NovelToon NovelToon
When Billionare meet doctor

When Billionare meet doctor

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:8.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nipi Nupu

Novel ini merupakan series pertama dari 3 series Billionare Love Story, yaitu:
1. When billionare meet doctor
2. Cassandra
3. Phuket love story

Ketiga series menceritakan persahabatan dari 3 pria kaya tampan dengan cerita cinta masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nipi Nupu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Edward kacau

Setelah acara sakit Dave, mereka mulai terbiasa dengan hubungan mereka. Hampir setiap hari mereka bertemu.

"Halo." Jawab Alena ketika ia sedang berada di restorannya. Sejak ia pulang dari rumah sakit tadi siang, ia belum beristirahat. Sekarang yang dilihatnya di restoran, sekumpulan orang sedang bercanda dan bercengkrama. Rata-rata anak muda yang menghabiskan malam mereka di sana.

"Dimana kamu, Al." Tanya Dave.

"Aku lagi direstoran. Lagi rame disini. Ada apa Dave?"

"Aku gak bisa jemput kamu ya Al. Sejak Edward pulang dari Thailand kamu tau sendiri kan kalo dia jadi aneh. Dan sekarang katanya dia mau pindah ke Singapura." ucapnya dengan nada kecewa.

"Aku gak apa-apa. Aku bawa mobil kok. Kamu jaga Edward baik-baik. Kalo ada sesuatu yang aneh sama badan dia, kasih tau aku. Kebanyakan alkohol itu gak baik." jawab Alena. Kemarin ketika Dave menemuinya, ia sempat bercerita tentang perubahan sifat Edward. Ia sering minum-minum seorang diri. Berganti pasangan setiap hari dan entah berapa uang yang telah ia habiskan.

"Iya nanti aku cek, besok pagi aku kerumah." Ucap Dave.

"Oke. Bye." Alena menutup teleponnya terlebih dahulu karena karyawannya sudah menunggunya untuk memberikan uang kembalian. Malam ini ia khusus menjadi kasir.

"Bye." Jawab Dave kemudian.

Calvin dan Dave melihat keadaan Edward yang kacau. Sejak beberapa jam yang lalu, mereka berdua mencari keberadaan Edward kemana-kemana, tapi ternyata dia ada di diskotik murahan. Itupun karena mata-mata Dave yang memberitahunya. Jika tidak, entah sampai kapan mereka mencari.

"Ed, bangun. Kita pulang!" Ucap Calvin sambil membangunkan Edward yang sudah terkapar dilantai.

Dave menyimpan kedua tangannya dipinggang. "Dasar bodoh. Kalo kecewa sama perempuan jadi-jadian atau apapun itu, jangan ngeganggu jadwal aku jemput Alena."

Calvin menoleh pada Dave dan tertawa mendengar ucapan sahabatnya. Disaat seperti ini Dave malah membuat hiburan. "Waria maksudnya?" Tanya Calvin sambil menahan tawanya.

"Iya, trus apa lagi yang dia dapet dari Phuket? Perempuan cantik? Bohong. Disana kayak korea. Operasi plastiknya gampang. Banyak perempuan cantik, tapi pas dibuka bajunya taunya laki-laki." jawab Dave sambil tertawa.

Edward membuka matanya dan menatap kedua sahabatnya. Ia bangkit dari tidurnya dan berjalan dengan terhuyung. "Kalian berdua enak. Udah punya pacar masing-masing. Alena, cantik dan berpendidikan. Kamu beruntung kalo jadiin dia istri kamu. Kalo enggak, aku mau." Ucapnya pada Dave sambil menunjuknya. Wajah Edward merah karena alkohol. Bajunya acak-acakan dan dasinya terlepas. Entah harus sampai kapan kedua sahabatnya menemukan Edward seperti itu setiap malam?

"Enak aja. Aku gak akan biarin Alena sama kamu." Seru Dave.

Kemudian Edward menatap Calvin.

"Sandra. Please, laki-laki mana yang gak terpesona sama wajahnya. Badannya juga sexy. Kamu harus seriusin vin. Kalo enggak.."

Calvin langsung menyahut. "Enak aja."

"Aku belum beres ngomong. Kalo enggak aku bakalan cari cara biar kalian bersatu. Tapi aku lebih seneng perempuan kayak Alena. Tapi yang jauh lebih nakal." Jawab Edward kemudian sambil tertawa simpul. Dave sedikit marah ketika mendengar itu. Namun Calvin bisa menahannya.

