NovelToon NovelToon
Greta Oto: Glasswing Butterfly

Greta Oto: Glasswing Butterfly

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Keluarga / Persahabatan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Greta Oto Wright terlahir sebagai putri dengan mata yang berbeda warna (Heterochromia) sama seperti ayahnya, sebuah tanda yang diyakini membawa nasib buruk. Sejak dalam kandungan, seekor kupu-kupu kaca tembus pandang telah berterbangan di sekitar istana, seolah-olah menjaga dan mengawasinya.

Ketika tragedi menimpa kerajaan, Greta menjadi terisolasi, terperangkap oleh mitos, ketakutan, dan rahasia orang-orang terdekatnya. Dalam keheningan dan keterasingan, ia perlahan menyadari bahwa apa yang disebut kutukan itu mungkin adalah kekuatan yang tersembunyi dari dunia.

Note: Non Romance
Follow ig: gretaela82

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Buku yang Ditemukan

Semuanya berjalan seiring waktu. Enam bulan berlalu sejak bisik-bisik tentang Putri Greta mulai menyusup ke telinga rakyat.

Enam bulan pula Raja Arion menepati satu keputusan yang tak pernah ia ucapkan dengan lantang bahwa Greta tidak diizinkan keluar dari castle.

Kini usia Greta dua setengah tahun. Greta tidak memahami alasan larangan itu. Yang ia tahu, ayahnya sudah jarang mengajaknya berjalan pagi ke halaman dalam.

Namun Greta bukan anak yang mudah dialihkan. Ia selalu mengikuti ayahnya ke mana pun Arion pergi di dalam castle.

Greta akan mengekor sambil menggenggam ujung jubah ayahnya. Jika Arion turun ke ruang buku di bawah, Greta ikut, ditemani Thaddeus yang kini semakin sering diberi tugas menjaga adiknya.

Ruang buku kerajaan berada di bagian bawah castle, tersembunyi dari hiruk-pikuk aula utama. Tangga batu melingkar menurun ke ruangan dengan langit-langit rendah dan rak-rak kayu tinggi yang dipenuhi buku. Udara di sana selalu dingin dan berbau kertas tua.

Greta menyukai tempat itu bukan karena ia mengerti isi buku-buku di dalamnya, melainkan karena warna dan bentuknya. Sampul-sampul tebal dengan huruf emas, gambar tumbuhan, binatang, dan simbol-simbol asing menarik perhatiannya seperti mainan baru.

Sore itu, Arion duduk di meja panjang, membuka beberapa dokumen kerajaan. Thaddeus berdiri di dekat jendela kecil, memperhatikan adiknya yang mulai menjelajah rak paling bawah.

"Greta, jangan jauh-jauh," kata Thaddeus sedikit panik.

Greta tidak menjawab. Ia berjongkok, matanya menyusuri deretan buku, lalu berhenti pada satu buku bersampul gelap yang tampak berbeda dari lainnya. Sampulnya sederhana, tanpa gambar, hanya judul yang tertera jelas.

...Heterochromia....

Dengan dua tangan kecilnya, Greta menarik buku itu keluar. Buku itu tidak terlalu tebal, tapi cukup berat untuk ukuran tubuhnya. Ia membawanya dengan susah payah ke tengah ruangan, lalu duduk di lantai, mencoba membuka halaman pertama.

"Ayah," panggilnya pelan, sambil menunjuk buku itu.

Arion menoleh. Dalam sekejap saja, Arion berdiri dengan cepat, kursinya bergeser kasar ke belakang.

"Jangan Greta," ucapnya lebih keras dari yang ia maksudkan.

Greta terkejut. Matanya membesar, bibirnya sedikit terbuka. Ia menatap ayahnya, bingung, lalu menoleh ke Thaddeus seolah mencari penjelasan.

"Itu... itu buku kerja Ayah," kata Arion, nadanya dipaksa tenang.

"Bukan untuk dimainkan."

Greta tidak menangis. Ia hanya menunduk sebentar, lalu berdiri dengan bantuan Thaddeus.

"Ayo, kita cari buku lain," kata Thaddeus mencoba mengalihkan suasana. "Yang tentang burung atau hutan."

Greta mengangguk kecil. Sebelum berjalan pergi, ia menoleh sekali lagi ke arah ayahnya. Tatapannya polos tanpa tuduhan, tapi cukup untuk membuat dada Arion terasa sesak.

Setelah Greta dan Thaddeus menjauh, Arion berdiri sendirian di tengah ruang baca, memegang buku itu seolah benda berbahaya. Ia menatap judulnya lama, alisnya berkerut.

Ia tidak ingat kapan terakhir kali melihat buku itu bahkan, ia tidak ingat pernah tahu buku itu ada.

