Tania harus menerima keputusan paman dan bibinya untuk menikah dengan lelaki yang tidak Tania kenal sama sekali.
apalagi mendengar bahwa keluarga Calon suaminya terkenal keluarga yang kejam. apakah benar yang dikatakan orang-orang,
keluarga "Mahardika" adalah keluarga yang benar-benar mengerikan
????????
penasaran yuk lanjut baca karya novel kedua ku semoga kalian terhibur ya😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princes Annie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.26
Mendengar ada suara yang membuka pintu Tania dengan segera menghapus air matanya.Melihat kearah cermin terlihat sekali aku habis menangis
"Tania apa kamu didalam,buka pintunya suara Alvaro terdengar setengah berteriak.
"Apa dia marah padaku juga,pikir Tania.
Dengan pelan Tania membuka pintu kamar mandi.
Menundukan kepalanya agar suaminya tidak melihat matanya.
Alvaro mengangkat dagu Tania.
"Kamu menangis kan Tania.Aku minta maaf atas perlakuan mama hari ini.dan langsung memeluk Tania erat,Aku sudah berjanji pada Arka untuk melindunginya.
Tania pun menangis dipelukan Suaminya.
dan tanpa ragu membalas memeluk erat suaminya.
Deg deg deg jantung mereka berdetak kencang."Perasaan apa ini??? tanya Varo didalam hatinya.
Tania mencoba menyembunyikan detak jantungnya yang terasa berdetak keras tapi hasilnya Alvaro sudah merasakan nya karena pelukan mereka begitu erat.
"Aku tidak apa-apa ,bisa kah melepaskan pelukanmu aku hampir kehabisan nafas.Tania berusaha bersikap biasa dan setenang mungkin begitu pula dengan Alvaro.
"Sebentar lagi makan malam siap,kita bisa turun bersama kakek dan semua pasti menunggu kita.bersihkan air matamu.
Tak lama kemudian Bibi Rumi datang
"Tuan dan nona muda dipanggil sama Tuan Royan untuk makan malam bersama".
"Baik,Bi sebentar kami berdua turun kebawah.
Dimeja makan sudah semua berkumpul Alvaro segera mengambil tempat duduk disebelah kakeknya dan disana juga sudah tersedia bangku kosong tentu buat Tania.
Om Denian dan Tante Bella menyambut dengan senyum hangat mereka berdua,tidak dengan Mama Rosi dan papa Rendi yang menampakan wajah datar saja.
"Silahkan makan Tania,semua ini kakek siapkan khusus buat cucu dan menantu.
"Terima kasih kakek,ucap Tania
"Jangan terlalu memanjakan dirinya pa,nanti dia bisa besar kepala dan merasa berkuasa disini,tiba-tiba Rosi membuka suaranya.
Mendengar ucapan Rosi semua orang tercengang dan kakek terlihat marah.
Dan kakek Royan sudah tidak bisa mengontrol emosinya.
"Ini pertama dia datang kesini seharusnya sambut dia dengan baik,apalagi kamu Rosi!!!! adalah ibu mertuanya.sedikit bersikaplah sopan santun terhadap menantumu.
Tania merasa takut saat melihat kakek Royan marah dan semua ini dia merasa karena dirinya.
Rosi makin menatap tidak suka pada Tania
"Lihat saja Tania mulai detik ini aku akan membuat hidup mu seperti dineraka,karena dirimu Papa mertua memarahiku.ancam Rosi didalam hatinya.
"Papa tidak mau ada pembahasan apapun dimeja makan ini,kalau masih ada yang membuka suara silahkan jangan ikut makan malam".
Rendi menatap tajam pada istrinya dan memberi isyarat untuk diam.dengan wajah kesal Rosi pun memilih diam.
Alvaro menarik nafas panjang dan melihat kearah istrinya lalu memegang tangannya memberi sedikit ketenangan pada Tania.
Hanya ada suara dentingan sendok dan piring semua memilih diam seribu bahasa.Dengan cepat Rendi dan Rosi menyelesaikan makan malamnya mereka sudah muak dengan kehadiran Tania.
Setelah meminta ijin mereka berdua segera meninggalkan meja makan.
"Makan yang banyak Tania,Jangan dengar kan ucapan mama mertuamu dia mungkin masih belum bisa menerima perjodohanmu.Tante yakin melihat sikapmu suatu saat hatinya juga akan luluh dan menyayangimu.Tante Bella memberi semangat pada Tania.
"Iya Tante Bella ,maaf jadi membuat sedikit keributan disini.
"Untuk apa minta maaf,kalo ada yang ingin menyakitimu disini bilang sama kakek ya Tania termasuk alvaro".Kakek Royan pun sudah menyelesaikan makannya.dan melirik kearah cucunya tanda memperingatkan.
"Varo dan Tania setelah ini temui kakek ditaman belakang ada yang ingin kakek sampaikan pada kalian.
"Baik kek,jawab Tania dan alvaro serempak
Lanjuut