergi, istirahat lah, tugas mu malam ini sudah selesai." Ucap Ceni.
"Baik nona, permisi." Ucap pelayan itu membungkuk hormat, setelah itu berlalu dari hadapan Ceni tak lupa menutup pintu nya kembali.
"Hah, hari yang melelahkan, walaupun cuma duduk tapi itu sungguh membosankan." Gumam Ceni merenggangkan tangan nya lalu melepas pakaiannya untuk segera membersihkan diri.
Ceni pun bersandar rileks di bak mandi besar itu sambil memejamkan mata nya sesekali menggosok tubuh nya.
Beberapa saat kemudian, Ceni pun menyudahi mandi nya lalu berganti pakaian dengan dress selutut yang ia ambil dari ruang penyimpanan nya.
Baru saja akan merebahkan tubuh nya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya.
Dahi Ceni sejenak mengernyit dalam, sebab ia sama sekali tidak mendengar suara langkah kaki di luar kamar nya.
"Aneh, apakah kemampuan ku sudah berkurang,? Kenapa aku tidak mendengar hal apapun,? Apa itu pelayan tadi.?" Gumam Ceni.
Dengan dress satin selutut, rambut yang masih sedikit basah, Ceni pun berjalan perlahan menuju pintu kamar nya dengan hati-hati.
Baru saja membuka pintu, tiba-tiba mulut nya di bekap oleh seseorang yang langsung menerobos masuk kamar nya lalu mengunci nya dari dalam menggunakan kekuatannya, Ceni yang memiliki ilmu beladiri pun berontak dengan segala kemampuan nya, setelah terlepas, betapa kaget nya Ceni bahwa orang itu adalah pangeran mahkota.
Buru-buru Ceni mengambil jubah nya untuk menutupi tubuh nya saat ini yang hanya mengenakan dress tidur.
Pangeran mahkota yang melihat penampilan Ceni seketika menelan ludah nya dengan susah payah.
"Pangeran mahkota.?" Ucap Ceni menatap heran.
"Nona Ceni, kenapa kau melakukan hal itu.?" Tanya pengeran mahkota seraya berjalan maju mendekati Ceni.
Sedangkan Ceni tanpa sadar mundur kebelakang ketika melihat pangeran mahkota mendekat ke arah nya.
"Memang nya apa yang ku lakukan.?" Tanya Ceni balik.
"Benarkah kau akan meninggalkan istana.?" Ucap pangeran mahkota dengan tatapan penuh luka.
"Menyeram kan sekali tatapan nya itu seperti ingin memakan ku hidup-hidup." Batin Ceni bergidik, sebab ini kali pertama ia berinteraksi Langsung hanya berdua dengan lawan jenis nya tanpa seorang pun di sekitar nya.
"Dari mana pangeran tau.?" Ucap Ceni yang terus mundur kala pangeran mahkota semakin mendekat.
Aaaarrhhhh
Ceni pun kaget ketika ia jatuh terduduk di atas tempat tidur.
"Jawab aku nona Ceni, kenapa kau ingin meninggalkan ku, kenapa.?" tanya pangeran mahkota dengan mata memerah.
Ceni pun menelan ludah nya dengan susah payah, entah kenapa tatapan pangeran mahkota seakan melemahkan Urat syaraf nya.
Ceni pun berusaha menguasai degup jantung nya, lalu memberanikan diri menatap mata pangeran mahkota.
"Dari awal aku datang ke sini hanya untuk mengantar tuan putri Zu, bukan dengan niat apapun, setelah itu aku akan pergi mengembara ke wilayah-wilayah lain nya." Ucap Ceni tenang.
Pangeran mahkota pun mengukung tubuh Ceni.
"Pangeran apa yang kau lakukan, ini tidak pantas, tolong lepaskan." Ucap Ceni Berontak tapi hal itu tidak berhasil sebab tenaga nya kalah kuat dari pangeran mahkota.
Ia yang seseorang pemimpin sebuah klan tanpa seseorang pun tau tentu memiliki ilmu spiritual yang tinggi, apalah daya Ceni yang hanya mengandalkan ilmu beladiri tentu saja kalah telak jika itu berhadapan dengan pangeran mahkota yang memiliki kekuatan fisik berkali-kali lipat.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan mu." Gumam pangeran mahkota lalu mengecup bibir Ceni tanpa permisi.
