NovelToon NovelToon
Perfect Partner

Perfect Partner

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Karir / Duniahiburan / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Romansa
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: nowitsrain

Ketika teman baiknya pergi ke Korea untuk menjadi seorang idol, Sena mengantarkan kepergiannya dengan senang hati. Menjadi penyanyi adalah impian Andy sejak kecil, maka melepasnya untuk menggapai mimpi adalah sebuah keputusan terbaik yang bisa Sena ambil.

Setelah kepergian Andy ke Korea, mereka kehilangan kontak sepenuhnya. Sependek pengetahuannya, persiapan menjadi idol berarti merelakan waktunya banyak tersita untuk berlatih banyak hal. Jadi hari-hari Sena lalui tanpa rasa keberatan. Malah, tak lupa selalu diselipkannya doa untuk teman baiknya, semoga kelak berhasil debut dan menggapai cita-citanya.

Namun siapa sangka, kerelaan hati Sena itu pada akhirnya membawa jalannya sendiri untuk kembali bertemu dengan Andy sang teman baik. Di pertemuan setelah sekian lama, akankah Sena menemukan Andy masihlah sama dengan Andy yang dikenalnya sejak masa kanak-kanak?
Masihkah mereka menjadi perfect partner bagi satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nowitsrain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

From Elara to Sena

Lee Sena sedang bekerja ketika playlist acaknya berganti ke lagu selanjutnya dan membuatnya tersenyum, mendengar suara familier teman masa kecilnya memulai lagu dengan nada yang lembut. Dia punya banyak lagu bernuansa santai di dalam list, yang sehari-harinya diputar untuk menemaninya selama bekerja di sebuah coffee shop, termasuk lagu-lagu yang mengandung suara teman baiknya yang telah lama sekali tidak dijumpa.

Kadang-kadang, pikirannya akan melang-lang buana ke masa kanak-kanak ketika ia masih tinggal di Kanada. Segala ingatan tentang masa kecil, utamanya soal Andy Kim—teman baiknya—silih berganti muncul di kepalanya. Ketika pertama kali Andy pindah ke rumah sebelah dan menjadi tetangganya, mereka berdua seketika berkenalan sampai kemudian cepat menjadi teman akrab. Ditambah lagi kedua keluarga itu menjadi satu-satunya keluarga Asia yang tinggal di lingkungan sana, maka Sena dan Andy beserta keluarganya menjadi semakin dekat.

Sena dan Andy seumuran, jadi pada dasarnya, mereka tumbuh bersama. Mereka hampir tidak terpisahkan. Apa pun yang mereka lakukan, mereka melakukannya bersama. Mulai dari berangkat ke sekolah sampai pergi main, bahkan dalam masa-masa liburan pun mereka habiskan bersama. Bersama-sama menciptakan kenangan yang hebat, untuk diingat sampai tua.

Beranjak dewasa, orang-orang mulai memandang kedekatan mereka dengan cara yang berbeda. Tidak sedikit yang berasumsi bahwa Sena dan Andy saling suka, sejak keduanya selalu bersama-sama. Tetapi bagi Sena maupun Andy, tidak ada perasaan lebih daripada sekadar teman baik. Mereka saling percaya dan menikmati waktu berdua, hanya sebatas itu.

Sena masih ingat ada satu hari ketika mereka libur sekolah, yang mana ia gunakan waktu itu untuk membantu kakeknya di peternakan, Andy pergi bersama kakak laki-lakinya untuk mengikuti sebuah audisi global di salah satu perusahaan entertainment besar di Korea Selatan. Sena cukup terkejut saat Andy memberitahunya, namun tetap menyemangati dan mendoakan yang terbaik agar Andy sukses dengan audisinya. Tanpa tahu bahwa hari itu adalah satu hari di mana hidup mereka berdua akan sepenuhnya berubah.