Arion duduk kembali, membuka halaman pertama dengan hati-hati. Tulisan di dalamnya rapi, menggunakan bahasa lama yang masih bisa ia pahami. Tidak ada nama penulis dan tahun penerbitan.

Hanya catatan tentang kupu-kupu kaca yang selalu muncul sebelum kelahiran tertentu.

Arion membaca cepat, lalu melambat. Tidak ada satu pun catatan tentang perempuan bermata heterochromia yang lahir dalam puluhan tahun terakhir.

Kupu-kupu bening, castle, anak yang dikelilingi makhluk hidup kecil dan mata yang tidak sama.

Arion kembali membuka halaman selanjutnya, membaca dari garis keturunan tapi tidak ada petunjuk siapa yang menurunkan heterochromia ini. Tulisan itu berhenti pada enam puluh tahun yang lalu.

Tulisan itu menampilkan nama-nama keturunan yang mengidap Heterochromia dan semuanya laki-laki.

"Mustahil," gumam Arion.

Namun pikirannya menolak tenang. Bagaimana mungkin orang-orang di masa lalu mendeskripsikan hal seperti ini dengan begitu rinci jika semua hanya kebetulan?

Ia menutup buku itu perlahan. Tangannya sedikit gemetar. Tanpa ragu lebih lama, Arion berdiri dan menyimpan buku itu di dalam peti kayu kecil yang jarang digunakan. Ia menguncinya, lalu menyelipkan kunci ke dalam saku dalam bajunya.

Ia hanya berdiri lama di dekat jendela ruang buku, menatap halaman luar castle yang sepi.

...****************...

Hari-hari berikutnya berjalan dengan pola yang sama. Greta tetap di dalam castle. Ia belajar mengenali burung dari buku bergambar, bukan dari suara aslinya.

Arion semakin sering diam. Chelyne menyadari perubahan itu, tapi tidak memaksa. Ia tahu ketakutan suaminya bukan tanpa sebab.

Suatu malam, Arion kembali ke ruang buku itu.

Ia membaca ulang buku “Heterochromia”, lebih lambat kali ini. Setiap kalimat terasa seperti peringatan, meski tak ada satu pun yang menyebut nama Greta.

"Kalau ini hanya mitos," bisiknya, "kenapa aku begitu takut?"

Chelyne yang sudah dikamar menunggu suaminya yang tak kunjung datang. Ia lalu memutuskan pergi ke ruang buku.

"Buku apa itu?" tanya Chelyne penasaran

"Heterochromia." jawab Arion dan sedikit terkejut melihat istrinya yang mengikutinya ke ruang buku.

Arion mulai menunjukkan mitos-mitos aneh itu kepada istrinya. Dihalaman selanjutnya, terlihat ada gambar mata yang sama dari dua puluh keturunan itu.

"Arion, lihat! Sejak dua puluh keturunan, semua matanya sama. Biru langit dan hazel, sama seperti kau dan Greta"

Arion melihat dengan mata tak percaya. Berarti dari dua puluh keturunan, semua pengidap heterochromia itu benar ada dan semuanya laki-laki.

Mereka bahkan memiliki nama selayaknya dari keluarga kerajaan. Berbeda dengan Greta yang diberikan nama ilmiah kupu-kupu itu sendiri.

Chelyne menelusuri halaman itu dengan jari gemetar. Di bawah gambar mata-mata itu, terdapat sketsa sayap kupu-kupu yang hampir tak terlihat, digambar hanya dengan garis tipis dan bayangan cahaya.

"Tunggu," gumam Chelyne. "Ini bukan sembarang kupu-kupu."

Arion mencondongkan tubuhnya. Di halaman berikutnya tertulis penjelasan panjang, huruf-hurufnya lebih rapat, seolah penulisnya menuliskan bagian ini dengan sangat serius.

...Kupu-kupu kaca tidak berwarna karena ia tidak memilih satu warna pun. Sayapnya jernih, memantulkan cahaya dari sekitarnya. Ia membawa warna langit, tanah, dan dedaunan tanpa memilikinya sepenuhnya....

Chelyne membaca pelan, lalu menatap Arion.

"Jadi maksudnya...?" bisiknya.

Arion melanjutkan membaca, suaranya nyaris tak terdengar.

...Heterochromia bukan perbedaan yang rusak, melainkan keseimbangan yang jarang. Dua mata, dua warna, seperti dua sisi alam yang hidup berdampingan. Mereka yang memilikinya dipercaya mampu melihat dunia sebagaimana adanya, tidak dari satu sudut saja....

Chelyne menelan ludah.

"Kupu-kupu kaca," lanjut Arion, "dianggap sebagai lambang jiwa yang tidak terikat satu warna. Sama seperti mata heterochromia. Tidak gelap dan tidak terang sepenuhnya."

