NovelToon NovelToon
Janda Seksi Idaman Sang CEO

Janda Seksi Idaman Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Janda / Cinta pada Pandangan Pertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:156.2k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Ciluk ba...

"Ha yo... Om mau mendekati Mamaku ya?" seru seorang gadis cilik dengan rambut keritingnya.

"Enggak. Siapa juga yang mau mendekati Mamamu yang janda itu?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah atasan dari Ibu gadis cilik itu, Luis Marshal Gena.

"Om suka lilik-lilik Mama. Ndak boleh ya, Om. Nanti matanya bintitan," ucap gadis cilik itu lagi.

Seorang janda atau single mom bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Kata orang-orang, dirinya disebut sebagai janda seksi. Padahal menurut sang empu, dia biasa saja.

Luis yang merupakan atasannya, begitu kagum dengan sosok sekretarisnya yang mandiri dan tegas. Bahkan berulangkali terpergok melihatnya. Namun perjalanan Luis mendekati sekretarisnya sangat terjal karena anaknya yang tampak tak suka dengannya.

Mampukah Luis meraih hati si janda seksi dan anaknya itu? Lalu bagaimana dengan mantan suami dari sekretarisnya yang tiba-tiba datang dan menjadi penghalang mereka untuk bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Papa Aiko

Berulangkali Emma membekap mulut Aiko karena ngomong asal. Emma khawatir kalau Luis tidak nyaman karena Aiko yang sangat cerewet. Padahal Luis menganggap ucapan Aiko itu hanya angin lalu saja. Berbeda dengan Emma yang menganggapnya serius. Luis tampak beberapa kali menanggapi ocehan dari Aiko, membuat suasana di mobil begitu ramai.

"Memangnya kamu tahu pacaran itu apa? Masih kecil begitu masa sudah tahu pacaran. Padahal di sekolah cuma diajarkan makan, tidur, dan bermain." tanya Luis dengan sedikit mencuri pandang pada Aiko yang duduk di pangkuan Emma.

"Woh... Jangan salah ya, Om bos. Di sekolah itu Aiko banyak cowok yang suka. Tapi Aiko sukana cuma sama Axelio. Ya walaupun sukana Aiko beltepuk sebelah tangan,"

"Setahu Aiko, pacalan itu yang pegang tangan telus kacih bunga, cokelat, lumah, dan pelhiasan." seru Aiko dengan antusiasnya membuat Luis sedikit menatapnya tak percaya.

"Rumah? Mana ada orang pacaran sudah kasih rumah? Bodoh itu orangnya. Belum tentu juga jadi suami istri masa udah kasih rumah," ceplos Luis dengan ucapan bernada pedasnya.

Astaga...

Emma yang mendengar pembicaraan keduanya hanya bisa menepuk dahinya pelan. Aiko yang mudah akrab dengan orang tentu akan terus berbicara jika ditanggapi. Berbeda dengan Luis yang tidak terbiasa berinteraksi sama anak kecil. Luis memperlakukan Aiko seperti tengah berbicara kepada teman seusianya. Asal ceplos dan ucapannya sangat pedas.

"Dih... Om kele ya? Katana Bos kok kele. Masa kasih lumah sama pacalna ndak mau. Atau Om bos pelit ya?" seru Aiko membuat Luis memelototkan matanya saat dikatai pelit dan kere.

"Aiko, nggak sopan ngomong begitu sama orang yang lebih tua."

"Ayo minta maaf sama Om Luis," suruh Emma pada sang anak.

"Apa sih Mama ini? Olang Aiko ndak salah kok. Bilang kele dan pelit kan fakta lho," ucap Aiko sambil mencebikkan bibirnya karena kesal dimarahi oleh sang Mama.

"Maaf, Pak Luis. Anak saya ini memang sangat cerewet dan suka asal bicara," ucap Emma merasa tak enak hati pada Luis.

Luis hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan Emma, memilih memeluk dan mengusap punggung anaknya agar Aiko segera tertidur. Daripada nanti pembahasan Aiko dengan Luis semakin aneh dan membuat dia merasa tidak enak hati, lebih baik membuat anaknya tidur.

"Anakmu lucu karena cerewet. Tapi kamu harus hati-hati karena cerewetnya itu bisa jadi boomerang untuknya. Jika orang tidak tahu sifatnya, mungkin dia akan tersinggung." ucap Luis memberikan pesan dengan pelan.

"Berarti Pak Luis tersinggung dengan ucapan Aiko? Maafkan Aiko ya, Pak. Dia begitu karena kurang perhatian," ucap Emma dengan pelan.

"Kurang perhatian? Memangnya perhatianmu dan mantan suamimu tidak cukup baginya? Kamu kerja susah payah juga buat dia. Itu sudah bentuk perhatian," ucap Luis yang seperti tengah menginterogasi Emma.

"Saya sibuk bekerja dan Aiko dititipkan di PAUD sekaligus day care. Jadi saya jarang main sama dia kalau bukan weekend. Dia inginnya saya berada di rumah terus biar bisa menemani bermain," ucap Emma sambil terkekeh miris.

"Mantan suamimu?" tanya Luis lagi.

Emma hanya mengedikkan bahunya acuh. Sejak bercerai, mereka sudah jarang berkomunikasi. Bahkan untuk nafkah saja, mantan suaminya tidak memberi sesuai keputusan pengadilan. Emma tak mengharapkan semua harta atau nafkah itu. Namun ia hanya ingin jika mantan suaminya tetap memberi perhatian pada Aiko.

