NovelToon NovelToon
Sistem Pewaris Terbuang

Sistem Pewaris Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:141.6k
Nilai: 5
Nama Author: ZHRCY

Di malam hujan Dream City, Ethan—kurir miskin dan pewaris terbuang—kehilangan segalanya dalam satu pengantaran: cinta, harga diri, dan satu-satunya alat hidupnya. Dikhianati, dipermalukan, lalu dihancurkan hingga ke titik terendah, ia berdiri sendirian di jalanan kota.

Ethan Williams, salah satu putra dari keluarga kaya dan berpengaruh Williams, memutuskan meninggalkan kehidupan mewah dan penuh intrik keluarganya di Dream City. Setelah bertahun-tahun direndahkan dan diabaikan, dia pergi ke kota kecil Elusive City dengan tabungannya untuk memulai hidup baru.

Namun dari kehancuran total itu, sebuah sistem.

[Ding! Anda mendapatkan Ducati Panigale V4 Superleggera]

[Ding! Anda mendapatkan Bugatti La Voiture Noire yang hanya ada satu didunia.]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghinaan

Jam menunjukkan pukul 8 malam. Hujan deras menghujani kota. Di dalam Royal Restaurant, sebuah restoran dengan banyak makanan mewah dan mahal yang masih buka, telepon berdering keras di meja kasir.

Ethan, seorang pemuda yang mengenakan seragam merah-putih bertuliskan "Royal Restaurant", mengangkat telepon dengan ekspresi lelah.

"Halo, Royal Restaurant," jawab Ethan datar.

Suara dari ujung sana terdengar mendesak. "Pesan satu pizza supreme dengan jamur truffle dan dua botol cola, antar ke kamar 169 di Star Hotel. Cepat!"

Setelah menutup telepon, Ethan menghela napas. Dia mengambil pesanan dari dapur—pizza panas dalam kotak dan minuman dalam tas berpendingin. Dia mengenakan jas hujan lusuh miliknya, menghidupkan motor listriknya, dan melaju perlahan menuju Star Hotel yang terletak di tengah-tengah kota.

Hujan yang turun deras membasahi jalanan, membuat perjalanan semakin sulit. Jalan menuju hotel melewati sebuah jalur yang tergenang air. Saat mencoba menghindari lubang besar, motor listrik Ethan oleng.

"Ah!" Seruan kecil keluar dari mulutnya saat ia tergelincir, jatuh ke tanah yang basah. Celana dan sepatunya kuyup, lumpur menempel di mana-mana. Namun, tas berisi pizza dan minuman, untungnya, masih aman.

Menggerutu, Ethan bangkit dan menaikkan motornya. Tanpa berani menunda, dia kembali melaju di bawah derasnya hujan, kali ini dengan lebih hati-hati.

Ethan memarkir motornya di luar dengan tergesa-gesa, di tempat yang tampaknya asal—lantaran hujan dan buru-buru. Dia bergegas masuk ke dalam lobi hotel yang mewah namun terasa dingin. Tangannya terasa beku saat mengetuk pintu nomor 169.

Pintu terbuka sedikit. Di baliknya, Ethan melihat sosok yang sangat ia kenal.

"Halo, ini pesanan Anda—" katanya, namun kalimat itu terputus. Matanya melebar.

Tasya berdiri di sana, mengenakan jubah mandi hotel yang putih, rambut hitamnya masih basah. Aroma sabun yang akrab menyengat Ethan.

"Ethan? Kenapa yang mengantar makanan ini kau?" tanya Tasya, langkahnya mundur secara naluriah, bingung dan panik.

Sebelum Ethan bisa berkata lebih jauh, seorang pria keluar dari dalam kamar. Kael, tampan, percaya diri, juga mengenakan jubah mandi. Ekspresinya berubah saat melihat Ethan.

"Beraninya kau menyentuh wanitaku!" geram Ethan, darahnya mendidih. Dia melangkah maju.

"Berhenti!" teriak Tasya, menghalangi.

Ethan membeku. Tasya menatapnya dengan dingin.

“Ethan, kita putus!” katanya, tegas dan tanpa keraguan.

