NovelToon NovelToon
Dendam Berselimut Gairah

Dendam Berselimut Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Cinta Paksa / Menikah dengan Musuhku / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:262k
Nilai: 4.2
Nama Author: Meta Janush

Jaysen Avshallom seorang pria tampan dan kaya raya yang menjadi buta akibat kecelakaan yang menimpanya. Tragedi itu terjadi di malam saat dia memergoki kekasihnya sedang berselingkuh. Dia berniat membalas dendam pada wanita yg membuat dunianya kini menjadi gelap.

Emily Vionetta yang baru tiba di bandara, di culik dan ditawan oleh orang tak dikenal. Ternyata mereka telah salah menangkap orang. Mereka mengira Emily adalah Eleanor saudari kembarnya. Dia terpaksa menjalani hari-hari menyakitkan dan ketakutan.

Ternyata Jaysen adalah dalang penculikannya. Tanpa dia sadari, perasaan cintanya tumbuh. Dia tahu kalau gadis itu bukan Eleanor. Dia tak ingin melepaskannya. Tapi demi balas dendamnya, dia menjebak Emily dalam pernikahan.

Hingga suatu hari Eleanor kembali dan menyesal. Dia ingin kembali pada Jaysen sehingga mengancam Emily. Akankah Eleanor berhasil merebut kembali Jaysen? Benarkah Jaysen buta atau hanya pura-pura buta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26. INGIN MENCULIK EMILY

AH, lagi-lagi begini. Gian menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang berdetak semakin kencang. Entah mengapa dadanya selalu berdebar kencang bahkan bila hanya mengingat Emily dan sekarang gadis yang selalu dipikirkan dan dirindukannya itu ada dihadapannya.

“Eleanor!” sapanya dengan suara lembut, ada nada bahagia dalam suaranya melihat kehadiran gadis itu disana. Tatapan matanya tidak bisa dia alihkan dari gadis cantik itu.

Segaris senyuman muncul diwajah dokter tampan itu, dengan degupan jantung yang kembali berdetak semakin kencang saja. Sejak terakhir kali diabertemu dengan gadis itu, perasaannya bercampur aduk. Dia merasa kebingungan kenapa dia merasakan semua perasaan itu pada gadis yang sekarang berdiri tak jauh darinya.

Padahaldulu dia sama sekali tidak peduli tentang Eleanor, tapi sekarang rasanya dia ingin selalu berada didekatnya dan merengkuhnya kedalam pelukannya. Dia sangat ingin melindungi gadis cantik yang terlihat lemah itu. Rasa-rasanya Gian sanggup melakukan apa saja untuk gadis itu.

“Bagaimana ka---”

“Ele kemarilah sayang!” Jaysen langsung memotong ucapan Gian

Dia mendorong Argya memaksa pria paruh baya itu melepaskannya. Kemudian tangannya terjulur kearah Emily, memintanya datang dan menunggunya. “Eleanor!” panggilnya lagi. “Kemarilah.”

Secara naluriah Emily tahu bahwa itu bukan pertanda bagus kalau sampai Jaysen mengulangi ucapannya. Tetapi di sisi lain dia juga takut kalau harus mendekati lelaki buta itu.

Tidak, dia tidak ingin mendekati lelaki buta itu apalagi dengan apa yang baru saja dilakukannya padanya. Emily ingin menghindari sejauj-jauhnya kalau boleh.

“Eleanor! Kemarilah. Datanglah mendekat padaku.” panggil Jaysen lagi dengan nada suara yang terdengar mengeram menahan amarah.

Dengan perasaan ragu dan takut, Emily melayangkan pandangannya pada Argya yang memberinya anggukan kecil. Gadis cantik itupun juga memandang kearah Gian yang justru memberinya gelengan kepala sebagai isyarat.

“ELE!” teriak Jaysen memanggilnya dengan intonasi tinggi.

Emily terhenyak kaget, dia bergegas membalas menyambut tangan Jaysenyang langsung menariknya kedalam pelukannya. Tubuh gadis itu bergetar ketakutan sementara Jaysen tersenyum puas.

