terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26
Gama dan Bila memasuki mansion utama kakek yang sangat megah, semua sudah di tata dengan sangat teliti. Semua mata tertuju pada Gama dan Bila semua melihat takjub dengan pasangan muda itu, terlihat serasi. kakek sedang sibuk mengobrol dengan teman dan koleganya, kakek memang terkenal ramah dan baik berbeda dengan anak dan cucunya yang tegas dan dingin mereka memiliki kesamaan hanya dalam pasangan yaitu posesif dan sedikit berlebihan, ketika mereka mengeklaim sesuatu maka harus jadi miliknya.
Gama dan Bila mendekat, dan menyapa kakek. " kakek", kakek berbalik dan melihat cucunya yang sangat cantik " Bila cucuku" memeluk Bila lalu Gama " akhirnya kau datang juga" berbisik pada Gama, menggandeng tangan keduanya dan mengarahkan untuk duduk. " kakek selalu menunggu kedatanganmu Bila, walaupun kakek sibuk dengan pengobatan tapi jika kau datang kakek jadi merasa senang dan mungkin jika kau mau tinggal di sini menemani kakekmu yang sudah renta ini mungkin kakek jadi lebih baik" memasang wajah sendu, "jangan aneh aneh kek, Bila istriku, tentu saja kita harus selalu bersama" Gama mencium tangan Bila. Bila tampak bingung, tapi terlihat lucu ketika kakek dan cucunya memperebutkannya, " Bila akan tinggal di mansionku" kakek menatap Bila berharap " mungkin kita bisa sesekali menginap kek, iya kan sayang" menyentuh tangan Gama " jika itu maumu, baiklah" kakek tertawa senang " ya begitulah seharusnya, akhirnya kakek memiliki cucu yang perduli" menyentuh tangan Bila. Sekretaris Seth membawakan hadiah yang sudah di siapkan Bila dan meletakkan di meja depan kakek. " semoga kakek suka" kakek berbinar " kau tau, kedatangan kalian berdua sudah sangat membuat kakek bahagia" kakek membukanya "kau tau saja apa yang kakek butuhkan, terimakasih Bila cucuku" kepala pelayan kakek mengambilnya dan meletakkan di tempat hadiah.
Tidak lama Tante Sindi dan paman Hardi yang merupakan anak dari kakaknya kakek mendekat dan memberi salam dan memberikan hadiah untuk kakek, Bila dan Gama berdiri bersalaman.mereka tampak duduk berhadapan, sesekali kakek membanggakan cucunya. " halo kek" mencium tangan kakek, dia berhasil mendapat keplakan di kepala " cucuku yang nakal", " bagaimana kabar kakek, aku sangat merindukan kakek tahu" memberenggut seperti anak kecil, " pembohong, kemari kau bocah nakal" merangkul Leon untuk duduk di sampingnya, semenjak kakak kakek meninggal Leon jadi sangat dekat dengan kakek Beni, dari kecil bahkan kakek yang mengurusnya jika kedua orang tuanya memiliki urusan bisnis di luar negeri. Dia juga cukup dekat dengan Gama walau setelan Gama yang pendiam dan terkesan dingin padanya Dia tetap mendekat dan bahkan di lain waktu ketika Leon bermasalah di sekolah dulu Gama yang selalu membelanya, dia memang menunjukkan rasa sayang nya dengan cara yang aneh tapi Leon suka. Leon lanjut bersalaman dengan Gama dan Bila, dia menggenggam tangan Bila lama " kakak ipar! Aku sudah tahu bahwa kau kakak ipar, pantas saja aku familiar saat melihatmu"Gama melepaskan tangan Bila secara paksa dari Leon " kau harus sopan pada kakak iparmu". " kau tahu kak, temanku bahkan" dia tidak melanjutkan pembicaraannya karena Bila menyela, Bila takut kebebasannya yang baru dia dapat terenggut kembali karena Revan yang satu kampus dengannya, walaupun tidak akan lama untuk Gama mengetahui segala yang dilakukan Bila selama di kampus " oh iya Leon salam kenal yah, kau yang waktu itu bertemu saat bersama Vani kan" mendelik ke arah Leon menyuruhnya diam lewat tatapan matanya. Semua itu tidak luput dari perhatian Gama, Gama memang sengaja menempatkan Bila di kampus yang sama dengan Leon namun dia tidak menyangka dia akan bertemu secepat ini. " iya temanmu yang bernama Vani itukan" mengerling kan mata. " maafkan anak Tante ya Bila dia memang sedikit urakan dan nakal tapi sebenarnya dia baik kok" Tante Sindi tersenyum ke arah Bila. " mungkin kita bisa berteman baik kedepannya ya kakak ipar" tersenyum ke arah Bila. " siapa yang mengizinkan?" ucap Gama dingin.