NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Berbohong

Ketika Cinta Berbohong

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita perkasa / Konflik etika / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Keluarga Arini dan Rizky tampak sempurna di mata orang lain – rumah yang nyaman, anak yang cerdas, dan karir yang sukses. Namun di balik itu semua, tekanan kerja dan harapan keluarga membuat Rizky terjerumus dalam hubungan selingkuh dengan Lina, seorang arsitek muda di perusahaannya. Ketika kebenaran terungkap, dunia Arini runtuh berkeping-keping. Novel ini mengikuti perjalanan panjang mereka melalui rasa sakit, penyesalan, dan usaha bersama untuk memulihkan kepercayaan yang hancur, serta menemukan makna cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RIZKY MENCARI BANTUAN UNTUK MENGATASI DAMPAK SELINGKUH

Dua hari setelah hari pertamanya tinggal sendiri di rumah lama, Rizky bangun dengan perasaan yang semakin berat di hatinya.

Ia sudah mencoba bekerja dengan giat dan menghabiskan waktu dengan Tara, namun rasa bersalah dan kekosongan yang dirasakan tidak pernah hilang sepenuhnya.

Kadang kala ia merasa tersesat dan tidak tahu bagaimana cara benar untuk memperbaiki segala kesalahan yang telah dilakukan.

Pada pagi itu, ia memutuskan untuk mengambil langkah yang belum pernah ia lakukan sebelumnya – mencari bantuan profesional untuk mengatasi dampak dari tindakan salahnya.

Ia menghubungi sebuah pusat konseling yang direkomendasikan oleh salah satu teman bisnisnya, dan beruntung mendapatkan jadwal temu pada hari yang sama.

Setelah menyelesaikan pekerjaan pagi di kantor, Rizky pergi langsung ke pusat konseling yang terletak di kawasan yang tenang dan nyaman.

Gedungnya tidak terlalu besar, namun memberikan kesan hangat dan ramah dengan taman kecil di depannya yang penuh dengan tanaman hijau.

Ia duduk di ruang tunggu selama beberapa menit, melihat beberapa orang lain yang juga sedang menunggu giliran mereka.

Beberapa di antaranya melihatnya dengan tatapan yang penuh pengertian, seolah mereka juga sedang melalui masa-masa sulit dalam hidup mereka.

"Pak Rizky? Silakan masuk ya," suara seorang wanita yang mengenakan jas biru muda membuatnya terkejut. Ia berdiri dan mengikuti wanita tersebut ke dalam ruangan konseling yang kecil namun nyaman, dengan sofa lembut dan dekorasi sederhana yang membuat suasana menjadi lebih rileks.

"Saya adalah Bu Anita, konselor yang akan menemani Anda hari ini," ujar wanita tersebut dengan senyum ramah.

"Silakan duduk dan santai saja ya. Kita bisa mulai ketika Anda merasa siap."

Rizky duduk dengan canggung di sofa tersebut, merasa sedikit gugup untuk membuka diri kepada orang yang belum pernah dikenalnya sebelumnya.

Namun setelah melihat tatapan yang penuh pengertian dari Bu Anita, ia merasa sedikit lebih tenang dan mulai berbicara tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

Ia menceritakan bagaimana awalnya ia merasa tertekan dengan tekanan pekerjaan dan harapan keluarga, bagaimana ia bertemu dengan seseorang yang membuatnya merasa dipahami dan dihargai, dan bagaimana ia menyadari bahwa apa yang ia lakukan adalah salah namun tidak bisa berhenti sendiri.

Ia juga bercerita tentang perasaan bersalah yang selalu mengikutinya dan bagaimana ia takut kehilangan Arini dan Tara selamanya.

"Saya merasa seperti orang yang paling buruk di dunia," ujar Rizky dengan mata yang berkaca-kaca.

"Saya telah menyakiti orang yang paling saya cintai dan merusak semua kebahagiaan yang kita bangun bersama selama bertahun-tahun. Saya ingin memperbaiki segalanya, tapi saya tidak tahu harus mulai dari mana."

Bu Anita mendengarkan dengan saks mendengarkan dengan saksama tanpa menginterupsi sedikit pun.

Setelah Rizky selesai berbicara, ia mengambil napas dalam-dalam sebelum memberikan tanggapan.

"Pertama-tama, saya ingin Anda tahu bahwa memiliki kesalahan dan merasa bersalah adalah hal yang normal," ujar Bu Anita dengan suara yang tenang dan menenangkan.

"Setiap orang pernah membuat kesalahan dalam hidupnya, namun yang paling penting adalah bagaimana kita menghadapinya dan berusaha untuk memperbaikinya."

