NovelToon NovelToon
Sajak Sang Simpanan

Sajak Sang Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti Zulfya Fauziyah

Di usianya yang masih dua puluh lima tahun, Alice telah menjadi janda. Suaminya meninggal di sebuah kecelakaan dengan wanita lain dan mewariskan banyak hutang gelap yang baru ia ketahui keberadaanya setelah kematian suaminya.

Usahanya terancam bangkrut dan seluruh propertinya terancam hilang sebagai jaminan hutang. Dia tak memiliki apa pun lagi dalam hidupnya.

Dengan penuh tekad, dia memutuskan untuk bertindak gila. Dia akan menawarkan diri menjadi wanita simpanan. Tidak masalah siapa pun yang akan menjadi lelakinya, asalkan ia kaya dan mampu membayarnya dengan mahal.

Jika ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan apa yang masih Tuhan sisakan untuknya, ia tak akan mundur meski moralnya terancam akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Zulfya Fauziyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA ENAM

"Kau benar-benar iblis wanita, kau tahu?" Rachel berdiri di butik ternama, mencari gaun pengantin untuk Alice.

"Kau menyuruhku membantu persiapan pernikahan dalam sekejap? Dimana otakmu, Alice? Kau pikir pernikahan itu belanja online yang sekali klik langsung bisa terkirim otomatis?" Rachel meradang.

Alice mengabaikan ocehan temanya. Dia masih ingat delapan hari lalu saat ia mengabarkan pernikahanya pada Rachel dan Daniel, reaksi mereka berdua kesetanan. Mereka berpikir Alice sudah gila karena memutuskan menikah dengan Kendrick. Tebakan mereka mungkin ada benarnya. Lama-lama, Alice merasa kewarasanya semakin menipis.

Alice ingat saat itu Daniel berteriak marah. Dia memang mengharapkan Alice menikah, tapi pernikahan yang normal. Bukan pernikahan karena kesepakatan ataupun tujuan tertentu. Dimata Daniel, Alice pastilah terlihat sebagai wanita yang tak berprinsip. Tetapi apa lagi yang mampu ia lakukan? Dia menginginkan putranya kembali, dia juga perlu membebaskan Daniel sesegera mungkin. Dengan kekuatanya, Alice bukanlah apa-apa. Namun jika ia memiliki dukungan Kendrick, semuanya pasti akan lebih baik.

Selain itu, Kendrick cukup menyenangkan. Menikah denganya bukan hal yang buruk sebenarnya. Mereka akan bisa saling menghargai dan saling mengisi. Siapa tahu pernikahan ini bisa berhasil.

"Bagaimana kabar Daniel? Apakah sidangnya lancar?" tanya Alice teringat kemarin adalah sidang putusan kedua yang Daniel hadiri.

"Entah apa yang telah calon suamimu itu lakukan, Daniel mendapat bukti baru bahwa ia tak sepenuhnya bersalah. Dakwaan yang tadinya tujuh tahun berubah menjadi delapan bulan dengan masa percobaan dua bulan. Sepertinya Kendrickmu itu berhasil melakukan keajaiban." Rachel tersenyum.

Alice ikut lega mendengarnya. Kendrick melakukan apa yang ia minta. Dia memiliki kekuatan istimewa. Delapan bulan sepertinya adalah hukuman yang mampu ditanggung Daniel. Satu beban terlepas dari pundak Alice. Tinggal satu misinya yang belum berhasil. Putranya.

"Wow. Kau mendapat rekomendasi dari mana butik ini?" Rachel terpana melihat koleksi yang ditunjukkan oleh pramuniaga.

...

...

"Kendrick. Sebenarnya dia ingin mengantarku, tapi aku tak mau. Untuk apa dia mengantarku jika dia sudah memiliki jas khusus untuk pesta itu."

Alice mengakui butik pilihan Kendrick memang luar biasa. Mungkinkah ini butik langganan mendiang istrinya?

Rachel mengambil sebuah long dress putih ekor panjang dengan detail renda bermotif bunga menyapu lantai. Gaun itu memiliki bahu terbuka tanpa tali dengan potongan lengan unik seperti puff sleeves.