Tiba-tiba Edward duduk dilantai. Kedua tangannya memegang kepalanya. Ia menunduk dan mulai menangis. "Aku gak pernah diginiin sebelumnya." ucapnya dengan nada sedih. Ia terlihat kecewa dan terpukul. Beberapa hari lalu, mereka masih mendengar ucapan bahagia Edward ketika ia berada di Phuket. Masih terngiang ucapannya. "Aku lagi ngeliat pemandangan paling indah dimuka bumi."

Bagi Edward, perempuan adalah pemandangan paling indah di muka bumi. Jadi pasti ada sesuatu setelah itu. Tapi bagaimana mereka bisa tahu apa yang terjadi, jika Edward menutup mulutnya.

Dave dan calvin saling bertatapan. "Ini pasti ada sesuatu yang serius. Ed gak pernah kayak gini sebelumnya. "Ujar Calvin.

"Iya, kita bawa pulang dulu aja." Ajak Dave. Mereka berduapun memapah Edward yang sedang mabuk berat.

"Gimana Alena?" Tanya Calvin ketika mereka ada di mobil.

"Gak ada apa-apa. Dia baik-baik aja. Cuma lagi sibuk sama resto nya yang baru."

"Maksud aku hubungan kalian. Bukannya waktu kalian tinggal seminggu lagi?"

Dave terdiam. Ia menatap lurus kedepan. Sebenarnya pertanyaan itu yang paling dihindarinya. "Mungkin diperpanjang." Jawabnya sambil tertawa.

"Tapi udah pasti kan harta nenek kamu jatuh ketangan kamu. Trus buat apa lagi kalian pacaran?"

"Aku gak tau. Aku setengah-setengah mikirin warisan nenek. Aku nyaman bareng Alena."

"Kamu udah jatuh cinta, Dave. 6 tahun aku kenal sama kamu, baru sekarang kamu kayak gini sama perempuan. Dan satu lagi, kamu bisa hidup cuma sama satu perempuan aja. Dan itu Dokter Alena."

Dave menatap Calvin. Ia tidak mengatakan apapun. Hanya saja lidahnya kelu. Ia tidak bisa menyangkalnya. Itu memang benar terjadi padanya. Ia sudah tidak bisa mendekati banyak perempuan. Banyak yang menggodanya, tapi ia merasa tidak tertarik.

"Liat nanti." jawabnya pendek.

Alena bangun siang karena tadi malam ia mendapatkan tugas mendadak. Ada pasiennya yang mengalami kejang-kejang setelah meminum obat. Ia harus menjaganya semalaman. Melelahkan tapi menyenangkan. Ia melihat jamnya. Masih ada beberapa jam sebelum ia pergi ke rumah sakit. Sebelum keluar kamar, ia melakukan stretching untuk melenturkan badannya yang kaku.

Setelah beres melakukan stretching, Ia keluar kamar dan membuka gorden agar sinar matahari masuk kedalam rumah. Tapi ia terkejut ketika melihat Dave ada disana. Didepan mobil hitam kesayangannya yang berada tepat didepan pintu gerbang rumahnya. Sepagi ini ia sudah berada didepan rumahnya? Gayanya tidak seperti akan pergi bekerja.

"Dave." Panggilnya sambil membuka pintu rumah.

Dave membuka pintu gerbang dan masuk kedalam rumah. "Pulang jam berapa tadi malam?"tanya Dave.

"Jam 3 pagi." jawab Alena.

Dave terkejut. "Jam 3 pagi? Trus siapa yang anter kamu?"

"Dokter Reza. Kebetulan ia jaga sampe jam 2. Dia nunggu aku sampe beres."

Dave mengerutkan keningnya. "Dokter Reza masih muda?"

Alena tersenyum geli. "Apaan sih Dev, kamu mulai posesif sama aku."

"Iya. Soalnya kerjaan kamu itu rawan selingkuh." Jawab dave kencang.

"Kamu udah makan?"tanya Alena mengalihkan pembicaraan. Mendengar ia cemburu seperti itu membuat hatinya sedikit senang.

"I need a cup of coffe and potato?"

"No potato. Only milk bread."jawab Alena sambil berjalan ke dapur. "Roti buatan aku gak kalah enak sama roti pabrikan."

