Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.
Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ba 26
Di sebuah rumah tepatnya di sebuah kamar seorang lelaki nampak meringkuk di balik selimut. Bau alkohol tercium dari tubuh lelaki itu. Tidak ada seorang pun yang berani membangunkan dia, karna ia akan marah bila di ganggu.
Perlahan matanya terbuka dan mengerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan dengan pendar cahaya mentari yang menerobos masuk melalui tidak yang tertipu angin.
Lelaki itu memegangi kepalnya yang terasa berdenyut karna terlalu banyak minum. Perlahan ia bangun dan duduk bersandar di tepi ranjang sambil memijit kepalanya.
Ponselnya berdering, lelaki itu meraih ponselnya di balas dan melihat siapa yang menghubunginya pagi - pagi. Tertera nama sang papa di layar dengan wajah malas terpaksa ia angkat panggilan itu.
"Hallo pa, ada apa?" tanya lelaki itu yang tak lain astaga Panca.
"Kamu di mana?" tanya papa di sebrang dengan intonasi yang sedikit meninggi.
"Di rumah pa."
"Kamu benar - benar ya, kamu mau menghancurkan perusahaan. Kerjanya mabuk aja tiap hari, atau kamu mau perusahan papa.serahkan ke adik sepupu kamu." berang sang papa yang kecewa dengan kelakuan putranya yang tiba - tiba berubah.
"Iya pa, nanti aku ke kantor." jawab Panca acuh tak acuh.
"Papa tunggu, kalau sampai jam dua belas kami ga datang jangan salahkan papa." komunikasi langsung terputus. Panca berdecak kesal, ancaman papanya kali ini tidak main - main. Dengan hati yang masih kacau Panca bergegas mandi dan berpakain.
Rumah terasa sepi karna Wulan sudah tak tinggal bersama dengan Panca lagi. Wanita itu tak tahan dengan prilaku Panca yang selalu saja mabuk. Berkali - kali Wulan mencoba menasehati Panca yang ada malah dirinya yang kena omelan Panca.
"Ga usah ikut campur urusan aku, urusin diri sendiri seperti biasanya." ujar Panca dengan wajah dingin.
"Kamu ini kenapa sih mas? Kenapa jadi aneh gini?" Wulan berusaha mengorek info dari Panca tapi lelaki itu mengunci mulutnya.
"Bodo amat. Mau di bilang aneh, monggo." wajah dingin dan sikap cuek Panca membuat Wulan kesal dan membulatkan tekadnya untuk pergi menjauh dari lelaki yang tidak menginginkan dirinya. Sekeras apapun ia berusaha meluluhkan hati Panca sampai detik ini batu itu tak kunjung ada tanda - tanda akan pecah.
Di saat Panca berangkat bekerja, Wulan merapikan barang - barangnya dan membawanya sedikit demi sedikit ke apartemen.
Panca tak pernah peduli saat di rumah ia tak melihat keberadaan Wulan. Bagi dirinya ada tidak adanya Wulan tak ada pengaruh bagi dirinya.
Panca memacu kendaraanya menuju kantor. Ia tak mau papanya murka karna dirinya terlambat. Meski kepalanya masih terasa agak berat Panca tetap menyetir sendiri.
Tiga puluh lima menit berlalu akhirnya mobil Panca sampai juga di gedung tinggi menjulang yang menjadi kantor tempat ia menggantungkan hidup banyak orang.
Dengan langkah tegap, Panca melangkah menuju ke ruanganya. Karyawan menunduk hormat saat berpapasan dengan Panca dan lelaki itu hanya menganggu dan memaksakan tersenyum meski yang nampak malah seringai.
Beberapa kali ia menarik nafas berat dan menghembuskanya sebelum membuka pintu. Ia menyiapkan diri untuk mendengar omelan dari sang papanya.
...****************...
Assalamualaikum kk
di tunggu saran dan masukannya yang banyak
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏👍
"
atau adit br dipindah ke kantor nya panca?
atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?