NovelToon NovelToon
Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Berbaikan / Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Novel ini adalah sekuel dari novel yang berjudul: Dinikahi Sang Duda Kaya yang sudah tamat sebelumnya.

Alea Ardiman, "The Smiling Shark" yang jenius namun anti-cinta, harus berurusan dengan dr. Rigel Kalandra setelah jatuh pingsan. Rigel, dokter bedah saraf yang dingin, adalah satu-satunya pria yang berani membanting laptop kerja Alea dan mengabaikan ancaman kekayaannya.
​"Simpan uang Anda, Nona Alea. Di ruangan ini, detak jantung Anda lebih penting daripada Indeks Harga Saham Gabungan."
​Alea merasa tertantang, tanpa menyadari bahwa Rigel sebenarnya adalah pewaris tunggal konglomerat farmasi sekaligus "Investor Paus" yang diam-diam melindungi perusahaannya. Ketika Ratu Saham yang angkuh bertemu Dokter Sultan yang diam-diam bucin, siapakah yang akan jatuh cinta duluan di bawah pengawasan ketat Papa Gavin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Alea Si "Gelandangan" Elite

​​"Pak Danu, tolong jemput saya di lobi Hotel Ritz Carlton sekarang. Saya kesiangan, harus ngebut ke kantor."

​Hening. Tidak ada jawaban "Siap, Non" yang biasa Alea dengar setiap pagi.

​"Halo? Pak Danu? Sinyal Bapak jelek?" Alea menatap layar ponselnya dengan kening berkerut.

​Sambungan telepon itu terputus otomatis. Alea mencoba menelepon lagi. Tuuut... Tuuut... 

Nomor sibuk. Dia mencoba menelepon ajudan papanya yang lain. Sama saja. Semua nomor yang terhubung dengan fasilitas keluarga Ardiman mendadak tidak bisa dihubungi dari nomor pribadinya.

​"Sialan," umpat Alea, melempar ponselnya ke kasur hotel yang empuk tapi terasa asing. "Papa beneran main kasar. Dia blokir akses gue ke sopir?"

​Alea duduk di tepi ranjang king size, menyugar rambutnya yang kusut. Semalam dia tidur di hotel bintang lima karena terusir dari penthouse-nya sendiri. 

Uang bukan masalah bagi Alea—saldo rekeningnya masih miliaran—tapi rasa terbuangnya itu yang bikin sesak. Rasanya seperti anak ayam yang kehilangan induk, bedanya anak ayam ini memakai piyama sutra seharga motor.

​Dia melirik jam dinding. Pukul 08.30. Dia ada rapat strategi investasi jam sembilan.

​"Oke, Alea. Lo bisa sendiri. Lo Ratu Saham. Masa pesen taksi aja nggak bisa?"

​Dengan gengsi setinggi langit, Alea membuka aplikasi ojek online. Jari lentiknya yang biasa memantau pergerakan saham global kini canggung memilih titik penjemputan. Dia memesan layanan mobil premium, tapi sialnya, tidak ada unit yang tersedia di jam sibuk ini.

​Yang ada hanya layanan mobil biasa.

​"Argh! Bodo amat!" Alea menekan tombol pesan dengan kasar.

​Tiga puluh menit kemudian.

​Alea duduk dengan wajah ditekuk di kursi belakang sebuah mobil sejuta umat. AC mobil itu tidak terlalu dingin, dan ada aroma pengharum ruangan rasa jeruk yang membuat perut Alea—yang belum sarapan—terasa mual.

​"Mbak kerja di gedung Triple A ya? Wah, hebat masih muda udah kerja di sana. Bagian apa Mbak? Admin?" tanya sopir taksi itu sok akrab, melirik lewat spion tengah.

​Alea membetulkan letak kacamata hitamnya, menutupi mata pandanya yang bengkak bekas menangis semalam.

​"Saya yang punya gedung, Pak," jawab Alea ketus.

​Sopir itu tertawa. "Si Mbak bisa aja ngelawaknya. Kalau yang punya gedung mah nggak naik ginian atuh, Mbak. Pasti naik Alphard."

​Alea membuang muka ke jendela, menahan diri untuk tidak melempar sepatu heels-nya ke kepala sopir itu. Liat aja, Pa. Alea bakal beli showroom mobil nanti siang, batinnya dongkol.

​Sesampainya di kantor, mood Alea sudah hancur lebur. Dia berjalan menghentak-hentak masuk ke lobi, membuat resepsionis dan sekuriti menunduk takut. Aura "senggol bacok" menguar kuat dari tubuhnya.

​"Zahra! Batalin semua meeting pagi ini! Gue mau di ruangan aja! Jangan ada yang ganggu kecuali gedung ini kebakaran!" teriak Alea begitu masuk ke lantai direksi.

​Zahra yang sedang menyeduh teh nyaris menumpahkan air panas. "Ba-baik, Bu! Ibu kenapa? Kok lecek banget?"

​"Diem. Keluar."

​Alea membanting tas kerjanya ke sofa, lalu menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran CEO. Ruangan mewah ini terasa sepi. 

Biasanya dia akan menelepon Papanya untuk pamer profit hari ini, atau sekadar mengeluh soal macet. Tapi sekarang, dia sadar dia sendirian.

​Benar-benar sendirian melawan dunia.

​Tok. Tok. Tok.

​"DIBILANG JANGAN GANGGU!" bentak Alea tanpa mengangkat kepala dari meja.

​Pintu terbuka. Aroma masakan rumah yang hangat menyelinap masuk, mengalahkan dinginnya AC sentral kantor.

