semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RARA
"Halo.. apa kabar feby.. lama tidak pernah bertemu" febi ketar ketir saat adanya berjalan mendekat
"suami kamu ya? " tanya Rio lagi saat sudah berdiri di depan keduanya
"iya.. saya suaminya.. apa kmu kenal dengan istri saya?? " tanya Rio
"kenal.. sangat kenal! " keringat mulai membasahi pelipis febi
"waw.. sekarang kamu lagi hamil ya.. sudah berapa bulan?? "
"aaaw.. " febi menjerit memegangi perut nya,Rio yang hendak menjawab pertanyaan Arya langsung beralih pada istrinya
"sayang.. ayo kita segera periksa... maaf ya mas.. aku duluan!! "pamit Rio
Lalu keduanya pun melangkah melewati Arya , namun saat febi berdiri disamping Arya lelaki itu berisik pelan
"anak siapa yang kamu kandung?? " bisiknya sedikit menyunggingkan senyum, feby tidak menjawab dengan cepat dia melangkah, feby tidak ingin rumah tangganya hancur, dulu dia tidak peduli jika Rio tau tentang perselingkuhan nya, namun saat feby mendapatkan kasih sayang dari suaminya dia memutuskan untuk melepaskan Arya, meninggalkan selingkuhannya dan sengaja mengganti nomornya, dia tidak ingin ada kontak lagi dengan Arya,
diruang tunggu , baru saja Rio hendak bertanya tentang lelaki tadi namun nama istrinya pun dipanggil dari pintu ruang periksa. keduanya langsung berdikari dan memasuki ruang pemeriksaan
"ada keluhan apa bu? "
"perut saya sering merasakan keram dok.. padahal saya jarang beraktifitas berat atau melelahkan"
"apa ibu mengeluarkan bercak kemerahan atau seperti darah? "
"tidak dok, "
Dokter pun mulai memeriksa feby , dan mengatakan kondisi febi sedikit mengalami stres dan juga hormon kehamilan, lalu meresepkan obat,. setelah selesai keduanya berpamitan pada dokter tersebut
didalam mobil,
"Sayang.. kamu kenal sama pria yang tadi?? " baru saja feby merasa sedikit legah jantungnya kembali di pompa
"yang mana mas?? ".
"yang tadi, yang nyapa kamu dan bil,, "
"ooh... itu teman lama aku mas... udah ah.. ngapain bahas dia.. jngan berpikir macam macam ya mas ingat kata dokter tadi kan.. "
"maaf ya sayang... aku gak bermaksud nuduh kamu kok" jawab Rio merasa sedikit bersalah pada istrinya
"iya mas... kamu harus percaya sama aku.. hanya kamu yang aku sayang"
"iya... maaf ya?? "
mobil pun meninggalkan area rumah sakit tersebut
SATU MINGGU KEMUDIAN
Rara sedang memilih buah buahan sambil bersenandung kecil di sebuah tokoh buah, tangan nya sibuk memilih buah yang masih fresh, setelah selesai dia pindah ke buah yang lainnya, saat tangannya menyentuh sebuah apel tiba tiba sebuah tangan juga menyentuh apel tersebut sehingga tangan Rara digenggam oleh tangan orang tersebut..
"eh.. maaf?? " ucap pria itu langsung menarik tangannya
"hafiz!! " ucap Rara setelah mengamati wajah pria itu
"mbaaaaak Rara.. "
"iya"
"hey.. apa kabar.. lama gak bertemu? " tanya hafiz sedikit ramah
"alhamdulillah.. baik, kamu gimana kabarnya? " tanya Rara balik
"alhamdulillah.. kabarku juga baik,, kmu sendiri aja nih?? "
"iya.. "
"aku temanin gak apa apa kan?? ".
" kamu gak belanja? ".
tanya Rara
"emmm.. belanja sih... tapi sudah selesai "
"tapi,, kok bisa ada disini?? "
"yaa.. kebetulan kelupaan beli apel" hafiz menggaruk tengkuknya
"ooh.. "
"ini biar aku yang dorong! " hafiz langsung meraih troli belanjaan Rara
"ee eee.. gk usah.. aku bisa sendiri kok"
"gak apa apa.. kamu pilih buah nya aj biar aku yang dorong.. " ada sedikit rasa tidak enak pada hati Rara namun tetap melanjutkan belanjaannya
Setelah selesai belanja Rara dan hafiz keluar dari tokoh tersebut tepat saat itu JON lewat dan melihat hafiz memegang tangan Rara
"RARA!! "