NovelToon NovelToon
Affair In Berlin

Affair In Berlin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Selingkuh / Cinta Terlarang / Beda Usia / Careerlit
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.

Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.

"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.

"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - Adu Mabuk

Nathan tersenyum, lalu mendekatkan wajahnya sedikit agar suaranya bisa terdengar jelas. “Malam ini aku ingin melupakan semuanya. Nggak mau mikir soal besok, soal gosip, atau soal dunia yang ribut.”

"Aku setuju,” jawab Nabila pelan. Mereka terus bergoyang mengikuti alunan musik yang lembut. Tak ada jarak di antara mereka, hanya kehangatan yang mengalir alami.

Nathan memutar Nabila perlahan. Gaun navy itu berkibar ringan, dan tawa Nabila kembali pecah. “Kau tahu?” katanya setelah putaran selesai. “Aku jarang tertawa begini. Biasanya aku harus menjaga image, menjaga sikap.”

“Lucu,” sahut Nathan. “Aku juga. Semua orang pikir hidupku sempurna. Aktor muda, karier naik, punya tunangan yang ‘ideal’. Tapi jujur saja… aku sering merasa kosong.”

Nabila menatapnya lebih dalam. “Kosong itu melelahkan. Aku sudah bertahun-tahun merasakannya. Semua orang melihatku sebagai Nabila yang kuat, elegan, sukses. Tapi mereka nggak tahu rasanya pulang ke rumah dan merasa sendirian.

Nathan terdiam, lalu mengangguk pelan. “Aku takut bilang ini ke siapa pun. Takut dibilang nggak bersyukur.”

“Aku juga,” Nabila tersenyum pahit. “Makanya aku minum, menari, tertawa. Supaya lupa sebentar.”

Mereka terus menari, saling berbagi potongan rahasia kecil, tentang mimpi masa kecil, ketakutan terdalam, dan hal-hal sederhana yang membuat mereka bahagia. Nathan bercerita ingin suatu hari bermain film yang benar-benar jujur, bukan sekadar laku. Nabila mengaku ingin bangun pagi tanpa rasa sesak di dada.

Di sudut VIP, suasana jauh berbeda. Zidan sudah membuka botol kedua. Wajahnya memerah, dasinya sudah entah ke mana. “Ayo! Kalau kau berani, habiskan ini!” tantangnya sambil mendorong gelas ke arah Indy.

Indy tertawa cekikikan, matanya mulai sayu. “Kau pikir aku takut? Aku sudah minum sebotol, Zidan. SEBOTOL!” serunya sambil menepuk dada.

“Itu kebetulan!” Zidan menuangkan minuman lagi. “Sekarang adu cepat!”

Indy langsung menenggak tanpa ragu. Cairan itu tumpah sedikit ke dagunya, tapi dia tak peduli. “Lihat! Lihat! Aku masih berdiri tegak!” katanya, lalu goyah sesaat.

Zidan tertawa terbahak sampai hampir jatuh dari sofa. “Kau lucu kalau mabuk, tahu nggak?”

“Kau juga! Mulutmu makin cerewet!” Indy menunjuk wajah Zidan, lalu tertawa lagi. “Eh, Zidan… kau itu sebenarnya baik ya. Sok nyebelin aja.”

Zidan terdiam sejenak, lalu mengangkat gelasnya. “Rahasia besar. Jangan bilang siapa-siapa.”

Mereka kembali minum. Botol demi botol berganti. Musik semakin keras, tawa mereka semakin lepas. Bahkan saat pelayan datang mengingatkan batas, Zidan hanya mengibaskan tangan. “Tenang! Kami profesional!”

Beberapa saat kemudian, Nathan dan Nabila kembali ke meja, wajah mereka berseri.

“Sudah cukup. Kita pulang,” ujar Nathan sambil meraih jaketnya.

Zidan menoleh dengan mata setengah terpejam. “Pulang? Kenapa pulang? Musiknya baru enak!”

“Indy, ayo,” ajak Nabila lembut. “Kau sudah mabuk.”

Indy memeluk botolnya. “Nggak. Aku masih sadar. Lihat… satu tambah satu itu… eh… dua!” katanya bangga.

Nathan menghela napas. “Kalian berdua benar-benar keras kepala.”

“Aku belum menang!” seru Zidan. “Aduannya belum selesai!”

Nabila dan Nathan saling pandang, lalu tertawa kecil. “Baiklah,” kata Nabila. “Kita beri mereka waktu."

Zidan dan Indy bersorak seolah menang lotre. Mereka kembali menenggak, bernyanyi sumbang, dan tertawa tanpa peduli sekitar.

Nathan mencondongkan tubuh ke Nabila. “Ayo, Nath! Kita pergi duluan saja. Mereka udah dewasa, bisa urus diri sendiri," bisiknya.

"Kau yakin?" tanya Nabila.

Nathan mengangguk. Dia dan Nabila beranjak meninggalkan dua managernya yang masih beradu minum alkohol.

"Aku rasa sudah cukup... Aku mulai kehilangan kesadaran..." racau Indy.

"Sama... Eh... Ayo kita pergi. Kita saling rangkul ya," ujar Zidan. Dia dan Indy berdiri sambil saling merangkul. Kemudian melangkah sempoyongan keluar dari klub. Mereka pergi ke kamar hotel Indy. Niatnya Zidan ingin mengantar saja. Namun setibanya di kamar, Indy menariknya untuk bergabung tidur ke atas ranjang.

1
Tiara Bella
apakah semua itu kerjaan Lukman....kejam bngt semuanya bs dia setir sesuai kemauan dia
Rommy Wasini Khumaidi
tidak bisa dari cara depan,ganti haluan kita tusuk dari belakang ya Bil,kalau dri belakang gk bisa dri samping,dari bawah,dari atas opsi terakhir kita serahkan padaNya saja
Tiara Bella
bagus Nabila main cantik aja....biar Lukman lengah km bs bergerak....
Cindy
lanjut
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
kalau lukman bicara rekam saja bil setelah dapat bukti tembak sampai mati.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti
Kostum Unik
Jgn goyahhh.. Emg mau hidup selamanya sama orang tengik modelan begitu..
Rommy Wasini Khumaidi
👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
ide apa itu Bil,sini reader dibisikin biar gk penasaran
Tiara Bella
apa yg akan dilakukan Nabila ya....semoga berhasil ya....
Cindy
lanjut
Tiara Bella
semoga ada jalan keluarnya untuk Nabila sm Nathan ya....
Rommy Wasini Khumaidi
ayok semangat Nathan,Nabila.percayakan pada Tuhan Maha penentu segalanya,bukan pada manusia.aku percayakan takdir mereka sama Author yang budiman
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
labih baik katakan sekarang daripada tidak sama sekali dan akan timbul rasa penyesalan
Tiara Bella
Nabila sm Nathan cintanya lg diuji....pasangannya sm² bermasalah.....
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nath,ikuti saja alurnya Nath
Rommy Wasini Khumaidi
udah lah,sama² tak berdaya seperti Nabika,rejeki bukan cuma jadi artis saja,harta bisa dicari Nath,yang penting kamu bahagia dulu.mulai dari 0 dengan Nabila,pergi yang jauh sampai Herman & Lukman tak menemukanmu
D_wiwied
nah gini nih, cowok yg tegas n punya prinsip ga plin plan 👍👍
Rommy Wasini Khumaidi
aku mendukungmu Nabila,tenang ada Tuhan dan pastinya Author yang baik hati,tidak seombong,suka menolong...wkwkwk
Eka Kaban
maju tak gentar membela yang bayar🤣🤣
Eka Kaban
no komentar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!