Ia membalik halaman lagi. Ada catatan kecil di pinggir buku, tulisannya lebih kasar.

...Karena itu, kupu-kupu kaca selalu mendekat pada mereka yang matanya membawa kejernihan alam....

"Dan kesimpulannya adalah..."

Chelyne menunjuk kata-kata itu

...Kupu-kupu kaca hanya simbol dari mata heterocrhomia....

Chelyne menutup mulutnya dengan tangan.

“Arion... berarti kupu-kupu itu tidak datang karena Greta berbeda,” katanya lirih.

“Tapi karena ia seimbang dan karena simbol?

"Berarti sewaktu kamu lahir, kupu-kupu itu juga masih ada kan? Dan memang dari dua puluh keturunan ini berarti kupu2 itu sudah ada sejak sekitar 400 tahun yang lalu dikerajaan ini."

"Pantas saja pihak kerajaan menyebutnya sebagai simbol." lanjut istrinya

Arion tidak langsung menjawab. Ia menatap kembali gambar mata-mata itu. Dua puluh keturunan. Semua laki-laki diberi nama kerajaan.

"Berarti hanya simbol, ya? Dan kerajaan sudah percaya simbol ini sejak ratusan tahun lalu" gumam Arion.

Dan Greta. Seorang anak perempuan kecil, diberi nama dari bahasa ilmiah kupu-kupu kaca itu sendiri. Bukan gelar dan bukan warisan keluarga.

"Aku tidak pernah memilih nama itu karena mitos," kata Arion pelan.

"Aku memilihnya karena terdengar indah."

Chelyne menatap suaminya, matanya berkaca-kaca.

"Tapi mungkin," lanjut Arion, "Alam sudah memilihnya lebih dulu."

Ruangan kembali hening. Di luar jendela, sesuatu yang bening melintas singkat, nyaris tak terlihat, sebelum menghilang ke dalam gelap.

1
Blueberry Solenne
Kasihan Greeta gak sebebas bermain kayak kakaknya
Serena Khanza
makin buat penasaran dan makin seru ceritanya🥰🥰🥰 ini fiksi tapi kek fantasi tapi seru tiap baca bab per bab tuh,, aku baru pertama kali sih baca tentang yang ada kupu kupu ini 🥰🥰🥰 suka aku
Serena Khanza
aku masih penasaran kupu kupu itu apa gitu apakah bakal ngasih kekuatan atau hal apa gitu ke greta.. jujur aku masih penasaran thor.. kek masih teka teki gitu
Jing_Jing22
kenapa nggak di bongkar aja, awalnya aku respect loh aku pikir dia benar-benar baik ternyata jahat banget 🙉
Mingyu gf😘
ihhh penjahat
Mingyu gf😘
karena itu bukan membaik yang sebenarnya
MARDONI
Wahh bikin penasaran banget nih! 😯 Pas kupu-kupu kaca masuk terus Greta langsung sadar tuh bikin aku merasa ada aja sesuatu yang spesial dari Greta! Beneran deh dia bisa denger suara kupu-kupu dan tau kalau Chelyne bohong, padahal orang lain bilang itu cuma imajinasi... Thaddeus yang mulai curiga sama hubungan Greta sama kupu-kupu juga bikin suasana jadi makin seru! 😱 Terus pas Grace sama pelayan ngomong Greta pembawa sial, padahal mata dia cantik banget, dan Thaddeus kebetulan denger tuh bikin aku khawatir sama nasib Greta nanti!
Wida_Ast Jcy
Makanya kamu jangan jahat donk. Heran anak nya baik mak nya kok jahat begitu😤😤😤
Wida_Ast Jcy
wow... sangat indah memang thor. aku juga tidak pernah lihat lho🥰🥰
Indira Mr
kupu-kupu saja tahu kalo kamu berniat jahat grace..🙀
Indira Mr
kupu kupu nya kasih kode ke Thaddeus..🥰🥰🥰
Indira Mr
Akhirnya racunnya hilang, good job Thaddeus 🥰🥰🥰
Jing_Jing22
jahat banget deh🤧
Jing_Jing22
greta itu istimewa bukan pembawa sial
Mingyu gf😘
semoga hugo tetap baik
Mingyu gf😘
tepat apanyaa itu hanya bom waktu
Blueberry Solenne
ngasih isyarat. kali itu kupu-kupunya
Blueberry Solenne
Hati-hati aja takutnya diem2 dia juga sadar kamu curiga sama dia thad, jangan kelamaan bertindak selamatkan ibu kamu weh...
Wida_Ast Jcy
gak baik tau berprasangka buruk begitu😤😤😤
Greta Ela🦋🌺: Tampar aja thor hehe
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
kesian bnget ya Greta thor🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!