NovelToon NovelToon
Dijebak Menikah CEO Beristri

Dijebak Menikah CEO Beristri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eyha

ig : @dora_eyha

Kehidupan rumah tangga yang bahagia menjadi impian bagi setiap pasangan menikah. Namun, jalan terjal selalu siap menantang di masa depan.

Seperti yang dialami Daffin Miyaz Stevano dan istrinya Zafreena Evren Stevano, bertahun-tahun menikah mereka tak kunjung mendapatkan buah hati.

Hingga muncullah rencana gila dari Reena saat melihat Ayasya, janda muda yang di tinggal mati oleh suaminya.

Akankah, Daffin menuruti keinginan Reena?
Lantas, bagaimana nasib Ayasya sang janda muda?

Mari simak kisah romantis penuh haru yang di balut konflik dan intrik pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SERATUS PASANG KAKI

Kebahagiaan ini akhirnya aku rasakan kembali. Tak pernah terbayangkan aku akan sebahagia ini ketika aku memutuskan untuk kembali ke tempat aku di besarkan. Dulu, aku begitu ingin meninggalkan tempat itu karena aku ingin terbang dan melihat dunia. Tapi kini, aku sendiri dan tak memiliki tempat untuk kembali. Maka pilihan terbaik yang aku punya hanyalah kembali ke tempat aku di besarkan karena disanalah keluargaku berada.

Tanganku masih tertahan pada handle pintu kamar tidurku. Keraguan masih menghantui pikiranku, tapi aku harus merapihkan pakaian dan juga barang-barangku sebelum aku pergi.

CEKLEK...

Tarikan nafasku di barengi dengan suara pintu yang terbuka. Aku memasuki kamar dan memandangi setiap sudut kamar yang menyimpan kenangan indah kak Erlan.

Pandangan mataku langsung berhenti pada tumpukan kotak yang tersusun di salah satu sudut kamar dan hampir memenuhi setengah ruangan. Rasa penasaran mendorongku mendekati kotak-kotak itu dan alangkah terkejutnya aku ketika mengetahui apa isi kotak-kotak itu. Sepatu dari berbagai brand dengan warna dan desain yang berbeda. Seingatku, aku tidak memiliki sepatu sebanyak ini. Lalu, milik siapa ini?

Pikiranku berpendar mencoba mengingat asal usul tumpukan sepatu-sepatu tersebut. Sambil terus berpikir, aku pun menghitung jumlah sepatu itu yang ternyata berjumlah seratus pasang.

'Seratus pasang? Daffin?'

Ingatanku kembali dimana ketika Daffin membuang sepatuku di rumah sakit dan dia mengatakan akan menggantinya dengan seratus pasang sepatu. Apakah ini ganti rugi yang dia maksud?

Bibirku mengulas senyum tipis. "Ternyata si Plankton masih memiliki sisi baik dalam dirinya." gumamku.

Aku tak begitu menghiraukan tumpukan sepatu itu karena aku memang tak menginginkannya. Aku bergegas membuka almariku dan merapihkan pakaian serta barang-barang berharga yang di berikan kak Erlan serta beberapa aset yang dia tinggalkan.

Cukup lama aku mengemas semua barang-barangku hingga pagi menjelang dan mataku belum terpejam sama sekali. "Astaga, aku harus cepat." teriakku, saat melihat jam di dinding.

Aku segera menutup koperku dan menariknya untuk menuruni tangga, tapi saat tiba di tangga aku mulai kebingungan bagaimana cara menurunkannya.

"Tidak mungkin aku mengangkatnya. Koper ini sangat besar dan juga berat." keluhku. " Apa yang harus ku lakukan?"

Tiba-tiba saja ide gila dan konyol terlintas di kepalaku. "Baiklah, ayo lakukan, Ayasya!" teriakku seraya mendorong koper besar itu menuruni tangga seperti sedang berselancar.

DEBUM...

Koperku mendarat sempurna di lantai dan menimbulkan suara yang cukup keras. Aku menuruni tangga dan memeriksa koperku yang terjatuh dengan posisi terlentang.

"Semuanya baik." ucapku sembari merubah posisi koper menjadi berdiri dan bersiap untuk menariknya.

Tapi tiba-tiba sebuah suara mengejutkanku. "Tidak semuanya!!!"

Aku menaikkan pandanganku dan melihat Daffin yang sedang duduk di sofa. Tangannya memegang ponselku yang masih menyala dan tatapan matanya sangat tidak bersahabat, ada kemarahan dan kekecewaan di sana.

'Tapi tunggu, apa yang membuatnya kecewa?'

"Bagaimana kau bisa masuk kesini? Dimana kak Reena? Bukankah kalian sedang berlibur?" tanyaku acuh sambil terus menarik koperku.

Sikap tirani Daffin membuatnya mengacuhkan pertanyaan dan rasa ingin tahuku.

"Letakkan itu. Ayo kita bicara!" titah Daffin, sorot matanya masih begitu menakutkan.

Tak ingin membuang waktu, aku pun langsung menurutinya dan duduk di sofa yang berada di samping Daffin. Aku tidak ingin terlalu dekat dengannya. Apalagi kami hanya berdua, tanpa kehadiran Shaka atau siapapun.

"Bicaralah!" ucapku membuka pembicaraan.

"Kenapa kau melarikan diri?"

"Aku? Melarikan diri? Tidak. Aku hanya ingin pulang ke rumahku sendiri."

Daffin menghela nafas. "Kau mungkin bisa membodohi para pelayan itu, tapi kau tidak bisa membodohiku."

"Maksudmu?"

