NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Jeratan Yang Di Tinggalkan

Terjebak Dalam Jeratan Yang Di Tinggalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Lahir dari keluarga islami, dituntut untuk selalu taat, memiliki saudara perempuan dan ternyata menjadi bahan perbandingan. Aluna gadis 20 tahun yang baru saja lulus kuliah dan memiliki banyak cita-cita harus menerima takdirnya saat dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang tidak dia kenal.

Aluna tetap pada keputusannya untuk mengejar karirnya, membuat Aluna harus meninggalkan pernikahannya untuk memenuhi janji kepada seseorang yang telah menunggunya.

Tetapi siapa sangka ternyata Aluna justru mendapatkan penghianatan dengan penuh kebohongan. Aluna harus menerima takdirnya atas kesalahan besar yang telah ia lakukan.

Setelah beberapa tahun meninggalkan pernikahannya. Aluna kembali terjerat dengan pria yang harus dia nikahi beberapa tahun yang lalu.

Bagaimana kelanjutan hubungan Aluna? apakah pria yang harusnya menikah dengannya membencinya dan ingin membalasnya?"




Jangan lupa untuk terus mengikut novel ini.

follow Ig ainunharahap12.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 Waktunya Protes,

Ketika Aluna sudah selesai curhat kepada sahabatnya. Aluna berpamitan pulang dan tidak lupa membawa beberapa kotak kue yang akan dia bawa ke rumah kedua orang tuanya.

Aluna akan memenuhi undangan makan malam yang telah disampaikan Jiya tadi pagi. Ketika sampai di rumah setelah pulang kerja Aluna langsung siap-siap.

Penampilannya simpel, menggunakan dress panjang di atas mata kaki dengan tangan dress panjang.

Aluna tampil begitu cantik dan anggun, rambutnya hanya diikat sebagian di tengah yang memperlihatkan stylish rambut yang begitu elegan dan ditambah dengan anting kecil.

"Aku seperti mau kencan saja berpenampilan seperti ini," gumam Aluna tidak lupa menyemprotkan parfum pada tubuh.

"Sudah selesai?" Aluna tersentak kaget dan yang cepat kembalikan tubuhnya.

Ravindra ternyata sejak tadi sudah menunggunya di ruang tamu dan istrinya itu begitu lama membawanya harus menyusul ke kamar. Penampilan Ravindra hanya biasa saja menggunakan setelan jas seperti biasa.

"Kenapa lama sekali?" tanya Ravindra.

"Iya-iya. Ini aku sudah selesai," jawab Aluna.

"Ya sudah ayo cepat!" ajak Ravindra terlebih dahulu kembali keluar dari kamar.

Aluna menghela nafas dengan mengambil tasnya dan juga kue yang tadi sengaja diambil dari tokonya kemudian menyusul suaminya.

Setelah berpamitan kepada kedua mertuanya yang akhirnya Aluna dan Ravindra pergi. Tidak lama mereka sudah sampai di kediaman kedua orang tua Aluna untuk pertama kali adalah mengucapkan kalimat itu setelah dia menikah.

"Assalamualaikum!" sapa Aluna.

"Walaikum salam," sahut Umi, Abi, Jiya dan Firman yang berada di ruang tamu.

"Kalian sudah sampai," sahut Umi.

Aluna dan Ravindra melangkah mendekati orang tuanya dan tidak lupa mencium punggung tangan tersebut dan diikuti oleh Ravindra.

"Umi senang dengan kedatangan kalian berdua. Umi sudah memasak banyak makanan kesukaan kamu," ucap Wulan.

"Jika ingin mengajak Aluna untuk makan malam, seharusnya menghubungi Aluna saja dan tidak perlu mengirim orang lain agar datang ke rumah seperti zaman manusia purba saja," ucap Aluna memberi sindiran kepada Jiya.

"Sudahlah, kenapa baru sampai di rumah ini kamu langsung marah-marah seperti itu. Umi dan Abi hanya ingin sesekali kalian bertandang ke rumah ini. Jika Jiya tidak keberatan untuk datang ke rumah kalian mengundang kamu apa salahnya," sahut Abi.

Aluna memilih untuk diam dan tidak ada gunanya berdebat yang adanya urusan mereka tidak akan selesai-selesai.

"Jadi Jiya sengaja datang ke rumah Aluna dan mengajak makan malam secara langsung dan tidak menghubungi Aluna," batin Firman sepertinya memang tidak mengetahui bagaimana pergerakan istrinya yang begitu effort sekali.

"Ya sudah kalau begitu sekarang kita langsung saja makan malam," ajak Wulan.

"Ini Umi. Aluna membawa cake," ucapnya memberikan paper bag yang sejak tadi dia pegang.

"Terima kasih Aluna, ini pasti enak sekali," ucap Wulan membuat Aluna menganggukkan kepala.

