Bahagia karena telah memenangkan tiket liburan di kapal pesiar mewah, Kyra berencana untuk mengajak kekasihnya liburan bersama. Namun siapa sangka di H-1 keberangkatan, Kyra justru memergoki kekasihnya berkhianat dengan sahabatnya.
Bara Elard Lazuardi, CEO tampan nan dingin, berniat untuk melamar tunangannya di kapal pesiar nan mewah. Sayangnya, beberapa hari sebelum keberangkatan itu, Bara melihat dengan mata kepalanya sendiri sang tunangan ternyata mengkhianatinya dan tidur dengan lelaki lain yang merupakan sepupunya.
Dua orang yang sama-sama tersakiti, bertemu di kapal pesiar yang sama secara tak sengaja. Kesalahpahaman membuat Kyra dan Bara saling membenci sejak pertama kali mereka bertemu. Namun, siapa sangka setelah itu mereka malah terjebak di sebuah pulau asing dan harus hidup bersama sampai orang-orang menemukan mereka berdua.
Mungkinkah Bara menemukan penyembuh luka hatinya melalui kehadiran Kyra? Atau malah menambah masalah dengan perbedaan mereka berdua yang bagaikan langit dan bumi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmiLovi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar Mantan
Seminggu berlalu sejak terakhir kali Kyra berpisah dengan Bara di malam itu. Dan semalaman, Kyra tak bisa tidur karena memikirkan keputusannya yang mungkin terkesan sangat jahat pada Bara. Padahal seharusnya pihak wanitalah yang merasa dirugikan atas insiden di malam itu, namun nyatanya, malah pihak lelaki yang seolah meminta pertanggungjawaban. Kyra tertawa sendiri bila mengingat betapa Bara sangat aneh karena seharusnya ia tak rugi apapun dengan meniduri Kyra.
Dan selama seminggu ini pula, Keanu jadi lebih sering datang ke ruangan divisi project tempat Kyra bernaung. Ada saja alasan yang membuatnya datang, entah itu hanya sekedar mengirim kopi untuk Zeline atau meminta pendapat tentang teknik marketing yang tak seharusnya menjadi urusan divisi project. Kyra yang mulai jengah, selalu berusaha menghindari duo racun menyebalkan itu. Ia tak paham bila diam-diam Keanu terus memantau gerak-geriknya.
"Beb, bagaimana bila saat presentasi di rapat komisaris minggu depan, kamu juga ikut hadir bersamaku," usul Keanu ketika siang itu ia datang ke ruangan Zeline untuk menemaninya makan siang.
Kyra yang masih menyelesaikan pekerjaannya mau tak mau ikut mendengarkan percakapan menggelikan itu dan menjadi mual sendiri. Ia harus cepat-cepat merampungkan tugasnya daripada muntah di depan sejoli beracun itu.
"Memangnya boleh?" suara Zeline terdengar sangat manja dan membuat perut Kyra semakin bergejolak.
"Boleh dong! Kan, aku manajer yang akan presentasi, jadi aku bebas mengajak siapapun yang aku mau. Nanti kamu bisa menjelaskan tentang desain yang dibuat oleh divisi kalian, hitung-hitung kamu belajar ngomong di depan banyak orang, siapa tahu tahun depan ada kesempatan untukmu jadi manajer!"
Kyra tersenyum kecut. Jadi manajer? Dengan kemampuan mendesain Zeline yang di bawah rata-rata, sepertinya butuh waktu 10 tahun baginya untuk menjabat posisi sebagai manajer project.
"Hei, kenapa senyummu seperti mengejekku?" teriak Zeline sembari menunjuk Kyra yang seketika terbelalak kaget.
Kyra menunjuk dirinya sendiri. "Aku?" ulangnya terheran-heran.
"Di ruangan ini hanya ada kita bertiga! Memangnya kamu pikir aku sedang bicara dengan tabletmu!" sentak Zeline tak terima.