Beberapa minggu setelah audisi, Andy tergesa-gesa menuju rumah Sena, dengan begitu antusias mengatakan bahwa dirinya lolos audisi dan akan menjadi trainee. Saat itu Sena terkejut dan melompat dari tempat tidur, sekadar untuk memberi Andy pelukan selamat. Ada sedikit rasa tidak percaya, seperti masih setengah mengawang di udara. Meskipun dirinya tahu Andy memang berbakat, Sena masih tidak menyangka Andy bisa lolos audisi dan masuk ke perusahaan entertainment yang besar. Hari itu dia memegang pundak Andy, menghentikannya dari lompatan kebahagiaan.

"Andy, ini sungguh sangat menakjubkan. Aku bangga padamu," katanya tulus, yang membuat Andy tersenyum dan kembali memeluknya.

"Aku masih tidak percaya ini. Aku akan menjadi seorang idol!"

Keduanya menghabiskan sisa hari itu dengan bayangan soal masa depan, di mana Andy akhirnya harus pergi meninggalkan Kanada untuk debut menjadi idol.

Karena, dia tidak mungkin debut menjadi idol dan tetap tinggal di Kanada. Tentu saja Andy akan pindah ke Korea Selatan, menjalani masa pelatihan dan berharap bisa debut secepatnya. Itu adalah satu-satunya hal yang terasa berat dari kesempatan emas ini. Jarak yang akan membentang antara Andy dan Sena, juga antara Andy dan keluarganya. Kendati demikian, semua orang terlalu senang kala itu, sehingga tidak tega mengungkapkan keresahan tersebut karena khawatir akan menjadi penghambat bagi Andy untuk meraih impiannya. Mereka tetap melepas kepergian Andy pada akhirnya, dengan janji untuk tetap berkontak agar jarak tidak terlalu besar terasa.

Untuk beberapa waktu, segalanya memang masih berjalan lancar. Andy masih sering berkabar. Sena masih sering bertelepon atau mengirim pesan, menceritakan update kehidupan masing-masing di negara yang berbeda. Tapi setelah beberapa bulan, Andy menjadi semakin sibuk dari hari ke hari. Ditambah adanya perbedaan zona waktu yang cukup besar, maka semakin sulit menjadi celah untuk mereka rutin berkabar.

Perlahan-lahan tapi pasti, aktivitas bertukar kabar dari dua teman baik itu mulai terhenti. Sena sendiri sudah menyiapkan diri untuk kemungkinan tersebut, meskipun rasanya sulit. Maka ia tidak punya pilihan selain tetap melanjutkan hidup, seminim mungkin memberikan gangguan untuk Andy, sebab itulah satu-satunya cara untuk mendukung teman baiknya itu.

Dengan kesadaran penuh, Sena memulai hidupnya kembali. Hidup yang berbeda, yang tidak lagi ada Andy di dalamnya. Ketiadaan Andy masih terasa nyata untuk waktu yang begitu lama, sampai perlahan-lahan Sena menjadi terbiasa. Dia menghabiskan waktunya dengan teman-teman yang lain di sekolah, bahkan sesekali berkencan dengan pria-pria populer dari kelab basket dan tim renang.

Hari-hari Sena jalani begitu saja sampai hari kelulusan tiba. Di hari itu, keluarga Andy datang bersama keluarganya, ikut merayakan kelulusannya. Momen itu kembali membuatnya teringat pada Andy. Pikirnya mulai berandai, jika saja Andy ada di sana, mereka pasti akan berpelukan dan saling memberi selamat. Namun demikian, Sena tetap merekahkan senyum kepada semua orang.

Setelah lulus sekolah, Sena membuat sebuah keputusan besar. Ia ingin pindah ke Korea Selatan untuk berkuliah. Sejak kakeknya memiliki peternakan dan Sena seringkali berkunjung untuk membantu, rasa pedulinya pada binatang jadi berkembang secara alami. Jadi Sena sudah memutuskan untuk berkuliah di jurusan kedokteran hewan, agar nanti bisa menjadi dokter hewan.

