NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyatuan

Hujan yang mengguyur Kota Kuoh perlahan mereda, menyisakan kabut tipis yang menyelimuti gerbang luar kastel Phenex. Di tengah keheningan malam yang larut, dua sosok berjubah putih berdiri dengan ragu di depan lingkaran sihir pemindahan yang berpendar oranye redup. Xenovia Quarta dan Irina Shidou saling bertukar pandang; keputusan untuk menginjakkan kaki di kediaman salah satu iblis paling berpengaruh adalah tindakan yang bisa dianggap sebagai pengkhianatan oleh Vatikan, namun insting mereka mengatakan bahwa Riser Phenex adalah satu-satunya jalan keluar dari kebuntuan ini.

"Ingat, Irina," Xenovia berbisik, tangannya mencengkeram erat tali pengikat pedang di punggungnya. "Jika ini jebakan, kita akan meledakkan energi suci kita dan menarik perhatian seluruh kota. Jangan biarkan mereka mengambil keuntungan."

Irina mengangguk dengan wajah serius yang jarang ia tunjukkan. "Aku tahu. Tapi aura pria itu... Riser... dia berbeda dari iblis Gremory. Ada sesuatu yang jauh lebih purba di dalam dirinya."

Saat mereka melangkah masuk, pemandangan di dalam kastel segera menyambut mereka. Bukannya dekorasi gelap dan menyeramkan seperti yang mereka bayangkan tentang sarang iblis, aula kastel Phenex justru memancarkan kemewahan yang tenang dengan pencahayaan hangat dari api abadi. Riser sudah menunggu di sana, berdiri di balkon aula yang menghadap ke arah laboratorium bawah tanah yang terbuka.

Di samping Riser, Ayaka berdiri dengan tenang, memegang sebuah nampan kecil berisi teh hangat—sebuah gestur keramahan yang sangat kontras dengan ketegangan yang dibawa oleh para utusan gereja tersebut.

"Selamat datang," suara Riser bergema rendah, tidak menunjukkan permusuhan. "Kalian tepat waktu. Aku baru saja akan memulai proses destabilisasi pada fragmen Rapidly."

Xenovia melangkah maju, matanya tertuju pada laboratorium di bawah. "Kau bilang kau akan menunjukkan kepada kami cara Kokabiel menyatukan pedang-pedang itu. Kami tidak di sini untuk minum teh, Iblis."

Riser tersenyum tipis, matanya beralih ke Ayaka. "Ayaka, berikan mereka minuman itu. Mereka butuh ketenangan untuk menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya."

Ayaka mendekat dengan langkah anggun. Saat ia berdiri di depan Xenovia, aura es yang terpancar dari tubuhnya membuat udara di sekitar Xenovia mendingin secara instan. Xenovia sedikit terkejut; dia menyadari bahwa wanita di depannya ini memiliki kemurnian energi yang hampir menyerupai kekuatan suci, namun dengan frekuensi yang sama sekali berbeda.

"Silakan, Nona Xenovia," ucap Ayaka dengan suara lembut namun tegas. "Tuan Riser tidak memiliki niat buruk untuk saat ini. Kami semua memiliki musuh yang sama."

Xenovia menerima cangkir teh tersebut dengan ragu, namun ia bisa merasakan bahwa hawa dingin yang dibawa Ayaka justru menenangkan gejolak emosinya.

[ Status Tamu: Terintegrasi dalam Wilayah Aman. ]

[ Deteksi Energi: Dua Fragmen Excalibur (Destruction & Mimic) berada dalam radius dekat. ]

[ Catatan Yui: Bagus. Kamu telah membawa 'Cahaya' ke dalam 'Kegelapan'. Sekarang, saatnya menunjukkan sihir teknis yang sebenarnya. ]

"Ikuti aku," Riser memberi isyarat.

Mereka turun menuju laboratorium penelitian. Di sana, di atas meja isolasi yang melayang, fragmen Excalibur Rapidly sudah terikat oleh rantai sihir api biru. Namun, yang membuat Xenovia dan Irina terbelalak adalah adanya sebuah wadah kristal di sampingnya yang berisi sisa-sisa energi kegelapan yang sangat padat—energi Meliodas yang telah diekstraksi oleh Riser melalui sistem.

"Apa yang kau lakukan dengan energi terkutuk itu?" Irina bertanya dengan suara bergetar.

