NovelToon NovelToon
Aku Istrimu Bukan Dia

Aku Istrimu Bukan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Arunika hanyalah seorang mahasiswi biasa yang dunianya seketika runtuh saat kedua orang tuanya menjodohkannya dengan seorang dosen di kampusnya. Abimana Permana—pria dengan tatapan sedingin es dan sikap datar yang selama ini begitu ia segani.
​Sebuah perjodohan paksa mengharuskan Arunika terikat dalam belenggu pernikahan dengan pria itu. Alih-alih menemukan kebahagiaan, ia justru terjebak dalam teka-teki hati sang suami yang sulit ditembus. Akankah kehidupan Arunika membaik setelah menyandang status sebagai istri, ataukah pernikahan ini justru menjadi luka baru yang tak berkesudahan?
​Ikuti kisah perjuangan hati dan martabat dalam... "Aku Istrimu, Bukan Dia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

​"Aku akan menikah besok pagi. Sebaiknya kita akhiri hubungan ini." ucap Abimana dingin, tanpa ada sisa kelembutan di matanya.

​Di depan gerbang yang remang-remang, kata-kata Abimana jatuh seperti vonis mati bagi Claudia.

​Degh!

​Jantung Claudia seakan berhenti berdetak. Dunia di sekelilingnya mendadak sunyi, hanya menyisakan deru napasnya yang sesak.

​"Mengakhiri, kamu bilang?" Claudia terkekeh sinis, suaranya terdengar pecah antara tawa dan tangis. "Setelah semua yang kita lalui, kamu membuangku hanya demi gadis rumahan itu?"

​"Ya. Suka atau tidak, itu pilihan yang tepat sekarang. Kamu pergi dari sini." jawab Abimana tegas. Tanpa menunggu balasan lagi, ia berbalik dan melangkah cepat masuk ke dalam gerbang, meninggalkan Claudia yang mematung dalam kehancuran.

​"Sialan kamu, Abimana! Awas saja, aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja!" teriak Claudia tertahan, namun gerbang sudah tertutup rapat, menguncinya di luar dunia Abimana.

​Abimana melangkah kembali ke area teras belakang tempat keluarga besar masih berkumpul. Ia merapikan kemejanya, mencoba mengatur napas agar tampak tenang. Matanya langsung tertuju pada satu titik: Arunika.

​Gadis itu sedang duduk di antara ibu-ibu, bersenda gurau dengan sangat luwes seolah keributan di depan gerbang tadi hanyalah angin lalu. Tawanya yang renyah dan kecil terdengar sangat merdu di telinga orang lain, namun bagi Abimana, itu adalah suara kemenangan yang mengejeknya.

​Lihat saja, Arunika, batin Abimana sambil menatap tajam ke arah calon istrinya itu dari kejauhan. Sekali kamu masuk ke dalam hidupku besok, kamu tidak akan pernah bisa lepas. Kamu pikir kamu sudah menang? Kita lihat siapa yang akan menyerah lebih dulu dalam peran pernikahan ini.

​Arunika, yang merasa sedang diperhatikan, perlahan menoleh. Matanya bertemu dengan mata Abimana. Ia tidak membuang muka; ia justru memberikan sebuah anggukan sopan dan senyum simpul yang sangat misterius, seolah ia bisa membaca semua pikiran kotor di kepala Abimana.

​Malam itu ditutup dengan sebuah kesepakatan tak tertulis di antara mereka: Besok adalah hari pernikahan, tapi bagi mereka berdua, itu adalah hari dimulainya perang yang sesungguhnya di bawah satu atap.

​Hari yang paling ditakuti sekaligus dinanti itu akhirnya tiba. Kediaman keluarga Arunika telah disulap menjadi taman surgawi dengan dekorasi serba putih dan bunga melati yang harumnya menyeruak ke setiap sudut ruangan.

​Suasana hening seketika saat Abimana melangkah masuk ke ruang utama. Ia tampak sangat gagah namun dingin dalam balutan beskap putih tradisional dengan blangkon yang serasi. Wajahnya datar, seolah-olah ia sedang bersiap menghadapi ujian paling sulit di kampus, bukan sebuah pernikahan.

