NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: uutami

"Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?"
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4

Telepon di tangan Yuda masih menempel di telinganya ketika suara perempuan itu terdengar lagi, dingin, tinggi, penuh perintah.

"Heh, kamu tukang ojek yang kemarin nglamar, ke rumah sekarang," kata Dewi tanpa basa-basi.

Yuda menghela napas pelan. Dadanya masih sesak oleh temuan Bastian barusan. "Saya lagi antar penumpang, Mbak."

"Ya sudah. Habis itu langsung ke sini. Jangan lama-lama," potong Dewi. "Ini penting."

Nada sombong itu membuat rahang Yuda mengeras. Ia nyaris menutup telepon. "Kalau malam, saya capek. Besok saja..."

"Datang sekarang," tekan Dewi. "Kamu kan tukang ojek. enggak usah banyak gaya bilang capek segala. Duit juga enggak seberapa pun didapat, omongnya tinggi banget kayak CEO aja!"

Klik.

Telepon diputus sepihak.

Yuda menatap layar gelap itu lama. Ada amarah yang naik, tapi lebih banyak kegelisahan.

"Siapa?" tanya Bastian.

"Cewek rese dan songong itu."

"Nah, cocok tuh kalian!" celetuknya.

"Hehh!"

Bastian tertawa kecil lagi. Yuda kembali melihat ke layar laptop. Nama Ning kembali berputar di kepalanya, bercampur dengan kata kecelakaan dan dua tahun lalu.

"Kaki itu... Kenapa sudah dua tahun tapi masih tak sembuh? Apa separah itu bergeser?" gumamnya.

Sementara itu, Ridho mengemudi tanpa tujuan jelas. Jalanan malam membentang seperti lorong panjang tak berujung. Lampu-lampu kendaraan tampak kabur. Wajah Ning terus muncul, mata yang menunduk, anggukan kecil yang mematahkan harapannya.

"Bohong… kamu bohong," gumamnya, tapi suaranya sendiri tak yakin.

"Kamu enggak mungkin menikah, Ning. Itu hanya akalan Dewi saja, kan?"

Tangannya mencengkeram setir. Dadanya sesak. Pandangannya mengabur oleh air mata yang tak ia sadari jatuh. Sebuah klakson panjang terdengar, lampu sorot menyilaukan mata...

BRAKK!

Benturan keras memecah malam.

Mobil Ridho berputar, menghantam pembatas jalan. Dunia seakan berhenti dalam satu detik sunyi, lalu gelap.

Di rumah Pak Hasto, malam merayap lambat. Tak ada yang tahu apa-apa tentang Ridho.

Dewi mondar-mandir di ruang tamu, ponsel di tangan. "Kurang ajar! Sudah disuruh datang, malah ngilang!" gerutunya.

Ning baru selesai membereskan bekas tamu. Ia muncul dengan gamis lusuh setengah basah dan tangan yang menyangga kruknya. Bahunya sedikit gemetar.

"Heh! Ning!" bentak Dewi. "Itu tukang ojek kamu ke mana, hah?!"

"Aku… aku enggak tahu, Mbak," jawab Ning pelan.

"Alasan!" Dewi mendekat, matanya menyala. "Kamu sengaja, kan? Supaya enggak jadi nikah sama si Yuda itu?! Kamu emang ngincer Mas Ridho kan?!"

Pak Hasto bangkit. "Dewi, cukup. Jangan melampiaskan marahmu ke Ning."

"Selalu dia!" Dewi tertawa tajam. "Ayah selalu bela dia!"

Ia meraih kruk di tangan Ning dengan kasar. "Ini juga bikin aku muak!"

“"Mb...!" Ning terkejut.

Kruk itu dilempar ke lantai dengan keras. Bunyi patahan kecil terdengar. Ning tersentak, hampir jatuh, tubuhnya terhuyung sebelum Pak Hasto cepat menopangnya.

"Dewi!" bentak Pak Hasto. "Kamu keterlaluan!"

"Terus saja bela dia!" Dewi menuding. 'Aku muak hidup di rumah ini! Ayah enggak pernah belain aku!"

Ia berbalik, mengambil tas, dan menghantam pintu saat pergi.

Bu Sumi yang sejak tadi diam, berdiri dengan wajah merah. "Lihat? Anak kandungmu pergi karena kamu lebih pilih anak sial itu!"

