Berawal dari hubungannya dengan seorang pria bernama Aldi, Rindu terlalu naif dan berfikir hanya Aldi lah satu satunya pria yang tulus mencintainya.
hingga suatu kejadian pahit membuat Rindu tersadar,jika Aldi bukanlah pria yang tepat untuknya. dan kisah Rindu pun bermula, kejadian demi kejadian pahit membawanya pada sosok seorang pria angkuh. siapa sangka pria itu akhirnya menjadi suaminya.
akankah Rindu menemukan kebahagiaan setelah pernikahan?
atau cobaan demi cobaan masih harus menguji Rindu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aprilia Riadii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.26# Kejadian memalukan
Setiap orang pasti berbeda dalam menunjukan perasaan nya, begitupun dengan aldebaran.
ia tidak pernah menyatakan rasa cinta nya pada rindu secara gamblang dengan lisan, baginya cukuplah dia menunjukan dengan sikapnya, walau sedikit kasar terselip makna di balik itu semua.
Selesai makan malam, al pun beranjak memasuki kamar tidurnya.ia segera membersihkan tubuhnya. sementara rindu, masih duduk termenung di ruang makan.
"aku tidak mau tidur dalam satu ruangan"
al yang tidak menemukan rindu di dalam kamar, segera menjemputnya ke lantai bawah.
"naik dan segeralah tidur" perintah al.
"aku akan tidur di ruangan lain saja" jawab rindu.
"percayalah aku tidak bernafsu meniduri mu"
rindu menatap tajam.
"aku merasa risih kalau seranjang dengan lelaki"
"siapa yang bilang kita akan tidur seranjang? atau kamu memang berharap tidur di sampingku"
"narsis" ucap rindu sambil berlalu.
Rindu pun kembali memasuki kamar al, dia duduk di atas ranjang besar itu. selang beberapa waktu al menyusul.
"berbaring lah, aku masih akan memeriksa dokumen di ruang kerjaku"
al pun berlalu dan menuju ruang kerja yang berada tepat di sisi kamarnya, tanpa penyekat dan segala aktivitas dalam kamar tentu akan terlihat di ruangan kerja miliknya.
Mata rindu mulai terasa berat, dia pun membaringkan tubuhnya. masih dengan sikap waspada, ia takut kalau al akan tidur satu ranjang dengan nya. tapi hawa kantuk sudah tidak bisa lagi di tahan, akhirnya dia pun terlelap.
al yang terfokus dengan layar laptop nya hanya memperhatikan dari kejauhan.
"selesai" al mengeliatkan tubuh nya.
dia berjalan mengdekati ranjang,gerakan langkahnya sangat perlahan.ia tidak ingin membangunkan rindu dari tidurnya.di tatapnya wajah rindu yang sudah terlelap.
"selamat tidur gadis kecil" mengecup kening rindu dengan lembut.
al membaringkan dirinya di atas sofa yang terletak di sudut kamarnya, seperti janjinya ia tidak akan menyentuh rindu.baginya cukuplah bermain dengan wanita sambil lalu kalau hanya untuk menyalurkan hasratnya sebagai lelaki. sedangkan kepada rindu?ia ingin menjaganya dengan utuh sampai tiba pada saatnya nanti.
Matahari pagi membangunkan rindu, semalam dia tidur dengan pulasnya. di liriknya al yang masih tertidur di atas sofa.
"kau menepati janjimu" ujar rindu sambil tersenyum. bergegas dia pun masuk ke kamar mandi hendak membersihkan diri,dia tidak mau kalau sampai al keburu bangun.
al merasakan silau membelai matanya, dia terbangun. dan mendapati rindu sudah tidak ada di ranjang nya.
ia pun segera mempersiapkan pakaian kerja nya.dan ketika dia melangkahkan kakinya ke kamar mandi, al terkejut. begitupun rindu yang lebih sangat terkejut dengan terbukanya pintu secara mendadak.tentu saja keterkejutan itu membuatnya berteriak histeris.
"kurang ajar!lalaki mesum tidak punya otak." rindu berteriak sambil berusaha menutupi bagian tubuhnya dengan tangan.
al yang melihat pemandangan seperti itu hanya menelan ludah.
"bodoh!! kenapa kau tidak mengunci pintunya" masih dengan tatapan terpaku pada tubuh molek di hadapan nya.
"tutup pintunya ********!!"
al pun bergegas menutup pintu kamar mandi tersebut. rindu hanya berjongkok sambil menahan malu.
"keluar!!dan tutup pintu nya. bukannya malah masuk" rindu masih tetap berteriak.
" ma-maaf aku salah jalan"
al pun berlalu dan menggunakan kamar mandi di ruangan lain nya.
***
Sementara di kantor, bima sedang di sibukan dengan setumpuk pekerjaan. ia menatap arloji di tangannya.dan merasa heran karena aldebaran belum kunjung datang.
"kenapa sudah siang begini al belum juga datang"
bima masih memeriksa dokumen di meja kerjanya
"mungkin semalam dia sudah.... " fikiran bima tiba tiba menjurus ke arah sana.
" aku tidak percaya jika seorang don juan demarco** membiarkan mangsanya lolos begitu saja"
bima hanya tersenyum senyum dengan otak mesum nya.
***
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan
silahkan berkomentar untuk koreksi&masukannya💖💖