"Aku sedang membuktikan sebuah teori," jawab Riser sambil berjalan mendekati meja kerja. "Pedang suci dibuat dengan keyakinan kaku bahwa cahaya harus menghancurkan kegelapan. Tapi, bagaimana jika kegelapan itu sendiri adalah wadah yang mampu menampung cahaya tanpa memadamkannya? Kokabiel menggunakan alkimia kasar untuk menyatukan fragmen-fragmen ini. Aku akan menggunakan metode yang lebih halus: Reinkarnasi Energi."

Riser menoleh ke arah Ayaka. "Ayaka, berdiri di posisi utara. Gunakan esmu untuk mendinginkan suhu logam saat aku mulai memasukkan api Phoenix. Kita akan merobek struktur aslinya dan menyatukannya kembali dengan frekuensi yang bisa diterima oleh kita semua."

[ Inisialisasi Proyek: Rekonstruksi Logam Surgawi. ]

[ Input Energi: Api Phoenix (Panas) & Es Kamizato (Dingin). ]

[ Katalis: Energi Kegelapan Meliodas. ]

Xenovia dan Irina hanya bisa terpaku melihat Riser dan Ayaka mulai bekerja. Api biru yang membara dan es yang membeku bertemu di satu titik di atas pedang suci tersebut, menciptakan badai energi yang spektakuler. Di mata mereka, Riser bukan lagi sekadar iblis sombong yang mereka temui di jalanan; dia adalah seorang arsitek kekuatan yang sedang mencoba menantang hukum Tuhan dan alam semesta.

Ketegangan di laboratorium itu meningkat saat fragmen Excalibur mulai mengeluarkan suara jeritan logam yang nyaring, seolah-olah ia sedang memberontak terhadap transformasi paksa ini. Namun, dengan tatapan tajam dan kontrol penuh, Riser terus menekan energi tersebut, sementara Ayaka menjaga keseimbangan suhu dengan presisi yang luar biasa.

Laboratorium bawah tanah itu kini bergetar hebat. Udara di dalamnya seolah terbelah menjadi dua ekstrem: sisi kanan Riser yang membara dengan api biru-gelap yang melahap oksigen, dan sisi kiri Ayaka yang membeku hingga menciptakan kristal es yang menggantung di udara. Di tengah benturan dua energi dahsyat itu, fragmen Excalibur Rapidly mulai kehilangan bentuk padatnya, berubah menjadi logam cair yang bersinar keemasan namun tercampur dengan gurat ungu dari energi kegelapan.

Xenovia Quarta dan Irina Shidou mundur beberapa langkah, menutupi wajah mereka dengan tangan. Mereka bisa merasakan resonansi yang menyakitkan dari pedang suci mereka sendiri. Excalibur Destruction di punggung Xenovia bergetar liar, seolah-olah berteriak melihat saudaranya sedang "dilahap" oleh kekuatan yang seharusnya menjadi musuh alaminya.

"Ini gila... dia benar-benar merusak struktur sucinya!" teriak Irina di tengah deru angin energi.

"Diam dan perhatikan, Irina!" Xenovia membalas, matanya tak lepas dari sosok Riser. Meskipun hatinya menolak, dia tidak bisa memungkiri kekagumannya pada kontrol absolut yang ditunjukkan oleh iblis itu.

"Ayaka, sekarang! Fokuskan seluruh esmu pada inti getarannya!" perintah Riser, suaranya terdengar berat dan bergema.

Ayaka memejamkan mata, memusatkan seluruh konsentrasinya. "Kamisato Art: Crystalline Soul!"

Sebuah pilar es murni melesat dari tangan Ayaka, langsung membungkus logam cair tersebut. Pertemuan antara api Phoenix Riser dan es Ayaka menciptakan ledakan uap yang menutupi pandangan seluruh ruangan. Di dalam uap itu, suara sistem terdengar jernih di benak Riser.

[ Proses Integrasi: 92%... 95%... 98%. ]

[ Peringatan: Resonansi Suci dari pedang Xenovia ikut tertarik ke dalam pusaran. ]

[ Status: Sinkronisasi Paksa Berhasil. ]

Tiba-tiba, sebuah kilatan cahaya perak-biru membelah uap tersebut. Suasana yang tadinya kacau mendadak menjadi sangat sunyi. Di atas meja isolasi, fragmen Excalibur Rapidly telah berubah bentuk. Ia bukan lagi sebuah pedang pendek yang kasar, melainkan sebuah bilah katana yang ramping dan elegan, dengan pola riak air di sepanjang logamnya yang bersinar dengan pendaran biru salju dan api ungu yang tipis.

