NovelToon NovelToon
Bukan Benih Suami

Bukan Benih Suami

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Selingkuh / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:305.3k
Nilai: 4.5
Nama Author: Moena Elsa

Meyra Melati adalah istri dari Reynand, seorang manager perusahaan swasta yang besar.
Menjadi seorang manager mengharuskan dirinya untuk mengikuti segala kegiatan yang ada di kantor. setiap rapat internal tak ada yang boleh dilewatkan olehnya.
Hingga suatu hari, perusahaan tempat Meyra bekerja mengadakan pesta ulang tahun perusahaan. So pasti, Meyra pun ada ada di sana.
Tepat tengah malam Meyra merasakan pening yang luar biasa.
Saat sadar didapatinya, dirinya polos bertelanjang dada dan berada di ranjang yang sama dengan sang bos.
Apa yang terjadi? Bagaimana jika suamiku tahu? Saat pikiran sedang berkecamuk, sang bos terbangun.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? No one knows.
Stay tune di sini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepingan Masa Lalu

"Kak Mey, ada yang nyariin," teriak Melanie dari meja kasir.

Meyra yang tengah membantu Satria untuk menyelesaikan pesanan tentu saja tak mendengarnya.

"Nona, nyonya Meyra nya ada nggak?" ulang laki-laki itu bertanya.

Karena hampir setengah jam dirinya menunggu sambil menikmati espresso yang tadi dipesan.

Melanie sibuk melayani pengunjung yang membayar sehingga tak begitu memperhatikan Meyra sudah keluar apa belum.

"Loh, belum ketemu?" tanya Melanie.

"Belum,"

"Maaf tuan, aku terlalu sibuk," balas Melanie.

"Harusnya aku yang minta maaf," kata laki-laki itu sopan.

Melanie ijin undur diri dari hadapan laki-laki itu untuk memanggilkan Meyra.

"Makasih Nona," serunya.

Tak lama Meyra datang menghampiri orang yang dimaksud oleh Melanie.

Meyra tak tahu siapa dia, karena posisinya membelakangi pantry.

"Selamat siang," sapa Meyra lembut.

Laki-laki itu menoleh.

"Rey," ucap Meyra pelan.

"Apa kabar?" laki-laki yang berusaha mati-matian dilupakan malah datang kembali menemui Meyra.

"Darimana kamu tahu aku di sini?" Meyra tak kunjung duduk, dan Reynand pun berdiri untuk menggeser sebuah kursi.

"Tak perlu repot," tukas Meyra.

"Dirga yang cerita, kalau dia sempat mampir ke sini," kata Reynand.

"Lantas?" Meyra memicingkan netranya.

"Aku minta maaf, Dirga sudah menceritakan yang sebenarnya. Yang terjadi malam itu," ucap Reynand.

'Untuk apa Dirga menceritakan semua, padahal dia sendiri mengutarakan kalau menyukaiku bahkan saat status aku sudah menikah?' pikir Meyra.

"Aku nggak ingin mengingatnya, jadi kamu pergi saja Rey," usir Meyra.

Meyra hendak meninggalkan meja Reynand, tapi keburu Reynand menghadangnya.

"Aku ingin kita balikan Mey, kita lupakan masa lalu. Kita rawat anak-anak kita," seru Reynand.

"Anak-anak kita?" sela Meyra.

"Iya, karena kamu hamil saat kita masih menikah. Akan aku anggap keduanya laiknya anak kandung," jelas Reynand.

"Nggak Rey, makasih. Akan lebih baik kalau aku sendiri, akan aku besarkan mereka dengan usaha aku sendiri," tolak Meyra.

"Tapi... Mereka pasti butuh sosok seorang ayah, yang tak akan bisa kamu wakilin," imbuh Reynand.

Meyra hanya menanggapi dengan senyuman.

"Makasih, sudah mengingatkan aku. Tapi itu tak akan merubah keputusan aku Rey," Meyra kekeuh dengan pendiriannya.

"Boleh aku ketemu mereka?" ijin Reynand.

Meyra menggeleng.

"Kenapa Mey? Biarpun aku tak bisa menggapaimu lagi, ijinkan barang sebentar aku ketemu sama mereka," mohon Reynand.

Melihat tatapan penuh harap dari netra Reynand, membuat Meyra tak tega. Bagaimanapun juga, Reynand pernah mengisi hatinya selama lima tahun, sebelum akhirnya kebahagiaan itu luluh lantak karena kesalahan semalam yang diperbuat oleh Meyra bersama Leo. Dan membuat Reynand salah paham.

