NovelToon NovelToon
Luka Yang Ku Peluk Sendiri

Luka Yang Ku Peluk Sendiri

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu Mertua Kejam / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Bismillah ...

Buku ini diangkat dari kisah nyata. Tokoh perempuannya hanya ingin berbagi cerita agar para wanita tahu bahwa dia tidak sendirian menghadapi penderitaan. Jika pelukan tak bisa diberikan secara langsung, semoga kisah ini menjadi pelukan dari kejauhan untuk tokoh perempuan.

☘️☘️☘️☘️☘️

Anisa Rahma adalah seorang perempuan yang kehilangan suaminya akibat virus Covid-19, di saat ia tengah mengandung buah hati yang telah mereka nantikan selama tiga tahun pernikahan. Kepergian itu bukan hanya merenggut pasangan hidupnya, tetapi juga meninggalkan luka yang lebih dalam ketika keluarga suaminya justru menyalahkan Anisa atas kematian tersebut.
Tanpa dukungan, tanpa pelukan, Anisa harus menerima kenyataan pahit: jasad suaminya dibawa ke kampung halaman, sementara ia ditinggalkan sendiri menghadapi kehamilan, duka, dan hidup yang kian berat. Hingga kini, Anisa bahkan tidak pernah tahu secara utuh bagaimana suaminya dimakamkan.

Penasaran ikutin terus ya kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Pernikahan Sederhana

Hari-hari berlalu begitu cepat, setelah mengurus surat-surat persyaratan pernikahan, akhirnya momen yang ditunggu-tunggu datang juga.

 Pagi ini suasana rumah Anisa sedikit berbeda, tidak ada pesta ataupun dekorasi mewah, hanya hamparan tikar yang membalut lantai rumahnya dan satu meja berukuran kecil di tengah-tengah.

  Di momen sakral ini keduanya benar-benar memulai dari hal yang sederhana, bahkan tanpa adanya keluarga inti yang datang dari pihak Zaki.

  Anisa berada di kamarnya, riasan sederhana hasil tangannya sendiri kini memancar indah dari biasanya, kebaya putih gading terlihat pas ditubuh langsingnya, tidak ada perhiasan mewah yang menempel di lehernya cukup sentuhan make up tipis dan rambut yang ia sanggul dengan sendirinya.

  "Cantik," ucapnya dari pantulan kaca.

Di ruang tamu, Zaki duduk bersila dengan kemeja putih yang rapi beserta peci hitam yang terpasang tegak di kepalanya, kedua sepupunya duduk di sampingnya siap menjadi saksi, tidak ada keluarga besar yang datang, hanya secercah doa yang ia bawa dalam dada.

Penghulu datang duduk dihadapan Zaki, beserta dengan Pak Mahsun ayah Anisa duduk disampingnya tangannya sedikit gemetar saat meraih tangan calon menantunya.

Penghulu mulai membuka dengan suara tenang, lalu mempersilakan wali untuk melaksanakan ijab.

Pak Mahsun menarik napas dalam-dalam. Ia menggenggam tangan Zaki erat. Dengan suara yang sedikit bergetar namun tegas, ia mengucap:

“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, Zaki Al-****** dengan putri kandung saya, Anisa Rahma binti Mahsun, dengan maskawin seperangkat alat salat dan uang tunai sebesar 1 juta dibayar tunai.”

Hening beberapa detik, semua mata tertuju pada Zaki. Zaki menegakkan punggungnya. Tangannya dingin, tapi suaranya tidak goyah.

“Saya terima nikah dan kawinnya Anisa Rahma binti Mahsun dengan maskawin tersebut, dibayar tunai.”

Suara itu lantang, dan lancar tidak ada jedah hanya sekali tarikan nafas, lalu beberapa saksi langsung mengangguk dan mengucapkan.

“Sah.”

“Sah.”

“Sah.”

 Ketika suara sah terucap, dari situlah Anisa muncul dari ruang tengah dengan didampingi sang ibu, dari situ terlihat jelas mata Anisa yang sudah berkaca kaca.

  Penghulu langsung mensejajarkan mereka berdua, untuk berhadap-hadapan, Anisa mulai meraih tangan Zaki menciumnya dengan sangat takzim, disusul dengan Zaki yang langsung mencium kening Anisa.

