NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Predator Dingin

Obsesi Sang Predator Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Mafia / Enemy to Lovers / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: your grace

Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: MALAM PERTAMA???

Mansion Volkov yang biasanya sunyi kini terasa lebih mencekam dengan aura kemenangan yang dipancarkan sang tuan rumah. Cahaya bulan masuk melalui jendela-jendela besar, menciptakan bayangan panjang yang menyerupai jeruji di atas lantai marmer. Alana, yang kini resmi menyandang nama belakang pria itu, telah dipindahkan kembali ke kamar utama. Gaun pengantin sutranya yang mahal kini terasa seperti beban seberat ribuan ton yang menindih bahunya.

Ia duduk di tepi ranjang berukuran raksasa itu, memeluk lututnya sendiri. Isak tangis yang tertahan sejak di gereja tadi akhirnya pecah dalam keheningan kamar. Suara detak jam di dinding seolah menghitung mundur waktu menuju kehancurannya.

Klek.

Suara pintu yang dibuka dan dikunci dari dalam membuat tubuh Alana menegang hebat. Ia mendongak dengan mata yang sembab dan merah. Di ambang pintu, Dante berdiri dengan aura yang sangat berbeda. Pria itu sudah menanggalkan jas dan dasinya. Kemeja hitamnya dibiarkan terbuka sepenuhnya di bagian depan, memperlihatkan dada bidang yang keras dengan deretan otot perut sixpack yang sempurna. Tato-tato berbentuk mawar berduri dan tengkorak melilit di otot dadanya, tampak sangat mengintimidasi namun juga sangat maskulin.

Dante melangkah maju dengan keanggunan seorang predator. Matanya yang sebiru es kini berkilat dengan gåïråh yang tak lagi disembunyikan. Sejak ia melihat Alana di gudang tua itu, ia sudah membayangkan saat-saat ia bisa mengklaim tubuh murni ini sepenuhnya.

"Berhenti menangis, Alana. Kau hanya akan membuang tenagamu," suara Dante terdengar berat dan serak, penuh dengan getaran hå§rå† yang tertahan.

Alana gemetar hebat, ia beringsut mundur hingga punggungnya menabrak headboard ranjang. "Jangan... saya mohon, Tuan... jangan lakukan ini," rintihnya dengan suara parau.

Dante tidak peduli. Ia naik ke atas ranjang, merangkak perlahan mendekati Alana hingga gadis itu terkurung di antara kedua lengannya yang kekar. Dante mêñ¢êñgkêråm rahang Alana, mêmåk§åñɏå untuk menatap kegilaan di matanya. Tanpa peringatan, ia mêñɏåmßår bibir Alana, mêlµmå†ñɏå dengan rakus dan kå§år, mengabaikan rasa asin air mata yang membasahi þêr†åµ†åñ mereka.

"Mmph... hukk..." Alana memberontak, tangannya yang mungil memukul-mukul dada Dante yang sekeras batu, namun pria itu tidak bergeming sedikit pun.

Tangan Dante yang besar mulai bergerak lïår. Ia menurunkan ritsleting gåµñ Alana dengan satu tarikan kå§år, menyingkap kµlï† putih mulus yang selama ini tersembunyi. Dante membenamkan wajahnya di ¢êrµk lêhêr Alana, menghirup aroma gadis itu yang memabukkan sembari memberikan hï§åþåñ-hï§åþåñ kuat yang meninggalkan tanda merah baru.

"Ah... hnggh... Dante, hentikan... kumohon..." Alana melenguh di tengah isaknya, sebuah suara yang justru terdengar seperti undangan bagi Dante.

Dante semakin ßêrïñgå§. Ia menurunkan gåµñ itu hingga ke pinggang, membiarkan þåɏµÐårå kenyal dan indah milik Alana †êrêk§þð§ di bawah cahaya lampu temaram. Dante langsung merunduk, mêlµmå† puncak kemerahan itu dengan mulutnya, menghisapnya dengan rakus seolah sedang meminum nektar yang paling manis di dunia.

"Sssh... sangat indah," desis Dante di antara aktivitasnya. "Kau milikku, Alana. Seluruh inci †µßµh ini adalah milikku."

Satu tangan Dante meluncur turun ke bawah gaun, menyusup di antara þåhå Alana yang tertutup rapat. Ia mêmåk§å masuk, menyentuh inti kêwåñï†ååñ Alana yang masih terasa sangat råþå†. Jari-jarinya mulai bergerak dengan ritme yang menggoda, memberikan råñg§åñgåñ yang belum pernah dirasakan Alana seumur hidupnya.

"Ah! Hnggh... t-tidak... jangan di sana... ssst... ahh!" Alana mêñgêråñg, tubuhnya melengkung secara tidak sadar akibat sensasi sengatan listrik yang menjalar ke seluruh sarafnya. Ðê§åhåñ gåïråh yang keluar dari mulutnya terdengar begitu manis di telinga Dante.

