Bebby Daniella Putri menjadi yatim piatu sejak batita akibat korban kecelakaan yang menimpa satu keluarganya, tanpa identitas. Bebby diangkat anak oleh Daniel Frederick, Dokter Muda yang menyelamatkan nyawanya. Daniel mengangkat anak karena rasa kasihan dan sebagai permohonan maaf karena tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua orang tuanya.
Dalam perjalanan waktu muncul benih benih cinta di antara mereka berdua. Daniel sebagai orang tua angkat telah menepis perasaan itu. Bagaimana kisah mereka... dan siapa sebenarnya Bebby?
Yuuukkk ikuti kisah mereka guys ♥️♥️♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26.
“Turunkan foto foto itu!” perintah Miranda sekali lagi sebab sang pelayan masih saja berdiri mematung.
“Kamu dengar tidak?” tanya Miranda sambil menatap tajam wajah Sang pelayan.
“Nyonya Muda saya tidak berani, ini kamar Tuan Muda Daniel, itu foto foto yang memasang Tuan Muda sendiri, saya hanya diperintahkan untuk membersihkan, memindahkan saja pun saya tidak berani. Kata Tuan Muda semua foto yang dipasang dan ditaruh itu ada cerita ceritanya sendiri sendiri.” Ucap sang pelayan sambil menatap pada foto foto Daniel dan Bebby yang ada di atas meja, di rak dan di dinding kamar. Foto foto Daniel dan Bebby di saat masih kecil sampai Bebby masuk kuliah.
“Waktu memang cepat berlalu rasa rasanya baru kemarin saja Non Bebby datang tahu tahu sudah menjadi gadis cantik. Saya dulu yang ikut momong Non Bebby, Nyonya.. lucu Non Bebby itu, saya sudah kangen sebenarnya tapi kata Nyonya Frederick, Non Bebby sudah tidak tinggal di sini.” Ucap Sang pelayan yang tiba tiba raut mukanya tampak sedih.
“Nah, itu kamu sudah tahu kalau anak itu sudah tidak lagi tinggal di sini. Sudah kamu ambil semua dan taruh di gudang atau dibuang sana!” ucap Miranda lalu terus melangkah masuk ke dalam kamar.
“Nanti saja Nyonya, menunggu Tuan Muda.” Ucap Sang pelayan yang belum berani.
“Aku akan telepon Mama dan nanti kamu sendiri dengarkan dia.” Ucap Miranda lalu dia mengambil hand phone miliknya dan segera menghubungi Nyonya Frederick. Dan Nyonya Frederick pun sangat setuju jika foto foto yang ada wajah dan sosok Bebby dibuang semua.
“Buang semua, nanti ganti foto foto pengantin Daniel dan Miranda!” perintah Nyonya Frederick di balik hand phone milik Miranda.
Dengan lesu dan sedih sang pelayan itu mengambil semua foto foto Daniel dan Bebby yang ada di dalam kamar Daniel.
“Nah begini aku lebih nyaman tinggal di kamarku tidak ada foto anak sialan itu.” Ucap Miranda sambil tersenyum puas.
Sementara itu Nyonya dan Tuan Frederick kini berada di ruang makan khusus di hotel bintang lima. Mereka berdua menemani kerabat dan keluarga yang masih berada di hotel itu untuk menunggu jadwal penerbangan mereka. Tuan dan Nyonya Agusta pun juga ada bersama mereka.
Sesaat kemudian..
“Tante sejak kemarin kok saya tidak melihat Kak Daniel.” Ucap seorang laki laki yang tidak lain adalah saudara sepupu Daniel.
“Mungkin keasyikan belah duren, lupa keluar dari kamar.” Ucap salah satu orang lainnya. Tampak Nyonya Agusta dan suaminya saling pandang.
“Kata Miranda pagi pagi sudah pergi ke rumah sakit, cuti sudah habis.” Ucap Nyonya Frederick.
“Tapi sepertinya aku melihat dia berjalan keluar kemarin malam setelah acara selesai.” Gumam salah seorang yang juga berada di dalam ruang makan itu.
Nyonya Frederick yang sedang makan puding buah itu langsung tersedak karena mendengar gumaman orang itu.
“Ehem.. ehemmmm..” Nyonya Frederick yang tersedak puding buah, lalu dia menegak air mineral.
“Ehmmm mungkin dia hanya keluar sebentar untuk urusan penting.” Ucap Nyonya Frederick selanjutnya dan Nyonya Agusta pun tampak mengangguk anggukkan kepalanya.
