Di zaman sekarang ini adakah laki-laki yang serba bisa? sempurna!
jawabannya di novel kali ini ada!
Dia dijuluki Human Perfect oleh semua orang karena kesempurnaannya. Dia bernama Badai Bagaskara.
Lalu, sesempurna apakah dia?
Baca kisahnya dalam Novel Human Perfect. Dan disarankan bagi yang belum membaca Novel Tafsir Mimpi Sang Inspirator diharapkan membacanya terlebih dahulu, karena novel ini berhubungan dengan itu.
happy reading 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febby Sadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bernafas Dalam Air
Byur!!!!
Suara gemuruh air di dasar lautan. Seketika itu juga, Ratu Roro Kidul yang sedang berada di dasar laut Kidul tempat rahasianya, yang tiada satu pun makhluk dari bangsa jin apalagi dari bangsa manusia tau itu, dibuatnya langsung terkejut dengan suara gemuruh air.
Roro Kidul sontak menoleh ke belakang. Kapsul kapsul yang berjajaran di depannya sontak jadi ikutan bergerak dibuatnya.
"Siapa itu!!" pekik Roro Kidul.
Dan dimana saat itu juga, Faisal dan Najwa yang tertelan oleh aliran air terjun dari gua desa menyan, tembus sampai ke dasar lautan Kidul tempat rahasia yang Roro sembunyikan dari siapapun.
Segeralah Roro langsung meninggalkan tempat keberadaan kapsul kapsul yang berjajaran itu, untuk mengetahui sumber bunyi itu berasal.
Roro bergerak begitu cepat, bagaikan kilat di dasar lautan, membuat gelembung-gelembung dari jejak meluncurnya menghasilkan suara bergemuruh.
Para prajurit yang berkepala hewan, yang tengah menjaga di pintu masuk hutan dasar laut rahasia nya Ratu Roro Kidul nya, menyadari ada hal yang mencurigakan dengan suara gemuruh air tersebut. Gemuruh yang dihasilkan dari terburu-buru nya Ratu Roro Kidul nya bergerak, salah satu prajurit pun berkata.
"Sepertinya di dalam ada yang tidak beres!" ucap prajurit yang berkepala anjing laut.
Lalu menyahut lagi yang lain, "Tapi bukankah kita dilarang untuk masuk ke dalam. Lebih baik tetap patuhi sampai ada perintah berikutnya!" ucap salah satu prajurit yang berkepala kuda laut.
Mereka berdua pun tak jadi untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalam hutan dasar laut tempat rahasia Ratunya itu. Dan memilih untuk tetap setia menunggu di depan pintu masuk hutan dasar lautan itu.
Disisi lain, kini Najwa dan Faisal tengah berada di tempat yang mereka sendiri juga tak tahu dimana. Anehnya juga, Najwa dan Faisal merasa terkejut ketika keduanya tengah bukan berada di daratan, namun keduanya tengah berada di dasar lautan.
Dan yang tak habis pikirnya lagi, "Bukan kah ini air??? Dan kenapa aku merasa dapat bernafas di sini? apakah aku sedang tak sadarkan diri? apakah aku ini hanya jiwaku saja?" ucap Najwa, pada dirinya sendiri.
Yang dimana ucapannya terdengar oleh Faisal, yang tengah ada di dekatnya, yang Najwa sendiri pun baru sadar bahwa Faisal juga terhempas di tempat yang sama.
"Aku rasa tidak, aku juga dapat bernafas, padahal ini di air. Aneh!!" ucap Faisal, menyahuti perkataan Najwa.
Dan bersamaan dengan bertanya-tanya nya keduanya tentang apa yang mereka sendiri tak tahu jawabannya. Tiba-tiba lagi!
Byur!!!! Byur!!! Byur!!!
Suara gemuruh kembali terdengar di seluruh penjuru hutan dasar lautan Kidul tempat rahasia Ratu Roro Kidul.
Karena bersamaan dengan itu, Nabila, Ali, dan Badai kini terhempas pula di tempat yang sama dengan Najwa dan Faisal.
Sembari tak terlepas dari suara gelembung, Badai pun berkata, dimana mulutnya sembari mengeluarkan gelembung-gelembung kecil di setiap kata yang dia ucapkan.
"Kita ada di dasar laut!! Gelap!" pekik Badai.
Diikuti oleh sahutan dari Ali, yang di mulutnya juga disertai gelembung-gelembung di setiap kata yang dia ucapkan. "Iya aneh, kenapa kita dapat bernafas?!!" pekiknya juga.
Tak ingin ketinggalan untuk bertanya pula, untuk diri sendiri juga untuk kedua orang yang kini terhempas di tempat yang sama dengan dirinya, Nabila pun juga mengeluarkan pendapatnya.