Alice ikut terpana. Dia jatuh cinta dengan gaun itu dalam sekali pandang. Rachel memaksa Alice untuk mencobanya di sebuah ruangan. Dia menatap takjub saat melihat gaun itu sangat indah membalut tubuh Alice. Hampir tak ada ukuran yang perlu lagi dirubah. Semuanya seperti seolah dibuat khusus untuk Alice.

Tak butuh bujukan lama, mereka mengambil gaun itu dan segera membayarnya. Rachel melotot terkejut mendengar harga gaun yang mereka ambil. Katanya nilainya setara dengan setahun gajinya bekerja.

"Kau membutuhkan gaun lain lagi Alice. Tak mungkin kau memakai gaun putih yang sama pada malam resepsi pernikahan kalian. Gaun putih itu hanya untuk siang hari saat pernikahan sakralmu berlangsung." Rachel kembali memilih. Alice yang sudah berniat keluar, hanya mengangguk mengikuti kemauan Rachel.

"Bagaimana dengan gaun ini?"

"Ya Tuhan, Rachel ... jangan! Itu terlalu berlebihan." Rachel menatap gaun orange yang ditunjuk oleh Rachel. Meskipun gaun itu didesain sangat luar biasa, tetapi gaun tersebut terlalu mewah dan rumit. Alice tak yakin sanggup memakainya.

"Kau akan sangat cantik dengan gaun ini," Rachel membujuk.

Baju itu memiliki ukuran yang sama dengan baju putih yang mereka ambil sebelumnya. Hanya korsetnya saja yang sedikit terlalu lebar. Butuh sedikit penyesuaian ukuran dibagian tersebut.

"Tidak. Aku hanya akan tampak seperti patung norak jika memakainya," Alice menolak.

"Alice. Ini malam pernikahanmu. Sekali-kali kau harus memakai gaun yang seperti ini. Tidak ada yang berlebihan dengan sebuah pernikahan. Wanita bisa memakai apapun yang mereka inginkan!" Rachel menyentuh gaun itu dengan penuh pemujaan.

"Kau bisa memakainya dalam pernikahanmu. Tetapi jangan paksa aku memakai gaun itu juga." Alice tak terima.

Mereka saling berdebat cukup lama. Seperempat jam kemudian, Alice menyerah kalah. Rachel bisa sangat keras kepala jika sudah memiliki tekad. Dia membujuk dan memaksa dengan cara yang sulit untuk kau tolak.

Alice nyaris sesak nafas saat ia mendengar nominal harga gaun tersebut. Gaun itu tiga kali lipat lebih mahal dari sebelumnya. Alice merasa tabunganya pasti akan banyak berkurang karena tindakan Rachel hari ini.

Butik itu bersedia mengecilkan ukuran korset gaun tersebut. Mereka menunggu sekitar dua jam untuk mendapatkan hasil sesuai yang mereka inginkan.

"Kau bisa meminta ganti pada calon suamimu,"kata Rachel ringan.

Alice menggeleng lemah. Pagi tadi Kendrick menawarinya untuk membawa credit card milik lelaki itu, namun ia tolak. Dia sudah merepotkan Kendrick dengan urusan Daniel. Alice merasa malu untuk mengambil banyak keuntungan darinya. Alice berjengit, mendapat sebuah panggilan dari ponselnya.

"Halo Ken," Panggilan itu dari Kendrick

"Bagaimana pemilihan gaunya?" Kendrick bertanya ingin tahu.

"Lancar." Hanya ada tragedi pemaksaan dari Rachel untuk mengambil sebuah gaun yang terlalu mewah.

"Bagus. Aku sedang bertemu dengan wedding organizer."

Sial. Jika Kendrick menggunakan wedding organizer, kenapa Alice harus repot-repot melakukan pemilihan gaun dan fitting sendiri dengan Rachel? Seharusnya dia menggunakan jasa profesional.

"Bukankah pemilihan gaun juga menjadi tanggung jawab W.O.?" Alice meradang, merasa dipermainkan.

