NovelToon NovelToon
Rani (Hujan Menciptakan Perubahan)

Rani (Hujan Menciptakan Perubahan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Ketika kabar bahagia berubah duka. Cinta yang dia impikan telah menjadi hal paling menyakitkan. Pertemuan manis, pada akhirnya adalah hal yang paling ia sesali dalam hidupnya.

Mereka dipertemukan ketika hujan turun. Lalu, hujan pulalah yang mengakhiri hubungan itu. Hujan mengubah segalanya. Mengubah rasa dari cinta menjadi benci. Lalu, ketika pertemuan berikutnya terjadi. Akankah perasaan itu berubah lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*26

Rain bangun dari baringnya dengan cepat.

"Aina. Aku melihat Aina."

Sontak, keduanya langsung memasang wajah bingung. "Apa?"

"Tuan muda." Dion berucap bingung.

"Tuan muda. Apa maksudnya?" Lagi, Dion kembali melontarkan kata-kata. Sedang Kania, wanita itu hanya bisa terdiam. Berusaha untuk menentramkan gejolak yang ada dalam hatinya saat ini.

"Aina. Aku melihatnya. Tidak bisa, aku harus segera kembali ke pemakaman."

"Tuan muda. Tunggu! Kita-- "

"Akan aku jelaskan diperjalanan, Dion. Sekarang, kembali ke pemakaman. Aku benar-benar merasakan kehadiran Aina di sana."

"Tuan muda. Tapi-- "

"Dion!"

"Baiklah, tuan muda."

Tanpa bisa berkata-kata, Dion pun langsung mengikuti langkah kaki Rain yang bergerak dengan cepat. Ada yang aneh kali ini, hujan rintik-rintik, tidak lagi mempengaruhi perasaan Rain.

Dion cukup bingung, tapi juga sedikit bersyukur. Entahlah. Entah apa penyebab sesungguhnya. Entah apa pula yang Rain alami saat dia ada di pemakaman selama Dion tinggalkan. Tapi yang jelas, hujan kali ini cukup membawa perubahan.

'Ya Tuhan. Semoga semuanya baik-baik saja. Semoga segalanya cepat membaik,' ucap Dion dalam hati.

Sementara itu, Rain pun sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Hatinya juga berharap sekarang. 'Tuhan, aku sangat ingin bertemu dengannya. Ku mohon, pertemukan lah kami lagi. Aku rela di benci olehnya asal aku bisa melihat wajahnya lagi.'

'Ain. Tunggu aku. Aku yakin, kamu pasti sudah kembali ke kota ini sekarang. Aku bisa merasakan kehadiran dirimu sebelumnya. Aku mohon, tolong jangan tinggalkan aku lagi.'

Di sisi lain, Aina sudah pun tiba ke apartemen yang Avin belikan atas nama adiknya beberapa hari yang lalu. Sebelum mereka kembali, si kakak sudah mengatur segalanya.

Semua yang adiknya butuhkan, semua yang adiknya inginkan. Segalanya, sudah Avin siapkan. Maklum, kasih sayangnya pada Aina tetap sama seperti mereka baru bertemu dulu. Tidak sedikitpun ada perubahan.

"Ain, kapan pulang?" Sang mama bertanya saat mereka melakukan panggilan vidio lewat aplikasi hijau.

"Beberapa hari lagi, Ma."

"Ya ampun, Ma. Baru juga sampai kemarin sore. Eh ... hari ini udah nanya kapan pulang aja," ucap Avin yang ada di samping adiknya.

"Lihat, Ma. Lihat nih, kak Avin. Bisa-bisanya dia ngomong gitu saja mama. Dianya enak ngomong gitu, Ma. Karena saat ini, dia sedang bersama dengan adik. Lah, kita. Kita jauh dari adik sekarang." Kesal Bisma bukan kepalang.

"Mama tahu? Aku yakin, kak Avin nih yang ajak adik pulang lama," ucapnya lagi.

"Benar, Vin?" Camelia malah terpengaruh apa yang anak keduanya katakan.

Belum sempat kakaknya menjawab. Ain langsung tersenyum sambil menggeleng.

"Nggak kok, Ma. Nggak gitu."

"Kak Bisma ih ... nuduh sembarangan."

"Adik, kakak rindu kamu. Jangan lama-lama baru pulangnya. Atau, kakak akan nyusul kamu ke sana."

"Mm ... semua gara-gara kak Avin nih. Jika dia gak alihkan aku ke kantor cabang, kerjaan ku gak akan sebanyak sekarang."

"Apaan sih? Kok malah nyalahin aku. Kamu tuh kerjaannya lambat."

"Lambat kamu bilang? Semua juga gara-gara kamu tuh yang ngirim datanya lambat dari kantor pusat. Ah, aku tahu, semua juga sudah kamu rencanakan. Dengan aku yang punya banyak kerjaan, kamu bisa bersama adik lebih lama. Kamu keterlaluan kak Avin!"

"Aduh ... jangan bertengkar lagi. Kan, kita udah sepakat nanti gantian kak Bisma yang jalan sama aku."

Senyum bisma langsung terkembang.

"Janji ya adik. Kakak kedua yang akan temani kamu selanjutnya."

"Hm, iya. Janji."

