NovelToon NovelToon
Affair Dengan Tunangan Sahabatku

Affair Dengan Tunangan Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:16.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noah Arrayan

Bagaimana rasanya mencintai orang yang tak seharusnya? Bukankah sakit?
(Aleena Salindri)

Kisah ini menceritakan tentang Aleena yang yang terjebak pada sebuah perasaan terlarang pada tunangan sahabat nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

"Al masuk ke kelas XII IPA 4 kan? bareng yuk kita sebelahan" ucap pak Edo yang tanpa Aleena ketahui sudah berada di samping nya.

"Kok pak Edo tau?"

"Biasanya aku bareng pak Robert, sama pak Ivan juga. Jadi 3 kelas kita itu paling ujung dan terpisah dari yang lain nya" mendengar nama itu disebut membuat hati Aleena kembali tergelitik.

"Oh gitu ya pak" Aleena tak bersuara lagi karena ia menyadari sudah ada sosok lain yang berada di belakang mereka. Sosok yang seringkali mengganggu fikiran nya. Ia tau karena pak Edo sempat menyapanya.

"Pak Edo dulu masuk ke sini di tes dulu kan?" Tanya pak Ivan. Aleena menajamkan telinga nya untuk mendengarkan kelanjutan percakapan mereka. Sepertinya Aleena sudah menebak ke mana Ivan akan membawa obrolan mereka.

"Iya pak, tes dulu karena ada lima peserta yang mengajukan lamaran kemari sementara sekolah hanya membutuhkan satu" Jawab pak Edo.

"Sama aku juga loh, walaupun menggantikan bu Cindy yang melahirkan aku tetap menjalani serangkaian tes. Tapi Aleena ini istimewa, masuk ke sini tanpa tes. Dapat rekomendasi langsung dari pak Robert" Benar dugaan Aleena, nada bicara Ivan begitu sinis.

"Yah wajar pak, kita tau sendirilah pak Robert itu senior, dan cukup diperhitungkan kemampuan nya. Makanya sekolah nggak ragu untuk menerima bu Aleena bergabung meski tanpa tes karena pak Robert berani menjamin kemampuan Aleena"

"Tapi selama satu bulan ini aku masih dalam tahap uji coba kok pak, belum tentu diterima juga kalau memang aku nggak mampu. Bukan nya itu masuk kategori tes juga ya pak" Aleena berusaha tersenyum, masih bersikap sopan karena meski ucapan pak Ivan terasa menyesakkan dadanya tapi pria itu tetaplah guru yang sudah berjasa mengajarinya, jadi harus ia hormati.

"Kita juga menjalani training satu bulan sebelum dinyatakan benar-benar lulus. Kamu satu-satunya guru yang masuk ke sini tanpa tes" Aleena benar-benar gerah, ia mengutuki langkahnya yang terasa lamban mencapai kelas.

"Aku juga nggak tau pak, kalaupun mau sesuai prosedur aku pasti akan mengikutinya. Aku hanya manut pada keputusan atasan aja" suara Aleena sudah bergetar. Pak Edo memilih untuk tidak menimpali lagi, sepertinya pria itu menyadari ada semacam perang dingin diantara Aleena dan pak Ivan. Ia tak mau ikut campur dalam hal ini.

Aleena merasa lega saat ia sudah tiba di kelas yang ia tuju. Ia masih mencoba bersikap sopan dengan membungkukkan badan ke arah pak Ivan dan pak Edo sebelum masuk ke dalam kelas nya.

Aleena menghela nafas dan menghembuskan nya perlahan. Ia tak mau semua yang sudah ia persiapkan buyar hanya karena ucapan sinis pak Ivan padanya.

"Ya Tuhan jauhkan aku darinya, aku hanya ingin membantu mama" Aleena berdoa tulus.

🍁🍁🍁

Hari ini begitu melelahkan, karena jadwal mengajarnya full hanya dipotong 2 kali istirahat masing-masing 25 menit. Aleena melirik jam tangan nya hari sudah menunjukkan pukul 3 sore.

Aleena melangkah perlahan menuju parkiran, hari ini fikiran dan energinya seakan terkuras habis, namun ada kepuasan tersendiri karena semua berjalan lancar dan sesuai konsep yang telah Aleena buat. Jadi kesimpulan nya kesan pertama cukup menggoda.

Aleena tersenyum saat menyadari keberadaan Rania yang bersandar di sebuah mobil ketika ia sampai di parkiran.

"Hai Ran kok di sini" Aleena melambaikan tangan nya, Rania juga tersenyum lebar menyambut Aleena. Gadis itu berlari ke arah Aleena dan memeluknya.

"Kangen Al"

"Iya aku juga Ran" meski nyatanya baru seminggu yang lalu mereka bertemu, dan setiap hari bertukar pesan lewat chat ataupun telfon.

"Jemput pacar ya?" Tebak Aleena yang dijawab anggukan malu-malu Aleena.

"Kamu nggak lihat mas Ivan?" Aleena menggeleng, ia tidak bohong. Karena ucapan pedas pak Ivan padanya tadi pagi Aleena memilih menghindari pria itu. Ia sengaja beristirahat di uks dan tidak ke ruang guru saat istirahat makan siang agar tidak bertemu pak Ivan. Untuk apa bertemu orang yang begitu gerah akan keberadaan nya kan?