Luis tak ingin mengorek lebih dalam mengenai hubungan antara Emma dengan mantan suaminya. Pasalnya ia melihat raut wajah Emma yang tampak malas untuk membahasnya. Luis sendiri juga bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa dia sampai bertanya hal pribadi karyawannya? Padahal niat dia mengantar pulang Emma adalah sebagai ucapan terimakasih karena telah menyelamatkan perusahaannya dari kerugian.

Citt...

Brakk...

Brakk...

Emm...

Siapa sih yang doblak pintu kamal mandi? Lagi nanggung ini,

Eh...

"Kok kamar mandi?" tanya Luis yang langsung mengalihkan perhatiannya pada Aiko.

Ternyata Aiko masih memejamkan matanya dan tadi mengigau karena mendengar suara pukulan pada kap mobil milik Luis. Luis menatap tiga orang yang sedari tadi terus menggebrak kap mobilnya setelah kendaraannya berhenti.

"Kamu kenapa, Emma? Kenapa wajahmu pucat begitu? Tenang ya, mereka itu cuma begal biasa. Ada pengawalku yang akan mengurus mereka," ucapnya saat melihat raut wajah pucat dari Emma.

Emma, keluar kamu.

Urusan kita belum selesai,

Bisa-bisanya kamu naik mobil mewah begini,

Bugh...

Kita nggak ada urusan sama kamu dan bosmu,

Emma memejamkan matanya. Ada rasa khawatir dalam hatinya karena saat ini membawa Aiko. Ia tidak takut dengan orang yang tadi mencegat mobil milik Luis. Namun ia hanya khawatir dengan Aiko jika melihat ada kekerasan di depannya.

"Kamu kenal dengan mereka? Kenapa tadi salah satu dari mereka memanggil namamu?" tanya Luis saat melihat pengawalnya yang bersembunyi ternyata sudah mulai menghajar tiga orang di depan mobilnya.

"Pergi, Pak Luis. Bawa saya dan Aiko pergi dari sini," ucap Emma tanpa menjawab pertanyaan Luis.

"Ja..."

"Saya mohon, Pak. Bawa saya dan Aiko pergi dari sini," ucap Emma dengan tatapan permohonan.

"Ada apa sih? Kenapa olang-olang pada belisik? Sepelti lagi adu jotos," ucap Aiko tiba-tiba bangun sambil mengucek matanya.

Pak Luis...

"Iya, baik-baik." Luis segera melajukan mobilnya, meninggalkan tempat kejadian dalam kondisi bingung.

"Lho... Itu kan mantan suamina Mama," seru Aiko membuat Emma memejamkan matanya.

Ayo pukul lagi itu mantan suamina Mama,

Pukul sampai bilu-bilu,

Telus Om, sampai masuk lumah sakit.

Eh...

Aiko melihat sendiri bagaimana beberapa pengawal Luis memukuli seseorang yang ternyata mantan suami Emma. Dia adalah Harry Arlo Yuki, mantan suami sekaligus Papa dari Aiko. Luis tampak kebingungan karena mendengar ucapan Aiko. Tampak sekali bahwa Aiko sangat senang melihat Harry dipukuli.

"Mama halus lawan itu mantan suamina? Janan diam saja dong," seru Aiko lagi saat sudah tidak melihat Harry dan pengawal Luis.

"Kok dia benci banget sama Papanya? Kamu mempengaruhi dia ya?" bisik Luis yang seakan menuduh Emma.

"Jangan menuduh orang sembarangan tanpa tahu apa yang telah terjadi sebelumnya, Pak." ucap Emma dengan nada tegasnya.

Luis langsung terdiam mendengar peringatan bernada tegas dari Emma. Sepertinya ia sudah terlalu jauh ikut campur urusan sekretarisnya itu. Luis memilih diam walaupun sedari tadi Aiko terus mengoceh. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju kantor karena Emma akan mengambil motornya.

"Mama, jangan mau lagi sama mantan suaminya ya. Aiko ndak suka," ucap Aiko yang kini memperingatkan Emma.

"Aiko ndak mau Mama menangis," lanjutnya membuat Luis sedikit melirik pada keduanya untuk melihat interaksi mereka.

"Enggak. Mama tidak menangis lho. Mama bahagia karena ada Aiko," ucap Emma sambil tersenyum.

Bagus. Ndak ada gunana menangisi masa lalu,

Lebih baik Mama fokus sama Om bos,

Soalnya Om bos itu calon Papa Aiko,

Ha?

Eh...

1
Ita Xiaomi
Selamat berbahagia Aiko
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣. Meriah.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
ririen handayani
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/👍👍👍👍/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Evi Lusiana
awas kumat darah tingginy mama lea
Evi Lusiana
kupret celine liat aj klo emma tahu
Evi Lusiana
anak kecil mentalny udh tersakiti krn ayah kandung ny untungny aiko aiko anak yg cerdas,bs nutupin rasa sedihny
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cari pasal aja kau harry
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
si kakak ganteng kah?
Siti Nurjanah
rasakan mama lea
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Sani Srimulyani
ada2 aja kelakuan Aiko, eh tapi nih kalo Luis tau semua ini ulah Celine bisa habis dia.....
Dewiendahsetiowati
bener2 si Celine biang kerok🤣🤣
falea sezi
jd inget novel sebelah si raya/Curse//Curse/ cadel nya mirip aiko.. saking g mau punya adik lagi apalagi mama nya janda nikah ma bujang kaya raya .. bapak tiri blg adik di buat dari terigu beeh terigu di dapur di buang semua/Curse//Curse/
Penulis Eli: tapi ini beda ya 😬
total 1 replies
Ita Xiaomi
Ampun dah tante Celine dan Aiko nih😁
ceuceu
mudah-mudahan harry bener udah berubah
Dewiendahsetiowati
Dibalik jailnya Aiko ada luka yang tak kasat mata dihatinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!