“Putus?” Ethan tersentak. “Tasya… Kau mengakhiri hubungan kita seperti ini?”

“Ya!” sahut Tasya, matanya menyala. “Lihat kehidupan yang kau berikan! Makan di warung, hadiah-hadiah murahan, pakaian diskonan. Aku malu, Ethan! Setiap jalan bersamamu, aku merasa diejek!”

Dia menarik napas dalam-dalam, lalu melanjutkan dengan suara penuh kebencian yang lebih menusuk.

"Kamu pikir aku tidak tahu? Kau hanya 'pewaris' yang tidak dianggap! Anak dari istri yang tak diinginkan yang selalu dihinakan oleh saudara-saudara tirimu sendiri. Keluargamu saja malu mengakuimu, Ethan. Kau diusir dari rumah itu! Dan kau berharap aku mau ikut terhina bersamamu?"

Kata-kata Tasya seperti tamparan keras. Ethan terdiam, wajahnya pucat.

“Ini bukan hidup yang kuinginkan,” lanjut Tasya, suaranya seperti es. “Aku terlalu naif dulu. Aku pantas dapat yang lebih baik—pria sejati seperti Kael, yang diakui dan dihormati.” Dia merangkul lengan Kael erat.

Kael menyeringai, menikmati kehancuran Ethan. “Oh, jadi begini ceritanya? Si kurir yang terbuang?” Dia mengambil tas pesanan dari tangan Ethan yang lunglai. Dengan santai, dia mengeluarkan pizza dan menggoyang-goyangkan kotaknya.

“Kau mengantarkan pizza untuk mantan pacarmu sendiri, yang baru saja menginjak-injak sisa harga dirimu. Luar biasa rendah hati!” Kael tertawa terbahak, sambil memeluk Tasya.

“Keluar dari sini, Ethan. Sekarang!” hardik Tasya, matanya penuh cibiran. "Pergilah kembali ke kehidupan menyedihkanmu, 'anak' tak berguna.”

Kael menambahkan, sinis, “Atau mau menonton kami makan pizza ini berdua? Mau ikut mencicipi? Mungkin ini satu-satunya kesempatanmu makan di hotel mewah.”

Ethan terdiam sejenak. Dunia di sekelilingnya seolah sunyi. Semua penghinaan dari saudara tirinya, semua lirikan hina dari orang-orang, dan sekarang, pengkhianatan dari orang yang paling ia percaya—semuanya bertumpuk menjadi satu. Tanpa sepatah kata pun, dengan pandangan kosong, dia berbalik dan berjalan pergi.

Saat dia melangkah di lorong, suara Kael mengejek dari belakang. “Hei, kurir! Kau melupakan tipnya! Pizza dan pacarmu gratis hari ini! Terima kasih ya!”

Pintu tertutup dengan keras. Tawa mereka teredam, meninggalkan Ethan sendirian di lorong yang panjang dan terang benderang.

Ethan berdiri seperti patung, masih menatap daun pintu kayu mahoni yang kini terkunci. Selama dua menit dia hanya diam, mendengar suara tawa samar dan musik dari dalam kamar.

Saat dia akhirnya menghela napas panjang dan berbalik untuk pergi, tiba-tiba pintu itu terbuka kembali.

Kael muncul, wajahnya masam. Tasya berdiri di belakangnya, masih mengenakan jubah mandi, dengan senyum kecut di bibirnya.

"Eh, tunggu dulu!" Kael menyeringai sinis. "Kau salah antar, kurir."

Ethan berbalik pelan. "Apa?"

"Pesanannya harusnya pizza supreme dengan jamur truffle, bukan pepperoni biasa ini," ucap Kael sambil mengacungkan kotak pizza yang sudah terbuka sepenuhnya, memperlihatkan isinya. "Dan colanya harus yang besar, bukan yang biasa. Lihat ini!" Dia menunjukkan botol cola biasa. "Kami bayar untuk yang premium, dapatnya barang murahan."

Tasya menambahkan dengan nada jengkel, "Kami pesan yang spesial. Yang ini makanan kelas biasa. Kalian memang selalu berantakan, ya?”

