NovelToon NovelToon
Pangeran Tidur

Pangeran Tidur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Mengubah Takdir / Romansa / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Azumi Senja

Elora tak pernah percaya dongeng. Hingga suatu malam, ia membacakan kisah Pangeran Tidur dan terbangun di dunia lain.
Sebuah taman cahaya tanpa matahari,tempat seorang laki-laki bernama Arelion.
Arelion bukan sekadar penghuni mimpi. Di dunia nyata, ia adalah pewaris keluarga besar yang terbaring koma, terjebak di antara hidup dan mati. Setiap pertemuan mereka membuat sunyi berubah menjadi harapan, namun juga menghadirkan dilema yang menyakitkan.
Jika Arelion terbangun,ia akan kehilangan semua ingatannya bersama Elora ,
Jika Arelion tetap tertidur, dunia nyata perlahan kehilangannya.

" Bangunlah Arelion..meski dalam ingatanmu, aku tak akan ada.." ~ Elora ~


"Aku terjebak dalam tidur panjang
sampai dia datang
dan membuat sunyiku bernama" ~Arelion~

Ini bukan kisah putri tidur.
Ini adalah kisah tentang dua hati
yang dipertemukan dalam mimpi.
Tentang cinta yang tumbuh diantara dua dunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azumi Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuan Muda Arkaven

Mobil melaju membelah keramaian kota .Elora duduk dengan kedua jemari yang saling menggenggam .Ini adalah pilihan paling berani yang ia ambil .

Setelah beberapa hari masa pemulihan ,akhirnya gadis itu bisa pulang .

Namun bukan pulang ke rumah Maria ..

Tanpa tahu pasti siapa orang yang menolongnya , Elora merasa tak ragu,walau terselip rasa takut dalam hatinya .

" Sebentar lagi kita sampai ,nona.." ucap Edward memecah keheningan .

Mobil itu akhirnya berhenti sempurna.

Elora berdiri terpaku di pelataran rumah besar itu, napasnya terasa tertahan di dada. Ingatannya berputar..gerbang ini, penjaga ini..semuanya terlalu familiar untuk diabaikan.

Rumah Arkaven…

Jantungnya berdetak semakin cepat.

Apakah orang yang menolongnya… benar-benar berasal dari keluarga ini?

“Silakan, Nona,” ujar Edward tenang, memberi isyarat agar Elora mengikutinya.

Dengan langkah ragu, Elora menuruti. Setiap pijakan terasa berat, seolah ia sedang melangkah masuk ke dunia yang bukan miliknya.

Belum sempat ia memahami apa pun, suara langkah tegas terdengar dari arah dalam rumah.

“Jadi ini pelayan yang putraku pilih?”

Seorang wanita anggun berjalan mendekat. Tatapannya tajam, penuh penilaian. Nyonya Arkaven berhenti tepat di hadapan Elora, menelusuri wajahnya seakan mencoba mengingat sesuatu.

Ada rasa asing… namun juga seperti pernah bertemu.

Entah dari mana asisten putranya itu menemukan pelayan baru lagi.Arelion sangat pemilih ,bahkan dari sebelum ia kecelakaan.

Bahkan dulu putranya itu memecat pelayannya yang baru beberapa hari bekerja .

Dan nyonya Arkaven tak bisa berbuat banyak.Ia tak akan ikut campur, apapun yang menjadi keputusan putranya itu..kecuali satu..pendamping Arelion .

Merasa terus diperhatikan ,Elora refleks menunduk. Jemarinya saling mencengkeram, tubuhnya menegang. Ia tak berani mengangkat wajah, takut jika sorot matanya justru mengkhianati kegelisahan di hatinya.

Penampilannya hari ini jauh berbeda dari malam pesta itu..tanpa gaun indah, tanpa riasan. Hanya gadis sederhana dengan wajah pucat dan sorot mata lelah.

Nyonya Arkaven mengamati beberapa detik lebih lama, lalu mengalihkan pandangan.

“Bawa dia masuk,” ucapnya dingin.

" Dan jelaskan pekerjaannya secara detail ."

Edward mengangguk singkat. “Baik, Nyonya.”

Elora kembali melangkah, namun di dalam dadanya, perasaan aneh bergejolak.

Takut, bingung… dan entah kenapa, seberkas harap yang tak mampu ia jelaskan.

Ia belum tahu siapa tuan penolong itu.

Namun satu hal mulai terasa jelas..

Takdirnya perlahan menariknya semakin dalam ke rumah Arkaven.

Edward melangkah lebih dulu menyusuri lorong panjang rumah Arkaven. Langkahnya tenang, seolah sudah hafal setiap sudut rumah megah itu. Elora mengikuti di belakang, matanya sesekali melirik sekitar..dinding tinggi, lampu kristal, dan suasana hening yang terasa asing baginya.

“Ini kamar Anda,” ujar Edward akhirnya berhenti di depan sebuah pintu di lantai dua.

Elora terdiam sejenak saat pintu dibuka.

Sebuah kamar rapi dan nyaman tersaji di hadapannya. Tidak mewah berlebihan, namun hangat dan bersih. Jauh berbeda dari kamar sempit yang biasa ia tempati di rumah Maria.

“Mulai hari ini, Anda menjadi pelayan pribadi Tuan Muda ,” lanjut Edward.

" Pak Edward..maaf ..apa..apa di rumah ini ada lebih dari satu tuan muda ? " tanya Elora pelan dan sedikit ragu .