*******

Akhirnya mereka semua melanjutkan makan malam bersama.

Ravindra ini pertama kali kamu makan di rumah kami, semoga kamu menyukai makanannya," ucap Wulan.

"Aluna, ayo kamu bantu suami kamu untuk mengambilkan makanan untuknya," ucap Wulan.

"Tidak apa-apa. Saya bisa sendiri," sahut Ravindra yang memang tidak ingin merepotkan siapa-siapa.

"Kalau begitu kamu jangan sangkan-sungkan dan anggap saja rumah sendiri," ucap Wulan.

"Baik. Tante," sahut Ravindra.

"Ravindra kamu sudah menjadi menantu kami dan kami sangat senang sekali jika kamu memanggil kami dengan sebutan Umi dan Abi, seperti Aluna memanggil kami," sahut Abi.

"Baik Umi, Abi," sahut Ravindra tidak mempermasalahkan hal seperti itu dan lagi pula istrinya juga memanggil orang tuanya sama seperti dirinya.

"Ravindra apa kamu menyukai ikannya?" tanya Jiya ketika melihat Ravindra menikmati salah satu jenis ikan menjadi ikan lauk pada makanannya.

"Suka," jawab Ravindra dengan singkat.

"Aku yang masaknya dan kamu tahu tidak makanan yang aku bawakan ke kantor yang telah dibuang Aluna adalah makanan seperti ini," ucap Jiya.

Aluna sampai berhenti makan ketika mendengar pernyataan dari Jiya kembali mengungkit hal itu membuat Aluna melihat serius ke arah kakaknya.

"Aluna membuang makanan?" tanya Abi memastikan.

"Benar Abi. Kemarin Jiya mengirim makanan untuk Aluna dan ternyata Aluna membuangnya datang sampah di depan rumah mereka, di saat Jiya datang ke rumah mereka untuk menyampaikan undangan dan disaat itu juga Jiya menemukan kotak makanan tersebut," jelas Jiya.

"Aluna sejak kapan Abi mengajari kamu untuk mubazir dan sampai membuang makanan, di luaran sana masih banyak orang-orang yang kelaparan dan kamu sudah melakukan hal seperti itu," sahut Abi.

"Lagian untuk apa kamu harus mengirim makanan ke kantor Ravindra dan apalagi kamu membuatkan makanan untuknya," sahut Firman.

"Firman, aku bukan hanya mengirim makanan untuk Ravindra saja, tetapi juga untuk Aluna. Apa yang salah, lagi pula apa yang dilakukan Aluna sangat tidak sopan dan itu sama saja seperti apa yang dikatakan Abi tadi, Aluna sudah mengikuti perbuatan setan yang membuang-buang makanan dan di luar sana masih banyak orang-orang yang kekurangan," seperti biasa Jiya akan mengeluarkan semua kalimat ke agamis nya untuk menutupi kesalahan.

"Kak cukup!" tegas Aluna sejak tadi sudah berusaha menahan diri.

"Kakak selalu saja bersikap seperti ini. Jika Umi dan Abi mengundang Aluna untuk makan malam di rumah ini hanya untuk mengomentari semua yang Aluna lakukan lebih baik tidak usah!" ucap Aluna.

"Aluna!" tegur Abi.

"Aluna benar-benar muak datang ke rumah ini. Kalian kerap kali membicarakan masalah kesopanan. Jika kak Jiya tidak suka Aluna maupun makanan itu dan untuk kedepannya jangan lagi pernah mengantarkan makanan ke kantor Aluna!" tegas Aluna

"Sudah-sudah, kenapa kalian harus bertengkar di saat makan seperti ini hah! ini tidak baik, kita sedang makan malam dan berhenti untuk melakukan semua ini," ucap Umi.

"Ini semua kesalahan Jiya. Seharusnya Jiya tidak mengungkit apapun dan tidak seharusnya dengan sengaja datang ke kantor untuk mengantarkan makanan dan apalagi sampai membuat keributan seperti ini dan akhirnya timbul kesalahpahaman!" sahut Firman.

"Kamu ternyata benar-benar masih mencintainya dan membelanya secara langsung meski aku ada di sebelah kamu," sahut Jiya menegur suaminya dengan senyuman membuat Firman mengerutkan dahi dan begitu juga dengan Aluna merasa kakaknya itu benar-benar kurang waras.

Bagaimana tidak dalam situasi seperti itu bahkan ketika kedua orang tuanya ada dan dia masih bisa-bisanya membicarakan hal yang sungguh-sungguh tidak masuk akal seperti itu.

"Jiya, kamu jangan langsung membuat spekulasi seperti itu, aku hanya tidak ingin ada keributan dan aku juga ingin kamu tidak terlalu ikut campur urusan rumah tangga orang!" tegas Firman.

