NovelToon NovelToon
Pangeran Tidur

Pangeran Tidur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Mengubah Takdir / Romansa
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azumi Senja

Elora tak pernah percaya dongeng. Hingga suatu malam, ia membacakan kisah Pangeran Tidur dan terbangun di dunia lain.
Sebuah taman cahaya tanpa matahari,tempat seorang laki-laki bernama Arelion.
Arelion bukan sekadar penghuni mimpi. Di dunia nyata, ia adalah pewaris keluarga besar yang terbaring koma, terjebak di antara hidup dan mati. Setiap pertemuan mereka membuat sunyi berubah menjadi harapan, namun juga menghadirkan dilema yang menyakitkan.
Jika Arelion terbangun,ia akan kehilangan semua ingatannya bersama Elora ,
Jika Arelion tetap tertidur, dunia nyata perlahan kehilangannya.

" Bangunlah Arelion..meski dalam ingatanmu, aku tak akan ada.." ~ Elora ~


"Aku terjebak dalam tidur panjang
sampai dia datang
dan membuat sunyiku bernama" ~Arelion~

Ini bukan kisah putri tidur.
Ini adalah kisah tentang dua hati
yang dipertemukan dalam mimpi.
Tentang cinta yang tumbuh diantara dua dunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azumi Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi berdua

Malam itu, Arelion tertidur dengan gelisah.

Begitu matanya terpejam, dunia di sekelilingnya berubah.

Ia berdiri di sebuah taman yang tak pernah ia kenal—namun terasa anehnya… sangat akrab. Cahaya lembut menyelimuti segalanya, bukan cahaya matahari, bukan pula lampu. Seolah taman itu bercahaya dari dalam dirinya sendiri. Pepohonan berkilau keperakan, dan udara dipenuhi kilau halus seperti debu bintang.

Lalu Arelion melihatnya.

Dirinya sendiri.

Tubuh itu terbaring lemah di atas rerumputan bercahaya, wajahnya pucat, napasnya nyaris tak terdengar. Di sekeliling tubuh itu, kupu-kupu keperakan beterbangan pelan, sayap mereka memantulkan cahaya seperti serpihan kenangan.

Arelion melangkah mundur satu langkah. Dadanya terasa sesak.

“Apa ini…?” bisiknya, namun suaranya tenggelam dalam sunyi.

Tiba-tiba, salah satu kupu-kupu itu hinggap di udara tepat di depannya. Sayapnya bergetar lembut, lalu—dengan suara yang bukan suara, namun tetap terdengar jelas di kepalanya—ia berbicara.

“Kau akhirnya kembali.”

Arelion tertegun. “Kembali ke mana?”

“Kembali ke tempat kau pernah pergi,” jawab kupu-kupu itu. “Ke cahaya yang kau tinggalkan.”

Matanya beralih ke sisi lain taman.

Di sana, seorang wanita berlutut. Bahunya bergetar, isaknya tertahan namun penuh luka. Rambutnya tergerai, menutupi sebagian wajahnya..wajah yang tak bisa Arelion lihat, sekeras apa pun ia berusaha.

Wanita itu menggenggam tangan seseorang.

Seseorang yang wajahnya… sama persis dengannya.

 Dirinya dalam wujud lain, lebih muda, lebih rapuh. Wajah itu terlihat damai namun penuh luka lama, seolah telah terlalu lama menunggu.

“Siapa dia?” tanya Arelion dengan suara bergetar.

Kupu-kupu itu mengepakkan sayapnya pelan. “Dia yang memanggilmu..sehingga kau akhirnya terbangun ."

Memanggilku? ..

Kening Arelion berkerut .

Ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya ..

Taman yang penuh cahaya ..kupu-kupu yang bisa bicara..dan ..seorang perempuan ..

Isak wanita itu semakin jelas. Suaranya pecah, namun penuh keteguhan.

“Aku akan menolongmu .” ucapnya lirih. “Bertahanlah sebentar."

Jantung Arelion berdegup keras.

“Kau harus bangun di duniamu..meskipun ..aku tak akan ada di ingatanmu .."lanjut wanita itu disela isakannya.

Seketika, taman itu bergetar.

Cahaya meredup, kupu-kupu beterbangan lebih cepat, seolah panik. Sosok Arelion yang terbaring mengerang pelan dan saat itu, rasa sakit yang sama menghantam dada Arelion yang berdiri.

“Siapa kau…?” teriaknya pada wanita itu. “Kenapa rasanya… aku mengenalmu?”

Wanita itu mengangkat wajahnya perlahan.

Namun tepat sebelum Arelion bisa melihatnya

Cahaya pecah.

Taman runtuh menjadi serpihan kilau, kupu-kupu terbang menjauh seperti abu cahaya, dan suara itu kembali terdengar, satu kalimat terakhir yang menggema di kepalanya:

Temukan ingatanmu .

Kau hidup karena air mata dan hatinya yang memanggilmu

Arelion terbangun tersentak.

Napasnya tersengal, dadanya naik turun cepat. Kamarnya gelap, hanya lampu tidur yang menyala redup. Namun di lengannya ia membeku.

Ada satu helai cahaya keperakan yang perlahan memudar, seolah baru saja menempel… lalu menghilang.

Di ruang yang berbeda ..Elora sedang membantu melipat kain di ruang pelayan ketika dua pelayan lain ikut duduk di dekatnya. Suasana sore itu cukup lengang, hanya terdengar suara kain yang saling bergesek.