"Bu...!" Pak Hasto mencoba bicara.

"Sudah!" Bu Sumi menyambar tasnya. "Aku ikut Dewi. Biar kamu puas hidup sama anak pembawa sial itu!"

Pintu kembali terbanting.

Sunyi.

Tubuh Ning terkulai lemas. Air matanya jatuh tanpa suara. "Maaf, Yah…" suaranya pecah. "Karena Ning… Ayah jadi begini. Keluarga jadi hancur."

Pak Hasto berlutut di depannya, memegang wajah Ning dengan lembut. "Jangan bilang begitu."

"Ning enggak seharusnya ada," isaknya. "Kalau Ning enggak ada, Mbak Dewi enggak akan marah. Ibu juga..."

Pak Hasto memeluk Ning erat. Bahunya bergetar. "Ayah yang minta maaf," ucapnya lirih. "Ayah janji sama ibumu… sama Siti… Ayah akan jaga kamu. Tapi Ayah gagal."

Nama itu membuat Ning terisak lebih keras. "Ibu…."

"Maafkan Ayah," bisik Pak Hasto. "Ayah yang lemah."

****

Pagi datang dengan ketukan keras di pintu.

Tok! Tok! Tok!

Pak Hasto terbangun dengan jantung berdebar. Ning yang sedang memasak di dapur pun ikut kaget.

"Hasto! Sumi! Keluar!"

Saat pintu dibuka, sepasang suami istri berdiri dengan wajah penuh amarah. Mata perempuan itu sembab, sementara pria di sampingnya mengepalkan tangan.

"Ada apa ini, Ibunya Ridho, Pak Pur?"

"Masih bisa tanya?!" bentak pria itu. "Ini semua gara-gara kalian!"

"Maksud… Bapak apa?" tanya Pak Hasto bingung. "Kenapa datang malah marah-marah?"

"Kamu tahu apa yang terjadi sama anak saya?!" teriak sang ibu sambil menangis. "Ridho kecelakaan! Habis pulang dari rumah kamu!"

"Apa?"

Dunia Ning seakan runtuh. "Kecelakaan…?" tubuhnya melemas.

"Sekarang dia enggak sadar!" lanjut wanita itu histeris. "Dokter bilang kondisinya kritis!"

Pak Hasto terhuyung. "Kami… kami enggak tahu apa-apa. Saat pulang dari sini Ridho baik-baik saja, pak, bu."

"Jangan pura-pura!" bentak ayah Ridho. "Kalian yang bikin anak saya hancur! Terutama dia!" tangannya menuding Ning.

Ning gemetar. "Sa… saya?"

"Iya, kamu!"

"Kalau bukan karena kamu, Ridho enggak akan pulang dalam keadaan kacau!" jerit sang ibu.

Air mata Ning jatuh deras. "Saya minta maaf…"

Pak Hasto berdiri di depan Ning. "Saya paham kalian marah karena Ridho celaka. Tapi, menyalahkan Ning sebagai penyebabnya jelas salah."

"Pokoknya kami tidak terima! Kalian harus bertanggungjawab kalau terjadi apa-apa sama Ridho kami!" ancam pria itu sebelum menarik istrinya pergi.

Ning jatuh terduduk. "Mas Ridho… karena Ning… Ayah, apa benar Ning hanya pembawa sial?" tangisnya tergugu.

"Enggak. Jangan menyalahkan dirimu, Ning. Ridho kecelakaan karena dia tidak hati-hati. Bukan karena kamu."

"Tapi, Yah..."

"Sudah! Jangan pikirkan itu lagi."

"Yah... Ning ingin ke rumah sakit."

"Jangan Ning. Buat apa?"

"Ning mau lihat keadaan Mas Ridho." Ning memohon. Pak Hasto tau jika Ning tetap pergi hanya akan semakin menyakiti hati Ning. Dan Pak Hasto tak mau.

"Pak...." pipi Ning sudah sangat basah, Pak Hasto melemah. Dia mengangguk meski tau akan dapat perlakuan seperti apa Ning nanti.

****

"Kamu ngapain ke sini?"

Di rumah sakit, ibunya Ridho sudah sangat masam. Sangat tidak ramah saat seseorang datang menjenguk anaknya.