"Firman, apa harus kamu menegurku di depan kedua orang tua dan juga tamu yang datang ke rumah kita?" tanya Jiya tidak terima dengan teguran yang diberikan Firman.

"Sudah-sudah, sebaiknya sekarang kita lanjutkan makan dan jangan ada lagi pertengkaran memalukan seperti ini!" tegas Abi.

"Kak Jiya benar-benar sengaja membuat keributan, jika dia yang bersalah, seakan-akan membuat aku semakin dipojokkan dan merasa begitu salah. Aku memang tidak mengerti sebenarnya apa yang dia inginkan," batin Aluna semakin kesal melihat Jiya dan sementara Ravindra sejak tadi hanya menikmati makanan tersebut melihat bagaimana hubungan bersaudara itu memang tampaknya kurang baik.

Bersambung.....

1
Dew666
👍👍👍👍👍
Oma Gavin
good firman aku dukung rencana mu memberikan obat lucknut di minuman jiya dan langsung eksekusi tapi jgn lupa di videoin ya ..biar kesombongan jiya runtuh dok alim dok baik ternyata iblis yg ingin menghancurkan rumah tangga aluna
Yuliana Tunru
jiya benar2 ular ya pasti dia inginkan ravibdra aplg tau lqki2 tajur smoga ravubdra tdk teemakan fitnahan jiya gemea bgt oengen nampol mulut beracun x
Isma Isma
dasar betina bermuka duaa
Oma Gavin
tolong jgn sampai ravindra termakan provokasi jiya biarkan sedikit saja Aluna hidup tenang meskipun belum bahagia dgn pernikahan nya, segeralah bongkar alasan jiya tidak ingin melihat aluna bahagia apakah dia bukan anak kandung ortunya atau memang jiya psikopat gila
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Oma Gavin
firman yg bodoh tidak tegas punya istri cuma diatas kertas mau" nya dikadalin jiya, ravindra juga oon bin goblok memberikan celah pada jiya untuk melancarkan dramanya, disini yg jadi korban hanya aluna semoga kamu sabar dan ikhlas menerima semua hinaan ini ortunya juga pilih kasih selalu membela jiya jadi mikir aluna anak pungut
Yuliana Tunru
jiya mmg aneh jyk x mmg iri dgn aluna senua laki2 yg dekat ingin di miliki hingga nikahi firman sjrg malah ravibdra lg yg dudekati apa maksud x apkg aluna melihat jiya datang
Oma Gavin
ternyata jiya beneran muka tembok ngga tau malu datang ke kantor ravindra mau ngomporin ravindra buat jelek"an Aluna, jadi penasaran tujuan jiya selalu merebut semua yg menjadi milik aluna
Dew666
🪸🍎🪸
Isma Isma
sakit jiwa' jiya
Dew666
🍎🍎🍎🍎
Oma Gavin
wow jiya ternyata kamu belum disentuh firman 2 tahun ini feeling ku bener target utama nya adalah ravindra yang kaya raya dan bisa juga jiya sudah tidak virgin dan takut terbongkar bila dia dulu murahan
Oma Gavin
wah ravindra sengaja bikin aluna dan keluarga nya sport jantung, mau balas dendam ya...tapi takut sama maminya karena aluna menantu pilihannya
Oma Gavin
kok aku makin penasaran dgn jiya apakah dia psikopat gila yg tidak rela melihat aluna bahagia padahal dia adiknya kenapa sampai segitunya dia provokasi ravindra untuk menolak perjodohan tsb untungnya ravindra setuju karena mamanya sangat menyayangi aluna
Isma Isma
mendiang Aluna tidak munapik kakaknya sok alim
Oma Gavin
keren polll aluna apa yg kamu paparkan sesuai dgn kenyataan kakak mu itu playing victim dia iri berat sama kamu padahal ortu mu lebih menyayangi jiya itu juga tipu muslihat jiya selalu menjelekan kamu
Bunda HB
yg aku heran knpa aluna kembali ke rmh.klo ujung2 nya org tua edan msih menyetir hdp mu. ( agama hya buat kedok /topeng kepalsuan ) org tua kolot.
Oma Gavin
jgn mau aluna feeling ku kakakmu psikopat gila yg tidak ingin melihat kamu bahagia pacarmu direbut sekarang playing victim merasa ngga bisa kasih keturunan kamu diseret untuk dijadikan madu yg akan disetir oleh jiya, keluarlah dari rumah neraka tsb hidup mandiri sesuka hati
Oma Gavin
yg jadi pertanyaan sudah tau kuna mencintai firman knp ortunya justru menjodohkan dgn jiya, dan jiya juga kenapa mau" saja jgn ngomong kalian berdua sudah kenal sebelumnya dan sengaja mengkhianati luna, aku sumpahin pernikahan kalian berdua tidak akan pernah bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!