“Sebenarnya…” salah satu pelayan perempuan menoleh padanya, menurunkan suara, “kau itu dari keluarga mana, sih, Elora?”

Elora terdiam sejenak. Jemarinya berhenti melipat.

“Kami heran,” sambung pelayan itu hati-hati, “baru datang, tapi langsung jadi pelayan pribadi Tuan Muda.”

Elora tersenyum kecil—senyum yang lebih mirip usaha menenangkan diri daripada bahagia.

“Aku bukan dari keluarga mana pun,” jawabnya pelan. “Aku hanya anak panti.”

Kedua pelayan itu saling berpandangan.

“Aku tidak tahu siapa orang tuaku,” lanjut Elora, suaranya tetap tenang meski matanya sedikit meredup. “Sejak bayi aku sudah di panti.”

Ia kembali melipat kain, tapi kali ini gerakannya melambat.

“Yang kupunya cuma keluarga di sana,..namun aku sangat menyayangi mereka ."katanya lirih.

“Romi… Bu Panti… Sudah lama sekali aku tidak bertemu mereka.”ucapnya pelan

Ia menunduk, menarik napas dalam-dalam.

“Aku sangat merindukan mereka.”lirihnya pelan .

Pelayan di sampingnya tak lagi bertanya. Ada rasa sungkan yang tiba-tiba menggantung di udara.

Tak ada yang menyadari,di balik pilar lorong tak jauh dari sana, Arelion berdiri diam.

Setiap kata Elora masuk tanpa sisa.

Anak panti.

Tidak tahu keluarganya.

Rindu yang dipendam sendiri.

Dada Arelion terasa ditekan sesuatu yang tak terlihat. Ia teringat cara Elora selalu menahan diri, caranya berkata aku tahu tempatku, dan tatapan matanya saat menyebut orang-orang yang ia cintai.

Bukan dunia yang kejam..melainkan Elora yang terlalu sering belajar bertahan sendirian.

Arelion melangkah mundur tanpa suara, tak ingin kehadirannya mematahkan momen itu.

Elora baru saja selesai membereskan baki ketika langkah tegas itu berhenti tepat di hadapannya.

“Elora.”

Ia tersentak kecil. “Y-ya, Tuan?”

Bersiaplah,” kata Arelion singkat. “Kita akan keluar.”

Elora mengerjap bingung. “Keluar… sekarang?”

Arelion mengangguk pelan

“Hanya kita berdua, Tuan?” tanya Elora lagi, suaranya terdengar ragu.

“Ya. Kenapa?”

Elora menggeleng cepat. “Ti-tidak apa-apa. Saya akan segera bersiap.”

" Sepuluh menit ."

Elora tersentak .Matanya membola .

Tak ada penjelasan. Tak ada ruang untuk bertanya.

Beberapa saat kemudian, Elora duduk kaku di kursi penumpang mobil Arelion. Tangannya saling bertaut di pangkuan, pandangannya lurus ke depan, sementara mesin mobil melaju meninggalkan gerbang kediaman Arkaven.

" Tenang saja..aku tak akan menculikmu." Ucap Arelion seraya tersenyum tipis .

Ia menangkap ketakutan dan kecemasan secara bersamaan di wajah Elora .

Hening terasa beberapa saat.

Arelion sedaritadi fokus pada layar ponselnya .

Sedangkan Elora , napasnya tertahan sejenak, lalu dihembuskan perlahan, seolah ia sedang berusaha menenangkan dirinya sendiri. Lampu-lampu jalan berpendar samar di balik kaca mobil, memantulkan bayangan wajahnya yang masih tegang.

Awalnya ia hanya menebak-nebak. Hingga satu tikungan dilewati. Lalu tikungan berikutnya.

Jantung Elora berdegup lebih cepat.

Jalan itu…

Ia menelan ludah.

Semakin jauh mobil melaju, semakin jelas. Warung kecil di sudut jalan. Pohon flamboyan tua yang catnya mengelupas di pagar. Dinding panti yang warnanya sudah tak lagi secerah dulu.

" Tuaan.." nafasnya tercekat .

1
Masitoh Masitoh
seruuuuu
Efi Irsyad
cerita mengaduk perasaan saya /Cry/
Masitoh Masitoh
Episode awal yang menarik..siap-siap maraton
Masitoh Masitoh
Mampir thor
restu s a
mampir thor
Azumi Senja: Makasih kak 🥰
total 1 replies
Azumi Senja
🥰🥰🥰
Ziya Bandung
Makin seruuu nih..pinter banget sih thor 😍
Ziya Bandung
Seruuuuu bangeeetttt 👍
Azumi Senja
Ashiapppp
Ziya Bandung
Lanjuuuut
Sybilla Naura
lanjuuuuttt 😍😍
Sybilla Naura
Semoga Arelion tak amnesia
Azumi Senja: Semoga 🤭🤭
total 1 replies
Sybilla Naura
lanjuuuuuttttt
Sybilla Naura
Tiap bab nya bikin pinisirin 👍
Ziya Bandung
Seruuuuu👍
Ziya Bandung
Suka bangett cerita fantasi kaya gini..🫰🏻🫰🏻
Ziya Bandung
seruuuu😍😍
Sybilla Naura
Sukaa banget cerita dua dunia kaya gini..😍😍
Sybilla Naura
Wahhh..karya baru nih Thor..lanjuuuuuuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!