" Hanya ada satu tuan muda Arkaven ,Nona ." ucap Edward tenang sambil tersenyum tipis .

Mendengar jawaban Edward ,Elora melemas seketika .

Ya Tuhan ...niatnya ingin menjauh ,namun langkahnya malah semakin mendekat ke arahnya .

Arelion..berkali -kali kau menolongku ..

Butiran air mata meleleh dipipinya .

Benang takdir diantara mereka seolah tersimpul dan sulit untuk dilepas .

“Tugas Anda tidak berat. Cukup membersihkan kamar beliau dan menyiapkan segala kebutuhannya.”

Elora mengangguk pelan, masih mencoba mencerna semuanya.

Pelayan pribadi… di rumah Arkaven.

.

“Beristirahatlah. Tuan Muda akan kembali sore ini.”

Saat Edward pergi, Elora menutup pintu kamarnya perlahan. Ia bersandar sesaat, memejamkan mata.

Di rumah besar ini, di bawah nama Arkaven,

takdirnya kembali bersinggungan dengan Arelion.

Elora terduduk ditempat tidurnya yang lebih dari sekedar nyaman .

Ia menghembuskan nafas seolah sedang berusaha menyiapkan diri.

Ketukan itu terdengar pelan, namun cukup membuat Elora tersentak dari lamunannya.

Tok—tok—tok.

“Elora,” suara seorang wanita terdengar dari balik pintu. “Boleh masuk?”

Elora segera mengusap telapak tangannya yang dingin di sisi gaun sederhana yang ia kenakan. “Iya… silakan.”

Pintu terbuka, menampakkan seorang wanita paruh baya dengan raut tegas namun berwibawa. Rambutnya disanggul rapi, sorot matanya tajam tapi tidak kejam. Di tangannya, terlipat rapi sebuah seragam pelayan berwarna lembut.

“Saya Ana,” katanya singkat. “Kepala pelayan di rumah ini.”

Elora buru-buru menunduk. “Sa-saya Elora.”

“Aku tahu.” Ana menyerahkan seragam itu padanya. “Pakailah ini. Tuan Muda menunggumu.”

Kalimat terakhir itu jatuh begitu saja..namun efeknya menghantam dada Elora keras.

Deg.

Jantungnya berdebar tak terkendali.

“T-tuan muda?” ulangnya pelan, seolah berharap Ana akan berkata ia salah dengar.

Ana mengangguk singkat. “Tuan Muda Arelion Arkaven. Beliau ingin bertemu langsung denganmu.”

Elora menelan ludah. Tangannya sedikit gemetar saat menerima seragam itu.

Apa ia benar-benar akan bertemu Arelion?

Ana menatapnya sejenak, lalu berkata lebih lembut, “Tenang saja. Tuan Muda tidak suka menunggu, tapi beliau juga tidak suka orang yang ketakutan tanpa alasan.”

Setidaknya itu yang dipikirkan oleh Ana.Setiap pelayan baru pasti merasa ketakutan karena sikap tuan muda yang dikenal keras,tegas dan perfeksionis.

Setelah itu Ana berbalik dan pergi, meninggalkan Elora sendirian di kamarnya.

Elora menutup pintu perlahan, bersandar sejenak di sana. Dadanya naik turun mencoba menenangkan napas.

Ia menatap seragam di tangannya, lalu ke wajahnya sendiri yang masih terlihat pucat namun lebih hidup dari hari-hari sebelumnya.

Dengan langkah ragu namun mantap, Elora mulai berganti pakaian.

Elora menghembuskan napas panjang, seolah sedang mengumpulkan keberanian yang tercecer di dadanya.

Seragam itu kini melekat rapi di tubuhnya. Tidak kebesaran, tidak pula kekecilan.

seakan dibuat khusus untuknya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, masih asing, namun perlahan terasa nyata.

“Kau pasti bisa, Elora… bekerjalah dengan baik,” gumamnya lirih, lebih seperti doa daripada kalimat penyemangat.

Ia merapikan kerah seragam, lalu menggenggam ujung kainnya sebentar, menahan getar di jemari. Setelah itu, Elora melangkah keluar kamar dengan langkah pelan namun pasti.

Sementara itu,

di ruang lain yang sunyi dan luas..

Seorang tuan muda Arkaven sedang menunggunya . Ia berdiri menghadap jendela besar yang membiarkan cahaya sore masuk dengan lembut. Jas rumah berwarna gelap melekat sempurna di tubuhnya. Wajah Arelion tenang, namun sorot matanya menyimpan sesuatu yang sulit ditebak.

1
Ziya Bandung
Seruuuuu bangeeetttt 👍
Azumi Senja
Ashiapppp
Ziya Bandung
Lanjuuuut
Sybilla Naura
lanjuuuuttt 😍😍
Sybilla Naura
Semoga Arelion tak amnesia
Azumi Senja: Semoga 🤭🤭
total 1 replies
Sybilla Naura
lanjuuuuuttttt
Sybilla Naura
Tiap bab nya bikin pinisirin 👍
Azumi Senja
Kereenn
Ziya Bandung
Seruuuuu👍
Ziya Bandung
Suka bangett cerita fantasi kaya gini..🫰🏻🫰🏻
Ziya Bandung
seruuuu😍😍
Sybilla Naura
Sukaa banget cerita dua dunia kaya gini..😍😍
Sybilla Naura
Wahhh..karya baru nih Thor..lanjuuuuuuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!