Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.33
Di saat kepergian Elly dirayakan oleh kembaran nya itu, di satu sisi jendral Wiliam langsung terdiam di kamar nya, memikirkan apa saja yang sudah terjadi selama ini. Dia merasa bersalah dengan gadis itu. karena ramalan buruk itu, gadis itu hidup dengan penuh kesedihan.
Surat nya saja belum di baca oleh sang jendral. Dia masih belum siap membaca surat dari putri nya itu. Mungkin saat ini, perasaan nya benar benar kacau balau.
"Hahahah, arak ini benar benar membuat tenggorakan ku menjadi tak berhenti meminum nya." ucap Ella yang saat ini sedang berpesta dengan wajah yang lebih bahagia. dia senang, karena tak perlu bersusah payah menyingkirkan kembaran nya sendiri. Apalagi sebentar lagi adalah pesta kedewasaan nya. Hanya dia yang boleh menjadi bintang di malam pesta kedewasaan itu.
"Tambahkan lagi arak ini." ucap gadis itu yang hampir setengah sadar.
"Tapi lady?" ucap pelayan Yang cemas nona muda nya akan kenapa kenapa.
"Aku bilang tambah ya tambah!" bentak nya dengan nada sinis tak suka di atur oleh seorang pelayan rendahan.
Dengan tangan bergetar, pelayan itu menuangkan ke dalam gelas lady Ella. Sikap lady Ella yang terkenal lembut itu, sebenarnya hanya gimmick saja. Hanya dia dan beberapa pelayan lain saja yang tau. Dan itu pun rahasia nya tak boleh bocor.
Sedangkan di istana saat ini, kaisar telah membuat keputusan, untuk menghargai perjuangan sang jendral besar yang saat ini masih belum bertugas kembali. dia juga akan memberikan penghargaan besar, untuk jendral Wiliam. Karena telah berkorban untuk wilayah dusch ini.
Ratu Celin menatap suami nya dengan tatapan penuh tanya. Mengapa suami nya begitu terlihat cemas saat ini.
"Suami ku, ada apa. mengapa wajah mu terlihat cemas?" tanya ratu Celin dengan tatapan penasaran.
"Jendral Wiliam terluka parah, dan beberapa penjaga juga terkena luka yang cukup serius. Aku belum melihat kondisi beliau saat ini. Bagaimana pun juga, jendral Wiliam sudah begitu banyak berkorban mempertahankan wilayah dusch ini." ucap kaisar Thomas yang menghembuskan nafas berat nya.
"Kau benar, beliau pantas diberikan penghargaan oleh mu, suami ku." ucap ratu Celin. Ratu sang kaisar itu juga setuju dengan ucapan suami nya itu.
"Bagaimana kalau pangeran Alfa, di jodohkan oleh salah satu putri dari jendral Wiliam?" ucap kaisar Thomas yang menyampaikan niat nya terlebih dahulu kepada ratu nya itu.
"Apa!" pekik ratu Celin yang merasa keberatan dengan keputusan suami nya itu.
"Tapi pangeran Alfa memiliki tanggung jawab yang besar, pasti dia akan menolak perjodohan ini!" ucap ratu Celin yang menolak dengan perlahan.
"Jendral Wiliam sudah begitu banyak berjasa ratu. Kau tau sendiri seperti apa beliau. Aku yakin, pangeran Alfa pasti akan setuju." ucap kaisar Thomas yang mencoba memberikan saran kepada sang ratu.
"Aku mendengar beberapa rumor buruk tentang salah satu putri nya."
"Kalau kau keberatan dengan salah satu nya, maka kau bisa memilih yang lebih baik, dari kedua nya."
"Hmm, aku rasa memang harus seperti itu. Apalagi pangeran Alfa juga bukan pria biasa. Tentu saja dia harus bersanding dengan gadis yang baik baik juga!" apapun kebahagiaan anak nya, ratu Celin pasti akan selalu membela ataupun memberikan yang terbaik untuk sang pangeran.
"Hmm, aku hanya berharap pangeran Alfa tak akan menolak nya."
Karena perjodohan sudah di perbincangkan, oleh sang kaisar dan ratu Celin, maka titah tersebut harus di laksanakan. tak ada yang bisa menolak nya. walapun nantinya salah satu lady menentang keputusan itu, maka akan dianggap melawan titah sang kaisar dan dianggap sebagai pembangkang.