​Di ujung ruangan, di balik tirai yang perlahan dibuka, munculah Arunika.

​Deg!

​Abimana sempat tertahan napasnya. Arunika terlihat sangat luar biasa dalam balutan kebaya putih panjang yang dipenuhi payet kristal. Riasan pengantin Jawa yang klasik menonjolkan kecantikan wajahnya yang kini terlihat sangat berwibawa. Tidak ada lagi jejak mahasiswi pendiam; yang ada hanya seorang wanita yang siap mengklaim takhtanya.

​Arunika duduk di samping Abimana di depan meja akad. Ia bisa merasakan hawa dingin yang terpancar dari pria di sebelahnya. Tanpa menoleh, Arunika berbisik sangat pelan, hampir menyerupai desiran angin.

​"Jangan sampai salah sebut nama, Mas. Seluruh keluarga besar sedang menonton." cibir Arunika.

​"Saudara Abimana Permana bin Bima Permana..." Ayah Arunika memulai, suaranya bergetar karena emosi. Beliau menjabat tangan Abimana dengan sangat kuat.

​Jantung Abimana berdegup kencang. Bayangan Claudia yang menangis semalam sempat melintas, namun tatapan tajam Arunika di sampingnya seolah menariknya kembali ke realita. Ia sadar, satu kesalahan kecil di sini akan menghancurkan nama baik ayahnya.

​"Saya terima nikahnya dan kawinnya... Arunika Kirana binti Bagas dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

​"SAH!"

​Gema kata itu seolah meruntuhkan dinding pertahanan Abimana. Doa dipanjatkan, namun pikirannya kosong. Saat diminta menandatangani buku nikah, Arunika melakukannya dengan tangan yang sangat stabil, sementara Abimana merasa penanya sedikit bergetar.

​Setelah itu, tibalah saatnya Arunika mencium tangan suaminya. Saat bibir Arunika menyentuh punggung tangan Abimana, pria itu merasakan sengatan listrik yang aneh—campuran antara benci, gengsi, dan ketertarikan yang ia tolak mentah-mentah.

​Arunika mendongak, menatap mata Abimana dari jarak yang sangat dekat. Senyumnya kini terlihat tulus di depan kamera fotografer, namun bisikannya tetap setajam silet.

​"Selamat datang di hidupku, Mas Abi. Peranmu sebagai suami yang setia dimulai sekarang. Mari kita lihat, berapa lama kamu bisa bertahan dalam sandiwara ini."

​Abimana membalas dengan tatapan yang tak kalah tajam, suaranya rendah dan penuh penekanan. "Jangan terlalu cepat merayakan kemenangan, Arunika. Kita baru saja mulai."

​"Kita buktikan saja, Mas. Aku harap kamu tidak jatuh cinta pada istrimu nantinya. Jika itu terjadi, aku pastikan aku akan membuatmu memohon cintaku." tantang Arunika.

​Setelah prosesi akad nikah yang penuh tekanan, acara berlanjut ke resepsi pernikahan yang megah. Alunan musik gamelan yang lembut mengisi aula, menciptakan suasana romantis yang sangat kontras dengan perang dingin di antara kedua mempelai yang duduk di kursi pelaminan.

​Arunika berdiri dengan anggun, sesekali menyalami tamu dengan senyum manis yang sangat meyakinkan. Di sampingnya, Abimana berdiri kaku. Setiap kali ada rekan dosen atau kolega bisnis ayahnya yang datang memberi selamat, Abimana terpaksa melingkarkan tangannya di pinggang Arunika—sebuah formalitas yang membuat kulitnya terasa panas.

​"Tersenyumlah sedikit, Mas!" bisik Arunika tanpa merubah ekspresi bahagianya di depan kamera. "Wajah ketusmu itu bisa merusak harga foto pernikahan kita yang mahal ini."

​Abimana mempererat rangkulannya, bukan karena sayang, melainkan untuk menunjukkan dominasinya. "Diamlah. Aku sedang mencoba tidak membayangkan betapa muaknya aku berada di sini."