Ia menjelaskan bahwa rasa bersalah yang berlebihan bisa menjadi beban yang menghambat perbaikan diri dan hubungan dengan orang lain.

Ia menyarankan Rizky untuk mulai menerima bahwa ia telah melakukan kesalahan, namun juga harus belajar untuk memaafkan diri sendiri agar bisa melangkah maju dengan hidupnya.

"Memang tidak mudah untuk memaafkan diri sendiri," lanjut Bu Anita. "Namun jika Anda tidak bisa memaafkan diri sendiri, bagaimana mungkin Anda bisa mengharapkan orang lain untuk memaafkan Anda? Dan yang paling penting, bagaimana mungkin Anda bisa menjadi orang yang lebih baik jika Anda terus terjebak pada masa lalu?"

Setelah sesi konseling pertama yang berlangsung selama hampir dua jam, Rizky merasa seperti ada beban berat yang terangkat dari pundaknya.

Ia merasa lebih jelas tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara mengatasi perasaan-perasaan yang selama ini menghantui dirinya.

Bu Anita memberikan beberapa tugas untuk dilakukan sebelum sesi berikutnya – antara lain menulis surat untuk diri sendiri yang berisi rasa maaf dan janji untuk menjadi orang yang lebih baik, serta membuat daftar hal-hal positif yang bisa ia lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan Arini dan Tara.

Setelah pulang dari pusat konseling, Rizky langsung pulang ke rumah lama dan mulai melakukan tugas yang diberikan.

Ia mengambil selembar kertas dan pena, kemudian mulai menulis surat untuk diri sendiri dengan penuh rasa tulus.

"Kepada diri saya sendiri," mulai ia menulis. "Saya tahu bahwa Anda telah melakukan kesalahan besar dalam hidup Anda. Anda telah menyakiti orang yang paling Anda cintai dan merusak kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Namun saya ingin Anda tahu bahwa kesalahan tersebut tidak mendefinisikan siapa Anda sebagai manusia. Anda memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi orang yang lebih baik – baik sebagai suami, ayah, maupun sebagai individu."

Ia melanjutkan menulis tentang janji-janji yang akan ia patuhi – selalu jujur dengan diri sendiri dan orang lain, lebih menghargai waktu bersama keluarga, dan menggunakan keahliannya untuk membantu orang lain.

Setelah selesai menulis, ia menyimpan surat tersebut di dalam sebuah kotak yang akan ia buka setiap kali merasa terjebak pada masa lalu.

Keesokan paginya, Rizky bangun dengan semangat baru yang lebih besar. Ia memasak sarapan dengan lebih hati-hati, kemudian pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan untuk membuat makanan kesukaan Arini dan Tara.

Ia juga membeli sebuah buku tentang komunikasi dalam hubungan perkawinan yang akan ia berikan kepada Arini sebagai bentuk bukti bahwa ia sungguh-sungguh ingin belajar menjadi pasangan yang lebih baik.

Pada sore hari, ia pergi menjemput Tara dari sekolah dan kemudian mengantarnya ke rumah ibunda Arini.

Saat mereka tiba, Arini sedang berada di dapur yang sibuk dengan pesanan kue. Ia melihat Rizky membawa tas belanjaan dan buku baru, merasa sedikit penasaran dengan apa yang akan dilakukannya.

"Saya membawa bahan untuk membuat makanan kesukaan kamu berdua," ujar Rizky dengan senyum lembut. "Bolehkah saya membantu kamu memasak malam ini?"

Arini mengangguk perlahan dengan senyum yang lebih rileks. "Tentu saja. Saya juga ingin menunjukkan perkembangan kemasan baru yang telah saya kerjakan berdasarkan ide dari Lina."

Mereka bekerja bersama di dapur dengan suasana yang lebih hangat dari biasanya. Tara membantu mereka dengan cara yang ia bisa – mencuci sayuran atau menyusun piring di atas meja makan.

Suara tawa dan candaan mereka kembali mengisi ruangan dapur yang dulu selalu ramai dengan kebahagiaan.

Setelah makan malam yang lezat, Rizky memberikan buku yang telah ia beli kepada Arini.

Ia juga memberitahu tentang keputusannya untuk mencari bantuan profesional dan bagaimana sesi konseling pertamanya telah membantu ia melihat segala sesuatu dengan lebih jelas.

"Saya tahu bahwa saya masih memiliki jalan panjang untuk ditempuh," ujar Rizky dengan suara yang penuh rasa tulus.