Ethan hanya bisa menatap kosong. Pikirannya berputar cepat. Ini pasti kesalahan dapur. Atau... bukan? Lalu ingatannya melayang.

Kael masih menggerutu tentang pizza yang salah. Tapi di benak Ethan, kepingan puzzle itu menyatu.

Royal Slice. Restoran pizza yang menerimanya dengan mudah, padahal ia tidak punya pengalaman. Manager restoran itu, pria paruh baya, tadi memandangnya aneh saat melamar. Seperti... seperti dia tahu siapa Ethan, dan sengaja menerimanya untuk sebuah alasan.

Keluarga Alfonso.

Mereka tahu dia butuh kerja. Mereka tahu dia akan mengambil pekerjaan apapun. Dan mereka punya pengaruh di setiap sudut Dream City—termasuk sebuah restoran mewah di tengah-tengah kota itu.

Ini semua rencana mereka, pikir Ethan, darahnya mendidih tapi wajahnya tetap datar. Mereka sengaja membuatku bekerja di tempat yang mereka kendalikan. Mereka sengaja mengatur pesanan ini. Mereka bahkan mungkin yang memberitahu Tasya untuk memesan ke sini... Semua ini sandiwara untuk menghinaku.

"Kau dengar tidak?!" hardik Kael, memotong lamunannya.

Kael masih menggerutu, tapi sekarang matanya bersinar dengan ide licik. "Karena ini salah kau, kurir, kami tidak mau barang ini. Ambil kembali!”

Dengan gerakan tiba-tiba dan sengaja, Kael bukan menyerahkan kotak pizza itu, tetapi melepaskannya tepat di depan Ethan. Kotak itu terjatuh, mendarat di karpet tebal lorong. Tutupnya terbuka, dan pizza yang masih hangat itu tergelatak, keju dan sausnya berceceran di lantai.

"Ups," Kael berkata dengan senyuman tak bersalah yang palsu. "Kelihatannya kau memang selalu menyebabkan kekacauan, ya?"

Tasya tertawa kecil, menutup mulutnya. "Coba lihat dirimu, Ethan. Bahkan mengantar makanan pun kau gagal total."

Ethan menatap pizza yang berserakan di kakiannya. Keju yang meleleh menempel di karpet merah hotel.

"Bersihkan ini!" hardik Kael, menunjuk ke karpet yang kotor. "Kau dengar tidak?? Atau kau mau aku melaporkan ini ke pihak hotel dan restoranmu?”

Ethan tidak langsung membungkuk. Dia melihat Kael, lalu Tasya, lalu pizza yang berserakan.

Dia perlahan membungkuk, mengambil kotak pizza yang rusak, menyendoki pizza yang jatuh kembali ke dalamnya dengan tangan kosong. Keju panas menempel di jarinya, tapi dia tidak merasa sakit.

Saat dia berdiri, Kael tertawa. "Lihat itu, Tasya. Mantan pacarmu akhirnya menemukan panggilannya yang sebenarnya: pemulung sampah.”

Dia tidak mengatakan apapun lagi. Dengan kotak pizza berantakan di tangan, dia berbalik dan berjalan pergi.

Kael dan Tasya saling pandang, sedikit terkejut dengan respons yang tak terduga itu. Tapi sebelum mereka bisa berkata apa-apa, Ethan sudah berbelok di ujung lorong, menghilang dari pandangan.

Ethan keluar hotel, masih membawa kotak pizza yang berantakan. Lalu membuangnya di tempat sampah yang tak jauh dari pintu masuk hotel. Lalu dia mencari motornya di tempat tadi ia parkir.

Kosong.

Dia lari ke tepi jalan, menyisir pandangan. Dari kejauhan, sebuah truk derek berwarna biru kusam sedang membawa motornya yang berwarna hitam perlahan menjauh.

"HEY! BERHENTI! ITU MOTORKU!" teriaknya, suaranya serak, berlari sekuat tenaga sambil melambai. Truk itu belok di tikungan dan menghilang.

Ethan terpana, basah kuyup oleh hujan dan kenyataan pahit. Tubuhnya lunglai. Tasya benar—dia memang seorang terbuang. Dari keluarganya, dan sekarang dari kehidupan cintanya. Dan satu-satunya alat untuk bertahan hidupnya juga hilang.