Merasa ditantang, Kyra kembali tersenyum dengan ekspresi wajah datar. "Maaf ya, nggak ada siapapun yang berhak untuk melarangku tersenyum, tertawa, bahkan menangis sekalipun! Kenapa kamu percaya diri sekali bila senyumku tersungging untukmu!?"
"Karena sejak tadi aku memperhatikanmu."
"Memperhatikanku? Oh, ya Tuhan! Betapa spesialnya aku dimatamu sampai-sampai setiap gerak-gerikku selalu kamu perhatikan. Terima kasih banyak, loh!" sela Kyra sarkas sembari membungkukkan badannya dengan penuh suka cita.
Zeline menggeram kesal, ia melirik Keanu yang rupanya sedang menatap Kyra dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan.
Brak.
Tangan mungil Zeline menggebrak meja dengan keras dan keluar dari ruangan itu dengan penuh amarah. Keanu yang terkejut dengan perbuatan Zeline sontak berdiri dan mengejar kekasihnya.
Dari mejanya, Kyra memperhatikan duo sejoli beracun itu nampak sedang bertikai. Ia tersenyum puas dan kembali duduk untuk menyelesaikan pekerjaannya yang harus rampung sore ini juga. Fokusnya kembali tertuju pada layar tablet yang menjadi senjatanya dalam bekerja.
Tepat jam 5 sore, Kyra menyerahkan hasil gambarnya ke Kristin. Kristin adalah tangan kanan manajer project yang selalu bisa diandalkan dan cekatan.
"Kamu sudah mau pulang?" tanya Kristin ketika Kyra mulai merapikan mejanya.
"Iya, aku sudah ada janji dengan seseorang!"
Zeline yang mendengar percakapan itu mulai menajamkan telinganya seperti biasa. Tempo hari Keanu bercerita bila Kyra dijemput oleh lelaki tampan yang mengendarai mobil sedan mahal. Zeline jadi penasaran siapa lelaki itu dan sejak kapan Kyra dekat dengannya?
"Apakah kamu mulai dekat dengan lelaki?" goda Kristin terkekeh.
Kyra tertawa. "Tentu saja! Aku nggak mau jadi nenek-nenek jomblo yang sukanya nyinyirin kekasih orang."
Zeline mendengus mendengar kata nyinyir yang Kyra ucapkan dengan penuh penekanan. Seolah-olah Zeline adalah target yang ia bicarakan.
"Baiklah. Nikmatilah waktumu bersama lelakimu, Ra!" Kristin melambaikan tangan ketika Kyra mulai beranjak dari meja kubikelnya.
Ketika Kyra sudah menghilang di balik pintu, Zeline buru-buru bangkit dan memperhatikan lobi dari jendela ruangannya. Bila lift tak sedang ramai, maka Kyra pasti akan tiba di lobi 5 menit lagi. Dengan penuh kosentrasi, Zeline memperhatikan setiap orang yang keluar dari lift.
Dan benar saja, tak berapa lama Kyra terlihat keluar dari sana dengan senyum yang masih tersungging lebar di wajahnya. Zeline mendengus kesal, sejak merubah penampilannya, Kyra selalu menjadi pusat perhatian lelaki dan hal itu sangat menyebalkan bagi Zeline. Langkah Kyra terhenti di depan meja resepsionis, ia terlihat sedang menelepon seseorang dan mengobrol dengan serius. Zeline masih mengawasi gerak-gerik mantan sahabat baiknya itu dengan penuh kewaspadaan.
Kyra terlihat masih menunggu dengan sesekali memperhatikan arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Dan ketika seorang lelaki datang mendekat ke arah Kyra, Zeline terbelalak syok dengan mulut menganga. Keanu!
"J-jadi dia janjian dengan Keanu?" desis Zeline seolah tak percaya dengan penglihatannya sendiri. "Kurang ajar! Awas ya kalian!"
.
.
