NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Romantis / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Ranah kultivasi

​Matahari baru saja terbit, membanjiri gang sempit dengan cahaya keemasan.

Coi Gi, Shi Tuzhu, dan Gi Jibo masih terpaku di depan tumpukan harta, seolah takut menyentuhnya.

Mereka tahu, perubahan yang dibawa Jian Yi jauh melampaui sekadar koin emas.

Ada sesuatu yang jauh lebih besar dan mengerikan di balik tatapan tenang sahabat mereka.

​Tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar dari ujung gang.

Bukan langkah biasa, melainkan hentakan kaki-kaki terlatih yang bergerak serempak.

Tiga belas pria berjubah hitam dengan lambang pisau bersilang di dada muncul, mata mereka dingin dan penuh niat membunuh.

Aura intimidasi mereka begitu pekat, membuat udara di sekitar terasa menusuk.

​“Jian Yi?” salah satu pemimpin berjubah hitam melangkah maju, suaranya datar dan tajam. “Kami adalah ‘Tangan Bayangan,’ diutus oleh Keluarga Yuan untuk memberimu pelajaran karena telah mengganggu kepentingan mereka di Distrik Barat. Gubernur Zhao Fu adalah anjing peliharaan mereka.”

​Coi Gi dan yang lainnya seketika pucat pasi. Keluarga Yuan! Itu adalah salah satu dari Empat Keluarga Bangsawan Teratas di seluruh kekaisaran.

Kekuatan mereka melampaui hukum, dan kekayaan mereka tidak terhingga. Mereka bahkan memiliki pendekar kultivasi di bawah payung mereka.

​“Hahaha!” Coi Gi tertawa gugup, mencoba menarik Jian Yi. “Jian Yi, jangan dengarkan mereka. Pasti ada kesalahpahaman. Ayo kita pergi dari sini! Keluarga Yuan tidak main-main!”

​Jian Yi tidak bergeming. Matanya menyipit tajam, menatap lurus ke arah para pembunuh. “Keluarga Yuan? Jadi mereka pemilik anjing kotor bernama Zhao Fu itu.”

​Pemimpin Tangan Bayangan mencabut sepasang belati beracun, matanya berkilat sadis. “Kau hanya tikus got yang baru sedikit kenyang. Kami akan mengakhiri ambisimu di sini. Jangan khawatir, kematianmu akan cepat. Tapi teman-temanmu... mereka akan menjadi contoh bagi siapa pun yang berani menentang Keluarga Yuan.”

​Mendengar ancaman itu, wajah Jian Yi seketika berubah.

Senyum tipisnya lenyap, digantikan ekspresi datar yang dingin.

Aura kekuatannya, yang selama ini tersembunyi, mulai memancar.

Tiba-tiba, udara di sekitar mereka menjadi padat, daun-daun kering di tanah berputar pelan seperti tersapu angin aneh.

​Pedang tua di pinggangnya bergetar pelan, seolah haus akan darah.

​“Tikus got?” Jian Yi melangkah maju, hanya satu langkah. “Beraninya kalian meremehkan seorang Grand Master.”

​Para anggota Tangan Bayangan tertegun sejenak. Grand Master? Mereka adalah pembunuh profesional, namun peringkat itu... itu adalah sesuatu yang hampir tidak pernah mereka temui. Tapi ejekan Jian Yi terlalu menusuk.

​“Cukup bicara! Bunuh dia!” teriak pemimpin itu.

​Ketiga belas pembunuh itu menyerang serempak.

Belati dan pedang mereka berkilat di bawah sinar matahari pagi.

Mereka bergerak cepat, dengan formasi mematikan yang dirancang untuk membunuh pendekar sekalipun.

​Coi Gi, Shi Tuzhu, dan Gi Jibo hanya bisa memejamkan mata, menunggu suara tebasan dan jeritan.

Mereka melihat kilatan pedang, mendengar desingan belati, dan merasakan tekanan angin yang kuat.

Mereka membayangkan Jian Yi terpotong-potong, impian mereka hancur sebelum sempat mereka raih.

​Namun, yang terjadi selanjutnya bukanlah yang mereka duga.

​SWISH!

​Hanya ada satu suara desiran lembut, seolah angin saja yang lewat.