Kehidupan yang rumit.

"Kak, siapa lagi? Kenapa sih kak, semua pria yang dekat sama kakak tampan dan matang semua? Aku jadi ngiri dech," ucap Melanie saat Meyra dan Reynand melewati meja kasir.

"Makanya jangan hanya ngiri doang, sekali-kali kamu nganan dong," balas Meyra.

"Isssshhh kakak nggak seru," Melanie mencibir.

Melanie adalah sosok gadis yang ceria meski hidupnya tak seberuntung yang lain.

"Sus Rini di mana?" tanya Meyra.

"Hhhmmm di mana ya? Kayaknya di taman samping dech," beritahu Melanie.

"Oke, makasih Mel," tukas Meyra.

Meyra mengangguk saat sus Rini menatapnya penuh tanya.

"Baiklah nyonya, aku gabung dulu sama Mel Mel di dalam," Sus Rini punya panggilan sendiri buat Melanie yang jauh lebih muda daripada dirinya.

Sus Rini memberi kesempatan Meyra bicara dengan pria yang bersamanya.

Rafa dan Rafi tersenyum menyambut saat Meyra datang. Senyum mereka semakin lebar saat tatapan menggemaskan mereka tertuju ke sosok Reynand.

"Hello, kalian apa kabar?" Reynand jongkok di hadapan mereka.

"Siapa nama mereka Mey?" tanya Reynand.

"Issshhh tampannya," Reynand memuji bayi-bayi di depannya.

"Jelas saja tampan, keduanya kan laki," balasan Meyra membuat Reynand terkekeh.

"Boleh aku gendong," ijin Reynand.

Meyra pun mengangguk.

"Siapa namanya tadi?" tanya Reynand kembali.

"Rafa dan Rafi," beritahu Meyra.

"Mana Rafa mana Rafi?" tanggap Reynand.

"Yang ada tahi lalat kecil di sudut mulut kanan itu Rafa, sedang yang ada tanda merah di daun telinga kanan itu Rafi," jelas Meyra.

"Kamu paham sekali Mey, padahal sekilas mereka sangatlah mirip," tukas Reynand gemas.

"Gimana sih? Semua ibu pasti tahu lah anak-anaknya," jawab Meyra lugas.

Reynand menggendong Rafi, yang posisinya paling dekat dengan dirinya.

"Ikut sama Om Reynand sayang," dirinya tak berani menyebut kata papa di depan kedua bayi itu.

Di gendongan Reynand, Rafi tertawa lepas. Geli kali karena kumis Reynand.

"Oh ya Mey, mulai bulan depan aku akan pindah ke kota ini," beritahu Reynand.

Meyra diam tak tahu harus merespon apa.

"Kebetulan aku dipindahtugaskan ke sini dari pusat. Padahal aku tak minta loh. Atau kita berjodoh kali ya, he...he...," kata Reynand sambil terkekeh.

"Ngomong apaan sih kamu, nggak mutu banget," tukas Meyra.

"Nggak mutu gimana? Aku ngarep banget padahal," canda Reynand melanjutkan tawa hingga menunjukkan gigi yang tak pernah terkena rokok itu.

"Rafi sayang," Reynand menimang bayi yang ada di gendongannya.

Sekalinya diajak ngobrol, Rafi melihatkan tawanya yang riang.

"Kak Mey...," panggil Melanie.

Pandangan mata Meyra beralih ke arah sumber suara.

"Ada yang pesan makanan, itu loh menu spesial kakak. Kak Satria nggak bisa kalau menu yang itu," ucap Melanie.

Meyra bimbang antara meninggalkan dan membawa si kembar.

"Rafa sama Rafi biar sama aku aja," Reynand paham akan mimik Meyra.

"Beneran nih? Nggak ngrepotin?" tukas Meyra.

"Beneran sayang," Reynand keceplosan.

"Sorry... Sorry....," Reynand meralat ucapannya.

Setelah hampir dua tahun tak bersua, panggilan itu terdengar ambigu di telinga Meyra.

"Abis ini biar Sus nya anak-anak kesini," kata Meyra menjauh dari tempat Reynand yang kembali bercengkerama dengan Rafa dan Rafi.

.

Meyra kembali setelah menyelesaikan pesanan. Dilihatnya Reynand yang dengan telaten menggantikan diapers Rafa yang terkena pup.

"Sudah bersih nih, jangan rewel lagi ya sayang," ujar Reynand selepas mengganti semuanya.