Riser mengulurkan tangannya dan menggenggam gagang pedang baru itu. Tidak ada lagi desis luka bakar atau penolakan. Pedang itu terasa seperti bagian dari lengannya sendiri.

[ Nama Senjata: Kamisato-Phoenix: Frozen Flash. ]

* Atribut: Kecepatan Ekstrem (Rapidly), Regenerasi (Phoenix), Beku Absolut (Cryo).

* Kecocokan Pengguna: Riser Phenex & Kamizato Ayaka.

Riser mengayunkan pedang itu sekali ke udara kosong. Sring! Sebuah garis es tipis terbentuk di udara, diikuti oleh ledakan api biru kecil yang menguapkan es tersebut dalam sekejap. Kecepatan ayunannya melampaui apa pun yang pernah dilihat oleh Xenovia sebelumnya.

"Mustahil..." Xenovia melangkah mendekat, matanya menatap pedang itu dengan tidak percaya. "Kau mengubah Excalibur menjadi senjata iblis... tapi auranya... auranya masih terasa murni, namun lebih tajam."

"Bukan senjata iblis, Xenovia," Riser menatap pedang itu dengan puas sebelum menyarungkannya ke sarung pedang baru yang tercipta dari sihir. "Ini adalah evolusi. Aku membuang keterbatasan 'Iman' yang kaku dan menggantinya dengan 'Kehendak' yang nyata. Pedang ini tidak lagi peduli apakah musuhnya adalah iblis atau malaikat. Ia hanya peduli pada siapa yang memegangnya."

Riser kemudian menoleh ke arah Xenovia. Dia memperhatikan bahwa Excalibur Destruction milik wanita itu masih berpendar merah, seolah-olah meminta untuk diperlakukan dengan cara yang sama.

"Lihatlah pedangmu, Xenovia," ucap Riser tenang. "Dia merasa iri. Dia tahu bahwa di tanganku, dia bisa menjadi jauh lebih kuat daripada hanya sekadar alat penghancur yang tumpul."

Xenovia menggenggam gagang pedangnya lebih erat, jantungnya berdegup kencang. Pertahanan mentalnya mulai goyah. Ideologi Gereja yang selama ini dia pegang teguh mulai retak saat melihat bukti nyata di depan matanya—bahwa cahaya dan kegelapan bisa berdansa bersama tanpa saling menghancurkan.

Ayaka mendekati Riser, menyeka keringat tipis di dahinya. "Ini adalah keajaiban yang luar biasa, Tuan Riser. Saya merasa... pedang ini memiliki detak jantung yang selaras dengan saya."

"Karena sebagian dari jiwamu ada di dalamnya, Ayaka," jawab Riser. Dia menyerahkan pedang itu kepada Ayaka. "Peganglah. Mulai sekarang, ini adalah senjatamu. Saeko memiliki katananya, Esdeath memiliki rapierya, dan kau... kau memiliki Frozen Flash."

Ayaka menerima pedang itu dengan tangan gemetar karena haru. Saat jarinya menyentuh gagangnya, aura es di sekelilingnya menjadi sepuluh kali lebih padat dan lebih tenang.

[ Sinkronisasi Jiwa: 92%. ]

[ Loyalitas Ayaka: 60% (Pengabdian Sejati). ]

[ Catatan Yui: Selamat, kamu baru saja menciptakan bencana bagi Kokabiel. Tapi lihatlah kedua gadis gereja itu... mereka tampak seperti anak domba yang baru saja melihat serigala mengubah batu menjadi emas. Apa langkahmu selanjutnya? ]

Riser menatap Xenovia dan Irina yang masih terpaku. "Kalian sudah melihat apa yang bisa aku lakukan. Sekarang, pilihannya ada di tangan kalian. Terus menjadi bidak Vatikan yang menunggu untuk dikorbankan, atau bergabung denganku untuk menghancurkan Kokabiel dengan kekuatan yang belum pernah dunia ini saksikan?"

Xenovia menarik napas panjang, menatap pedang sucinya sendiri, lalu menatap Riser. "Tunjukkan padaku... tunjukkan padaku lebih banyak lagi dari kekuatan ini. Jika Tuhan membiarkanmu menciptakan benda seindah ini, mungkin... mungkin jalanmu tidak sepenuhnya salah."

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!