Arrkkhhh sakit! Tuan tolong lepaskan aku, aku mohon. Delisa Jenifer
Diam! Kau sekarang adalah istriku, dan aku berhak melakukan apapun terhadap dirimu. Bahkan sampai melenyapkan mu pun aku sanggup. Albert Halston Xanders
Delisa gadis cantik yang tiba-tiba di culik dan dipaksa menikah dengan seorang pria yang tidak dia kenal sama sekali.
Menjalani pernikahan dengan Tuan Muda yang kejam, membuat hari-hari Delisa seperti di neraka.
Mampukah Delisa bertahan dengan pernikahan ini?
Atau mampukah Delisa mengubah sosok Tuan Muda yang kejam menjadi pria yang baik?
Yang penasaran dengan ceritanya, langsung saja kepoin ceritanya disini yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi Lemah Di Hadapanmu
🌷Mansion Albert🌷
"Ferdi, bagaimana apakah sudah ada hasil yang kau dapat tentang kematian orang tua Albert?" tanya Delisa menatap intens Ferdi.
"Maaf Delisa, aku baru menyelidikinya. Dan belum mendapatkan hasil," ucap Ferdi menunduk dengan raut wajah yang lesu.
"Hei Ferdi jangan bersedih, aku tidak apa-apa." Delisa menyentuh pundak Ferdi membuat Ferdi mendongakkan wajahnya menatap Delisa. Wajah yang selama ini mampu menggetarkan hatinya.
"Maafkan aku Delisa karena belum bisa mendapatkan kebenaranya. Tapi, aku janji akan segera menemukan bukti itu dan membawamu pergi dari tempat ini," ucap Ferdi dengan sungguh-sungguh.
"Terima kasih Ferdi." Delisa tersenyum kala Ferdi berjanji akan mendapatkan bukti kematian orang tua Albert.
"Delisa, sampai kapan kau akan menutupi semua nya dari Kak Albert?" tanya Ferdi penasaran.
"Sampai aku tahu kebenaranya Ferdi," jawab Delisa yang sudah tidak sabar mengetahui fakta perihal kematian orang tua Albert.
"Jika orang tuamu bersalah atau tidak bersalah, apa kau akan memaafkan Kak Albert? Memaafkan segala perbuatan Kak Albert kepadamu," Ferdi kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama seperti beberapa hari yang lalu.
Delisa mengangkat kedua pundaknya. "Entahlah Ferdi, aku tidak tahu."
"Bersabarlah Delisa. Aku yakin kau wanita yang kuat dan mampu melewati semua ini." Ferdi menyentuh jemari tangan Delisa, berusaha menyemangati wanita yang ada di sampingnya.
"Ya Ferdi, aku yakin aku bisa," ucapnya dengan tersenyum manis menatap Ferdi.
Tanpa menunggu persetujuan Ferdi, Delisa langsung menyandarkan kepalanya ke pundak Ferdi.
"Kau tahu Ferdi pundakmu begitu nyaman untuk ku sandari," kata Delisa yang masih menyandarkan kepalanya di pundak Ferdi.
"Maka terus bersandar lah, jika itu membuatmu nyaman."
"Makasih Ferdi. Tapi, aku takut jika kekasihmu marah jika aku terus bersandar." Akhirnya lolos juga perkataan itu dari bibir tipis Delisa.
"Hahahaha ... kau ini lucu sekali Delisa," ucap Ferdi sambil tertawa kala mendengar pertanyaan Delisa.
"Kenapa tertawa Ferdi?" Delisa mengerutkan keningnya menatap Ferdi yang masih tertawa. Delisa tidak tahu hal apa yang telah membuat Ferdi seperti itu, tertawa tanpa ada jeda sama sekali membuat Delisa bingung di buatnya.
Selang beberapa menit, Ferdi menghentikan tawanya dan berucap. "Karena aku belum memiliki kekasih," jujur Ferdi.
"Serius?" tanya Delisa penasaran.
"Ya ...," jawab Ferdi sambil mengangguk.
"Sayang sekali, kau memiliki wajah tampan tapi tidak memiliki kekasih," ledek Delisa.
"Apa kau ingin jadi kekasih ku Delisa?" tanya Ferdi dengan serius. Namun, Delisa menyambutnya dengan tertawa seakan ucapan Ferdi hanyalah bualan saja yang tak patut dia dengar. Mana mungkin dia menjalin hubungan dengan Ferdi yang nota bene nya sepupu Albert pria yang berstatus sebagai suaminya sekarang.
"Hahahaha ... Ferdi bercanda mu cukup lumayan."
"Aku serius Delisa ...,"" ucap Ferdi sambil menatap intens wajah Delisa yang ada di hadapannya saat ini.
Sebuah tatapan yang tampak teduh, dan terlihat sangat tulus, berbeda hal nya dengan tatapan yang Albert berikan kepadanya.
Mendengar itu membuat Delisa terdiam menatap ke dalam mata Ferdi, melihat lebih dalam lagi. Sungguh tidak ada kebohongan dari dalam mata Ferdi.
"Ferdi ...," lirih Delisa yang masih belum percaya dengan apa yang dia dengar.
"Aku serius Delisa, aku serius dengan perkataan ku." Ferdi memberanikan diri meraih tangan Delisa, berusaha meyakinkan atas ucapannya kepada Delisa bahwa apa yang dia lontarkan itu memang benar adanya.
"Maaf ...," lirih Delisa kembali.
"Maaf Ferdi, aku harus masuk ke dalam," pamit Delisa yang kemudian berlalu meninggalkan Ferdi yang masih bergeming di tempatnya.