Bibir Zaki menyentuh kening Anisa dengan lembut, bukan sekedar sentuhan tapi janji yang terucap.

Saat itu, Anisa tak lagi mampu menahan air matanya. Tangisnya pecah, bukan tangis keras, melainkan tangis yang lama tertahan. Tangis seorang perempuan yang selama ini kuat sendirian, dan akhirnya boleh bersandar.

Tangannya masih menggenggam jemari Zaki, seolah takut semua ini hanya mimpi.

Zaki menatap wajah istrinya itu lekat-lekat. Mata yang dulu sering ia dengar bergetar lewat telepon.Suara yang pernah terdengar lelah di balik dinding kamar sempitnya.

Perempuan yang pernah berkata, “Aku merasa serba salah, Mas…”

Kini berdiri di depannya. Resmi menjadi tanggung jawabnya. Zaki mengangkat tangan Anisa perlahan, menggenggamnya dengan lebih mantap.

“Nis…” suaranya rendah, nyaris berbisik.

“Mulai hari ini… kamu nggak sendirian lagi.”

Kalimat sederhana itu justru membuat tangis Anisa semakin deras. Ia teringat hari-hari saat ia membersihkan pecahan vas dengan tangan gemetar. Teringat rintihan kecil yang tersemat di hatinya.

'Ya Allah aku harus bagaimana?"

Dan hari ini. Jawabannya berdiri di hadapannya, lelaki yang selalu menenangkan pikirannya di saat kacau kini berdiri tegak disampingnya.

Ibu Halima menutup mulutnya dengan ujung kerudung, tak kuasa menahan haru. Sementara Pak Mahsun menoleh ke arah lain, pura-pura membenarkan posisi duduknya, padahal matanya pun memerah.

Bukan karena mereka kehilangan anak perempuan. Tapi karena mereka tahu anak itu memilih jalannya sendiri.

Zaki mengusap air mata di pipi Anisa dengan ibu jarinya. “Maaf kalau jalanku belum lebar,” katanya pelan.

“Tapi aku janji, aku akan belajar jadi tempat pulang yang baik buat kamu.”

Anisa mengangguk dalam tangisnya. “Mas…” suaranya serak. “Aku nggak minta kaya. Aku cuma minta, jangan pernah biarkan aku merasa kecil lagi.”

Zaki menarik napas panjang. “Selama aku hidup, nggak akan ada yang boleh bikin istriku merasa kecil.”

Kata istriku terdengar begitu baru. Begitu sakral. Di ruang tamu kecil itu, tanpa lampu kristal, tanpa dekorasi mahal, hanya ada cinta yang lahir dari luka dan keberanian.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Anisa tidak merasa menjadi pembantu siapa-siapa. Ia adalah seorang istri yang dicintai.

Para tamu undangan yang hadir ikut merasakan kebahagiaan ini. Bahkan banyak dari mereka yang meneteskan air mata menyaksikan Pernikahan Anisa dan Zaki, tanpa mereka tahu perjuangan keduanya seperti apa.

  "Nduk Nisa, selamat ya," ucap salah satu keluarga jauh dari Anisa.

  Perempuan itu mengangguk dengan senyum. "Makasih banyak Bude sudah hadir.

  Ucapan selamat datang silih berganti, tak begitu banyak yang hadir tapi itu cukup membuat keduanya lega dan bahagia.

  Satu persatu tamu undangan meninggalkan tempat, prosesi pernikahan sudah selesai, dan hanya tersisa keluarga inti Anisa saja. Dari sini Zaki menatap wajah Anisa dengan lama.

Entah apa yang dirasa oleh pria itu, yang jelas saat ini bahagianya hanya Anisa dan dalam hati ia sudah berjanji akan selalu menjaga wanitanya itu dengan segenap jiwanya.

  "Nis, hari ini kamu terlihat lebih cantik," puji Zaki.

  Anisa tersipu malu, sementara kedua sepupu Zaki hanya saling pandang. "Bang, kalau mau puji-puji istri jangan di sini, sana masuk kamar saja," celetuk Ferdi.

"Maaf," sahut Zaki cepat. "Eh tapi untuk kalian berdua, aku berterima kasih banget ya, sudah mau aku repotin kaya gini," ucap Zaki akhirnya.