"Seharusnya ya, tapi aku ingin kau memilih gaun sendiri di butik itu. Aku ingin gaunmu dipilih berdasarkan seleramu sendiri, bukan atas prakarsa orang lain."

Percuma juga Kendrick bermaksud seperti itu. Rachel justru memrakarsai dengan paksa gaun orange untuk Alice gunakan dalam pesta pernikahan mereka. Gaun orange yang terlalu mewah dengan harga yang mampu membuat Alice tercekik.

"Alice ... " Kendrick sedikit khawatir atas kediaman Alice.

"Ya, aku baik-baik saja." Hanya mengalami pembengkakan pengeluaran.

"Aku sedang membahas undangan," jelas Kendrick.

"Aku serahkan semuanya padamu." Karena resepsi ini hanya diadakan di kediaman Kendrick, Alice memilih untuk memasrahkan semuanya pada sang tuan acara.

Dia memilih untuk tidak membuat acara sendiri karena selain teman dan koleganya tak banyak, Alice sebenarnya tak ingin terlalu memperbesar acara pernikahan ini.

"Seharusnya kau katakan padaku dari awal kau menggunakan jasa W.O. Aku tak perlu menghadapi omelan Rachel atas bantuanya setiap hari." Bahkan Rachel juga sudah melakukan survei kue pernikahan. Dia pasti akan marah jika idenya tak terpakai.

"Oh santailah Alice. Apa yang sudah kalian tentukan dalam pernikahan ini tak perlu diganti hanya karena aku menggunakan W.O." Kendrick tertawa. Emosi Alice mudah terpancing akhir-akhir ini.

"Baiklah ... ku maafkan."

"Aku tidak meminta maaf padamu, Alice."

"Tak perlu meminta maaf, aku sudah memaafkan." Mereka berdua kemudian saling tertawa atas kekeras kepalaan masing-masing.

"Persiapkan mentalmu," kata Kendrick mengingatkan.

"Untuk menjadi istrimu? aku sudah cukup siap."

Suara desahan terdengar dari seberang.

"Untuk bertemu dengan Anson," jelas Kendrick.

Alice memekik tak percaya. Bagaimana Kendrick bisa menemukan Anson secepat ini?

"Bagaimana kau menemukan iblis itu?" Alice merasa tak yakin.

"Aku belum menemukanya. Aku hanya mengiriminya undangan pernikahan kita melalui email bisnisnya." Kendrick terdengar cukup yakin usahanya akan berbuah.

"Kau yakin dia akan membacanya?" Alice bertanya skeptis.

"Aku yakin dia akan mendatangi pernikahan kita," Kata Kendrick sangat percaya diri sebelum mereka saling memutuskan sambungan.

Alice terdiam cukup lama. Bertemu Anson. Ya Tuhan ... entah kenapa memikirkan hal itu membuat pikiranya kalut. Mental sebesar apapun yang ia miliki hanya akan meluruh hancur jika dihadapkan pada Anson.

"Apa semuanya baik-baik saja? Barusan kau sudah nyaris seperti mumi," Rachel menegur.

"Antar aku ke salon," pinta Alice.

"Bukankah pernikahanmu masih enam belas hari lagi? Kau ingin melakukan perawatan jauh-jauh hari untuk Kendrick?" Rachel bertanya heran.

"Aku ingin mewarnai rambutku. Aku tak terlalu menyukai rambut merahku."

Rachel menggeleng, kenapa Alice jadi bersikap kekanakan seperti ini. Memang apa masalahnya dengan rambut merah? Toh dia tetap saja cantik.

"Kau mengalami sindrom pra wedding ya? Rambut sendiri menjadi sesuatu yang kau benci secara tiba-tiba." Psikologi manusia memang terkadang sangat aneh.

Ya. Alice membenci warna rambut ini. Merah adalah sesuatu yang diindentikkan sebagai penggoda. Dia lelah untuk dianggap sebagai penggoda oleh Anson. Dia akan mencoba warna yang lebih gelap. Mungkin dengan sedikit perubahan warna, nilainya ikut berubah.