"Enggak usah kemari! Bikin Ridho tambah sakit saja! Ini semua gara-gara kalian!"

1
Marina Tarigan
semoga jgn yg nya lina lqqmembenci ningsih Dewi Ranu dan nenek
Marina Tarigan
lanjut yg tetbsik bagi mereka ksrena sdh kedal dipertengahan jln deh
Marina Tarigan
keyemu kuntilanak cantik. hi hi hiii aku cinta kamu zRanu jgn istri juda pantang kualat kamu nanti Ningsih juga ngeri dan jijik melihatmu . bagus pak Deni anakmu tdk normal
Marina Tarigan
rRanu lesong alias gila alias bodoh mencintai istri orang sadarlah tuan kamu tdk laku ya cinta sm idtri orang ningsih taat agama dia bukan jalang tolol kamu mau hancurkan keluargamu sendiri
Marina Tarigan
ranu gila ys dia sakitin yg di tabrak sampai pincang kamu perlu dijebloskan kepenjsra tanpa bertanggung jswab apapun sm korban tabrskanmu otakmu kemana larinya tolol
Marina Tarigan
la jut ceritanya
Marina Tarigan
lanjutkan semoga semua stroke kecuali ningdih
Marina Tarigan
ya elah Ranu sdh iistrimu pun bisa pisah diambil orang ini kamu tabrak dia menferita tdk punya kuasa pincang tdk punya dans berobat dlm segi apapun tdk afa hakmu persoalkan itu juds menjsga dan merswat sampai operadi juga srmbuh total tdk ada sedikitpun jasamu di tubuh ningsinh berpikir jernih lah demi ketenanganmu ningsih bukan barang bisa diofer sesuma hatimu Arun aneh otakmu
Marina Tarigan
salon ning akan berkembang jgn saling merebut harta kalau orang tuamu tdk bijak biarkan saja tinggalkan semua juga ibumu itu yg tdk tegas sejal awsl doa hanya mikirkan Arun bukan rmh tgha mu
Marina Tarigan
bagus tak usah punya saudara begitu ning nukan pacarmu Ranu gomans sekarang ibu zaanggun radakan akibst perbuatsnmu itu anakmu akan saling menghancurkan
Marina Tarigan
biadap kamu Ranu awal kehancuran keluargamu Anggun
Marina Tarigan
salahkan ibumu tdk berterus terang terus maksa ningsih terus bantu therapimu tuan kelusrgamu tdk punya adab ya kalau adst kami ssngst pantang dekat sm ipsr sendiri apalagi sempst pegang apapun ceritanya mknya sussh dekat sama orang tdl punya adsb khusus ibumu dua2 anaknya tetluka korban ningsih jgn mau lagi ningsih biadap mertuamu itu
Marina Tarigan
pindsh saja Ning sm suamimu ke Salon kalian Ranu tdk tahu ning idtri juda ibu Anggun cari masallah
Marina Tarigan
keluarga kaya raya tapi punya ibu biadap jgn2 anakmu berdua saling membunuh aru tahu rasa dan ning kembali pd ridho karena merema saling mencintai dulu
Marina Tarigan
mama anggun tfk benar seorang ibu wataknya menyakiti anak sendiri Ranu belum tahu Ning istri juda fan dulupun ning bukan pacar Ranu dia merasa bersalah karena menabrkaknya dia mencari diA tdk ning istri adiknya juda apa ibu mau menghilir ning ke anak ibu berdua ning bukan barang ibu apa mau ning punya dua suami atau ibu
Marina Tarigan
ning kan bukan pacar Ranu Ning istrimu biadap sia2 kamu pintar dan masa sangsi sm Ranu dan ning bukan barang tak ada masallah apapun ningsih idyrimu atau kamu mau sm zDewi cerita aneh
Marina Tarigan
ning kan sdj fisayang sangat dinikahi juda dan ning sdh dioperasi hingga mormal kembali pikiran keluarga ini kok picik kali
Marina Tarigan
kepoĺosanmu ning bisa bawa petala pd
Marina Tarigan
ĺanjut harta malapetaka
Marina Tarigan
rayunan pulau kelapa sangat indah semoga tdk memalukan afau peluk saja langsu g juda. itu Dewi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!