Tentang kebencian terhadap keluarga sendiri,Andra Gunawan.Tuan muda kaya raya yang penggangguran bertekat untuk menjadi penghancur keharmonisan keluarga nya sendiri.
Pelangi gadis pemilik senyum manis yang hidup nya porak poranda setelah bertemu Andra.
Dua kepribadian yang bertolak belakang,mampukah mereka menjalin kedua sisi tali yang berseberangan menjadi satu????
Hello Plend!
Mohon kritik dan saran yang membangun.
Terimakasih.😇😇😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.Martha galau
Namun ucapan dan usaha adalah dua hal yang berbeda.
Bukti nya semakin Martha meyakin kan hati nya,hati nya malah terasa semakin sakit.
Sudah seminggu ini mereka mulai menjual kue-kue buatan mereka,dan selama seminggu ini juga Andra ikut bersama mereka.
Entah sengaja atau tidak,kedua mata Martha selalu melihat Andra dan Pelangi terlibat satu sama lain.
Entah tangan mereka yang tidak sengaja saling bersentuhan,atau ketika mata Andra tidak sengaja kemasukan debu dan Pelangi yang meniup nya,atau saat Andra yang sengaja merangkul Pelangi karna jalan yang berdesak-desakan di pasar.
Mereka bahkan terlibat dalam candaan sesekali dan terlihat bertengkar sesekali.Mereka seperti sepasang kekasih yang saling menggoda di mata Martha.
Seperti pada hari ini.
"Dia kenapa?" bisik Andra ketelinga Pelangi.
Pelangi yang tadi nya mengelompok kan kue menurut jenis nya,agar lebih mudah dipilih oleh pembeli,menoleh ke arah Andra.
Wajah mereka yang sangat dekat membuat bibir mereka nyaris bersentuhan.
Mata Andra pun terbelalak,pasal nya dengan jarak sedekat itu dia dapat melihat bulu mata lentik Pelangi,bahkan bulu-bulu halus di pipi nya terlihat jelas.
"Maaf maaf,kamu tadi tanya apa??" sadar akan jarak mereka yang terlalu dekat,Pelangi sontak menjauh kan diri nya.
Andra yang melihat Pelangi yang seolah-olah enggan berdekatan dengan nya,merasa sedikit jengkel.
"Hei..nona jantan!!Apa yang kau lakukan diam seperti orang bodoh di situ?,bantu kemari"
Dia jadi berteriak pada Martha,yang susana hati nya yang sedang buruk.
Mendengar Andra yang berteriak pada nya,membuat Martha makin kesal.Bisakah pria ini sekali saja bebicara baik pada nya??
Kenapa ketika kepada Pelangi,dia dapat berbicara dengan lembut?
"Terserah ku,apa urusan mu?"
Balas Martha juga berteriak.
Teriakan mereka menarik perhatian para ibu-ibu yang tadi nya sedang berbelanja.
Karna tertarik pada tiga orang penjual yang cantik dan muda didepan mereka,mereka pun langsung menyerbu dagangan mereka.
"Cantik tolong bungkuskan aku kue nya 10 biji,dan gorengan nya 10 biji,di mix."
Kata pembeli pertama,semabari mengamati mereka bertiga.
"Baik bu,mohon di tunggu" ramah Pelangi.
"Saya juga,saya ingin dadar gulung 10 biji dan risol nya 10 biji"
"Saya ingin gorengan saja 20 biji"
"Dan saya.."
Pembeli semakin banyak,dan mereka semua jadi sibuk.
Andra dengan sigap membantu Pelangi membungkus kue atau gorengan yang sudah di kemas Pelangi,sementara Martha yang kesulitah memberi kembalian nya dibiarkan begitu saja.
Tambah kesal lah hati Martha,apalagi jika mendengar gurauan para ibu-ibu.
"Mas kok bisa kedua istri nya di bawa jualan,apa gak berantem nanti?" tanya ibu berbaju merah kepo.
"Iya mas,malah kedua-dua nya cantik lagi.Bagi waktu nya bagaimana mas??" ibu berbaju hijau tidak mau ketinggalan.
"Mas nya enak bisa ganti-ganti rasa,lah si mbak nya pada gimana??" oh...ibu berbaju hitam menambah panas suasana.
"Eh..bu ibu-ibu kita bukan seperti yang para ibu-ibu pikirkan"Sanggah Pelangi.
"Ibu-ibu dimata saya para ibu-ibu jauh lebih menggoda dari pada kedua orang ini" seandai nya Andra mengatakan nya dengan senyuman mungkin orang-orang akan percaya,tapi dia me gatakan dengan mimik wajah datar.
"Ih si mas nya bisa aja" Para ibu-ibu julid pun segera membubarkan diri setelah membayar dan menerima pesanan masing-masing.
Ck
"Mana mungkin pria tampan seperti ku tertarik pada kalian" gerutu Andra.
Brak
Tiba-tiba Martha menghempaskan tempat uang yang dipegang nya di atas meja jualan,dengan kuat.
"Aku juga tidak tertarik,jadi jangan terlalu percaya diri" ketus nya lalu pergi meninggalkan mereka dalam kebingungan.
Andra dan Pelangi saling memandang heran.
"Kenapa dia?" tanya Andra bingung.
"Tidak tau" jawab Pelangi yang sama-sama bingung.
Sesampai nya dirumah yang sudah dihuni nya nyaris sepanjang hidup ini,Martha langsung masuk ke kamar dan menutup pintu dengan kuat.
Bam
Sontak Ibu panti dan anak-anak terkejut mendengar debaran pintu yang menghantam kuat.
Sebagai seorang Ibu dengan banyak anak yang berbeda-beda karakter,dia paham jika saat ini Martha sedang tidak baik-baik saja.
