Nathan menjadi duda setelah menikah untuk ke dua puluh kalinya. Semuanya berakhir di saat malam pertamanya. Dia tak bisa melakukan kewajibannya pada istrinya hingga membuatnya mendadak untuk kesekian kalinya.
Jovita seorang gadis yang menikah dengan Deon karena suatu perjodohan dan tanpa ikatan cinta di antara mereka. Di malam pertamanya setelah menikah, Deon bersama wanita lain untuk menghabiskan malamnya.
Karena sering diabaikan oleh Deon, Jovita akhirnya mencari kesenangan sendiri. Secara tak sengaja dia bertemu dengan Nathan.
Awalnya hubungan mereka hanya teman biasa. Namun Nathan menaruh rasa pada Jovita yang mempunyai paras mirip seperti Cinta Pertamanya yang telah meninggal.
Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta mereka? Apakah mereka bisa bersatu atau hanya sekedar menjadi teman saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 26 Negosiasi Tarif
Nathan duduk diam dan terus menatap ke depan ke arah Jovi duduk, meskipun ia sendiri sedikit was-was karena banyak gadis yang lewat dan terus menetap ke arahnya.
Sementara Jovi yang tidak tahu seperti apa Cafe Rock Star, itu dengan santainya ia duduk di sana dan menikmati secangkir susu hangat tiramisu yang ia pesan.
“Cafe di sini terlihat berbeda dengan Cafe lainnya yang pernah ku kunjungi.” Jovi melihat banyak gadis muda seusianya dan bahkan banyak yang berusia di bawahnya berpakaian super seksi menari mengikuti alunan musik dan beberapa terlihat berjalan bersama om-om, tanpa malu-malu.
“Sudahkah itu bukan urusanku, mereka mau apa di sini terserah mereka.” Jovi mencoba menutup mata saat melihat beberapa pria menggoda tiga gadis cantik sekaligus. “Aku di sini untuk meredakan stres bukan menambah stress.” Jovi mengalihkan pandangannya dan fokus pada susu tiramisu hangat di depannya.
Beberapa gadis melewatinya dan berbicara. Ia pun bisa mendengarnya jangan jelas meskipun ia tak ingin mendengarnya.
“Kamar yang kosong nomor berapa satu jam ke depan ?” ucap seorang gadis muda berpakaian seksi pada temannya. “Aku tadi lihat masih ada lima kamar kosong. Tapi aku tidak tahu room berapa.” jawab garis lain yang juga terlihat cantik dan seksi menanggapi kemudian berlalu dari sana.
Jovi menoleh ke arah gadis tadi yang sudah berlalu.
“Mereka bilang ada room di Cafe ini ?” Jovi merasa aneh sekali dengan pembicaraan dua gadis tadi kenapa cafe ini menyediakan room seperti fasilitas yang di tawarkan oleh hotel saja tidak seperti kebanyakan cafe lainnya. Namun ia pun tidak mengupasnya tuntas dan tidak berpikiran sampai sejauh itu.
Jovi mengaduk susu tiramisu di depannya yang sudah agak dingin, dan mulai meminumnya sambil menyantap kebab yang ia pesan sebagai camilan.
Dari kejauhan tanpa sepengetahuan Jovi, ada seorang pria yang terus menatapnya.
“Gadis itu sepertinya baru di sini. Dan aku tidak pernah melihatnya.” seorang pria berusia sekitar 30 tahunan lebih dengan outlook memukau terus menatap Jovi. “Apa dia termasuk new arrival yang dibicarakan beberapa hari yang lalu ?”
Di ceritakan pemilik cafe yang merupakan seorang wanita berusia 40 tahun mengumumkan pada para pelanggan Cafe Rock Star jika akan ada lima wajah baru yang akan ikut meramaikan Cafe.
“Halo nona....” pria tadi kemudian berjalan dan menghampiri Jovi.
Jovi yang merasa tidak mengenal pria itu hanya menoleh dan menatapnya saja kemudian membuang pandangan dan kembali meminum susu tiramisunya.
“Nona, apa kau baru di sini ?” pria itu kemudian duduk di samping Jovi dan kembali bertanya padanya. “Ehm... ya, aku baru pertama kali ke sini.” jawab Jovi tak mengerti maksud perkataan pria itu.
“Kebetulan sekali jika begitu. Kuharap aku akan menjadi yang pertama menghabiskan waktu denhan mu.” pria itu tersenyum lebar membayangkan bermalam persamaan garis yang masih virgin setelah ini.
Deg
“Apa maksud pria ini ?” Jovi sedikit terkejut dan mulai berpikiran aneh pada pria tadi.
“Nona berapa tarif mu ? Jangan mahal-mahal. Jika masih 20 juta saja aku masih sanggup, tapi jika di atas itu aku keberatan. Aku akan menjadi pelanggan setia mu nanti.” pria itu bernegosiasi harga sebelum deal.
“What's ? Tarif apa yang tuan maksud ? Aku tidak mengerti maksud anda.” Jovi menaruh gelas berisi susu tiramisu ke meja, beralih menatap pria tadi.
“Nona aku serius.” pria tadi memegang rambut panjang Jovi dan memilin dengan ujung jarinya. “Maaf aku juga serius, aku tidak tahu apa yang tuan bicarakan. Aku hanya pengunjung biasa di sini.” Jovi menjelaskan sambil menarik rambutnya karena merasa risih saja, pada pria yang tak di kenalnya dan sudah berani menyentuh nya.