Mengisahkan tentang seorang wanita yang rela melepaskan suaminya untuk wanita lain. Meski kini dia harus menghadapi semuanya sendiri menjadi orang tua tunggal buat ke empat anak-anaknya namun dia tetap semangat .Tidaklah mudah perjalanan hidup yang dia lewati . Dalam keadaan hamil muda dia harus berpisah dengan suami hingga dia membesarkan anak-anaknya. Namun dia beruntung memiliki Ibu dan adik yang selalu mendukungnya.Apakah dia akan bahagia setelah berpisah dengan suaminya ? Apakah Dia bisa merawat dan membesarkan keempat anaknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Aunankia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERMINTAAN ANEH
Dalam perjalanan meninggalkan Makam kami tetap tidak berbicara satu dengan yang lain.Dia melakukan motornya dengan kencang.Dia meraih tanganku untuk memeluknya namun aku menolaknya.Dia hanya tersenyum sambil menatapku dari kaca spion.
Aku pun menyadari kini dia bukanlah ke arah pulang.Entah dia mau membawaku kemana aku malas bertanya.Biar saja dia mau membawaku kemana begitu fikirku.Toh dia masih suamiku .Ikatan ini yang masih mengikat kami....anak-anak juga yang menjadi perekat nya .
Ternyata dia membawaku ke sebuah tepi danau .Pemandangannya cukup indah .Aku menatap ke sekitar .Aku baru pertama kali ke tempat ini.Tempatnya tenang dan Airnya bening.Tempatnya juga tidak begitu jauh dari rumah mama.
Aku turun dari motor.Mas Anis pun memarkirkan motornya.
"Mi ... sudah pernah kesini?" Tanya mas Anis
"Belum "
"Ayo " ucapnya sambil menarik tanganku.Aku pun hanya menurutinya ...Dia mengajakku ke tepi danau.
Aku sungguh menyukai tempat ini .Mas Anis tau betul bagaimana tempat favorite ku...tempat yang jauh dari kebisingan dan tenang ,jadi itu bertolak belakang dengan hobby Mas Anis yang hoby ke tempat keramaian, kafe dan nongkrong bersama teman-teman.
"Kenapa kamu membawaku kemari pi "
"Disini kan enak buat ngobrol ketimbang di pemakaman tadi ngeri gimana kalau penghuninya terganggu lalu marah terus bangun " ucapnya ingin melucu
"Tidak lucu " ucapku lalu meninggalkannya berjalan ke arah sebelah kiri banyak bebatuannya .
"Hehehe...Mi kemana ?"
Aku tidak menjawabnya.Namun aku terus berjalan meninggalkannya namun dia menyusul langkahku.Aku duduk di batu besar sambil tetap memandangi danau itu.Tempatnya indah namun mengapa sepi dari orang-orang.Sayang tempat seindah ini tidak di manfaatkan dan dikelola .
"Tempat ini kok sepi ? "
"Iyya , jarang yang kesini karena jalan kesini cuman muat untuk motor saja "
"Oohh..."
"Mi ... Apa kah bisa kita perbaiki hubungan kita kembali ?" Tanya Mas Anis .
Aku menatapnya heran ... Aku tidak tau mengapa dia bertanya seperti itu...bukankah dia tau dengan jelas penyebab rusaknya semua ini karena penghianatannya.
"Bisakah kamu memaafkan ku Mi ? jawablah Mi jangan diam saja " Tanyanya lagi
"Aneh " jawabku
"kok Aneh ?"
"Pi ... kita sudah bukan anak-anak lagi ... harusnya sudah saling paham...dan kamu kan tau penyebab semuanya itu kamu "
"Iyya aku tau selama ini salah ...tapi bisakah kamu memaafkan ku demi anak-anak kita Mi ?"
"Aku sudah memaafkanmu "
"Lalu mengapa sikapmu masih begini terhadapku ...bukankah kita suami istri ?"
"Ya itu karena Aku butuh waktu"
"Maksud kamu ?"