"Namun saya berjanji bahwa saya akan melakukan apa saja untuk menjadi orang yang lebih baik dan membangun kembali kepercayaan yang telah saya rusak. Saya ingin kita bisa memiliki hubungan yang lebih sehat dan bahagia berdasarkan komunikasi yang terbuka dan saling pengertian."

Arini mengambil buku tersebut dan melihat sampulnya dengan hati-hati. Ia merasa bahwa ini adalah bukti nyata bahwa Rizky sungguh-sungguh ingin berubah dan memperbaiki diri. Ia melihat ke arah suaminya dengan mata yang penuh dengan harapan.

"Saya sangat senang mendengar itu," ujarnya dengan suara lembut. "Saya juga telah berpikir untuk mencari bantuan profesional untuk membantu saya mengatasi rasa sakit dan kecewa yang saya rasakan. Mungkin kita bisa pergi bersama untuk sesi konseling keluarga nanti."

Rizky tersenyum dengan penuh kegembiraan. Ia mengambil tangan Arini dengan lembut dan menciumnya dengan penuh cinta.

"Itu akan sangat bagus sayang. Kita bisa belajar bersama bagaimana cara membangun hubungan yang lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya."

Mereka berbicara lebih lama tentang rencana mereka untuk masa depan – bagaimana mereka akan bekerja sama untuk mengembangkan bisnis Arini, bagaimana mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan Tara, dan bagaimana mereka akan belajar untuk berkomunikasi dengan lebih baik satu sama lain.

Saat malam semakin larut, Rizky harus kembali ke rumah lama. Sebelum ia pergi, Tara berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat.

"Papa jangan pergi ya," ujar anak kecil itu dengan suara yang sedikit menangis. "Saya ingin Papa tinggal bersama kita lagi."

Rizky mengangkat Tara dan memeluknya dengan sangat erat. "Papa juga sangat ingin itu nak. Kita akan bisa tinggal bersama lagi nanti, saya janji. Namun sekarang kita harus sabar ya dan bekerja keras untuk membuat keluarga kita lebih bahagia dari sebelumnya."

Setelah Rizky pergi, Arini dan Tara masuk ke dalam rumah. Ia membangunkan anaknya untuk tidur dan kemudian duduk di ruang tamu sambil membaca buku yang diberikan Rizky.

1
Sunarmi Narmi
Bagus sih alurnya....cuma klo yg kena masalah perselingkuhan klrga menengah ke bawah boro" mau minta bantuan konselor...disini kita bljar semua klrga mrndukung untuk bisa berubah mrnjdi lbih baik lgi tnpa ada Penghakiman...Semangat Thor ☕ kopi untukmu..bnyak hal bila kita baca novel ini..pelajaran berharga.👍👍👍👍
Sunarmi Narmi
Keluarga yg mendukung untuk menolak perselingkuhan adlah jalan twebaik untk memberhentikan perselingkuhan tersebut.
Sunarmi Narmi
semoga saja berhasil Arini..klo mgak tak bantu nyemplungin Risky ke laut😄
Sunarmi Narmi
Risky Lina kalian memang Lucnut
Sunarmi Narmi
Anjirrrr prrselingkuhan awalnya gitu ya Thor...ada moment ada dukungan dn yg di rumah jg mulai lelah berharap...
Sunarmi Narmi
Menjatuhkan hati di tmpat yg salah tidak dibenarkan Lina..ingat kamu seorang wanita yg akan menyakiti 2 wanita sekaligus..punya akal sehat dn nurani kan..gunakan itu klo hatimu salah memilih...PAHAM LINA 😡
Sunarmi Narmi
Lina minta di cuci otak dn hatinya dgn Rinso dicampur bayclin😡😡
Sunarmi Narmi
Lanjut..tulisannya jls dn mudah di pahami.♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Mampir Thor...seru nih
kalea rizuky
maaf Thor g ada feel novel mu kesannya MC nya oon lemah gampang di injak harga diri nya kebanyakan teori kayak novel jaman jadul
ElRey: makasih masukannya, saya bru pertama nulis novel jdi blm terlalu paham tentang novel🙏
total 3 replies
kalea rizuky
laki. tukang selingkuh di bela toolol kasih aja sana ke jalang kecil lacur qm berhak dpet suami setia gk doyan selingkuh
kalea rizuky
jalang kecil murahan
kalea rizuky
cerai lah selingkuh itu g bs sadar percaya deh
kalea rizuky
mereka uda idur bareng belom Thor
kalea rizuky
laki bejat
Bahri Ali
bagus kok ceritanya. 👍 semangat ya kak
ElRey: makasi
total 1 replies
Soraya
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!