“Mungkin Nyonya bisa tanya langsung pada Daniel dan Miranda.” Ucap Nyonya Agusta yang di dalam hatinya tersenyum senang, sebab ada peluang buat Miranda berakting kembali dan Nyonya Frederick marah pada Daniel.
“Iya iya, nanti aku tanya pada mereka berdua.” Ucap Nyonya Frederick selanjutnya.
“Sudah sekarang kita lanjutkan ngobrol tentang perusahaan saja. Seperti kalian semua ketahui, Daniel lebih suka memilih profesinya sebagai dokter dari pada mengurusi perusahaan. Maka aku setuju Miranda menikah dengan Daniel karena dia punya kemampuan untuk menjalankan perusahaan. Bukan begitu Pa.” Ucap Nyonya Frederick sambil menatap wajah suaminya. Tuan Frederick pun hanya menganggukkan kepalanya. Sebab perusahaan yang dia pimpin sekarang adalah warisan dari sang mertua yang tidak lain adalah orang tua Nyonya Frederick.
Tuan dan Nyonya Agusta terlihat tersenyum senang, mereka berdua mengangguk anggukkan kepalanya.
“Iya Miranda memang punya bakat bisnis sejak kecil.” Ucap Nyonya Agusta.
“Syukurlah, aku sangat was was waktu Daniel menyusun anak gemblung itu kuliah mengambil fakultas manajemen kata Daniel biar besok dia yang mengurus perusahaan. Eeeee... ya tidak boleh toh.. Dia tidak ada apa apanya dengan aku. Tapi tetap saja dia kuliah di manejemen paling juga besok dia cuma jadi sales he... he... he... mau urus perusahaan siapa coba.” Ucap Nyonya Frederick sambil tertawa yang lain pun ikut tertawa kecuali Tuan Frederick.
Mereka pun terus berbincang bincang dan bercanda, setelah dirasa cukup. Tuan dan Nyonya Frederick mohon diri.
“Pa, perasaan ku kok tidak enak ya.. ada yang melihat Daniel keluar setelah acara pernikahan. Apa iya dia meninggalkan Miranda sendirian.” Ucap Nyonya Frederick saat dia dan Tuan Frederick sudah berada di dalam mobil.
“Coba saja Mama telepon Daniel, ini jam istirahat dia.” Ucap Tuan Frederick yang duduk di samping Sang istri sambil melihat arloji di pergelangan tangannya.
“Benar Pa...” gumam Nyonya Frederick lalu segera mengambil hand phone dari dalam tas kecilnya.
Nyonya Frederick segera mengusap usap layar hand phone miliknya untuk menghubungi Daniel.
Sementara di Daniel kini memang di jam istirahat dan sedang berada di ruang rawat Bebby, sebab Eliza sedang di kampus dan Bebby hanya ditemani oleh perawat.
Sesaat hand phone milik Daniel berdering. Daniel pun segera mengambil hand phone dari saku baju putihnya.
“Mama.” Gumam Daniel di dalam hati lalu segera menggeser tombol hijau.
“Dan, malam setelah acara pernikahan kamu pergi ke mana?” suara Nyonya Frederick di balik hand phone milik Daniel.
“Hmmm pasti Miranda lapor pada Mama.” Gumam Daniel di dalam hati.
“Cepat jawab!” suara Nyonya Frederick lagi.
“Ma, aku ke rumah sakit sebab ada hal yang sangat penting, gawat darurat.” Ucap Daniel sambil matanya menatap wajah Bebby. Dia tidak sampai hati jika Bebby selalu saja disalah salahkan oleh Mamanya.
“Gawat darurat apa? Bukannya hari itu masih hari izin cuti kamu? Pasti kamu mengurusi anak gemblung itu anak gembel anak kere. Setelah kamu selesai kerja hari ini kamu langsung pulang, harus tepat waktu.” Suara Nyonya Frederick lagi dan sambungan telepon pun segera terputus.
“Benar Pa, Daniel pergi ke rumah sakit.” Ucap Nyonya Frederick setelah sudah memutus sambungan teleponnya dengan Daniel.
Sesaat kemudian...
“Pak, cepat tambah kecepatannya, aku mau segera ketemu Miranda. Kenapa dia tidak bilang kalau tadi malam hanya sendirian di kamar pengantin. Kasihan dia, makanya dia langsung pulang tadi pagi. “ ucap Nyonya Frederick selanjutnya menyuruh sopir menambah laju kemudinya. Sedang Tuan Frederick hanya diam saja.
🤣🤣