"Jadi katakan, apa yang membuatmu memaksa untuk bicara empat mata denganku." Kyra menyandarkan punggungnya di kursi dan melipat kedua tangannya di dada.
Keanu nampak salah tingkah, ia terlihat gugup dan tak nyaman.
"Ken, jangan membuang waktuku. Aku hanya punya waktu satu jam untuk berbicara seperti ini denganmu!"
"Aku minta maaf, Kyra. Aku minta maaf atas perbuatanku beberapa minggu yang lalu. Aku khilaf!" pinta Keanu dengan wajah memelas.
Kyra tersenyum jengah melihat ekspresi menyebalkan itu. Menyesal dan khilaf, huh?!
"Aku tahu aku bersalah dan nggak pantas untuk mendapatkan maaf darimu."
"Sudah tahu kenapa masih mengajakku keluar seperti ini? Bola mata Zeline hampir meloncat tadi sore ketika melihatmu datang menghampiriku!" Kyra terkekeh geli.
"Aku mohon, Ky. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku. Aku janji kali ini nggak akan sembunyi-sembunyi lagi di depan semua orang dan mengakuimu sebagai calon istriku!"
"Hei hei, tunggu. Calon istri katamu?!" sela Kyra cepat.
Keanu mengangguk penuh keyakinan. "Iya, aku akan melamarmu secepatnya bila kamu menerimaku kembali!"
"Hahaha ..." Kyra tak bisa menahan tawanya. Ia merasa sangat geli mendengar Keanu mengatakan kalimat menjijikan itu sekarang.
"Sudah terlambat, Ken. Semua sudah berakhir diantara kita sejak kamu mencium Zeline dengan panas di toilet itu! Bukankah kamu sendiri yang bilang kalo aku kurang menantang? Pacaran denganku secara sembunyi-sembunyi sungguh membuatmu jenuh dan merasa seperti anak SMP?! Kamu lupa, huh?" cecar Kyra sakit hati.
Keanu menunduk dengan wajah penuh sesal, ia sendiri tak paham mengapa bisa tergoda oleh rayuan Zeline. Padahal sejak dulu Kyra selalu menjadikan Keanu sebagai lelaki satu-satunya.
"Bahagiakanlah Zeline. Meskipun aku membenci kalian, setidaknya kalian berdua pernah menjadi bagian dari hatiku."
"Ky, aku mohon. Beri aku kesempatan sekali lagi!" Keanu bangkit dan bersimpuh di samping kursi Kyra. Ia benar-benar telah kehilangan cara untuk meminta Kyra kembali padanya.
Beberapa orang pengunjung cafe mulai berkasak-kusuk melihat Keanu bersimpuh. Kyra yang tak suka menjadi pusat perhatian seolah menjadi wanita jahat yang membiarkan lelaki bersujud meminta bekas kasihan.
"Berdirilah, Ken. Jangan hinakan dirimu demi meminta maaf kepadaku. Ke mana harga dirimu yang sangat angkuh itu, huh?" tanya Kyra heran sembari menarik lengan Keanu agar kembali ke kursinya.
Dengan lemah, Keanu bangkit dan memilih duduk di samping Kyra. Ia menggenggam tangan wanita yang masih ia cintai itu dengan erat.
"Beri aku kesempatan sekali lagi. Aku janji aku nggak akan mengecewakanmu lagi."
"Hentikan, Ken. Aku akan semakin membencimu bila kamu terus memaksaku seperti ini. Kamu sudah memilih Zeline, jadi bertanggungjawablah dengan pilihanmu!"
...****************...
Done, ya, Bestie! Doakan otor selalu sehat biar bisa tetap nulis untuk menghibur kalian semua. Terima kasih banyak untuk kiriman hadiah, like dan komen penyemangat dari kalian 🥰❤️
gengsi aja di gedein pake ga ada cinta
di abaikan dikit udah kesel hahah
wkwkwkwwk