...

Anson menatap sebuah file berisi undangan pernikahan. Sebuah nama tertera disana. Nama yang tak lagi asing baginya.

Alice Violetta White.

Wanita itu bahkan tak ingin membuang waktu lebih lama lagi untuk menggandeng lelaki potensial lain sebagai pendampingnya. Dia menunjukkan jati dirinya dengan cukup baik. Setelah ditolak Anson, dia mencari mangsa lain yang sama-sama memiliki kekuasaan.

Anson sedikit terkejut Alice bersedia terikat dengan lelaki itu. Lelaki yang telah lama menjadi rivalnya dalam segala hal, lelaki yang kedudukanya setara denganya, lelaki yang kekuatanya patut ia pertimbangkan.

Dulu saat ingatanya terganggu, dia berkali-kali mengajak Alice untuk menikah. Berharap wanita itu mampu menerimanya dengan segala kekurangan yang ia miliki. Saat ingatan Anson telah kembali, dia masih meneruskan kepura-puraanya. Dia memperlakukan Alice sebagai dewi, melimpahinya dengan cinta dan tak berhenti untuk melamarnya. Berharap lambat laun wanita itu luluh dan terbuka. Berharap dia bersedia menjadi pasanganya. Berharap dia jujur dengan segala kebohonganya.

Namun Anson terlalu tinggi dalam berharap. Alice tetap saja bertahan dengan kebohonganya dan menolak setiap lamaranya dengan alasan konyol. Bahkan hingga anak mereka lahir, dia tetap berpendirian kuat.

Saat itulah Anson sadar lelaki cacat sepertinya tak akan pernah dilirik dengan tulus oleh Alice. Wanita itu hanya menginginkan kemapanan finansial yang ia tawarkan. Dia tak lebih dari wanita murahan yang bermuka dua.

Sekarang, wanita itu memilih menikah dengan Kendrick. Entah apa yang telah mereka rencanakan. Anson merasa mereka mulai melawanya secara terang-terangan. Beberapa hari yang lalu Kendrick ikut campur kedalam masalahnya. Dia membantu meringankan hukuman Daniel dan membuatnya keluar dari jerat pidana tahunan.

Anson memilih diam dan mengamati keadaan. Dia akan menjadi penonton dan menikmati semua pertunjukan mereka. Jika nanti tindakan mereka telah berada diluar batas toleransi, barulah Anson akan bertindak. Sekarang fokus utamanya adalah mendatangi pesta pernikahan mereka.

...

1
Noerlina Akbar
Biasa
Noerlina Akbar
Kecewa
Tua Jemima
membosankn mals dah bcanya hbiskn waktu ja benar benar mebosankn ceritanya
Tua Jemima
ceritanya membosankn terlalu bertele tele
Septi Yani
menarik
Nepi Saparika
selalu kembali k karya yg ini ngangenin serasa nonton film Holywood
ian
keuuureeeèeeeeeeennnnnnnnnnn
Tua Jemima
ceritanya matap
Syam Marinie
seru menarik
Rita Purwanti
bagus dan alur ceritqnya ok
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
nacho
sedihnya
Ani Amel
lumyn bagus ceritanya
Aida Rayhan
kok pada mati semua
ana kristianti123
rumit sih tapi bgus bgt novelny
Crystal
Aku baca ulang cerita ini, tapi tidak ada kata bosan. Bagaimana kabarmu, thor??
Kok ga pernah up cerita lagi di NT??
Siti Zulfya Fauziyah: Alhamdulillah, baik, Crysrtal.
Iya nanti doanya ya semoga bisa nulis di NT lagi. Harapannya sih tetiba dpet wangsit biar bisa bikin alur yg jedaarr gitu 🤪😁
total 1 replies
Batara Zalzabil
luar biasa sy sgt SK crtx.mksh
Batara Zalzabil
menangis AQ mlht kelakuanmu James.hehe
Batara Zalzabil
bsx suamix berfikiran bgt.hancur hby ambisi .tp seru crtx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!