NovelToon NovelToon
Kapan Cinta Datang?

Kapan Cinta Datang?

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Evelyn12

"Menikah tentulah merupakan hal yang sangat didambakan seseorang. Apalagi menikah dengan orang yang kita inginkan dan kita cintai."

" Namun, bagaimana jika kamu menikah atas dasar keterpaksaan? Disisi lain, kamu ingin melihat orang tua mu bahagia, tapi disisi lain kamu masih terjebak dimasa lalu. Seolah cintamu sudah habis dimasa itu."

"Menjalani semuanya tanpa perasaan cinta. Akankah berakhir bahagia? Atau justru malah menambah masalah baru untuk aku... dan juga dia..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengantin Baru!

"Pengantin baru!" Ucap salah karyawan saat Dimas memasuki ruangan. Dimas hanya cengar-cengir mendengar ucapan itu. Ya, tiap kali ia berpapasan dengan orang-orang di kantor, kalimat pengantin baru serta candaan itu selalu saja terdengar.

Saat seseorang sudah mengganti statusnya, yang dari single ke menikah tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Bukan hanya pasangan pasutri itu saja, tapi orang-orang di sekitar pun merasakan demikian.

"Sehat, Bro?" Tony datang, dan seperti biasa bukan Tony kalau tidak menepuk pundak Dimas setiap kali bertemu.

"Alhamdulillah, sehat." Jawab Dimas.

"Gimana?"

"Apanya yang gimana?"

"Bulan madunya. Lancar?" Pertanyaan dari Tony membuat Dimas gelagapan.

"Kek gitu lah." Jawab Dimas seadanya.

Tampak Dimas memejamkan mata dan menyandarkan punggung di kursi kerjanya. Beberapa kali ia mendengus.

"Lu kenapa? Gak enak badan, kah?" Tony keheranan.

"Gak apa-apa, Ton." Dimas tersenyum kecil.

"Kebanyakan kali." Celetuk Tony, ia terkekeh.

"Ah, bukan anjir!"

Tony terus saja menggoda Dimas.

"Naina bersikap baik, kan?"

"Iya. Tadi pagi pun dia nyiapin gua sarapan."

"Tuh, enak, kan punya bini?"

"Iya... tapi gua, belom ada rasa sama Naina, Ton."

"Gak apa-apa. Gua yakin, sering berjalan waktu lu bisa cinta, kok. Asal lu jangan aneh-aneh aja,"

"Aneh gimana?"

"Nyari cewek lain misalnya." Canda Tony.

Dimas diam.

"Yaudah, Bro. Gua ke meja gua dulu. Semangat kerjanya." Tony kembali menepuk bahu Dimas.

"Yok!" Balas Dimas, raut wajahnya sedikit berubah mendengar ucapan Tony tadi.

Menjadi seorang suami mempunyai tanggung jawab yang besar, dan juga harus tau batasan. Sadar akan diri sendiri untuk tidak melakukan hal-hal di luar norma pernikahan. Tentu, berat... tapi, kalau ada niat, semua akan di mudahkan.

*****

"Sayur! Sayur!" Teriak penjual sayur di area komplek tempat Naina tinggal. Suara penjual yang kencang mengagetkan Naina yang sedang menyiram bunga di halaman.

Penjual sayur itu berhenti tepat di depan pagar rumah Naina dan mulai di kerumuni ibu-ibu komplek. Dari yang dasteran sampai yang menor semua ada.

Melihat ramai di sana, Naina memutuskan untuk bergabung sekalian berkenalan dengan tetangga sekitar.

Mata ibu-ibu tertuju pada Naina yang berjalan mendekat. Bisik-bisik mulai terdengar, senyuman mulai melengkung di bibir semua orang di sana.

"Selamat pagi, Ibu-ibu. Selamat pagi, Pak." Sapa Naina, ramah.

"Pagi, Mbak." Penjual sayur yang biasa di panggil Pakde itu balik menyapa, di ikuti ibu-ibu lain. "Pagi,"

"Pantesan kemaren keliatan ada yang bersih-bersih. Ternyata ada tetangga baru." Ucap salah seorang ibu-ibu, yang memperkenalkan diri bernama Salma.