"Seperti kamu yang juga butuh waktu ...aku juga demikian...Benar aku memaafkanmu tapi aku belum melupakan semua yang telah kamu lakukan " ucapku
"Mi ...Aku tau kamu kecewa tapi tolonglah mengerti ...Aku pun tidak tau mengapa aku lakukan semua ini "
"Itu karena kamu tidak bisa menjaga kesetiaanmu Pi "
"Maaf kan aku Mi...tapi aku sayang kamu dan anak-anak "
"Tapi kamu juga sayang dia kan pi " Tanyaku
"Maafkan Aku Mi.... Aku tidak bisa kehilanganmu dan Anak-anak tapi aku tidak bisa juga menjauh darinya ...aku merasa ada yang aneh dalam diriku jika tidak melihatnya "
Aku hanya diam memandang Mas Anis.Aku merasa sakit mendengar semua pengakuannya ...tapi setidaknya dia telah jujur mengakuinya . Selama ini dia selalu menutupi semuanya .
"Maafkan Aku Mi ... tapi tolonglah mengerti ....Demi Tuhan Aku menyayangimu ...kamu istri yang baik... aku bangga memilikimu ...Aku tidak rela jika harus kehilanganmu ...bersediakah kamu menungguku kembali kepadamu dan anak-anak?"
"Maaf Mas aku tidak mengerti maksudmu "
"Aku tidak mau berpisah darimu Mi "
"Tapi aku tidak mau di madu Mas ..Aku tidak rela berbagi suami ...mending aku yang mengalah "
"Tidaaakk...tolong mi ...tolong " ucapnya sambil meraih tanganku dan menciumnya...kini dia berlutut di depanku
"Aku tidak sanggup Mas "
"Mi...Aku butuh kamu dan anak-anak ... hanya kamu istriku Mi ... "
"Kenapa kamu tidak nikahi dia dan menceraikan aku? "ucapku
"Apa kamu ingin Mama mati tiba-tiba?" tanyanya
"Aku bingung pi ... Aku tidak bisa ...Aku wanita biasa yang mendamparkan suami yang setia "
"Mi istriku cuman kamu ...percayalah tidak ada yang bisa menggantikan posisi mu " ucapmu
Aku hanya menunduk dan menangis...Aku tidak sanggup menerima kenyataan bahwa kini suamiku memintaku untuk merelakan dia berhubungan dengan wanita lain.Wanita mana yang akan sanggup.
"Mi fikirkanlah semua ini juga demi anak-anak ... aku berjanji gaji dan semua uang dari kantor itu hakmu dan anak-anak "
Aku bingung harus menjawab apa...hati kecilku yang paling dalam aku ingin menolak semua permintaannya...namun aku tidak ingin mengecewakan Mama .... Aku tidak ingin melihat Anak-anakku kehilangan sosok ayah dalam hidupnya.
"Ya sudah mi ...kamu fikirkanlah ...ayo kita pulang karena kita sudah lama tinggalkan anak-anak takutnya mereka mencari "
Aku hanya mengangguk dan menghapus sisa-sisa air mata di pipiku.Aku tidak ingin anak-anak atau siapapun mengetahui aku habis menangis.Mas Anis menggandeng tanganku.
"Mi bolehkah aku menciummu "
Aku menggeleng namun dia menarik tubuhku kedalam pelukannya ... jarak kepala kami hanya beberapa centi namun aku menunduk dia mengangkat daguku dan mencium lembut kedua pipiku .
"Mi jaga lah hatimu tetap seperti ini ya " ucapnya lalu menarik ku ke tempat motor diparkirnya tadi.
Aku pun naik kembali ke boncengan nya.Rasanya aku begitu menyesali mengapa aku ketempat ini...sehingga aku mendengar permintaan anehnya.Dia sama sekali tidak memikirkan perasaanku .Dia begitu egois . Haruskah Aku menuruti permintaannya.Aku pun tidak tahu ...aku hanya membiarkan waktu yang akan menjawab .
NB. Mohon kritik dan Saran
bukan pelakor
dasar aja bucin n gatal Krn lama ngga disentuh suami
percuma dan jgn bucin dg dalih anak
sdh bisa cari uang kok msh mau dg suami spt itu
perseteruan sampah dan tong sampah
gantilah no hp...
benci aku ..jadi istri kok bodoh amat
istri polisi lagi..kan kamu bisa visum bude...
bucin emang bikin bodoh