Mumut adalah seorang gadis yang memiliki IQ di bawah rata rata. Di usianya yang menginjak 16 tahun Mumut belum lancar membaca dan juga menulis.
Suatu ketika, seorang pria muda kaya datang kedesa untuk melakukan kunjungan ke hotel dan pariwisata yang dia dirikan di desa tempat MuMut tinggal.
Pria kaya itu menyukai keunikan Mumut dan ingin mengerjainya.
sampai ketika Mumut hamil dan di usir dari desa.
Mumut dengan keterbelakangan IQ di bawa rata rata mencoba mencari ayah dari anak itu di kota.
Akankah Mumut berhasil menemukan ayah anak itu.
Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamaperi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pekerjaan Raka
"Pangeran, apa hari ini kamu akan ke kantor nak ?"tanya mama Ratu.
"Tidak Mah, hari ini Pangeran akan menemani Raka untuk mendaftar sekolah," ujar Pangeran.
"Ayah, Raka fikir fikir Raka tidak ingin sekolah. Raka ingin bekerja saja," ucap Raka ragu ragu.
"Loh sayang, kenapa ?kamu masih kecil, belum waktunya mencari uang," ucap Mama Ratu.
"Tetapi Raka sudah biasa mencari uang Nek," ucap Raka.
"Apa !! cucu pintar nenek ini sudah bekerja. Ini pasti didikan wanita kampung itu !!"ucap Mama Ratu dengan kesal.
Mumut yang sedang membersihkan sisa makan mereka pun merasa tidak enak, dia sadar telah membuat anak kecil harus ikut bekerja mencari uang.
"Tapi itu kemauan Raka nek," ucap Raka membela ibunya.
"Papa memutuskan, Raka tetap harus sekolah," ucap Pangeran.
"Sayang, jangan terlalu kasar pada anak. Kita harus memikirkan jalan keluarnya, bukanya malah menekan anak seperti itu," ucap Sarah dengan lemah lembut.
"Emm menantu ku satu ini memang luar biasa," puji Mama Ratu.
"Raka, kamu harus sekolah agar pintar," ucap Pangeran membujuk Anaknya.
"Bukankah waktu itu Raka meminta di belikan peralatan sekolah ?"
"Iya Ayah, tetapi Raka pikir pikir, Raka sudah pintar," ucap Raka membela dirinya.
"Benarkah !! sebentar ."ucap Pangeran pergi mengambil sesuatu .
"Coba Raka kerjakan ini !"ucap Pangeran menyerahkan sebuah soal. Itu adalah soal metematika untuk ujian anak SMA.
Raka menerimanya dan mengerjakannya dengan sangat santai.
"Ini Ayah sudah selesai," ucap Raka memberikan hasil soal ujian itu. Kurang 15 menit Raka menyelesaikannya dengan hati hati.
Pangeran, Sarah dan Mama ratu menilai hasil ujian itu. Sungguh mereka sangat tercengang dengan hasilnya.
"Apa !! Bagaimana bisa anak yang belum sekolah bisa menjawab soal ini dengan benar," ucap Mama Ratu yang terkejut.
"Ya ampun Raka, dari mana kamu belajar ini semua !"ucap Sarah.
"Hmm setelah Papa pikir pikir lagi, sepertinya kamu harus belajar privat Raka," ucap Pangeran.
"Berarti Raka bisa bekerja Ayah !?"tanya Raka antusias.
"Raka memang untuk apa Raka bekerja, kan sudah ada papa. Papa akan memberikan uang berapapun yang Raka mau," ucap Pangeran menjajarkan tubuhnya ke pada anaknya.
"Emm Raka hanya sudah terbiasa ayah," ucap Raka yang tidak ingin orang tuanya tahu jika dia bekerja untuk membahagiakan ibunya.
Di saat mereka sedang berunding, tiba tiba Bayu datang.
"Hay ,, pagi semuanya !!"sapa Bayu.
"Hay ada apa ini ?tanya Bayu yang melihat wajah mereka sangat bingung.
"Ini nak Bayu, Raka ini bekerja, tetapi anak kecil seperti ini mau kerja apa !?"ucap Mama Ratu yang tidak setuju jika Raka kembali bekerja menjual kue keliling.
"Bukanya Raka akan sekolah !?"tanya Bayu.
"Raka akan aku sekolah secara privat," ucap Pangeran.
"Nah, bagaimana jika Raka menjadi model aku saja. Kebetulan aku butuh anak kecil untuk menjadi model Fashion baju branded terbamay," ucap Bayu memberi solusi.
"Di tambah wajah Raka yang tampan, ke bule bule'an daaan dia sangat sempurna," lanjutnya.
",Benarkah Om, Raka bisa bekerja !?"tanya Raka antusias.
"Benar Raka, dan satu Minggu lagi kita akan terbang ke Prancis. Kita akan melakukan pemotretan di sana," ucap Bayu.
"Apa !! Prancis !?"
"Iya Raka, apakah Raka bisa berbahasa Inggris ?"tanya Bayu.
"Raka belum bisa bahasa Om," ucap Raka sedih.
"Kita masih ada waktu satu Minggu Raka, Raka bisa belajar sebelum kita berangkat," ucap Bayu membujuk Raka.
"Benarkah, Horee ,,, Raka mau Om," ucap Raka merasa bahagia.
"Bayu, terima kasih," ucap Pangeran.
"Sama sama Pangeran."
"Awalnya aku sangat bingung pekerjaan apa yang pas untuk Raka. walaupun dia sangat pintar, tidak mungkin aku memperkerjakannya di kantor."
"Aku senang bisa ikut membantu, dia anak yang sangat luar biasa."
"Iya, dan dia anak aku," ucap Pangeran dengan bangga.
Sarah dan Mama Ratu mengajari Raka saat itu juga. Raka yang anak pintar dan cerdas, baru belajar selama satu jam dia sudah bisa berbicara kata kata dasar dan umum ketika bertemu dengan orang yang baru di kenal.
Mumut yang baru selesai beres beres di dapur, menyuci baju, dan menggosok mencoba untuk melihat apa yang sedang di kerjakan anaknya.
Mumut sudah di larang oleh Pangeran, tetapi Mumut tetap bersikeras.
"Raka, Mba Sarah, buk Ratu kalian sedang apa ?"tanya Mumut dengan ramah.
"Hay Ibu, Raka sedang belajar bahasa Inggris dengan mama Sarah dan juga nenek," ucap Raka.
"Wah, kamu hebat Raka," ucap Mumut senang.
"Iya donk, cucu siapa dulu," ucap Mama Ratu cetus.
"Apa kamu juga mau belajar bahasa Inggris Mumut ?"tawa Sarah.
"Apa boleh mbak !?"tanya Mumut antusias.
"Tentu donk, sini ayok belajar bareng," ucap Sarah tersenyum.
Pangeran dan Bayu yang melihat keramahan Sarah benar benar tersentuh.
"Aku tidak percaya, Sarah model terkenal rela membagi suami dengan wanita lain," puji Bayu.
"Aku memang tidak salah cari istri, setelah hak asuh anak jatuh ketangan aku, aku akan menceraikan Mumut dan memulangkannya pada orang tuanya," ucap Pangeran membuat Bayu tercengang
" Apa maksud kamu Pangeran !!?"
"Bayu, ini urusan rumah tanggaku. Aku harap kamu tidak terlalu jauh ikut campur."
Bayu pun tidak bisa bicara apa apa lagi.
Deddy
Derry