​"Galak banget. Lagi PMS atau lagi koreksi pasar?"

​Alea mendongak. Rigel berdiri di sana, tersenyum manis sambil menenteng rantang susun model lama—sangat kontras dengan jas dokternya yang necis.

​"Rigel?" suara Alea melemah.

​Rigel menutup pintu dengan kaki, lalu berjalan mendekat. Dia meletakkan rantang itu di meja kerja Alea yang penuh berkas.

​"Arka bilang kamu nggak ada di penthouse. Satpam lobi bilang, akses kamu dicabut. Jadi saya asumsi kamu pasti ngungsi ke kantor dengan perut kosong," ucap Rigel tenang, membuka rantang itu satu per satu.

​Isinya sederhana tapi menggugah selera. Nasi merah, tumis brokoli daging sapi, dan telur dadar gulung tebal.

​"Makan. Saya masak sendiri tadi subuh sebelum operasi," Rigel menyodorkan sendok.

​Melihat makanan itu, pertahanan Alea runtuh. Dia baru sadar betapa laparnya dia. Dan betapa lelahnya dia pura-pura kuat.

​Alea mengambil sendok dengan tangan gemetar. Dia menyuap nasi dan daging itu ke mulutnya. 

Enak. Rasanya seperti rumah. Bukan rumah mewah yang dingin, tapi rumah yang hangat.

​Tanpa sadar, air mata Alea menetes lagi. Jatuh ke pipinya saat dia mengunyah.

​"Hei..." Rigel panik. Dia segera menarik kursi, duduk di samping Alea. "Kenapa nangis? Nggak enak? Keasinan?"

​Alea menggeleng, menelan makanannya susah payah.

​"Papa..." Alea terisak pelan. "Papa ngusir gue, Gel. Semalam. Dia tau soal kita. Dia tau lo Kalandra. Dia marah besar."

​Rigel terdiam, wajahnya berubah serius. Dia membiarkan Alea menumpahkan keluh kesahnya.

​"Dia tarik semua fasilitas. Mobil, sopir, ajudan... bahkan penthouse itu yang merupakan aset perusahaan dia. Gue diusir kayak kucing kurap," adu Alea sambil menyeka ingusnya dengan tisu. "Gue terpaksa tidur di hotel. Tadi ke sini naik taksi online yang bau jeruk. Gue berasa gelandangan."

​Rigel menatap wanita di depannya. Ratu Saham yang biasanya angkuh, kini makan bekal rumahan sambil menangis sesenggukan karena kehilangan fasilitas ayahnya. Lucu, tapi juga membuat hati Rigel nyeri.

​Rigel mengambil tisu, mengusap pipi Alea dengan lembut, membersihkan sisa air mata di sana.

​"Udah, jangan nangis. Nanti cantiknya luntur," bujuk Rigel.

​"Gue sedih tau! Papa jahat banget!" rengek Alea.

​Rigel tersenyum tipis, tatapannya meneduhkan.

​"Papa kamu tarik semua fasilitas Ardiman? Biarin aja," ucap Rigel santai.

​Dia merogoh dompet dari saku belakang celananya. Mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam legam terbuat dari titanium. 

The Black Card. Kartu sakti yang hanya dimiliki segelintir orang super kaya di dunia.

​Rigel menyelipkan kartu itu ke jari-jari Alea yang sedang memegang sendok.

​"Tenang aja, Sayang. Fasilitas Kalandra lebih canggih daripada Ardiman," bisik Rigel, menatap mata Alea dalam-dalam. "Limit kartu ini unlimited. Cukup buat beli mansion baru beserta isinya buat kamu besok pagi. Mau beli satu komplek juga boleh."

1
Mineaa
wkwkwkwk.....kopi ga tuh.......
aya Aya wae nich dokter satu......
Arix Zhufa
nah ini calon suami idaman....pasti klo udh nikah gk bakal pelit sama istri
Savana Liora: iya. mantap yak
total 1 replies
Arix Zhufa
mau baca cerita soal mama kiana & papa gavin ach
Savana Liora: bacalah kak. dijamin seru. dinikahi sang duda kaya judulnya
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
hati hati Alea macan mau ngamuk mending siap siap panggil pawangnya 🤣🤣
Mineaa
duiiihh..... papa gavin lg konslet kaya nya......hati hati pa.... mulutmu harimaumu....
Alea di tantangin......
papa jual......Alea beli....
Tarwiyah Nasa
waht Alea mewarisi sifat kiana
Aidil Kenzie Zie
up lagi donk tor lagi sert
Aidil Kenzie Zie
👍 Dok
Nisa Naluri
hahahahah🤣....ngakak
Bu Dewi
lanjut kak
Savana Liora: siap kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kirain Rigel bakal pamer
Savana Liora: lihat lanjutannya besok. lebih daripada pamer
total 1 replies
Arix Zhufa
makin seru aja
Aidil Kenzie Zie
Papa Gavin nggak dicek dulu siapa sebenarnya dokter Rigel
Savana Liora: nantik2 katanya
total 1 replies
Arix Zhufa
ini adek tiri ya min?
Savana Liora: iya kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
panggil Mama Kia pawang papa Gavin
Aidil Kenzie Zie
Alea masuk jebakan Batman Arka 🤣🤣
Arix Zhufa
si arka dpt dobel untung...
Arix Zhufa
keren lo cerita nya
Arix Zhufa
gak mgkn Rigel jatuh cinta tiba2
Arix Zhufa
😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!