“Sudah kamu lihat kan Gian? Eleanor itu milikku. Walaupun dia pergi kemanapun, dia akan selalu kembali padaku. Jadi jangan berharap yang macam-macam.” ucap Jaysen dengan senyum puas diwajahnya.

Wajah Gian langsung mengeras. Dokter muda yang terkenal sabar dan telaten itu sekarang mengepalkan kedua tangannya.

“Dokter.” sela Argya cepat sebelum situasi diantara keduanya menjadi lebih parah. “Terimakasih atas pengobatannya tapi untuksekarang sepertinya lebih baik kalau dokter segera pulang dan beristirahat.”

Tidak ada sahutan dari Gian, dia bahkan tidak mengubris perkataan Argya. Sepasang matanya yang tajam memandang punggung Emily yang bergetar didalam pelukan Jaysen.

Gadis yang dikiranya Eleanor itu sempat menoleh sesaat dan pandangan mata mereka bertemu. Gian mengeluh dan mengumpat didalam hatinya mengakui bahwa sepasang mata berwarna abu itu telah memikatnya.

Andai saja dia bisa memeluk dan menenagkan gadis cantik itu. Mengelus rambut panjang nan halus miliknya lalu membenamkan kepalanya di ceruk leher jenjang nan mulus dan menikmati aroma tubuh Emily yang lembut.

Gian menarik napas dalam-dalam dan bernapas perlahan. Dia menikmati aroma bunga yang samar-samar masih bisa diciumnya.

“Dokter Gian.” Argya menyentuh lengan Gian, mencoba menyadarkan pria itu dari lamunannya setelah beberapa kali Argya memanggilnya tak direspon.

“Sudah waktunya Dokter pulang sekarang. Saya mohon, jangan membuat keributan dan masalah lagi disini. Anda sudah lihat kalau Nona Eleanor baik-baik saja. Jadi anda tidak perlu khawatir. Tuan muda menjaganya dengan baik.”

“Oh!” mata Gian mengerjap berusaha menarik kembali kesadarannya. Wajahnya terlihat bersemu merah, dia baru saja membayangkan bagaimana rasanya ******* bibir mungil yang sekarang terlihat bergetar saking ketakutannya didalam pelukan Jaysen.

“Ya? Apa tadi---? Ah maafkan saya.” ucapnya terbata-bata tak tahu harus mengatakan apa.

“Tidak perlu! Biarkan saja kalau dia masih mau berlama-lama disini, terserah dia!” sahut Jaysen. Setelah mengatakan itu, Jaysen langsung menyeret Emily pergi meninggalkan kamar itu. Meskipun dia buta, dia tahu jelas semua tata letak rumahnya dengan baik. Sementara itu Gian hanya menatap mereka.

Dia tidak bisa berbuat banyak, dia tahu ada lebih dari puluhan pengawal yang siap menghadapinya kalau sampai dia berani macam-macam dengan Jaysen. Meskipun begitu, dokter muda itu tidak sanggup melenyapkan pikirannya soal Emily. Dia sangat mengkhawatirkan keselamatan gadis itu dan dia ingin menjauhkannya dari Jaysen.

Kalau saja dia bisa menculik dan menjauhkan gadis itu dari Jaysen. Apa yang barusan dipikirkannya? Menculiknya? Gian merasa kaget dengan pemikirannya sendiri. Mungkinkah? Mungkinkah dia melakukan itu? Apakah gadis itu akan dengan sukarela ikut dengannya? Bagaimana dia melakukannya?

Menculik Eleanor dan membawanya pergi menjauh?

Tapi kemana dia mau membawanya, yang penting menghindar dan pergi sejauh mungkin dari Jaysen. “Aku pasti sudah gila.” keluhnya menyadari betapa mustahilnya rencana itu.

Tapi bisa saja kan? Bukankah dikehidupan ini selalu ada kemungkinan? Yang terpenting adalah tekad untuk melakukannya dan cara untuk melakukannya dengan aman.