Segera setelah mengatakan niatnya pada kedua orang tua, Sena mengeksekusi rencananya. Ia ucapkan selamat tinggal pada keluarga, teman-teman dan beberapa kenalan, untuk memulai hidup barunya di negeri tempat ayah dan ibunya dilahirkan. Bersamaan dengan keputusannya meninggalkan Kanada, Sena juga meninggalkan nama inggrisnya. Dia ingin sepenuhnya memulai kembali, menjadi individu baru.

Elara—nama inggrisnya—hanya cocok di Kanada, sementara Sena akan menyatu dengan Korea. Meskipun dua nama itu milik satu orang, Sena percaya vibes yang dibawa akan sepenuhnya berbeda. Ia ingin meninggalkan Elara hanya untuk orang-orang yang mengenalnya di Kanada, dan Sena akan dia berikan kepada orang-orang yang ditemuinya selama menjalani hidup di Seoul. Selaras dengan itu, ia pun memisahkan setiap memori menjadi dua bagian; milik Elara dan milik Sena. Milik Elara mencakup semua kenangan dari masa kecil sampai usianya 18 tahun, di Kanada. Dan Milik Sena akan melingkupi semua ingatan yang diciptakannya sejak menginjakkan kaki di Korea.

Lamunan Sena tentang masa lalu terhenti saat dia mendengar pintu coffee shop tempatnya bekerja, terbuka. Dia mengangkat kepala, dan menemukan seorang pria berjalan masuk. Sena tersenyum sopan dan menyapa sesuai standar operasional. Hingga saat pria itu tiba di depan counter dan tatapan mereka saling bertemu, jantung Sena serasa berhenti berdetak kala otaknya akhirnya bisa mengenali sepasang masa itu.

Sepasang mata yang dilihatnya jutaan, bahkan miliaran kali di masa lalu. Sepasang mata yang mengandung banyak emosi, dan Sena bisa melihatnya dengan jelas tanpa ada yang berusaha ditutupi. Sepasang mata yang selalu membuatnya terpesona, karena begitu hidup dipenuhi harapan. Sepasang mata yang hanya dimiliki satu orang; dia.

Setelah sebelas tahun tanpa kontak, mata Sena akhirnya bertemu kembali dengan milik teman baiknya yang kini berdiri di hadapannya itu.

Bersambung....

1
Zenun
jiaelah babang
nowitsrain: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Zenun
🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Zenun
teman yang lebih dari teman🤭
Zenun
benarkah begitu😁
Zenun
setuju dengan Andy sih
Zenun
waduh
Zenun
bisa bahasa qalbu😁
Zenun
dan teman-temannya Andy datang
Zenun
Kirain Andy menjaga jarak
Zenun
mungkin Andy jadi canggung karena dia sebenarnya hanya menganggap teman😁
Zenun
Kasihan kamu Andy😄
Zenun
benarkah begitu? 😁
Zenun
kayanya mereka kompak mau mngerjaimu, Andy
nowitsrain: Andy yang malang
total 1 replies
Zenun
kalau begitu kredit aja
nowitsrain: No no ya
total 1 replies
Zenun
weh, gak mau jagain mereka😁
nowitsrain: Wkwk ditinggal biar berduaan
total 1 replies
Zenun
hayoloooo
Zenun
bisa main bareng lagi ya Sena😁
nowitsrain: Yoyoyy.. Bersama mengguncang dunia
total 1 replies
Zenun
akankah pertemanan itu akan berubah menjadi asmara?
nowitsrain: Jeng jeng jeng
total 1 replies
Zenun
Nah, coba saran Hana ini
nowitsrain: Oraitt
total 1 replies
Zenun
Mungkin sebenarnya Andy ngeh, tapi lagi mengingat-ingat kaya kenal muka tapi lupa nama😄
nowitsrain: Wkwk bisa juga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!