Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan Untuk Membuktikan
Karena tidak bisa resign atau pun libur sementara, Kiara pun mempercayakan kesehatan sang putra pada sang sahabat, Sinta. Sinta bersedia membawa Kevin ke rumah sakit yang ada di kota besar. Kiara ingin luka-luka yang di derita sang putra bisa segera mendapatkan perawatan. Ia juga ingin sang putra mendapatkan perawatan yang terbaik.
Meski berat hati, Kiara tetap harus melepaskan kepergian Kevin kecil untuk mendapatkan perawatan terbaik untuk tulang punggungnya yang retak karena kecelakaan kemarin.
"Kamu jangan khawatir, kami akan selalu mengabarimu. Kamu tau kan, kami berdua kan partner terbaik," ucap Sinta sembari menutup koper yang berisi bajunya dan juga baju Kevin.
"Makasih banyak, Kak. Kamu udah mau tak repotin terus. Aku ga tau gimana cara terbaik ngebalas semua kebaikan mu selama ini," ucap Kiara, sedih.
"Jangan gitu, Ra. Aku dah menganggap kalian keluarga, kamu kan udah ku anggap adik sendiri. Kevin juga udah ku anggap anak sendiri, kalo ga ada kamu, mungkin aku ga akan sekuat sekarang, kamu tahu kan kalo rahimku ini... " Sinta memegang perutnya, tanpa ia harus menjelaskan apa maksud ucapannya, Kiara sudah tahu. Kegagalan pernikahan Sinta juga di sebabkan oleh hal tersebut.
"Sabar Kak, kan sekarang Kakak juga sedang berobat. Semoga segera sembuh, Kakak bisa ketemu jodoh yang baik, yang bisa menerima kakak dengan iklas," ucap Kiara, langsung memeluk Sinta yang saat ini sedang sedih.
"Oke lah, aduh ngapain jadi sedih sedihan gini Aku titip ibu ya, say. Kamu pulang ke rumah ibu aja kalo nggak, biar ibu seneng kalo ada kamu," ucap Sinta, sebelum memasukkan kopernya ke dalam mobil brio berwarna kuning milik Kiara itu.
"Tenang, aman. Nanti kalo ibu mu mau ku ajak nyusul ke kota, aku pasti nyusul. Semoga Pak Megan kasih izin aku buat libur. Sebenarnya Pak Megan ga masalah sih kalo aku minta libur, yang rese itu bos baru nyebelin itu. Hiii, andai nggak inget uang, udah ku pecat dia jadi bos," ucap Kiara geram.
Astaga, tanpa Kiara sadari ternyata ponselnya menyala, sebuah pangilan ia terima dari Soni tanpa ia sadari. Jarinya juga tak sengaja memencet tombol menerima. Astaga di seberang sana, semua ucapannya di dengar langsung oleh sang pria menyebalkan itu.
"Hhhaaa, berani sekali dia, aku ga mau tau, suruh dia segera datang. Lalu suruh periksa kembali hasil kerjanya, aku ga mau tau, cepat suruh dia langsung ke ruanganku sekarang, astaga!" ucap Jonathan kesal. Tanpa banyak bicara ia pun langsung masuk ke dalam lift, meninggalkan Soni yang saat ini sedang terpaku.
Melihat kemarahan sang bos, Soni pun gelagapan. Bagaimana tidak, ei sisi lain ia terkejut dengan ucapan berani Kiara, di sisi lain ia juga tertampar oleh kemarahan bosnya. Astaga, Soni, kamu sekarang sedang berada di dalam masalah besar.
Tak menunda waktu lagi, Soni segera mematikan panggilan telepon itu. Lalu segera menghubungi Kiara kembali.
Kali ini Kiara menyambut panggilan telepon darinya. Menyambutnya dengan sangat baik.
"Hallo, selamat pagi Pak Soni, ada yang bisa saya bantu?" sambut Kiara, lembut.
"Maafkan saya, Nona Kiara, sebaiknya anda segera ke hotel. Bos besar menunggu anda," jawab Soni sesuai dengan perintah bos besarnya.
"Loh, saya masuk siang, Pak. Silakan bapak cek jadwal saya kalo tidak percaya," jawab Kiara berusaha membela diri.
"Saya susah cek, Nona, hari ini anda masuk pagi. Semua jadwal sudah diubah, udah si share juga kan semalam. Coba anda cek sekarang," jawab Soni sesuai info yang ia dapatkan semalam.
"Hah? benarkah? astaga!" ucap Kiara shock.
"Hemmm, cepat bersiap, jangN buat bos menunggu terlalu lama, saya pun ga bisa jamin semua akan baik-baik saja jika sampai bos marah, anda mengerti kan," ucap Pak Soni serius.
"Baik, Pak, saya akan segera berangkat," jawab Kiara sopan.
Sumpah Demi apa, ingin rasanya Kiara berteriak tepat di depan wajah bos arogannya itu. Tapi sekarang tak ada waktu, ia harus segera ke tempat kerja dan menemui pria itu. Jika tidak, maka konsekuensi yang akan ia dapatkan, pasti tidak akan di jabarkan dengan kata-kata.
***
Satu jam kemudian..
Dengan tergesa-gesa Kiara pu langsung pergi ke ruang kerja bos galaknya ini, dengan membawa serta hasil kerjanya yang di minta oleh pria itu.
Di tengah jalan, Kiara bertemu dengan Soni, dengan sopan Kiara pun menyapa pria itu.
"Selamat siang, Pak, maaf saya tidak membaca chat di grup semalam, saya minta maaf, Pak," ucap Kiara, sopan.
"Soal itu kita bahas nanti, Nona, sebaiknya anda segera masuk, bos sudah menunggu lama," jawab Soni, serius.
Kiara tampak menghela napas berat. Ada rasa sesal di sana, tapi mau bagaimana lagi, bukankah ia hanya seorang pekerja, rasanya ia tak punya kuasa untuk melawan pria arogan itu.
Tak menunda waktu lagi, Kiara pun segera mengetuk pintu ruangan itu, tak lama berselang, seseorang menyuruhnya masuk. Kiara yakin itu suara pria menyebalkan itu. Tak ingin membuatnya marah, Kiara pun segera masuk.
Jonathan menatap Kiara sekilas, lalu memfokuskan pandangannya pada laptop yang ada di depannya. Mulut pria itu tampak diam. Belum memberikan perintah. Tapi tidak dengan hati dan pikirannya, hati dan pikiran pria ini ingin melakukan sesuatu. Melakukan sesuatu yang mungkin tidak akan Kiara sangka.
Bersambung....
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat