Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Raja Sakit Ringan
Matahari pagi memantul di menara istana, namun suasana di ruang raja terasa berbeda.
Ada ketegangan halus yang membuat bayi Arvella di pangkuan Liora segera merasakan sesuatu yang tidak biasa.
Aku menggeliat, tangan mungilku menempel pada kain Liora, insting masa lalu memberitahu bahwa hari ini ada situasi yang memerlukan perhatian segera.
Sejak semalam, Raja—ayah Arvella—mengeluh ringan karena sakit tenggorokan.
Para pelayan terlihat sibuk, dokter istana menyiapkan ramuan herbal, dan beberapa penasihat berbisik di sudut ruangan.
Bayi Arvella mencondongkan tubuhnya, matanya yang merah menyala menatap setiap gerakan, setiap ekspresi, setiap detil yang tersembunyi di balik percakapan para dewasa.
Aku tahu, jika kesalahan kecil dilakukan—ramuan yang terlalu panas, minuman yang salah suhu, atau kata-kata yang tidak tepat—sakit ringan ini bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius.
Liora menatapku khawatir, “Arvella, kau bisa merasakannya juga, kan?”
Aku menggeliat, tangan kecilku menunjuk ke arah meja raja, di mana ramuan sedang diaduk dengan lembut oleh dokter muda.
Bayi ini merasakan ketidakseimbangan energi: panas ramuan terlalu tinggi, dan ada kemungkinan raja akan mengalami iritasi tenggorokan jika diminum sekarang.
Liora menunduk, menatapku kagum, “Kau selalu tahu sebelum terjadi, ya?”
Seorang pelayan hampir menumpahkan air panas saat menyiapkan minuman raja.
Bayi Arvella dengan cepat menggeliat, tangan mungilnya menahan botol itu agar tidak jatuh.
Aku sadar, ini bukan sekadar tindakan insting; ini kemampuan yang datang dari pengalaman masa lalu yang membimbing Arvella untuk mencegah hal-hal kecil yang bisa berdampak besar.
Raja menarik napas berat, duduk di kursi empuk dengan wajah sedikit pucat.
“Dokter, pastikan ramuan itu tidak terlalu panas. Tenggorokanku masih sensitif,” katanya dengan suara lemah.
Bayi Arvella mencondongkan tubuh, matanya yang merah menyala mengamati bagaimana dokter menyesuaikan suhu.
Aku merasakan bahwa raja membutuhkan lebih dari sekadar perawatan fisik; ia membutuhkan ketenangan, perhatian, dan langkah-langkah yang tepat dari setiap orang di sekitarnya.
Tiba-tiba terdengar bisik-bisik dari penasihat, membahas agenda istana hari ini.
Bayi Arvella mencondongkan tubuh sedikit ke samping, tangan mungilnya menahan gulungan dokumen yang hampir terjatuh dari meja.
Aku menyadari, setiap gangguan sekecil ini bisa menimbulkan stres tambahan bagi raja, memperburuk sakit ringannya.
Liora menghela napas, tersenyum pelan, “Arvella, kau memang luar biasa. Kau melihat hal-hal yang tak kasat mata bagi kami.”
Di tengah itu, bayangan laki-laki misterius muncul samar di koridor, matanya biru menatap Arvella dari kejauhan.
Aku merasakan energi yang familiar, tapi bayi ini tetap fokus pada raja dan situasi kritis di ruang itu.
Bayi ini tahu, sosok ini akan hadir di momen penting, tapi hari ini prioritas utama adalah kesehatan ayahnya dan keselamatan semua orang di ruangan.
Dokter menaruh cangkir ramuan di meja, suhu sudah tepat.
Bayi Arvella menggeliat, memberi sinyal halus kepada Liora, seolah mengatakan: “Sekarang aman.”
Raja mengambil cangkir itu, minum dengan perlahan, dan wajahnya yang pucat mulai berubah lebih tenang.
Aku merasakan kepuasan dan ketenangan dari bayi ini, karena tindakan kecilnya—meski tidak terlihat oleh semua orang—telah mencegah potensi kesalahan besar.
Namun, konflik belum selesai.
Seorang penasihat muda salah membaca pesan penting dari utusan kerajaan, dan hampir mengirim perintah yang salah ke kepala penjaga.
Bayi Arvella mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke gulungan pesan yang hampir salah.
Aku menyadari, ini adalah pelajaran baru: tidak hanya fisik dan insting, tapi juga membaca situasi sosial dan komunikasi orang lain.
Liora menatapku kagum, “Arvella… kau benar-benar membaca dunia dengan cara yang tak terduga.”
Raja menatap bayi itu sebentar, matanya yang lemah namun penuh perhatian, seakan merasakan energi kecil tapi kuat yang memancar dari anaknya.
“Arvella… kau memang istimewa,” katanya lembut.
Bayi ini menggeliat, tangan kecilnya menepuk lembut kain Liora, merespons dengan rasa percaya diri yang murni.
Aku tahu, hari ini Arvella belajar tentang tanggung jawab, membaca situasi, dan pentingnya tindakan kecil yang bisa mencegah masalah besar.
Di sore hari, suasana istana mulai kembali normal.
Raja sudah lebih sehat, pelayan dan dokter kembali tenang, dan bayi Arvella duduk di pangkuan Liora, matanya yang merah menyala menatap langit yang mulai senja.
Aku merasakan bahwa setiap momen hari ini adalah pelajaran berharga tentang pemecahan masalah, insting, dan tanggung jawab, yang akan membentuk Arvella menjadi sosok yang lebih tangguh kelak.
Bayangan laki-laki misterius perlahan menghilang di koridor, meninggalkan rasa penasaran.
Bayi ini mencondongkan tubuh, matanya bersinar dengan rasa ingin tahu yang tulus.
Aku tahu, kelak sosok ini akan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan besar, tetapi hari ini Arvella telah belajar satu hal penting: bahwa kemampuan masa lalunya bisa menyelamatkan orang yang dicintainya, bahkan raja sekalipun.
Dan malam itu, Arvella menutup mata, tangan mungilnya masih menggenggam kain Liora, siap menghadapi hari-hari penuh misteri, intrik, dan pelajaran baru di istana besar.