"Gak ada yang direpotkan kok, cuma setelah ini tanggung jawabmu lebih besar, kau jaga baik-baik itu anak orang," pesan Yazid.

Zaki mengangguk pelan. "Sudah pasti.

☘️☘️☘️☘️☘️

Malam harinya saat semuanya tertidur, di sini pengantin baru itu masih duduk di tengah-tengah ranjang, entah kenapa seperti ada kecanggungan yang dirasa padahal sebelumnya tidak seperti ini.

"Nis," kata Zaki akhirnya.

"Iya Mas," sahut Anisa.

"Gak nyangka ya, setelah semua yang kita lewati, malam ini kita bisa duduk berdekatan seperti ini," ungkap Zaki.

"Aku juga merasa seperti itu, tapi ketahuilah, dengan pernikahan ini, aku merasa ada rumah," ucap Anisa.

Zaki langsung meraih tangan Anisa, bahkan untuk sekedar memeluk saja ia masih sedikit canggung. "Mulai detik ini, aku tidak akan membiarkanmu sendiri, dan malam ini menjadi saksi, jika ijabku tadi dihadapan bapakmu tidak main-main."

Anisa langsung berkaca-kaca entah kenapa ucapan Zaki selalu menjadi penyejuk di dalam hatinya.

"Mas," panggil Anisa.

"Iya," sahutnya pelan.

"Jadi orang jangan terlalu baik napa," ungkap Anisa.

Zaki mengerutkan dahinya. "Memangnya kenapa? Kan kamu istriku." kata istri selalu ditegaskan.

"Iya aku tahu, cuma aku takut ketergantungan terus sama kamu," sahut Anisa.

"Bagus dong," sahut Zaki tanpa celah.

"Ih, kok bagus sih, itu tidak baik," timpal Anisa.

Zaki terdiam sejenak. "Gak baik dari mana, asal kamu tahu, setelah ini aku akan menjagamu, tanpa ada air mata setetes pun yang jatuh membasahi pipimu," tandas Zaki.

Dan lagi-lagi malam ini hati Anisa kembali tersentuh, mungkin malam pertamanya dan Zaki tidak ada sentuhan karena keduanya masih sama-sama canggung. Tapi cara pria itu melindungi Anisa itu sudah cukup.

Bersambung ....

Selamat sore semoga suka

1
Soraya
mampir thor
Ina Jumi
kok sy bingung y ringkasan creta sama jln ceritanya kok g nyambung
Naufal hanifah
/Heart//Heart//Heart/
Seroja_layu
ya allah nyesek baca ini😓
Nar Sih
blm end bnr an kan kak ,besok masih lanjut kan kak anisa dan zaki nya🙏
Asyatun 1
lanjut
Nar Sih
terharuu kakk😭😭
Amalia Putri
Tambah semangat Zaki,lanjut thor💪💪💪💪
Seroja_layu
beruntung anisa... di cintai secara ugal ugalan
Nar Sih
selamat ya nisa dan zaki ,semoga sehat calon byi nya juga ibu nya
Nar Sih
ya alloh pedes bnr ucapan abi mu ya zaki ,padahal orang beragama tpi kok gk bisa jga omgan ,sabarr nisa dan zaki ,pergi jauh aja pulang kampung biar jauh dri keluarga mu
Nar Sih: kak mau tanya kok penasaran ,sampai sekarang anisa ngk tau makam nya zaki ya ,trus ank nya gimana kak
total 2 replies
Anisa-tri
Astagfirullah Tuan Khalid pernyataan anda seperti orang yang tak punya pendidikan. gak kebayang gimana Anisa menghadapi itu. jika memang yang dikatakan itu nyata
Anisa-tri
Sabar ya untuk kalian berdua
Anisa-tri
Sabar ya untuk kalian berdua
Nar Sih
sabarr zaki dan anisa💪
Nar Sih
zaki suami yg baik dan bnr,,syg banget sama anisa ,moga ngk ada rencana jht ibu mertua mu ke kmu ya nisa
Seroja_layu
romantis...
Seroja_layu
aaaaaaa..... sedih banget ya allah.
Anisa-tri
Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Anisa
Sugiharti Rusli
pasti secara ekonomi mereka b-2 masih harus struggling kan,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!