"Iya, Bu. Kita baru pindah kemaren malam. Maaf belum sempet mengunjungi."

"Gak apa-apa, Mbak. Pengantin baru?" Tanya bu Salma yang melihat henna di tangan Naina masih terukir jelas.

"Iya, Bu." Naina tersipu malu dan ibu-ibu di sana pun mulai menggodanya.

"Ini beli telor bebek, bagus untuk pengantin baru, loh." Ucap bu Ita pada Naina.

"Iya, pengantin baru harus banyak makan sayuran ijo. Biar kualitas anunya bagus." Tambah ibu-ibu lain, Mamang sayur hanya cengar- cengir mendengarnya.

"Anu?" Tanya Naina polos, raut wajahnya terlihat kebingungan.

"Iya, itulah." Jawab ibu itu yang membuat semua ibu-ibu di sana heboh tertawa terbahak-bahak geli hati karena membahas hal-hal tabu.

"Main-main ke rumah kita ya, Mbak." Ucap bu Salma yang di iyakan ibu-ibu lain.

"Iya, Bu. Nanti, kalau suami ku sudah pulang, aku ajakin silahturahmi ke rumah ibu-ibu."

"Iya. Itu rumah ibu." Tunjuk bu Salma pada rumah yang tepat berada di sebelah rumah Naina. "Dan itu rumah bu Ita," sambungnya lagi, menujuk rumah bu Ita yang ternyata bersebelahan dengan rumahnya.

Rumah Naina, bu Salma dan bu Ita satu deret. Sedangkan rumah ibu-ibu lainnya berada di seberang jalan, tapi tidak jauh.

Akhirnya semua orang pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga Naina yang membawa pulang telor bebek dan sayur bayam.

*

"Ini uang buat pegangan kamu." Ucap Dimas memberikan sejumlah uang berwarna merah setelah ia selesai sarapan dan akan berangkat ke kantor.

Naina yang masih duduk hanya diam memperhatikan wajah Dimas dan enggan untuk mengambil uang itu.

"Tapi semua keperluan dapur sudah banyak, Mas. Semua bahan-bahan didalam kulkas pun banyak. Aku rasa, aku tidak perlu belanja-belanja lagi."

"Gak apa-apa. Kali aja kamu pengen jajan."

"Jajan? Sebanyak ini?"

"Sudah, ambil saja. Aku mau berangkat ke kantor nanti telat."

Dengan tangan gemetar karena tidak pernah memegang uang sebanyak itu, akhirnya Naina menerimanya.

"Oh iya. Dan ini nomor HP ku, kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungi ku. Disana juga ada alamat kantorku." Ucap Dimas sembari memberikan sebuah kartu yang tertera nomor handphone dan alamat kantornya.

"Aku berangkat dulu." Ucap Dimas lagi, kemudian ia berlalu. Tapi Naina membuntuti nya.

"Mas..." Panggil Naina sebelum Dimas keluar dari pintu.

Dimas berhenti, Naina berada di depannya. Gadis itu lantas memegang tangan Dimas dan menyalaminya.

"Hati-hati di jalan. Aku do'akan semoga semua urusan Mas dimudahkan." Ucap Naina.

"I-iya, kamu juga hati-hati di rumah." Wajah Dimas sedikit memerah.

*

Naina tersenyum mengingat kejadian tadi pagi. Ia meletakkan telor bebek dan bayam itu di atas meja makan dan beberapa saat ia berdiam diri memperhatikan dua bahan yang ia beli itu.

"Untuk apa?" Benak Naina yang baru menyadari semua. Bahagianya membuat terlupa, kalau ia dan Dimas tidak akan pernah tidur bersama.

***

1
pojok_kulon
Kamunya setia belum tentu dia yang disana juga setia sama kamu Dim 🤭🤭
pojok_kulon
Duh gemasnya
pojok_kulon
Pasti Dimas menunggu cinta pertamanya ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!