"Kau pasti berpikir jika kau berjalan ke arah yang berbeda, aku tidak akan mencarimu ke rumah ini. Tapi aku tahu pasti bahwa kau tidak memiliki tempat untuk kembali selain rumah ini."

Apa yang di katakan Daffin memang benar. Aku memang tidak punya tempat untuk pulang, tapi kenapa itu terdengar sangat menyakitkan ketika keluar dari mulut Daffin. Rasanya aku ingin menangis dan mengatakan padanya bahwa aku butuh tempat untuk bersandar bukan tempat penyiksaan batin yang dia sediakan untukku.

"Oh," ucapku malas seraya memutar kedua bola mataku.

"Ayo, pulang!" Daffin sudah berdiri dan memakai jaket hitam yang pas di tubuhnya.

"Tidak! Itu bukan tempatku." tolakku, dan masih enggan beranjak dari tempatku.

"Apa maksudmu? Jangan selalu membuat masalah!"

"Untuk apa aku kembali ke tempat itu? Untuk menjadi selir? Atau untuk menjadi bahan cacian dan hinaan orang lain karena telah menjadi orang ketiga dalam rumah tanggamu!!!" Luapan emosi tak bisa lagi aku tahan.

"Selir?" Daffin menatapku bingung. "Kau bukan selir. Kau itu istriku." tambahnya.

"Iya. Istri keduamu." jawabku seraya mencebik.

Daffin kembali duduk dan menatapku. "Lalu, apa yang kau inginkan?"

"Ceraikan aku! Jika memang pernikahan itu benar adanya."

Tangan Daffin mencengkram ujung sofa, sorot matanya menampakkan kemarahan. Aku sudah terbiasa melihat sikapnya yang seperti itu padaku.

"Apa? Kau mau membahas hutang piutang denganku." tanyaku dengan nada yang menantang.

Aku berdiri dan membuka koperku untuk mengambil sesuatu di dalamnya.

"Ini!" Aku melemparkan sebuah dokumen di atas meja.

Daffin sempat menatapku sebelum tatapannya beralih kepada dokumen yang kini tergeletak di meja. "Apa ini?"

"Itu sertifikat rumah ini. Anggap saja sebagai pembayaran hutangku karena telah merusak mobilmu yang amat sangat begitu mahalnya." ucapku penuh kebanggaan. "Aku juga berterima kasih karena kau telah mengembalikan mobil tersayangku, tapi maaf aku tidak bisa menerima seratus pasang sepatu yang kau berikan karena aku hanya punya sepasang kaki bukan seratus pasang kaki." tambahku.

Daffin tak melepaskan pandangannya dariku hingga aku selesai bicara. Dan tanpa mengatakan sepatah katapun, Daffin berdiri dan meninggalkanku yang masih menunggu jawabannya.

"Hei, apakah kita sudah resmi bercerai!!!"

Teriakanku menghentikan langkah kaki Daffin, dia berhenti di ambang pintu dan menempelkan sebelah tangannya di pintu kemudian menoleh padaku dengan tatapan yang dingin dan seolah langsung menghujam jantungku.

"Jangan pernah memikirkan hal itu lagi!"

Hallo semuanya🤗

Maaf atas keterlambatan upnya 🙏

Terima kasih untuk yang masih setia dan menunggu author yang amburadul ini 😘

Jangan lupa tap jempolnya 👍 dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 👇 sertakan juga votenya 👈 sebagai mood booster untuk author kesayangan kalian 😍

I ❤ U readers kesayangan kuhh

1
Amylianamiralisa Liana
Luar biasa
tini karim
masa masih hamil lagi pingsan kok bisa nikah ..n entah walinya siapa .. meski cuman novel tp ya ga gitu juga cr nikahnya
Kurmila Wati
ko aku ngga nemu judul nya di noveltoon
RossyNara
/Good//Good//Good//Good/
Eyha: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Miya Wibowo
hahahahahaahhaha
Miya Wibowo
lh wes tamat
Eyha: lanjut cerita anak-anaknya Plankton, kak 🤗
total 1 replies
Miya Wibowo
shakaaa😭😭😭
fitri hutagaol
👍👍👍
fitri hutagaol
😭😭😭😭😭
fitri hutagaol
😭😭😭
Milo Chasanah
bagus🤩🤩🤩😛
Jarmini Wijayanti
suka banget
Surti
Erlan, Daffin, shaka dan Ayaya adalah cinta segi empat. tapi cinta sejati tak pernah salah memilih dan bersatu. sehingga Erlan dan shaka tahu bahwa cinta mereka hanya bertepuk sebelah tangan, sehingga memilih takdir meninggalkan dunia dan membawa cintanya untuk selama lamanya...
masya allah luar biasa ceritamu thorr,,, dari awal sampai di bab ini aku suka semuanya apalagi sifat ayaya huh yg begitu menggemaskan😘
Eyha: tengkyuu kakak 😘
total 1 replies
Surti
lily masih hidup, dia ada di hadapanmu fin telah menjadi istrimu
Surti
jawaban yg konyol 😂😂😂
Surti
aku suka dgn sikap ayasya yg keras dan tidak takut👍👍👍👍
Nani Rodiah
menarik🥰
Putri
lama lama bosen sama sikap si aca
Halimah Tusahdiah
😏
Haryanti Puji Rahayu
bagus ceritanya di awal awal, tp sampai disini kok Acha lama2 menyebalkan,, sudah Thor aku mbaca sampai disini saja ya,, semangat untuk Author nya💪💪
Eyha: siap 💪

Terima kasih kakak sudah menyelam sejauh ini 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!