NovelToon NovelToon
Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / Bad Boy / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / Enemy to Lovers / Nikah Kontrak
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Qiara adalah anak yatim piatu yang selalu dimanfaatkan oleh pamannya. Hidupnya begitu menderita. Bahkan dirinya juga disuruh bekerja menjadi pelayan tiga badboy kembar yang akhirnya menjamah dirinya. Hidupnya penuh penderitaan, sejak ke dua orang tuanya meninggal. Dia harus bekerja mencukupi kebutuhannya. Namun akhirnya, ketiga kembar kaya raya itu jatuh cinta pada Qiara. Bahkan saling berebut untuk mendapatkan cintanya? Siapakah dari pada kembar yang bisa bersama dengan Qiara? Apakah Nolan? Apakah Natan? Apakah Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21.

"Apa mungkin gue benar-benar mulai jatuh cinta pada Qiara?" batin Natan, ketika hatinya berkata sebaliknya dengan kata-kata Rasya.

Padahal seingat Natan, Qiara itu manis. Memang tidak seputih dirinya, karena memang dirinya dan Kakak kembarnya memiliki darah campuran.

Tapi yang ada di pikiran Natan, Qiara itu manis, cantik, imut dan juga bersih.

"Apa jangan jangan iya lagi, gue memang jatuh cinta sama si pendek itu," gumam Natan sembari menghembuskan nafas kasar.

"Gak ... Gak ... Bagaimana pun juga, gue gak boleh jatuh cinta sama siapa pun. Karena semua gadis di bumi ini itu bulsit, suka menyakiti kaum laki laki. Gak ..." Natan kalut dengan pemikirannya sendiri, bahkan ia terlihat menggeleng gelengkan kepalanya sendiri seraya melamun.

Hal itu sungguh membuat Rasya bingung.

"Ada apa dengan Natan hari ini? Sungguh aneh, biasanya di pagi hari dia sudah mencari 'mangsa'. Tapi kenapa dengan hari ini? Apakah dia tidak ingin mencari seorang gadis untuk untuk diajak ke pesta Andre nanti sore. Jangan-jangan nih bocah lagi kesambet lagi," gumam Rasya.

Saat sedang berpikir keras, tiba-tiba Rasya menyadari sesuatu yang mengagetkannya.

"Tapi tidak mungkin kalau sekarang ini gue sedang jatuh cinta? Karena jatuh cinta itu tidak secepat itu, terlebih pada gadis bodoh seperti dia," ucap Natan dengan suara keras tanpa sadar, sambil mengepalkan tinjunya di meja.

Tak disangka, ucapan itu sukses menarik perhatian seluruh murid di kelas, termasuk Rasya yang masih mencoba memahami situasi.

Natan merasa malu seketika, dia seperti kehilangan wibawanya di depan teman-temannya.

"Astaga, Natan! Nanti setelah pulang sekolah gue antar ke ustad, sepertinya lo itu benar-benar 'kesambet' hari ini," ujar Rasya, berusaha menenangkan temannya.

Namun, kata-kata Rasya justru membuat Natan semakin marah. "Cukup! Mendingan lo itu diem, gak usah membuat keributan di sini!" bentak Natan dengan kesal, sambil mendorong bahu Rasya.

Karena bagi Natan, ucapan yang baru saja keluar dari bibir Rasya seakan membuat keadaan tambah memburuk.

Tanpa menoleh, Natan meninggalkan kelas dengan perasaan bingung yang mendera hatinya.

Sementara Rasya menatap punggung Natan dengan bingung.

"Kenapa dia malah marah sama gue," gumam Rasya.

"Ada apa sebenarnya dengan diriku? Mengapa aku merasa seperti ini?" gumamnya dalam hati.

Sementara Noah, sang adik kembar yang mendengar apa yang baru saja keluar dari bibir Natan nampak memasang ekspresi wajah yang sulit untuk di jelaskan.

"Memangnya kak Natan itu jatuh cinta sama siapa? Bukankah katanya dia itu tidak ingin jatuh cinta atau pun memikirkan gadis manapun?" gumam Noah dalam hatinya.

"Sayang, kok melamun sih!" tegur Dila, sontak membuat Noah langsung menoleh ke arah pacarnya itu.

Melihat tatapan maut yang di tunjukkan oleh Noah. Hati Dila pun melembut, lantas ia tersenyum seraya berkata. "Nanti malam datang ker party Andre ya, aku pengen kita berdua itu menjadi couple terbaik di sana."