🌷PT. XANDERS CORPERATION🌷
Sementara di tempat lain, seorang pria tampak geram kala melihat pemandangan yang ada di layar pintarnya, membuat matanya terasa panas. Kedua tangan nya mengepal bahkan buku jari-jari nya pun memutih, sorot matanya memerah memancarkan sebuah amarah yang ada di dalam sana. Pria itu adalah Albert, niat hati ingin mengetahui apa saja yang di lakukan oleh Delisa di dalam mansion nya, dan ternyata Albert melihat Delisa yang begitu akrab dengan Ferdi.
'Berani sekali kau merayu sepupuku.' Albert
"Charly ...," panggil Albert dengan suara petirnya dan mampu di dengar oleh Charly yang kini berada di luar ruangan Albert.
"Iya, ada apa Tuan," sahut Charly yang baru saja masuk ke dalam ruangan Albert.
"Apa kau tahu tentang hubungan Ferdi dan wanita itu?" Albert memicingkan matanya menatap ke arah Charly, seakan mencari kebenaran di dalam sana.
Dan benar saja setelah lama dia memandang, ternyata hanya ada kebenaran yang tersirat di dalamnya.
"Maksud Tuan Nona Delisa?"
"Ya, siapa lagi kalau bukan dia." Albert mendengus kesal perihal Charly yang masih belum connect dengan pertanyaan nya.
"Mereka hanya berteman saja Tuan. Tidak hanya Tuan Ferdi saja yang menjadi teman nya Nona Delisa saat ini, tapi Angga juga Tuan," terang Charly yang memang benar adanya.
"Angga ...?" Kedua alis Albert saling bertautan, dia sangat terkejut mendengar fakta yang ada. Dia tak percaya bahwa selain Ferdi, Delisa juga berhasil mendekati Angga selaku salah satu pengawal pribadinya yang lain.
"Iya Tuan, dia berteman dengan Nona Delisa. Dan mereka juga sering mengobrol bersama," jelas Charly perihal hubungan antara Angga dan Delisa kepada Albert. Charly berharap Albert tidak akan salah paham atas apa yang dia sampaikan barusan.
'Ternyata benar dugaanku, bahwa kau wanita jalang yang selalu mencari cara untuk mendekati pria lain. Lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu.' Albert
🌷Mansion Albert🌷
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, kini mobil mewah Albert sudah terparkir sempurna di lobby mansion. Albert turun dari mobil, melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion.
"Dimana wanita itu Bi?" tanya Albert yang sudah berada di ruang tengah.
"Non Delisa ada di kamar anda Tuan," jawab Bi Mimi pelan sambil menundukkan kepalanya.
Dengan langkah lebar Albert berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Albert sudah tidak sabar ingin sekali memberikan hukuman untuk Delisa karena sudah berani berteman dengan orang-orang nya. Sungguh Albert tidak terima jika Delisa menjalin pertemanan dengan Ferdi maupun Angga. Entah kenapa hatinya merasa sakit kala melihat Delisa yang tertawa lepas bersama pria lain.
BRAK!
Bunyi suara yang begitu memekikkan telinga membuat Delisa yang berada di dalam kamar nya terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu.
"Tuan Albert," sapa Delisa dengan raut wajah yang sedikit terkejut, namun terselip senyum manis di wajahnya.
"Kau, apa yang kau lakukan di kamar ku ini?" tanya Albert sambil berjalan ke arah Delisa dengan tatapan membunuh.
"Auuuuww ... sakit Tuan," ringis Delisa kala Albert mencengkeram kuat kedua pipi Delisa.
"JAWAB!" bentak Albert dengan suara petirnya yang semakin menggelegar.
"Maaf Tuan," lirih Delisa sambil menunduk tak mampu untuk menatap wajah Albert.
"Apa yang kau lakukan di kamarku ini, ha?"
"Maaf Tuan, saya hanya ingin menyiapkan air mandimu, dan pakaian gantimu," jawab Delisa dengan bibir yang sedikit bergetar.
Mendengar hal itu Albert langsung melepaskan cengkeramannya dari pipi Delisa.
"Apa maumu yang sebenarnya?" tanya Albert menatap tajam wajah Delisa.
"Maaf Tuan, saya hanya ingin membantu Tuan," balas Delisa hati-hati takut dia salah bicara dan akan membuat Albert murka.
"Hahahaha ... dasar wanita jalang! Kau berniat ingin membantuku atau merayuku? Ingat ya, sampai kapan pun aku tidak akan tergoda olehmu. Dan jangan berharap aku akan jatuh cinta padamu, camkan itu!"
"Maaf, saya permisi Tuan," Delisa melangkah keluar dari kamar Albert.
Sementara Albert masih terdiam mematung saat melihat Delisa keluar dari kamarnya. Dia sudah tidak bisa lagi berkata-kata. Niat awalnya yang ingin. memberi pelajaran untuk Delisa, tapi semuanya sirna kala Albert menatap wajah Delisa. Albert melihat ketulusan yang begitu dalam di wajah yang dia lihat.
Albert berjalan ke arah sofa, lalu menghempaskan tubuhnya disana.
'Kenapa aku bisa lemah di hadapan nya.' Albert
.
.
.
🌷Bersambung🌷
Nggak tahu deh bagaimana reaksi Al kalau tahu Delisa masih hidup dan selama ini Ferdi yang bantuin.
Aku tahu niat Delisa, tapi apa pun yang Delisa lakuin juga nyakitin hati, terutama hatinya Flo.
Semoga semuanya baik-baik aja setelah semuanya terbongkar🤲🥲🥲🥲
Seneng karena Delisa masih hidup, tapi kasihan Al sama Flo😭😭😭
Semoga Delisa segera pulih seutuhnya🤲🤲