"Mm ... baiklah. Oh iya, di mana Rafka?"

Seketika, anak kecil yang berusia kurang dari lima tahun itu muncul. "Papa kedua baru ingat denganku setelah lelah memperebutkan mama?"

"Ah, ponakan ku tercinta. Nggak kok, sayang. Nggak lupa kok sama kamu. Ingat kok. Selalu ingat."

"Cucuku yang malang. Kasian kamu, Nak. Kemarin, harusnya kamu tinggal aja sama oma. Rumah ini sepi tanpa kalian."

"Aduh, dramanya kalian ya." Kesal Avin pula.

"Drama apaan?" Sang papa langsung muncul. "Kamu yang bersama dengan anak dan cucuku di sana iya enak. Sedangkan kami yang ditinggalkan, terasa kesepian. Enaknya bibirmu bilang drama."

"Rafka cepat pulang ya. Opa kangen nih," ucap Darius lagi.

"Iya, opa. Kami akan pulang setelah urusan mama di sini selesai."

"Baiklah. Opa tunggu."

"Ain, pulangnya jangan lama-lama ya, Nak. Jangan buat papa nyusul kamu ke sana."

"Iya, Pa. Iya. Gak akan lama kok."

"Avin, jaga adikmu baik-baik. Jangan sampai adikmu di ganggu oleh siapapun." Sang papa berucap penuh dengan penekanan.

"Benar tuh kak Avin. Jaga adik dan ponakan kita baik-baik. Hanya kamu yang ada di samping adik sekarang. Jadi, tanggung jawab mu juga sangat besar saat ini."

"Iya-iya. Kalian tenang saja. Aku pasti akan jaga adik dengan sangat baik. Kalian tidak perlu khawatir. Semuanya pasti akan baik-baik saja."

....

Sementara itu, Rain baru saja tiba ke tempat yang ingin dia tuju. Dia berusaha menemukan Aina. Bertanya, berteriak seperti orang gila. Dion yang tahu akan riwayat hidup tuan mudanya berusaha untuk menenangkan Rain secara perlahan.

"Tuan muda. Mungkin, itu hanya .... "

"Tidak. Itu bukan khayalan ku saja. Itu nyata. Aku bisa merasakannya. Dia ada di dekatku. Dia kembali."

"Tapi, tidak ada jejaknya sedikitpun, tuan muda."

Rain terdiam sejenak. Matanya memperhatikan sekeliling. Sesaat kemudian, wajahnya langsung terlihat sedikit bercahaya.

"Dion, bagaimanapun caranya, dapatkan rekaman cctv saat aku masuk ke tempat pemakaman ini. Cctv dari manapun yang bisa menangkap pemandangan di sekitar TPU ini."

Dion terdiam sejenak. Sesaat kemudian, dia langsung memahami apa yang Rain katakan.

"Baik, tuan muda. Saya akan mendapatkannya."

Usaha yang panjang akhirnya membuahkan hasil. Rekaman cctv berhasil Dion kumpulkan. Dari sekian banyak rekaman yang ada di sekitar pemakaman, satu rekaman yang terlihat dengan sangat jelas aktifitas orang masuk ke gerbang pemakaman tersebut. Yah, walaupun tidak bisa melihat aktifitas yang ada di pemakaman, tapi setidaknya, orang yang keluar masuk dari gerbang pemakaman itu bisa di lihat.

"Tuan muda. Saya menemukannya," ucap Dion dengan penuh semangat.

Gegas, Rain meraih laptop yang ada di tangan Dion. Lincah pula tangannya memutar vidio tersebut. Mata Rain membulat sempurna saat melihat sosok langsing dengan pakaian serba hitam menggandeng tangan anak kecil keluar dari gerbang itu.

1
Patrick Khan
ayo lah Rain jgn lemah.. gitu mw nyari ain.. eh km aja lemah gitu
Cindy
lanjut kak
Patrick Khan
jgn bikin mental rain lemah dong kak.. 😖😖😖harus kuat lahhh🔥🔥🔥
Patrick Khan
ini smw gara² bapak km rain😖
Patrick Khan
bapak km gila rain
Patrick Khan
telat hadir😁😁😍
rose lilian
ayo rain bangkit kejar anak dan istri kamu
Sunarmi Narmi
Sampai sini aku masih bingung Thor..kurang paham soalnya..apa krn nama Tokoh yg rumit hmpir sama...atau aku yg oon🥴
Rani: ih, nggak kok. jalan ceritanya emang agak riwet kali yah. karena itu kamu kurang paham. harus baca pelan ... kali baru ngerti.
total 1 replies
rose lilian
lanjut dong seru banget nih
Rani: aish, sabar yah. lagi ada kerjaan aku nya.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Daulat Pasaribu
padahal rain sangkin cintanya sama kamu ain,dia takut kamu diapakan sama papahnya.makanya dibuat keputusan yg salah
Rani: terkadang kesalahpahaman bisa merusak segalanya.
total 1 replies
Daulat Pasaribu
kejam x org tuanya
Rani: banget. kebangetan
total 1 replies
Daulat Pasaribu
hadir thor
Rani: yuhu ... moga betah
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: makasih yah, udah selalu ngasi semangat buat aku🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: wokeh👍🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu... laksanakan 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!