"Iya!!! aneh!!!" lalu sambil menunjukkan gelembung-gelembung air yang keluar di setiap kata yang diucapkannya, "Dan ini gelembung air!! Artinya kita dapat bernafas di dalam air!! Sungguh ajaib! luar biasa?!! Kekuatan apa ini?!!" pekik Nabila. Yang memang untuk pertama kalinya, dia merasa dirinya ajaib, dapat bernafas di dalam air. Juga dirinya yang tak menggunakan pelindung maupun alat bantu apapun dalam penyelaman yang tak di sengaja itu.
Najwa dan Faisal yang berada sekitar jarak lima puluh meteran dari tempat Nabila, Ali dan Badai berada. Langsung lah dia hendak bergerak menuju ke tempat Nabila, Ali dan Badai kini berada. Dan hal itu pun membuatnya kembali terkejut atas apa yang dia rasakan.
"Loh!!! Aku jadi seperti ikan!! dapat berenang lancar!" pekik Najwa, antara senang juga sekaligus merasa aneh.
"Kau benar!!" pekik Faisal. Dimana dia terus saja menanggapi apa yang Najwa katakan, tanpa menyebut nama Najwa sekalipun, karena memang Faisal belum mengenal Najwa, bahkan berkenalan pun belum. Dia hanya tahu bahwa itu Najwa, saat Badai terus menyebutnya sebelum mereka akhirnya terhempas ke dalam aliran air terjun desa Menyan.
Najwa dan Faisal pun bergerak ke arah Nabila, Ali dan Badai. Dimana gerakannya ini seperti penyelam yang telah profesional. Seperti memakai alat bantu berenang, padahal tak satu pun melekat pelindung ataupun alat bantu berenang di tubuh Najwa maupun Faisal.
"Najwa!!!" pekik Nabila.
Bersamaan dengan itu, Badai pun juga memekik, "Faisal!!!"
"Kalian berdua terhempas disini juga?!!" ucap Ali.
"Iya mas Ali." jawab Najwa.
Gara-gara keanehan semua itu, membuat ketiganya tak sadar bahwa tujuan mereka turut ikutan meminum aliran air terjun gua desa Menyan itu adalah untuk menyusul Najwa dan Faisal.
"Aku pikir kalian bukan terhempas disini! ternyata disini juga!" pekik Badai.
"Sebenarnya aku dan temanmu ini terhempas di sebelah sana." sambil tangan Najwa menunjuk ke arah yang sedikit jauh. Kemudian Najwa melanjutkan perkataannya, "Tapi aku mendengar gemuruh kehadiran kalian. Akhirnya aku dan temanmu ini memutuskan untuk datang ke sumber suara. Ternyata kalian juga menyusul kami?!!" ucap Najwa.
"Aku mengkhawatirkan Faisal. Jadi aku berpikir untuk menyelamatkan kalian berdua." ucap Badai.
"Tanpa perlu kau selamatkan, sepertinya aku rasa aku dapat menyelamatkan temanmu seorang diri, jika tau ternyata kita dapat bernafas di dalam air saat ini!" sahut Najwa.
Nabila yang mendengar percakapan Najwa dan Badai sahut sahutan dengan nada ketus, itu pun langsung ikutan menyahut, untuk menengahi.
"Badai, juga aku dan mas Ali sejujurnya penasaran apa yang membuat Riz, Naz, Rangga dan Marya menghilang. Karena menurut riwayat mereka berempat itu hilang setelah minum air dari aliran air terjun desa Menyan." ucap Nabila, yang menengahi percakapan sengit antara Najwa dan Badai.
Lalu Nabila melanjutkan, "Tapi kembali lagi, benar yang Najwa katakan, andai tahu kita setelah terhempas ke dasar lautan begini kita dapat bernafas di dalam air, pastinya kita tak perlu merasa khawatir. Tapi, malah heran juga." ucap Nabila.
"Ya benar, kalau memang mereka berempat delapan belas tahun yang lalu terhempas di tempat yang sama seperti kita sekarang, terhempas di dalam dasar lautan begini. Harusnya mereka sekarang ada." dimana ucapan Nabila itu, memunculkan statement baru di pikiran Ali secara logis.
"Ya mas Ali benar juga!" sahur Badai juga, yang setuju atas statement Ali tentang bernafas di dalam air.
"Lalu pertanyaannya, bagaimana kita dapat menemukan jasad teman-teman bapakku disini? Sedangkan disini sangat gelap. Aku saja dapat menemukan kalian disini mengikuti sumber suara gemuruh yang aku dengar. Bagaimana kita dapat memecahkan penelitian ini sekarang?!!" ucap Najwa.
Dan ditengah-tengah bertanya-tanya nya mereka, satu suara tiba-tiba menyahut, dimana suara itu langsung mengejutkan semuanya sekaligus.
"Hahaha ternyata kalian yang datang!!!" ucap satu suara itu.
.
.
.
Lanjutannya besok 😘
apakah punya anak sama umur nya