"Bermain lah diluar,Ibu akan pergi ke kamar kak Mar dulu.Jangan berlarian dijalan"
Peringat nya yang diangguki oleh anak-anak.
Dia pun memutus kan untuk melihat putri nya yang biasanya periang ini,kini dalam suasana hati yang buruk.
Tok tok tok
"Boleh Ibu masuk Mar?"
Panggil nya dengan lembut,tidak ada suara sahutan dari dalam.Namun Ibu panti tidak patah semangat.
Sebagai seorang Ibu yang berhasil mengayomi banyak anak,yang tidak berhubungan darah dengan nya,dia sudah lama mengasah kesabaran berlapis agar tidak mudah marah.
"Apa sekarang putri Ibu tidak lagi menginginkan wanita tua ini untuk menjadi tempat berkeluh kesaah ya??"
"Atau ada hal yang tidak boleh Ibu ketahui??"
Suara nya tetap lembut saat membujuk anak-anak nya,baik itu yang masih kecil atau yang sudah besar.
Lama menunggu masih tidak mendapat jawaban,maka dia hanya mampu menghela nafas panjang.
"Baiklah,jika kamu sudah siap bercerita,datanglah pada Ibu.Oke."
Sang Ibu panti pun perlahan membalikkan badan nya dan mulai berjalan menjauh dari kamar Martha dan Pelangi.
Namun di dalam hati,Ibu panti mulai menghitung mundur.Karna dia paham Martha dengan baik.
3,
2,
1,
Ceklek
"Bu.."
Tiba-tiba pelukan hangat meliputi tubuh tua Ibu panti.
"Dasar anak bodoh,ingin bersembunyi dari wanita tua ini." Ibu panti terkekeh pelan sembari menepuk tangan Martha yang masih memeluk nya.
"Bu...aku aku"
Martha merasa sangat malu hingga tidak mampu mengucapkan isi hati nya.
"Oke,Ibu tidak kemana-mana.Tapi jika seperti ini bahu Ibu bisa berdarah kembali,loh."
Menyadari diri nya yang bertindak bodoh membuat Martha buru-buru melepaskan pelukan nya.
"Apakah sakit bu???Aku lupa jika aku bukan anak kecil lagi."
Hehehe
Dia hanya mampu menyengir konyol dan memperlihat kan deretan gigi putih nya.
"Ayo bu." dia menarik tangan Ibu panti dengan lembut menuju kamar.
"Jadi ada apa dengan mu?"
Begitu Ibu panti duduk,Martha langsung ditodong dengan pertanyaan sang Ibu.
Martha tidak langsung menjawab,melainkan dia hanya menunduk menatap lantai atau jemari kaki nya.
"Apakah itu hal yang memalukan?"pancing Ibu panti lagi.
"Bu...aku aku bingung dengan hati ku"cicit nya lemah.
"Kenapa bingung?"
"Hmm...."dia sibuk melirik kesana kemari sembari memilin-milin ujung rok nya.
Ibu panti masih senantiasa menatap nya lekat.
"Aku seperti nya menyukai seseorang"
Begitu suara pengakuan nya terdengar,maka terdengar lah suara tawa bahagia Ibu panti.
Hahaha
Hahaha
Wajah Martha perlahan-lahan berubah menjadi merah,seperti nya dia mulai menyesali pilihan nya.
"Oh..lihat lah aku,jadi...putri ku telah dewasa ya!"
Ledek nya pada Martha,yang membuat wajah nya semakin memerah.
Hahahah
Tawa Ibu panti kembali berderai lembut.
Tatapan mata nakal nya membuat Martha ingin menggali lubang untuk dirinya,dan bersembunyi di dalam nya.
"Tapi...seperti nya dia menyukai orang lain bu"
Lirih nya lemah,wajah nya yang tadi nya memerah kembali murung.
"Cinta bertepuk sebelah tangan?"
Ibu panti akhir nya paham mengapa putri nya ini tampak murung,ternyata pertama kali jatuh cinta namun orang yang disukai malah menyukai orang lain.
"Jadi yang membuat mu kesal adalah..?" Ibu panti tidak ingin putri nya ini larut dalam kekesalan karna perasaan nya yang tidak bersambut.
"Aku..aku tidak suka dia terlalu memperhatikan wanita lain bu,aku juga ingin dia memperhatikan ku juga." jawab nya tegas.
"Apakah kamu pernah mengatakan kalau kamu menyukai nya?" tanya Ibu lagi yang hanya dijawab kebisuan Martha.
"Jika kamu tidak pernah mengatakan nya,bagaimana kamu tau jika dia menyukai wanita lain???tapi jika kamu pernah mengungkap kan perasaan mu tapi dia tetap memperhatikan wanita lain dengan sengaja atau tidak di depan mu,itu arti nya dia tidak menyukai mu dan ingin memberitahu kamu untuk menjaga jarak dari nya."
"Jadi..hal apa yang membuat mu tidak suka dan marah jika dia memperhatikan wanita lain??bukan kah dia pria bebas yang bukan milik mu??"
Pernyataan Ibu panti bagai pedang tak kasat mata,yang menghujam kesadaran Martha.
Ibu benar,apa yang mendasari rasa marah nya??
Mengapa Andra tidak boleh perhatian pada Pelangi??
Dan mengapa dia menjadi wanita bodoh,yang akan merusak pertemanan mereka dengan rasa sepihak nya???
Martha menjadi bungkam dengan pikiran nya,sore itu dia habis kan merenungi pikiran nya..
Ibu panti yang paham tidak mengijinkan siapapun mengganggu nya,bahkan saat Pelangi ingin datang,dia dilarang keras oleh Ibu panti.