​Ketika Coi Gi memberanikan diri membuka mata, pemandangan di depannya membuat napasnya tercekat.

​Ketiga belas anggota Tangan Bayangan berdiri mematung.

Tak satu pun dari mereka bergerak. Namun, ada yang aneh.

Garis merah tipis muncul di leher setiap pembunuh itu, tepat di bawah dagu. Garis itu melebar, dan kemudian...

​THUD! THUD! THUD!

​Kepala-kepala itu jatuh satu per satu ke tanah berpasir, memercikkan darah segar yang langsung menodai pakaian mereka.

Tubuh-tubuh tanpa kepala itu ambruk, menciptakan genangan darah yang pekat dan bau amis yang menyengat.

​Jian Yi berdiri di tengah-tengah kekacauan itu, pedang berkaratnya sudah tersarung kembali di pinggangnya.

Tak ada setetes pun darah yang menodai dirinya. Wajahnya masih datar, seolah ia baru saja membuang sampah.

​“Mereka mengancam kalian,” Jian Yi berbalik, menatap ketiga sahabatnya yang kini memucat pasi. “Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh kalian.”

​Coi Gi, Shi Tuzhu, dan Gi Jibo tidak bisa berkata-kata. Mereka tahu Jian Yi kuat, tetapi mereka tidak menyangka ia telah mencapai tingkat kegilaan seperti ini.

Hanya satu gerakan, tiga belas pendekar terlatih tewas tanpa perlawanan.

Itu bukan kekuatan Pendekar Master, bahkan mungkin bukan Pendekar Grand Master. Itu... itu adalah kekuatan yang mengerikan.

​"I-itu... itu tidak mungkin," bisik Coi Gi, matanya terpaku pada genangan darah.

​Jian Yi mengabaikan ketakutan teman-temannya. Ia melangkah ke arah mereka, ekspresinya kembali melembut. "Anggap saja ini bukti. Bahwa janji yang kuucapkan tadi malam... akan kupenuhi."

​Si Pedang Tua di pinggangnya berbisik, suaranya hanya bisa didengar Jian Yi. "Kau terlalu berlebihan, Bocah. Tapi setidaknya, mereka tahu siapa yang tidak boleh diganggu. Keluarga Yuan akan murka. Ini baru permulaan."

​Jian Yi hanya mengangguk kecil. Ia tahu. Dia telah menarik perhatian serigala-serigala yang jauh lebih buas daripada anjing penjaga. Tapi dia tidak peduli. Selama teman-temannya aman, ia siap menghadapi siapa pun.

​Tingkatan Pendekar di Dunia Ini:

1.​Pendekar Pemula: Baru mengenal Qi dan teknik dasar.

2.​Pendekar Terlatih: Mahir dalam satu atau dua teknik, Qi mulai stabil.

3.​Pendekar Ahli: Kuasai beberapa gaya bertarung, Qi cukup kuat untuk bertahan.

4.​Pendekar Master: Memahami esensi Qi, bisa mengembangkan teknik sendiri, dihormati di satu wilayah.

5.​Pendekar Grand Master: Menguasai Qi hingga puncaknya, kecepatan dan kekuatan super manusia, hampir tak tertandingi di satu provinsi. (Ranah Jian Yi saat ini)

6.​Pendekar Agung: Mampu mengubah medan perang, satu serangan bisa menghancurkan gunung kecil, dihormati di seluruh kekaisaran.

7.​Pendekar Suci: Bisa berinteraksi langsung dengan Qi alam, umur panjang, kekuatan mendekati dewa.

8.​Pendekar Dewa: Memahami hukum alam semesta, bisa menciptakan ruang terpisah, menjadi legenda hidup.

9.​Pendekar Mistik: Mampu membengkokkan kenyataan, kekuatan yang tak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

10.​Pendekar Legenda Sejati: Kekuatan tak terbatas, mampu menciptakan dunia baru, hanya ada satu atau dua dalam sejarah dunia.

1
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
gaspolll thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap ceritanya 🔥🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkannnnn🔥🔥🔥🔥
angin kelana
dah 7 tahun lg yah...
Agen One: time skip aja/Pray/
total 1 replies
Adibhamad Alshunaybir
mantap author semangat up nya☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!