"Aaaarrgghhhh apa yang kau lakukan pangeran, bibir ku sudah tidak perawan lagi." Teriak Ceni syok.
Sudut bibir pangeran mahkota pun terangkat kala mendengar hal itu.
BUGH
Ceni pun menendang perut pangeran mahkota, sehingga mau tak mau pangeran mahkota pun melepaskan nya.
"Pangeran, kali ini kau sungguh lancang, memasuki kamar seorang gadis dengan cara menerobos apa kah itu pantas.?" teriak Ceni langsung berdiri dengan kesal sebab ciuman pertama nya di renggut paksa.
Pangeran mahkota pun sedikit merasa bersalah pada gadis yang sudah berhasil mengisi hati nya itu.
"Maaf, tolong jangan benci aku, aku menyukai mu nona Ceni." Ucap pangeran mahkota dengan tatapan sendu yang saat ini duduk di sebelah Ceni.
"Aku sudah mengira, tapi maaf, aku tidak ingin menjalin hubungan dengan anggota kekaisaran, sebab aku tidak ingin berbagi suami." Ucap Ceni terus terang.
"Nona Ceni tenang saja, dalam aturan kekaisaran ini melarang keras ada nya selir, sebab kaisar terdahulu tidak ingin anak keturunan nya terpecah belah hanya karena Perebutan tahta dan hak waris, maka dari itu ayahanda kaisar pun hanya memiliki satu orang istri yaitu ibunda permaisuri, apakah nona Ceni bersedia menjadi istriku satu-satunya dan menjadi permaisuri masa depan.?" Ucap pangeran mahkota terus terang.
"Ni orang otak nya kebalik mungkin ya, bisa-bisa nya berbicara ingin aku jadi istri nya , tidak bisa ini tidak bisa di biarkan." Batin Ceni menyusun berbagai rencana.
"Maaf aku sudah punya tunangan." Ucap Ceni ngasal, sebab ia tidak punya pilihan lain.
"Apa pemuda itu ialah Zeno.?" Tanya pangeran mahkota dengan rahang mengeras.
"Bukan, tapi pemuda itu sangat berkuasa, tampan, memiliki tubuh kekar, kuat dan tak tertandingi di dunia ini." Ucap Ceni tersenyum, walaupun jawaban nya terlihat asal-asalan tapi kriteria suami idaman nya ialah seperti yang di sebutkan nya, sebab hidup di dunia antah berantah ini yang semua orang bahkan memiliki tingkat kultivasi, tidak mungkin Ceni hanya mencari pemuda yang biasa, karena bahaya mengintai tidak tau tempat dan kondisi dimana pun berada.
Selagi Ceni membayangkan pemuda idaman nya, pangeran mahkota pun merengkuh pinggang Ceni hingga membuatnya terduduk di pangkuan pangeran mahkota.
"Hei, lepaskan, pangeran mahkota hari ini kau kenapa hah, kenapa sangat lancang dan tidak tau malu begini." Teriak Ceni memberontak sambil memukul-mukul dada pangeran mahkota.
Pangeran mahkota pun menggores ujung jari nya sehingga mengeluarkan darah lalu tanpa permisi menempelkan nya di kening Ceni.
Tiba-tiba tubuh Ceni pun mengeluarkan sebuah cahaya terang.
Ceni pun mengerang kesakitan.
"AAAAAARRRRHHHH, sakit."
"Tahan sebentar sayang, aku tau kamu tidak memiliki tingkat kultivasi sama sekali di tubuhmu, ini akan membantu melindungi mu dari segala mara bahaya di luar sana, aku akan senantiasa menjaga mu dari kejauhan, walaupun kau tidak mau menikah dengan ku saat ini, tapi aku pastikan kau akan menjadi permaisuri ku suatu saat nanti." Ucap pangeran mahkota.
Sebuah tanda bunga teratai dengan pola indah pun muncul di dahi Ceni bersamaan dengan hilang nya kesadaran Ceni.
Pangeran mahkota pun merebahkan tubuh Ceni yang tidak sadarkan diri lalu menyelimuti tubuh nya sebatas leher setelah itu pangeran mahkota pun mengecup kening Ceni dengan penuh kasih sayang lalu menghilang dalam sekejap mata di kamar Ceni meninggal kan Ceni dalam keadaan pingsan.
Bersambung.
lanjut up yg bnyak thor💪💪💪💪
3 hari aja kering tak berbekas... tapi gak pake garem
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