NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: tamat
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Tamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Menerima Elyra

Mobil David melaju perlahan memasuki area pernikahan yang luas dan eksklusif. Gerbang besi putih menjulang tinggi, dihiasi rangkaian bunga mawar dan lily segar yang menjuntai anggun di setiap sisinya. Begitu gerbang terbuka, hamparan taman hijau luas terbentang seperti lukisan hidup.

Di tengah area itu berdiri sebuah villa megah bergaya Eropa modern klasik, dinding putih gading, jendela tinggi berbingkai emas lembut, balkon luas dengan tirai tipis yang berkibar diterpa angin pagi.

Kolam refleksi memanjang di sisi taman, airnya jernih memantulkan langit biru dan dekorasi kristal yang menggantung dari rangkaian lengkungan pernikahan.

Jalur menuju pelaminan dibentuk dari karpet putih panjang, di kanan kirinya bunga putih penuh harum anggrek, peony, mawar tersusun bertingkat seperti taman kerajaan.

Kursi tamu berbalut kain satin ivory berjajar rapi, dihiasi pita dan dedaunan emas tipis. Lampu gantung kristal transparan menggantung di rangka besi lengkung, meski matahari pagi bersinar, kilauannya tetap membuat tempat itu tampak seperti negeri dongeng. David menelan ludah.

“Gila… ini nikah apa konser sultan,”ngumamnya. Ini bukan sekadar garden wedding. Ini private luxury villa wedding, villa yang Leon beli khusus demi satu hari terpenting hidupnya.

David turun dari mobil dan bergegas menyusuri jalur karpet putih. Para tamu mulai berdatangan, pelayan berseragam rapi bergerak tenang, alunan musik instrumen lembut mengisi udara.

Di ujung taman, Leon baru saja turun dari mobil hitam mewahnya. Tubuhnya gagah dalam busana adat megah, wajahnya tenang tapi sorot matanya tegang. David langsung menghampiri.

“Leon.” Leon menoleh.

“Gimana?” suaranya rendah dan serius. David menarik napas dalam.

“Ayah Elyra… gak bisa datang.” Leon mengangguk pelan.

“Aku sudah duga.”

“Tapi dia titip pesan.” David mendekat sedikit.

“Dia menyerahkan Elyra dinikahkan wali hakim. Resmi.” Rahang Leon mengeras sesaat. Matanya dingin… tapi bukan marah.

Lebih ke terluka.

“Oke.” David menatapnya khawatir.

“Lo gak kaget?” Leon menggeleng tipis.

“Keluarganya sudah terlalu lama menekan dia. Ini bukan pertama.” Namun kemudian napas Leon sedikit berat.

“Aku cuma gak mau Elyra ngerasa yatim di hari pernikahannya.” David terdiam. Leon melirik altar putih megah itu.

“Walinya boleh hakim… tapi setelah hari ini, aku walinya hidup dia.” David menepuk bahu Leon pelan.

“Dia beruntung punya lo.”

Tak lama kemudian, iring-iringan mobil keluarga besar Leon berdatangan.nBeberapa wajah asing turun ayah, paman, tante, mereka berpakaian formal elegan. Meski aura mereka berbeda keyakinan, sikap mereka penuh hormat. Leon langsung mendekat.

“Semua denger ya,” ucapnya tegas tapi tenang.

“Hari ini bukan tempat debat, bukan tempat komentar budaya atau agama.” Salah satu pamannya mengangguk.

“Kami datang buat mendukungmu. Dan Elyra,” sambung ayahnya lembut. Leon menatap mereka satu-satu.

“Kalau ada yang bicara sembarangan… aku sendiri yang suruh pulang.” Tidak ada yang tersinggung. Justru mereka tersenyum paham.

“Kami hormati pilihanmu, Leon.” Leon menghela napas lega. Hari itu bukan hanya tentang kemewahan. Tapi rasa tulus dan menyatukan dua orang itu bukan hanya bersama saja, namun hal lain yang juga tak kalah penting.

Acara akad nikah akan segera dilangsungkan. Di pelaminan akad yang berdiri anggun di tengah taman vila, penghulu sudah duduk rapi dengan buku nikah di tangan. Para saksi berada di sisi kanan dan kiri, sementara tamu undangan mulai hening, seolah udara pun ikut menahan napas.

Leon duduk tepat di hadapan penghulu.

Punggungnya tegak, namun kedua tangannya saling menggenggam kuat di atas paha. Rahangnya mengeras menahan gugup, napasnya teratur tapi berat. Ini bukan urusan bisnis, ini hidupnya.