Reynand tersenyum ketika melihat Meyra.

"Tuh, mama sudah selesai," seolah sedang disuruh, pandangan kedua bayi itu tertuju ke arah Meyra dan tawa ceria menyambut sang mama.

"Oke Mey, aku balik dulu. Ntar kalau sudah pindah ke sini, boleh ya aku mampir," kata Reynand.

Meyra menyetujuinya.

"Makasih," balas Reynand.

"Oh ya, ada yang lupa mau aku sampaikan," sela Reynand sebelum beranjak.

Meyra memanggil Sus Rini untuk mengajak Rafa dan Rafi masuk.

"Ada apa?" seru Meyra sepeninggal Rafa dan Rafi.

"Aku hanya ingin bilang, kalau....," ragu Reynand.

Meyra masih menunggu terusan kalimat Reynand.

"Aku awalnya merasa insecure untuk menemui kamu Mey, tapi karena support Dirga juga aku memberanikan diri ke sini," ucap Reynand.

"Lantas?"

"Aku bahkan tahu juga kalau Dirga sebenarnya ada hati sama kamu," lanjut Reynand.

"Sejak kapan?"

"Sejak kamu masih istriku. Tapi tenang aja, Dirga itu sahabat sejatiku. Tak mungkin dia menusukku dari belakang," kata Reynand terkekeh.

"Oke, aku pergi. Makasih sudah kasih kesempatan aku main sama Rafa da Rafi," Reynand beranjak.

"Sama-sama,"

Reynand pergi setelahnya.

Entah rasa apa yang tergambar di benak Meyra, kepingan masa lalu kembali hadir menghiasi hidupnya.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

To be continued, happy reading

Like, komen n' vote nya dong.

1
ayu cantik
seru
moenaelsa: thengkiyu kak
total 1 replies
Netty Indriani
bikin nagih.. thanks thor,, terus semangat berkarya
moenaelsa: makasih kak... silahkan lihat karya yg lain
total 1 replies
tulus kesawen
Adnan asisten lemot
tulus kesawen
bos kq ga peka.. hrsnya selidiki meyra hamil anak sp
nox's
aku sangat menikmati kisah ini,asyik/Angry//Drool/
moenaelsa: makasih kakak /Heart/
total 1 replies
Yuliana Tunru
Luar biasa
Nety Dina Andriyani
3 th berlalu berarti kembar umur 4 th knp blm bs bicara kakak
ruly
saya heran knp byk novel yg membenarkan perselingkuhan apakah emang novel ndak ada yg memberikan pesan moral. yg baik
Shifa Burhan: fakta
karena novelis itu rata2 wanita maka ini yang terjadi
jika novel bertema suami selingkuh maka mereka akan laknat habis habisan perselingkuhan suami itu
tapi jika novel bertema istri (pemeran utama wanita/sudut pandang novelis itu) maka mereka akan melakukan berbagai cara untuk membela dan membenarkan perselingkuhan itu

yang artinya novel bukan membenarkan perselingkuhan tapi novel2 wanita akan melaknat suami selingkuh tapi mereka akan membela dan membenarkan jika posisi mereka yang selingkuh dengan kata lain dari novel2 ini kita bisa lihat sifat asli author yang tidak bermoral dan munafik
total 2 replies
Nicky Nick
meyra sembuh gnti alea yg gila
Shifa Burhan: hanya tukang selingkuh yang membela tukang selingkuh
total 1 replies
Nicky Nick
cakeeeep thor👍
Nicky Nick
haduuh mlah ktmu ulat bulu.. 🙃
Nicky Nick
reynand pura2 gila.. gila beneran looh
Nicky Nick
meyra cari masalah aja
Nicky Nick
mantaaaf thoor
Setianingrum Ningrum
Luar biasa
Nicky Nick
cakeeep thoor
Nicky Nick
met berbahagia
Nicky Nick
meyra ayo dong buka hatimu..
Nicky Nick
alea percaya diri bgt mo dpt gono gini dr leo
Shifa Burhan
najis lihat novel yang membela dan membenarkan sebuah perselingkuhan dan tukang selingkuh berakhir bahagia

atau apakah novelis tukang selingk.. juga

karena fakta hanya tukang selingkuh yang membela tukang selingkuh

sampai disini pahamkan
G.Lo: Shifa Burhan...bukan kah sering orang bilang tulisan sebuah novel adalah cermin penulis itu sendiri...karena tokoh utama itu penulis sendiri...menjijikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!