Dia berjalan tertatih, tanpa arah. Sampai matanya menangkap selembar kertas yang sedikit basah baru ditempel di tiang lampu jalan.

Yang bertuliskan,

PEMBERITAHUAN UMUM

KEPADA PEMILIK KENDARAAN:

Berdasarkan Peraturan Daerah Dream City 40-8.2 (Pelanggaran Parkir & Zona Derekan), motor listrik (merk: VoltZ, warna: hitam) yang terparkir secara ilegal di ZONA DILARANG PARKIR / JALUR PEMADAM di depan Star Hotel pada tanggal 15 April, pukul kurang lebih 20:30, telah DIDEREK DAN DIAMANKAN.

Kendaraan saat ini diamankan di:

Lahan Penitipan Kota #4

100 Industrial Parkway

(Jam Operasional: Senin-Jumat, 08:00 - 18:00)

Untuk pengambilan, Anda harus menyertakan:

· Kartu Identitas yang masih berlaku

· Bukti Kepemilikan & Registrasi Kendaraan

· Melunasi semua biaya: $185 ( $125 biaya derek + $60 biaya penitipan per hari )

Anda memiliki 14 hari kalender untuk mengambil kembali. Setelah itu, kendaraan akan dianggap terbengkalai dan akan dilelang.

Dikeluarkan oleh:

Divisi Penegakan Parkir Kota

(Stempel resmi dan tanda tangan)

“SIALANNN!!!” teriak Ethan.

1
Dolphin
aduh anjing lah kau tor, kenapa bisa di gantungin gini sihh, orang makin penasaran jadinya🙏🙏🤣🤣🤣🤣
Sugiyanto salam
lumayan
ariantono
next chapter please, udah nggak sabar
king polo
up lagi dong sebelum aku makin penasaran nihh 😭
Was pray
mau lihat seberapa besar. kemampuan Ethan untuk mengatasi permasalahannya
aspar
bakal terjadinya permusuhan nih antara Caroline dan Viona, makin seru torr
semangat terus nulisnya💪💪💪
.
bakalan perang deh bau" nya 🫣 rebutan ethan 🤣
ELCAPO: dipantengin terus guyss kelanjutannya besokk
total 1 replies
3RSEL
wah...wah...wah....ini akan menjadi seru.....apakah akan seperti novel lain yang menyebabkan kesalah pahaman.....
ELCAPO: ditunggu besok ya guyss
total 1 replies
3RSEL
heeeheeeee😁😁😁😁
3RSEL
mantap
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Viona mau bertemu dengan Caroline 🤔 kok bisa begitu apakah Viona mau bilang kalo Ethan itu tunangan dia 😱🤔
ELCAPO: ditungguin aja guyss, inilah yang paling serunya🤣🤣🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
sokorrrr shonzu kau kena karma itu semena mena dan menggunakan kesempatan saat ini karena Moses tidak ada ditempat malah kau usir pemiliknya ini yang datang woy🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
shonzu kau belom tau yang kau hadapi ini Ethan adalah owner tau tidak sembarangan aja main usir yang ada kau nanti yang dipecat 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
aduh kasian itu asisten manager Kyle gara gara ulah anaknya dia kemungkinan akan dipecat sama Ethan 🤔😱
Kyle Heinz & Za Deon
Banyakin up nya min, aku tetap support
ELCAPO: insyaallah guyss
total 1 replies
3RSEL
benang kusut
ELCAPO: bab terbarunya sudah di up ya guyss
total 1 replies
3RSEL
hadeuh.......Aku malah menghayal ingin punya AVANZA 🫣
3RSEL: ketinggian ah..... takut banget pas jatuh nya😁
total 2 replies
3RSEL
😁😁😁😁😁kuaci
sarjanahukum
tiap bab selalu bikin deg-degan
ELCAPO: terimakasih kk, semangat terus bacanyaa 😘😘
total 1 replies
king polo
semoga cepat up lagi
ELCAPO: terimakasih kk, semangat terus bacanyaa 😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!