Saat ini didalam benaknya, Gian mulai menyusun sebuah rencana untuk menculik Emily yang dikiranya Eleanor, meskipun dia sendiri belum  yakin apakah dia punya cukup keberanian untuk melakukan itu atau tidak.

Apakah cara yang barus saja terlintas dibenaknya itu akan berjalan dengan lancar? Bagaimana kalau sampai ketahuan oleh Jaysen dan menangkapnya?

Saat itu Jaysen menyeret Emily pergi, tanpa disadarinya dia mencengkeram pergelangan tangan gadis itu dengan erat membuat Emily meringis, “Sakit...ssssshhh!”

Tidak ada sahutan dari Jaysen dan itu bukanlah hal yang mengejutkan lagi. Emily sudah mulai mengethaui sedikit banyaknya sikap lelaki buta itu yang kasar dan mengerikan. Dengan menggigit bibirnya, Emily berusaha menahan rasa sakit.

“Aduh!” jeritnya saat bahunya membentur dinding, tatpi tetap saja tidak ada kepedulian yang ditunjukkan oleh Jaysen. Jaysen malah terus menyeretnya membelok kearah koridor lain dan menaiki tangga. “Ini kita mau kemana….ahhhkkk!”

Sebuah pintu ruangan terbuka dan dia dilemparkan masuk begitu saja. Emily yang kebingungan masih meringis menahan sakit, lengan kirinya sudahditarik lagi.

Jaysen menyeretnya seperti sekarung beras tanpa mau repot-repot membantu gadis itu untuk berdiri. “Lepas! Brengsek!” ronta Emily berusaha menarik diri dan melepaskan cengkeraman tangan lelaki buta itu. Tetapi Jaysen tidak bergeming.

“Lepas!  Lepaskan aku! Ahk!” Emily berteriak saat Jaysen melemparkan tubuhnya. Terdengar jeritan gadis itu saat dia jatuh terjerembab keatas sofa bed. Sambil menahan isak tangis dan tubuh yang gemetar ketakutan.

Emily mengedarkan pandangannya dan mencoba mengenali ruangan itu. Tubuh gadis itu sontak kaku, Emily merasakan tubuhnya membeku dalam ketakutan saat dia menyadari dimana mereka berada. Ini ruang kerja Jaysen. Tempat dimana pertama kali dia dibawa kerumah ini. Dan ditempat ini pula dia yaris diperkosa.

1
Azlina85
Gian sdh jd Gio?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bingung si jaysen buta tp bisa tau si emily cuma diam ditempat tu dr mana? siapa tau emily sambil kayang kan wkwk
Agus Tina
aBagus ceri
Agus Tina
Thor sudah berganti tahin kenapa tidak up lagi?
Firdausy Dhewy
waooww keren2 visualnya thor 🤩🤩🤩
Maya Ellydarwina
di tunggu thor 🥰🥰🥰🥰🥰
Catur
kenapa lama Up nya tor
Agus Tina
/Casual//Casual/
Yunita Widiastuti
😊😊
Inah Ilham
eiitttt.... tunggu..tunggu...nih kayaknya ngga cuma emily deh yg dibohongi tp kita juga. jaysen sudah bisa melihat kan.?
Meta Janush IG@Meta_Janush: penasaran kan, ikuti terus ya ceritanya
total 1 replies
Yunita Widiastuti
weleh...
Inah Ilham
sekelas mafia pun ketika dia jatuh cinta....ternyata bisa melakukan tindakan bodoh dan konyol 😄😄😄
Maya Ellydarwina
lanjut Thor lanjut yang banyak dong thor sayang 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ajeng Sri Pramudya
akhirnya, jaysen tau juga bahwa wanita yang slalu di sakiti adalah emily bukan eleanor,
nyesel kan jaysen,
semoga akhrnya nanti bahagia
Agus Tina
kenapa lama upnya. semoga jay mau menerima emily stl tau kevenarannya
Nrlx3
jempol 10
Nrlx3
kakak ditunggu upnya. aku bolak balik cek ternyata belum up 😭
Nie Nie
bagus
Kris Wru
semangat thor..
Zian
kak lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!