Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Julian
setelah Riana Nongkrong di Tamannya, Ia berjalan Melewati koridor. Masih tidak menyangka ini adalah villa tapi Ini sangat besar! Masa dikira Villa?! Huh! Masa kuno memang gini ya? Tapi Enaknya Pemandangan aja sih
ketika berjalan Di koridor sambil di pandu Irina, ia melihat ke arah jendela. Ada seorang laki laki yang sedang latihan pedang dengan keras, Yaitu Julian! Adik riana yang menyebalkan.. Tapi baik padanya
irina Yang menjelaskan tempat tempat disini pun Tidak di dengarkan riana karena terus menatap adeknya yang sedang latihan, Tapi beberapa menit kemudian ketika irina lengah, riana pun menghilang
"N-nona??!"
Riana berjalan Dengan cepat ke arena latihan untuk menyapa Adeknya, jujur saja ia Kangen karena Di dunia sebelum nya Ia tidak bisa kembali ke rumah karena Merantau ke kota lain.
Namun ketika Riana berjalan mendekat diam diam, Ia berhenti tiba tiba. Melihat ujung pedang dengan mata yang tenang dan datar, jelas sudah tahu Adeknya akan Begitu
Julian pun Menoleh ke kakaknya lalu sedikit terkejut Melihat kakaknya yang menjadi.. elegan dan mewah, Melihat gaun Merah elegan serta rambut yang di hiasi perhiasan. Pedang yang mengarah ke Riana akhirnya Turun
"kakak? Apa ini aku?" Tanya julian dengan tidak percaya
"Iyalah, Kau pikir Aku siapa?" Jawab Riana dengan tersenyum nakal
Julian terus menatap Riana, Jelas tidak percaya bahwa nada bicaranya juga berubah "Apa kakak sakit?"
Riana terdiam, menatapnya dengan sedikit kesal "Sakit? Apa Kau gila? Kau mendoakan kakak sakit ya?"
Julian terkejut ia menggelengkan kepalanya "tidak, tidak begitu, aku.. Hanya janggal Dengan Nada bicara kakak.." Ucapnya
"Oh ya? Apa terlalu tiba tiba bahwa aku mengubah nya?"
Julian Sedikit mengernyit kan dahinya "Tidak, Hanya... Ugh.. Sudahlah, jangan menggangguku" Julian berjalan Menjauhi Riana
"Hey? Kau mau kemana? Tidak sopan sekali.."
ucap riana dengan wajah sedikit tajam
Julian pun Menancapkan pedangnya ke tanah lalu menatap riana dengan sinis "Tidak sopan? Kau hanya seorang kakak yang lemah, Pasti kau datang kesini karena disuruh ayah untuk melindungi mu kan?"
Riana pun terkejut lalu kembali menatapnya dengan tajam "Melindungi ku?"
Riana pun berpikir lagi, sepertinya keluarga nya membencinya.. Padahal Di dunia lain Keluarganya menyayainginya, apa apaan ini? Apa jangan jangan ini Sifat asli mereka? Tidak mungkin sih.. Atau apa ini alurnya? Mungkin saja..
"Jawablah"
Riana pun akhirnya sadar dengan pikirannya yang Dari tadi tidak selesai "Ah.. Aku tidak datang untuk menyuruhmu begitu" Ucapnya sambil berpikir lagi. Bisa ga ya aku Melindungi diri sendiri?? Apa kekuatan dulu ku masih ada? Hadeh... Entahlah. Pikirannya Terus berkelana kemana mana
"Baru kau datang buat apa?" Tanya Julian dengan mata sinis
Riana berjalan mendekati tempat dimana banyak pedang yang di Gantung di Kayu
"Hey, buat apa kau mengambil nya?" tanya Julian lagi dengan curiga
Riana mengambil satu pedang lalu meneliti Ujung Pedang "Bisa kah besok Kita tanding? Aku ingin mencoba Kekuatanku"
Julian pun tiba tiba heran, Lalu kembali menjadi dingin "Huh? Kau saja tidak ada Kekuatan, kenapa kau berpikir begitu?"
"Panggil aku kakak, Dasar adik Yang tidak terdidik"
Julian terkejut dengan kata kata riana yang menusuknya, Riana tampak tahu kalimat yang membuat julian patuh seperti ayahnya
"Apa yang kau maksud 'Adik yang tidak terdidik'?" Tanya julian lagi dengan wajah yang sedikit sakit hati
Riana pun menoleh ke julian lalu kembali menaruh Pedangnya ke tempatnya "Kau harus memanggilku kakak, bukannya kita sedarah? Atau Kau yang tidak terdidik?"
"Aku terdidik!" Sentak Julian dengan kesal
"Lalu kenapa kau tidak memanggilku kakak?" Tanya Riana dengan mata tajam
Julian pun terdiam dengan sifat Riana yang sudah berubah drastis, akhirnya Julian menunduk "baiklah.. K-kakak.." ucapnya Dengan gugup
"Bagus, oh ya. aku kesini bukan cari ribut ya, aku kesini untuk memintamu agar kau membantuku Menaikkan fisik" Ucap riana sambil tersenyum
julian pun akhirnya menghela nafas "Baiklah, tapi aku tidak selembut yang Kau kira"
Riana Menggelengkan kepalanya "Ingat, panggil aku kakak. Jika tidak, Aku akan Melakukan sesuatu yang sangat buruk"
Julian pun penasaran dengan wajah songong nya pun ia menyeringai "Apa yang kau lakukan? Kau tidak bisa melakukan apa apa"
Riana pun berjalan mendekat ke Julian lalu menendang perut Julian dengan keras "Argh!"
"rasa kan itu, Jika kau tidak memanggilku kakak lagi. aku akan Melakukan Lebih buruk dari ini" ucap riana sambil Membersihkan Tangannya
"A-aduh.." julian pun Berlutut sambil memegang perutnya yang sakit
Setelah beberapa menit, Riana pun menyadari bahwa Kekuatannya sudah kembali normal "Wah! Sepertinya aku tidak jadi latihan bersama mu"
Julian pun akhirnya Menatap riana dengan kesal "Lalu kau mau- eh.. Maksudnya, Kakak mau apa?!!"
Riana tersenyum tanpa ada beban dosa "Haha, Tidak ada. Hanya menyapa adikku tersayang" tiba tiba Ia mendengar irina berteriak namanya, sepertinya ia di cari
"Aku pergi dulu, ya. Dadah!" Riana pun mengangkat Kain gaunnya lalu berlari
Julian pun menatap punggung riana dengan wajah kebingungan "Wanita aneh... perubahan nya drastis sekali.."
"Nonaa!! Nona dimana!?" teriak irina sambil terus teriak teriak
"aku disinii~"
Irina pun menoleh ke belakang "Nona!? Nona darimana aja?!"
"Hehe.. Dari.. Euhm.."
"duhh, bikin Saya panik saja. Ayo kembali Ke dalam, nona" Ucap irina sambil memandunya lagi
"oke" Ucapnya sambil tersenyum Canggung