"Kok bisa, kan satu sekolah masa nggak ketemu?"

"Aku ngaso di uks Ran, malas ke kantor jauh dari kelas yang aku ajar" bohong Aleena. Namun sekilas ia bisa melihat kelegaan di wajah Rania mendengar penjelasan nya.

"Kenapa nggak ditelfon aja pak Ivan nya Ran? siapa tau dia uda pulang"

"Belum kok, itu mobilnya. Dari tadi uda aku telfonin nggak diangkat. Chat aku juga nggak dibalas"

"Jadi mau ditemenin nunggu atau nggak apa-apa ditinggal" Aleena ingin segera pulang karena ia merasa lelah dan juga ingin menghindar agar tak perlu bertemu pak Ivan yang hanya akan membuat perasaan nya menjadi kacau. Ucapan pak Ivan tadi pagi sudah berhasil merusak harinya meski ia bisa mengesampingkan hal itu ketika berada di dalam kelas.

"Temenin bentar ya? nanti kalo mas Ivan nya uda ada kamu boleh pulang"

"Oh aku dimanfaatin?" Aleena pura-pura merajuk.

"Nggak ngaruh Al mau cemberut gitu juga, kalopun aku izinin kamu pulang sekarang aku yakin kamu nggak akan tega, kamu tu paling nggak bisa nolak keinginan aku" Ucap Rania sambil terkekeh.

"Iya deh iya queen Rania emang nggak ada lawan" Rania merangkul Aleena sambil tertawa.

"By the way kamu cantik banget Al, ada nggak siswa yang naksir kamu? kayak dulu banyak siswi angkatan kita yang naksir mas Ivan" Selidik Rania.

"Pasti ada, siapa si yang bisa menolak pesona seorang Aleena" Ucap gadis itu menyombongkan diri.

"Ya sampai-sampai pak Robert dan pak Alan memberikan keistimewaan padanya untuk masuk ke sekolah ini tanpa tes" Tubuh Aleena menegang dengan hati yang berdenyut pilu mendengar ucapan seseorang yang entah sejak kapan berada di belakang mereka. Yah tanpa menoleh pun Aleena sudah bisa menebak siapa pemilik suara itu.

"Eh mas Ivan. Telfon Rania kok nggak diangkat, Rania nunggu lama di sini untung ada Aleena jadi nggak terlalu bosan" Rania segera bergelayut manja pada lengan pak Ivan.

"Siapa yang meminta kamu kemari? kenapa menungguku? mobil kamu mana?" suara Ivan terdengar dingin.

"Rania naik taxi ke sini. Kan mas Ivan uda janji kita mau dinner"

"Ran aku duluan ya" Aleena sudah berbicara lebih dulu sebelum sepasang kekasih itu melanjutkan obrolan mereka. Aleena gerah berada di sana jadi tanpa menunggu jawaban dan tanpa menoleh sedikitpun ia segera berlalu menuju sepeda motornya.

Sepanjang perjalanan Aleena terus memikirkan sikap Ivan padanya. Tapi semakin difikirkan semakin sakit. Lebih baik menerima saja mungkin dirinya memang bersalah, ia masuk ke Pelita Harapan tidak sesuai prosedur hingga menciptakan kecemburuan bagi pendidik dan tenaga kependidikan di Pelita Harapan. Mudah-mudahan semua ini cepat berlalu.

🍁🍁🍁

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
si kampring giliran diminta bantu pengobatan bilang nya suruh berusaha sendiri jangan ngandelin orang lain, giliran dia yg butuh satu2nya aset buat anak nya di jual juga 😤 di santet aja gimana sih bapak kayak gini 👺
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku lupa denger dimana tp ada kalimat bilang gini: jangan menilai orang dr cerita orang 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
curiga sama rania rania ini, cerita dia ini di depan rania tinggi banget brati beda sm fakta nya,emang siluman tu gitu ya penuh tipu muslihat 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah, mamang mamang cilok juga pria dewasa, mamang mamah telor gulung juga pria dewasa, tolong ya pikirannya dibenerin, emang semua yg lagi bersama pria dewasa udah pasti sugar baby 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oh si rubah betina kampring, ternyata dia sendiri yg ngejatuhin temennya 😤
EembuL
astagaaanaagaa diluar pikiranku ternyata ttg Rania ni 😱😱😱
Elmi Varida
lanjut thor...
semangat berkarya terus...👍👍
Elmi Varida
jahat bangetvRania. temen tp sanggup fitnah sahabatnya.😤
Ani Kurniati
bagus cerita nya gk bertele"
Muna Junaidi
🤣🤣🤣🤣ataga nah kan dah tertawa sendiri
Muna Junaidi
Albert gak tu🤣🤣🤣
Muna Junaidi
Otakku dah trevrling thior🤣🤣
Muna Junaidi
💪💪💪💪
Muslika
torrr gmna kabarmu semoga sehat n muncul dsini lgi yaa
Irna Elvianti
cihhh mengakui dalam hati lagi🙄
Irna Elvianti
haha ngindir langsung depan orangnya🤣
Irna Elvianti
mantap Alena jangan mau d injek ama tuh kapan😬😬
Irna Elvianti
cihhh bilang aja cembokur
Irna Elvianti
sejak dia suka kamu🤭
Irna Elvianti
perasaan udah pernah baca dulu,tapi lupa ok lah baca lagi aja soalnya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!