Namun, di tengah kenikmatan yang dipaksakan itu, Alana tidak bisa berhenti menangis. Ia merasa sangat kotor. Ia merasa jiwanya Ðïþêrkð§å bersamaan dengan tubuhnya yang mulai bereaksi secara alami. Isak tangisnya semakin keras, tersedu-sedu hingga dadanya sesak.

Dante, yang sedang berada di puncak gåïråhñɏå dan siap untuk melakukan þêñɏ况åñ terakhir, tiba-tiba menghentikan semua gerakannya. Ia mendongak, menatap wajah Alana yang kini basah kuyup oleh air mata dan hidungnya yang memerah karena sesak napas. Suara tangisan Alana yang menyedihkan itu memenuhi ruangan, menghancurkan suasana panas yang tadi dibangun Dante.

"§ïål!" Dante membentak keras, suaranya menggelegar membuat Alana tersentak ketakutan.

Dante menjauhkan tubuhnya, duduk di tepi ranjang dengan napas yang memburu dan wajah yang memerah karena frustrasi. Ia menyisir rambutnya dengan jari dengan gerakan kasar.

"Kenapa kau terus-menerus menangis seperti orang yang mau dibunuh?!" gertak Dante, menoleh ke arah Alana dengan tatapan murka. "Aku suamimu! Kita sudah menikah secara sah! Apa yang kau takutkan dariku? Aku tidak akan membunuhmu, §ïålåñ!"

Alana tidak menjawab. Ia hanya meringkuk, menarik sisa gaunnya untuk menutupi dadanya, dan terus menangis tersedu-sedu. Bahunya berguncang hebat. Ia merasa tidak berdaya, merasa seperti barang rongsokan yang baru saja dimainkan oleh pemiliknya.

Melihat reaksi Alana yang begitu ketakutan dan tidak menginginkannya, ego Dante yang setinggi langit merasa terpukul. Ia adalah Dante Volkov, pria yang dipuja dan diinginkan oleh banyak wanita, namun di hadapan gadis polos ini, ia merasa seperti seorang monster yang menjijikkan. Rasa tidak diinginkan itu membuat amarahnya meledak.

"Cukup!" Dante berdiri dengan kasar, mengancingkan kembali celananya dengan gerakan marah. "Kau pikir aku sudi menyentuh wanita yang menangis seolah-olah dia sedang berada di rumah duka? Simpan saja kesucianmu itu sampai kau busuk!"

Dante melangkah menuju pintu dengan langkah lebar. Sebelum keluar, ia membanting sebuah lampu meja hingga hancur berkeping-keping ke lantai.

BRAK!

Pintu kamar terbanting menutup dengan kekuatan penuh, meninggalkan Alana dalam kegelapan dan kesunyian yang mencekam. Alana memeluk dirinya sendiri di atas ranjang yang kini berantakan, menangis lebih keras dari sebelumnya. Rasa sakit di hatinya jauh lebih besar daripada rasa sakit fisik mana pun. Ia merasa telah kehilangan segalanya malam ini—kehormatannya, harga dirinya, dan harapan akan masa depan.

"Jijik..." bisik Alana pada dirinya sendiri, mengusap leher dan dadanya yang dipenuhi jejak merah Dante. "Aku benar-benar jijik pada diriku sendiri..."

Sementara itu, di lorong mansion, Dante berjalan dengan rahang yang mengeras dan kepalan tangan yang siap menghantam siapa pun yang berani menghalangi jalannya. Malam yang seharusnya menjadi malam kemenangan baginya, justru menjadi malam di mana ia merasa benar-benar kalah.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas
Fitria Syafei
hadeh kejam juga yaa si Dante 🙄 KK cantik semangat 😍😍
Fitria Syafei
yang sabar ya Alana 😔 KK cantik kereen 😍😍
Mia Camelia
sadis😂😂😂😂
Mia Camelia
sweet banget pasangan inii🥰🥰🥰
lanjut thor👍😄
Fitria Syafei
yang sabar ya Alana 😔 KK cantik kereen 😘😘
Rani Saraswaty
knp gk cara instan dg jebakan2 spt yg laim😄😄😄😄
Rani Saraswaty
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak berjamaah🤣🤣🤣
Rani Saraswaty
gpp mbk, kmu sah dinikahi drpd dicoba dl sblm dipake
Rani Saraswaty
sage grèen kn td?
Mia Camelia
dante lapaaar terus🤣🤣🤣
Fitria Syafei
KK cantik terimakasih 😘😘 kereeeen😍
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
resmi sudah Alana menjadi Nyonya Dante 😊 KK cantik kereen 😍😍
Bedjho
Counternya Dante cuman ada satu istrinya sendiri🤧
+39 🔕
JANGAN ADA PELAKOR YA 🦖
+39 🔕
merinding 🖕😭
Mia Camelia
akhir nya dante dapet jatah🤣🤣🤣🤣
ayo thor bikin alana jd bucin dong😄
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍😍 terimakasih 🥰
Mia Camelia
dunia gelap dante😂
lanjut thor yg banyak dong😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!