Matanya sesekali melirik ke arah jalan masuk vila. Menunggu Elyra.

Sementara itu di dalam mobil putih yang terparkir tak jauh dari area akad, Elyra duduk diam.

Tangannya mencengkeram lipatan gaun putihnya, napasnya pendek-pendek.

Sofia di sampingnya menggenggam tangannya erat.

“Ly… semuanya sudah siap.” Elyra menelan ludah.

“Aku takut jalan sendiri…” Ia sempat berpikir akan melangkah tanpa orang tua, tanpa ayah yang mengantarnya. Sampai pintu mobil terbuka. Seorang pria paruh baya berdiri di sana. Seseorang yang begitu mirip dengan Leon, mungkin ini Leon versi tua itu adalah ayah Leon. Wajahnya teduh, senyumnya hangat.

“Boleh Ayah antar Elyra?” tanyanya lembut.

Mata Elyra langsung berkaca-kaca.

“I-iyah…” Tangan besar itu terulur. Begitu Elyra menggenggamnya, kehangatan mengalir.

Langkah pertama mereka turun dari mobil langsung membuat seluruh tamu berdiri pelan, musik instrumen mengalun lembut. Leon yang duduk di depan penghulu langsung menoleh. Napasnya tercekat.

Elyra… dalam gaun putihnya… berjalan anggun di samping ayahnya. Dia benar-benar menyatukan dua dunia.

Ayah Leon menggandeng Elyra menyusuri karpet putih panjang menuju pelaminan akad. Setiap langkah terasa sakral. Air mata Elyra sudah menggantung di pelupuk mata.

Ia benar-benar mengira akan berjalan sendirian hari ini. Di tengah langkah itu, ayah Leon menunduk sedikit dan berbisik lembut di telinganya.

“Selamat datang di keluarga kami, Nak.”

Hampir saja tangis Elyra pecah. Tangannya gemetar hebat menggenggam lengan pria itu.

Ayah Leon bisa merasakannya. Ia menepuk tangan Elyra pelan menenangkan.

“Kamu tidak sendirian lagi.” Air mata Elyra akhirnya jatuh, namun ia tersenyum. Sementara Leon di depan sana sudah menahan napas berat, matanya basah tanpa ia sadari.

Leon benar-benar terpaku. Langkah Elyra yang tadi terasa anggun kini sudah berhenti tepat di sampingnya. Gaun putih itu memantulkan cahaya pagi lembut, membuat sosok Elyra tampak seperti cahaya yang turun ke bumi.

Leon menelan napas. Dadanya bergetar hebat. Ini… istrinya. Wanita yang sebentar lagi akan sah menjadi miliknya di hadapan Tuhan.

Matanya menyusuri wajah Elyra yang dirias lembut, bulu mata lentik, pipi merona tipis, bibir yang sedikit bergetar menahan gugup.

Cantik.

Bukan cantik biasa. Cantik yang bikin hati gemetar. Leon sampai lupa berkedip.

“MasyaAllah…” bisiknya tanpa sadar. Elyra menoleh sedikit, menangkap tatapan itu.

“Kenapa kamu liatin terus…” suaranya lirih malu. Leon mendekatkan wajah sedikit, suaranya rendah penuh kagum.

“Karena kamu hari ini terlalu indah buat dunia ini.” Pipi Elyra langsung memerah.

“Lebay…”

“Tapi jujur,” Leon tersenyum tipis. “Aku hampir gak percaya aku yang akan nikahin kamu.”

Elyra menunduk malu, jantungnya berdetak cepat.

Ayah Leon membantu Elyra duduk di tempat yang sudah disiapkan di samping Leon, lalu mundur pelan memberi ruang. Begitu Elyra duduk, gaunnya mengembang indah di sisi Leon.

Tangan mereka nyaris bersentuhan.

Leon bisa merasakan getaran halus dari tubuh Elyra. Sama gugupnya. Musik pelan berhenti.

Suara burung pagi dan angin taman menggantikan. Penghulu membersihkan tenggorokan.

“Bismillahirrahmanirrahim…”

Sekejap itu, seluruh tamu terdiam. Tak ada lagi tawa, tak ada bisik. Hanya dua hati yang berdegup keras menanti satu kalimat suci.

Leon menarik napas dalam. Elyra memejamkan mata sejenak.

1
falea sezi
gantengan ini dr leon
falea sezi
kurang gahar Thor minimal bertato. lebih wahh gt
falea sezi
moga bagus ampe endingnya
sakura
...
Moms Rafialhusaini 🌺
aku mampir kak thor
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!