"Loh, bukanya kemarin kata mu. Kamu ingin lebih baik dengan tidak mengkonsumsi banyak alkohol," kilah Noah, sekarang ia nampak mengingatkan Dila yang katanya mau bertaubat dan menjadi pribadi yang lebih baik demi dirinya.

Dila nampak memasang wajah kecewa, kala keinginannya itu nampak di tolak oleh Noah.

"Apakah kamu benar benar ingin pergi kesana Dila?" tanya Noah sekali lagi, ia merasa tidak tega, melihat wajah pacarnya yang berubah murung.

"Iya pengen banget! Kalau tidak datang kesana kan tidak mungkin, karena Andre itu teman baik ku," jelas Dila.

Noah nampak menghembuskan nafasnya dengan kasar. Karena memang apa yang di katakan oleh pacarnya itu ada benarnya.

"Ya udah, ntar malam kita kesana! Tapi, janji gak bakal minum alkohol ya," kata Noah dengan lembut.

"Hmm, makasih banyak sayang," sahut Dila dengan riang sembari memeluk tubuh pacarnya.

"Ya, nanti malam memang aku tidak minum alkohol. Tapi aku pastikan, kalau kamu yang akan meminum alkohol dengan banyak Noah. Bagaimana pun juga, kamu harus jadi orang yang bertanggung jawab dengan kehamilan ku," gumam Dila dalam hatinya.

Iya, Dila sebenarnya hamil dan usia kehamilannya di perkirakan sudah menginjak hampir 6 Minggu. Karena ibunya yang seorang dokter kandungan lah yang meng USG dirinya sendiri.

Karena keluarga Dila keturunan orang luar, tentu saja pola pikir mereka sangat berbeda. Mereka hanya menanamkan asas tanggung jawab, dan Dila berjanji akan membawa membawa laki laki yang menghamilinya itu untuk segera bertanggung jawab.

** bel pulang sekolah pun berbunyi. **

"Tania, lo nanti malam mau gak? Gue ajak ke party-nya Andre," ujar Natan yang berdiri di depan pintu kelas Tania.

"Kak Natan," gumam Tania dengan wajah berbinar. "Tentu saja gue mau kak. Gue selalu ingin merasakan serunya ke pesta seperti itu!"

Siapa murid di SMA Taruna yang bisa menolak kehadiran Natan yang tampan dan kharismatik itu? Memang, ia terkenal sebagai playboy cap badak yang kerap berganti-ganti pasangan, tetapi bagi Tania, Natan adalah sosok yang mempunyai spesifikasi sebagai pangeran muda. Selain kaya, tampan. Natan juga sangat keren dan juga memiliki daya pikat yang tinggi.

"Natan, apaan sih! Jangan adik gue," ucap Rasya yang tiba-tiba muncul dari arah mana.

"Lo itu boleh marah sama gue, tapi jangan adik gue dong!" timpal Rasya dengan nada kesal.

"Tenang aja, gue bakal menjaga adik lo di party dengan baik," kata Natan pada sahabatnya Rasya sarkas. Ia memang sengaja ingin memberikan hukuman pada sahabatnya.

Hal itu langsung membuat ekspresi wajah Rasya berubah pucat dan juga ketakutan. Bagaimana pun ia tentu saja sangat paham dengan sepak terjangnya Natan. Ia tidak mau adiknya itu menjadi korban.

"Nanti gue jemput jam 8 malam, Tania," ujar Natan lalu pergi meninggalkan Rasya dan Tania begitu saja.

"Gak, adik gue nolak!" ucap Rasya berteriak frustasi.

Natan nampak melirik sekilas ke arah belakang, seraya tersenyum miring.

Tania, yang merasa jengkel dengan sikap kakaknya, balas membantah, "Gue mau, Kak! Kenapa sih? Kan Tania belum pernah pergi ke party. Biarin Tania ngerasain gimana serunya pesta itu. Kakak kan tahu, kalau dari dulu. Tania itu suka sama Kak Natan." kata Tania yakin, ia nampak menolak segala fakta yang pernah di tunjukkan oleh kakak nya perihal Natan.

Karena rasa suka itu nampaknya membutakan Tania. Ia merasa cukup yakin bahwa mengikuti Natan ke sebuah acara party bisa memberinya pengalaman baru yang ia cari-cari selama ini. Tapi, ia juga sadar bahwa ada resiko terlibat dengan playboy yang terkenal suka menggonta-ganti pasangan. Bagaimanapun juga, Tania siap untuk mengambil risiko demi mengejar kebebasan dan kebahagiaan yang ia rindukan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!