​Tiba-tiba, suasana di pintu masuk aula sedikit gaduh. Mata Arunika yang jeli menangkap sosok wanita dengan gaun merah menyala yang sangat tidak sesuai dengan tema pernikahan mereka yang elegan.

​Claudia.

​Wanita itu berdiri di ambang pintu dengan tatapan hancur namun penuh dendam. Kehadirannya menarik perhatian beberapa tamu. Abimana yang juga melihatnya seketika menegang, tangannya yang berada di pinggang Arunika bergetar hebat.

​"Mas... istrimu di sini." sindir Arunika dengan nada tenang yang mematikan. "Pilihanmu sekarang: biarkan dia membuat keributan dan menghancurkan kariermu saat ini juga, atau kamu tunjukkan padanya bahwa posisi 'istri' sudah terisi secara permanen."

​Abimana menoleh ke arah Arunika, tatapannya penuh kemarahan namun juga kebingungan. "Apa yang harus aku lakukan?"

​Cup!

​Arunika justru meraih tangan Abimana, lalu mengecup pipi suaminya itu dengan lembut di depan semua tamu—dan tepat di hadapan mata Claudia yang menonton dari jauh. Tindakan berani itu membuat para tamu bersorak menggoda, namun bagi Claudia, itu adalah sebuah serangan jantung tanpa senjata.

​"Tunjukkan akting terbaikmu, Suamiku." bisik Arunika tepat di telinga Abimana. "Atau biarkan wanita itu menyeretmu ke dalam kehancuran bersamanya."

​Abimana menarik napas panjang. Ia tahu, di balik kerumunan tamu, ayahnya—Bima Permana—sudah mulai memperhatikan kegaduhan di pintu masuk. Demi menyelamatkan posisinya, Abimana akhirnya membalas kecupan Arunika di kening, sebuah tindakan yang membuat Claudia berbalik dan lari meninggalkan aula sambil menangis tersedu-sedu.

​Kemenangan kecil kembali diraih Arunika. Namun, ia tahu, malam ini barulah permulaan. Di balik senyum cantiknya, ia membatin, Satu per satu benalu di hidupmu akan aku singkirkan, Mas. Dan pada akhirnya, hanya aku satu-satunya tempatmu pulang.

1
🇮🇩 NaYaNiKa 🇵🇸
Ini dia kisah yang paling greget. Semoga gak jadi bego kek kisah Sheila & Vano ya.
Semangaaaaaat.... 💪💪💪
🇮🇩 F A i 🇵🇸
Utk apa...? Utk dihancurkan LG...? 🤧🤧🤧
🇮🇩 F A i 🇵🇸
Maaaasss...???? Oh No Maaaasss... Please Just Go straight To Hell, Maaaaasss....!!! 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Si anak setan bnr2.... 🤧🤧🤧
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Kurang apa di Arun coba. LG sakit hati banget pun masih ngurusi Pak Dosen yg Gobloknya ngalahin boneka angin. Hadeeeuuuuh...
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Baru sadar...? TalaaaaT...!!! 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Diiiiiiiih... Dasar anak setan. ,😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Heleh2... Dramamu Bim2. 😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Biarin ajaaaaa... Menyesal jg gak guna.
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Berharap pada manusia itu menyakitkan.
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Perempuan hina kalo dah putus asa bnr2 gak ngotak. 🤧🤧🤧
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Bener..!!! Jgn mau diinjak2!!!
🇮🇩 F E E 🇵🇸
CaKeeeeeP... 💪💪💪
🇮🇩 F E E 🇵🇸
GaK SaLaH TuH...? Lo KaLi, Arun mah Gak. 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Cantik kaaaaaan... 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ciiiiiih... Kesian beneeeeer. Ngarep laki2 pengecut.
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Tuuuuuh... Dgr Tuh Bim2.. Anak orang tuh. Bukan anak setan mo dimasukin ke neraka. Eeeeeaaaaa... 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Bukan Permata lagi Pak. Tapi Berlian Hitam yg menyilaukan. 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Hancurkan dia berkeping2... Gaaaaasssss kan Arun.💪💪💪
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Perempuan kalo bathinnya SDH tersakiti, bisa LBH tajam dari SiLeT. 😏😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!