Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maaf
Arkana kembali ke kamar hotel mereka setelah menghabiskan waktu di luar. Entah apa yang dilakukannya di luar sana. Yang jelas dia benar-benar sangat merasa bersalah pada Rania, karena telah memaksakan kehendaknya.
Ah...mengingat hal itu membuatnya semakin di rundung rasa bersalah yang begitu besar.
Apalagi saat kembali ke hotel, dia melihat Rania yang tertidur dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Belum lagi bekas air mata yang belum kering di pipinya membuat dada Arkana terasa sesak melihatnya
"Maafin gue, ya cil. Gue janji gak akan gitu lagi." ucapnya seraya berbisik di telinga Rania. Berharap wanita itu bisa mendengarnya. Walau mungkin tidak akan mendengar.
Cup...
Sebuah kecupan manis di berikan Arkana di kening Rania sebelum dia berganti pakaian dan ikut bergabung dengan Rania di atas tempat tidur.
*
*
*
Pagi harinya, Rania sudah terbangun lebih dulu dan dia merasa ada sesuatu yang menindih perutnya. Ternyata itu lengan Arkana yang memeluknya.
"Maafin gue, cil." ucap Arkana tanpa membuka kedua matanya. Bahkan dia masih memeluk Rania dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Gue janji gak akan ngelakuin hal itu lagi, sampai lu benar-benar siap. Gue janji, cil." ulangnya lagi.
Mempertegas jika dirinya tidak akan bertindak sesuka hatinya lagi pada Rania. Arkana juga sadar, jika apa yang dia lakukan itu salah. Maka dari itu dia meminta maaf.
"Aku mau mandi kak."
"Maafin dulu, cil. Kalau lu gak mau maafin gue, gue gak bakalan lepasin lu. Bodo amat gini terus sampai lu maafin gue!" tetap memaksa agar Rania mau memaafkan dirinya yang berdosa itu.
"Kak, iya aku maafin. Aku gak bisa nafas kalau meluknya kayak gini!" kata Rania yang merasa sulit untuk bernafas. Belum lagi lengan Satria yang tanpa sengaja menyentuh bagian dadanya membuat jantung Rania semakin berdetak kencang.
"Beneran udah di maafin ini? seriusan kan?" tanya Arkana membalikan tubuh Rania hingga menghadapnya.
Tapi, sayangnya Rania tidak berani menatap ke arahnya. Bahkan sejak tadi istrinya itu menunduk dan memejamkan kedua matanya.
"Cil, liat gue. Emangnya sejelek dan semenakutkan itu ya gue, sampai istri gue gak mau liat gue gini." mendramatisir keadaan agar Rania mau menatapnya. Karena Arkana tau, jika Rania itu lemah dalam hal perasaan.
Rania sendiri memberanikan diri untuk menatap Arkana, hingga keduanya saling menatap satu sama lain.
"Nah, gini dong. Kan gue bisa liat wajah cantik istri gue di pagi hari yang cerah ini!"
Cup...
Arkana kembali mencuri sebuah kecupan manis di bibir Rania hingga membuat wanita yang baru beberapa hari menjadi istrinya semakin salah tingkah. Bahkan jantungnya saja sudah tidak bisa di kontrolnya lagi karena perbuatan Arkana padanya tadi.
"Ih, mana ada cerah orang salju gitu. Udah ah, aku mau mandi." ucap Rania yang melarikan diri dari dekapan Arkana.
"Hahaha bilang aja lu salting cil, dan sayangnya gue suka liat lu salting begitu. Suka gue!"
"Tau ahk! Kakak nyebelin!" balas Rania tang membuat Arkana kembali tersenyum. Sungguh, Rania ini membuat harinya terasa lebih indah.
"Jangan lupa bawa handuk sama baju cil. Entar kalau lu lupa lagi, gue gak mah ambilin. Biarin aja lh keluar gak pake baju, biar gue bisa liat yang-"
"Kakak ih!"
Brak!
Rania membanting pintu kamar mandi setelah dia mengambil handuk dan pakaian gantinya. Entah apa yang di ambilnya dia juga tidak tau. Yang penting dia bisa lepas dari godaan Satria tang sejak tadi membuatnya jantungan.
"Indah banget hidup ini ya Allah." ucapnya merasa bersyukur dengan senyuman di wajahnya.
Arkana benar-benar menikmatinya. Menikmati hidupnya bersama Rania. Bahkan sangking menikmatinya hidup bersama Rania, dia sampai terus tersenyum sampai wanita itu keluar dari kamar mandi.
"Cantik banget istri akuh," puji Arkana saat melihat Rania yang baru keluar dari kamar mandi, sudah lengkap dengan penampilannya pagi ini.
Rania yang di puji begitu melihat ke arah sumber suara, dan menatap suaminya.
"Yaudah, gantian mandi."
"Mandiin..." ucapnya dengan manja membuat Rania melotot ke arahnya.
"Kalau gak mau mandi aku tinggal! Biar aja aku pergi sendirian." balas Rania.
"Oke, gue mandi dulu. Tungguin Abang ya dek!" ujarnya membuat Rania hanya bisa menggelengkan kepalanya saja dengan hal itu.
***
***
next my