Alena membawa beberapa roti dan menyimpannya dimeja makan. Alena tidak pernah banyak sarapan selain air teh dengan dua slice roti panggang. Ia memberikan satu roti pada Dave.

"Dave.. gimana kerjaan kamu?"

Dave menatap Alena. Tidak ada yang peduli pada pekerjaannya sejauh ini. "Flower Village masih diusut."

"Flower Village? Yang ada di Bali?" tanya Alena terkejut. "Itu punya kamu, Dave? Yang Minggu kemarin ambruk itu?"

Dave tersenyum. "Kamu ngikutin berita tv ya Al? Semua yang diberitain gak sepenuhnya bener."

Alena meletakkan rotinya di piring. Ia menatap Dave. "Aku gak ngikutin berita. Cuma malem itu aku lagi nonton berita, ada cerita tentang Flower Village."

Dave mendesah. "Ya, sebenernya Flower Village bukan punya aku. Aku cuma kontraktornya. Jadi kita bertiga itu satu team kontraktor. Aku arsitek, Calvin design interior, Edward pengadaan barang."

"Oh, trus kamu diminta ganti rugi?"

"Ya, kita lagi dituntut sama investor yang menanamkan modal disana."

"Trus gimana Dave?Kamu udah siap?"tanya Alena dengan nada khawatir.

"Tenang aja, kakaknya Dave lawyer berpengalaman diluar negeri. Dia yang sekarang ngurus semuanya."

Alena mengangguk tenang. "Trus hasil yang kemarin di Amerika?"

"Udah kontrak. Beberapa bulan lagi mulai jalan. Aku pasti sibuk banget Al. Ini proyek raksasa yang pernah aku tanganin."

Alena menatap Dave bangga. Ia tersenyum. Beberapa bulan lagi ia tidak tahu sampai manakah hubungan mereka akan berjalan. Yang Alena yakini, mereka telah berada dijalan masing-masing. Bulan depan ia pergi untuk misi kemanusiaan bencana alam. Dan Dave tidak tahu mengenai itu. Dave pun akan mulai sibuk mengurus proyek raksasa itu. Dan waktu kontrak mereka hanya tinggal enam hari. Mereka akan melaluinya dengan cepat.

1
Heryta Herman
firly ga bisa di jadikan tmn..apalagi untuk curhat...bisa bahaya..teman mkn teman...
saran nih...ga usah punya tmn rapat apalagi sahabat...bisa di khinati nti nya...
Heryta Herman
ceeitanya sengaja di bikin muter" ya thor...
alurnya juga bikin bingung...
Heryta Herman
si dave buang aja ke laut...pria begajulan ga ada akhlak...
Alin Nur'alina
v
Ely
Luar biasa
Bzaa
Luar biasa👍👍👍👍😘
Wiwien Widiyastuti
Kecewa
Can Sikumbang
ceritanya bagus cmb cara penulisannya ini ,bingung ..sesak nafas bacanya jg GK paham yg ngomong siapa yg di ajak ngomong siapa dan cerita siapa? baru baca si Alena dan temenya,tetibadibarisbawa da cerita yg lain,..sumpah dr bnyak novel br ini baca ku GK kesimak,gagal pokus,sebenernya cerita nya bagus
Dewi Lukitasari
kerrrennn
AieSani9291
Kecewa
Farida Wahyuni
dave gampang bgt panggil sayang sama cewe lain, ke firly juga gitu. keliatan memang brengseknya.
Surati
lebay...lebay .... Dave. ingat ini di desa terpencil
Surati
dokter Alena yg baik, didikan mamanya yg bagus. anaj yg selalu mengingat pesan dari mamanya. mama MU pasti bangga padamu. semoga bahagia hidupmu
Irkhamna Faiqoh
suka alurnya
Diana Budhiarti
ceritanya bagus thorrr
Meity Manoppo
Baru pertama x melamar, yg lamar Amanda siapa ? 😛😛😛
Fatim Ummu Ayes
bukanx dulu udh ngelamar si amanda thor
Dhafi Dhanil Tio Ramadhan
novel nye keren singkat padat jelass autor nye 👍👍👍🥰😍😍😘😘😘
Nor yenny
Mrnarik,bikin penasaran
lie devilie
ya.ceritra yg cukup bagus dan menarik krn simple.semoga dpt ceritra yg lainnya .simple .trimakasih .thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!