Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dugaan
Jeon Respati mengemudi sedikit kencang setelah mendapatkan kabar jika mobil Emily ditabrak orang tak dikenal.Jantungnya seperti akan loncat dari tempatnya karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Sesampainya dirumah, pria itu segera mencari Emily untuk sekedar memastikan keadaan gadis itu.Setelah mencari kesana kemari Jeon melihat Emily sedang tertidur di kamar tamu dengan dahi yang di tempel sedikit perban dia sedikit tenang.Kaki Jeon tidak bisa lagi melangkah, lemas seperti jelly.Dia terduduk di lantai setelah mengetahui keadaan kekasihnya.
"Kamu membuatku seperti akan mati"gumam Jeon lirih.
Mata Emily terbuka saat mendengar suara gemericik air, dia tidak sadar sudah tertidur sedari tadi. Tangan lentik nya meraba permukaan perban di dahinya. Dia mendengus kesal karena orang tidak dikenal itu dahinya harus mendapatkan sedikitnya dua jahitan.
"Sayang..."Jeon mendekati Emily yang masih terdiam di tempat tidurnya.Pria itu memeluk tubuh mungil Emily dan mengecupi kepala kekasihnya.
"Pasti sakit sekali?" tunjuk nya pada luka yang ditutupi oleh perban. Emily mengangguk-anggukkan kepalanya menduselkan wajahnya di dada polos milik Jeon. Bau sabun mandi menguar membuat Emily semakin betah berada di sana.
"Ini sakit sekali mas...aku gak tau siapa orang gila itu.Yang jelas dia sangat ingin menabrakku"ucap Emily tanpa sadar mencebikkan bibirnya.
"Nanti aku akan usut sampai tuntas ya sayang..kamu jangan khawatir"
"Huum.."
Jeon melumat bibir mungil Emily yang sedari tadi mencebik membuat Jeon gemas. Gadis itu membiarkan saja tangan kekasihnya masuk kedalam kaos yang dia kenakan. Tangan itu meremas kedua payudara milik Emily dengan lembut.
"ehmmm...ahhhh..."desah Emily disela pagutan mereka.
"Mas...apa menurutmu ini ulah keluarga mantan istrimu.."
Jeon menghentikan kegiatannya yang sedang asik mencumbu leher Emily. Dia duduk di tepi ranjang sembari menyugar rambutnya kebelakang.
"Tapi untuk apa..?"
"Supaya kamu balik lagi menjadi suami anaknya lah,apa lagi.."ucap Emily tersulut emosi.
"Sayang...jangan marah begitu. Nanti kita lihat siapa yang coba-coba bermain denganku"
"Aku mau secepatnya mas..jangan sampai orang gila itu lolos. Dan satu lagi siapapun yang melakukan ini jangan diberi ampun,kamu dengar..?"
"Iya sayang iyaaa.."
Jeon kembali mengecup pipi mulus kekasihnya.Dia sudah tidak sanggup menahan hasratnya untuk menggagahi kekasihnya itu.
Pranggggg...
Pecahan kaca terdengar dari luar, mereka berdua terperanjat terkejut mendengarnya.Jeon mengintip dari jendela kamar yang mereka tempati. Tak ada siapapun dihalaman rumah mereka.
"Sialan.."umpat Jeon bergegas mengambil baju di dalam lemari.
"Diam dan jangan keluar kamar.."ucapnya tegas.
_____________________________
"Bagaimana tugasmu...?"Ucap seseorang menatap pria bermasker hitam di depannya.
"Maaf bos..gadis itu lolos. Saya tidak bisa melakukan apapun karena keadaan disekitar sedang ramai.." lelaki itu menundukkan kepalanya takut.
"Alasan... setelah ini aku tidak ingin melihatmu berkeliaran di sekitarku, mengerti "
Pria bermasker hitam itu berjalan keluar meninggalkan seseorang yang telah menyuruhnya untuk menabrak Emily. Tugas yang sangat berat baginya yaitu melenyapkan gadis itu sampai wajahnya tidak bisa dikenali. Orang itu ingin dirinya melenyapkan gadis itu dimanapun dia berada.
Bagaimana bisa dia melenyapkan seseorang di tempat ramai, bisa-bisanya dia dibakar massa. Walaupun tugasnya tidak sesuai dengan keinginan si pemesan setidaknya gadis itu terluka. Dia pun mengambil tugas itu terpaksa ,karena sedang membutuhkan uang untuk biaya persalinan istrinya.
Doorrrrrrrr
Tubuh pria bermasker itu tumbang ke lantai,dia memegang dadanya yang mengeluarkan darah karena satu tembakan yang di layangkan si pemesan.
"Aku hanya tidak ingin kamu banyak bicara di luaran sana.."ucapnya sembari meninggalkan gedung terbengkalai itu.