Chen Kai menyaksikan kehancuran Klan Kristal dengan kedua matanya sendiri.Namun pelakunya bukan musuh… melainkan kakaknya sendiri.
Seolah kematian sekali belum cukup, ia dipaksa tenggelam dalam ilusi—menyaksikan pembantaian itu seribu kali, tanpa bisa berteriak, tanpa bisa mati.
Sejak hari itu, hidup Chen Kai hanya memiliki satu tujuan yaitu balas dendam.Ia menapaki jalan berdarah, mengejar bayangan sang kakak,mengasah kebencian sebagai kekuatan untuk bertahan hidup.
Namun, semakin dekat ia pada kebenaran,semakin retak keyakinannya.Karena di balik pembantaian Klan Kristal,tersimpan rahasia yang tak pernah ia bayangkan—sebuah kebenaran yang mungkin akan menghancurkan dendam itu sendiri.
Saat semuanya terungkap…
siapakah sebenarnya yang pantas disebut monster?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Pawai Kegelapan (Part 3)
Pertempuran antara kabut racun zamrud dan kristal hitam semakin memanas. Namun, Chen Kai menyadari sesuatu yang berbahaya. Dari sudut matanya, ia melihat Vrakas mulai mengangkat gada raksasanya. Jenderal iblis itu sudah tidak sabar; ia bersiap melepaskan serangan area luas yang akan meratakan Lin Xia dan seluruh tembok kota Gale-Front tanpa pandang bulu.
"Jika Vrakas menyerang, Lin Xia akan mati. Aku harus menghentikannya sekarang, dengan caraku sendiri." batin Chen Kai.
Mata Chen Kai yang hitam pekat tiba-tiba berkilat dengan cahaya yang dingin dan tajam. Ia berhenti menahan diri. Ia tidak akan membunuh Lin Xia, tapi ia harus membuatnya "berhenti."
"Maafkan aku,Lin Xia." bisik Chen Kai begitu pelan hingga hanya angin yang mendengar.
"Seni Iblis: Tarian Sebelas Bilah Keruntuhan!"
Tubuh Chen Kai menghilang dalam kecepatan yang melampaui kemampuan mata Lin Xia untuk melacak. Lin Xia mencoba melepaskan kabut racun pelumpuh, namun Chen Kai muncul tepat di celah pertahanannya.
SLASH! JLEB!
Bukan tebasan mematikan di leher, melainkan serangkaian tusukan presisi yang mengincar titik-titik meridian utama di bahu, paha, dan perut Lin Xia. Kristal hitam kecil tertanam di luka-luka itu, seketika membekukan aliran Qi milik Lin Xia dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.
"AAAKHHH!" Lin Xia terhuyung, belatinya terlepas dari tangannya.
Chen Kai tidak berhenti. Ia memutar tubuhnya dan memberikan tendangan bertenaga kristal tepat ke dada Lin Xia.
BRAKKK!
Tubuh kecil Lin Xia terpental jauh, menghantam gerbang kota Gale-Front hingga kayu jati itu retak. Lin Xia jatuh terduduk, memuntahkan darah segar yang membasahi zirah peraknya. Ia mencoba bangkit, namun kristal hitam yang tertanam di tubuhnya mulai menyebar, melumpuhkan syarafnya.
"T-Tuan... Kai..." suara Lin Xia parau, matanya mulai mengabur karena syok dan kehilangan banyak darah.
Chen Kai berdiri tegak di tengah medan perang, menatapnya dengan pandangan paling dingin yang pernah ada. Ia berteriak dengan suara menggelegar yang ditujukan untuk pasukan di atas tembok:
"PASUKAN PENAKLUK IBLIS! LIHATLAH KOMANDAN KALIAN!" Chen Kai menunjuk ke arah Lin Xia yang tak berdaya. "Dia tidak lebih dari serangga yang mengais di kakiku. Bawa wanita lemah ini pergi dari hadapanku, atau aku akan memastikan kepala semua orang di kota ini dipajang di atas duri kristalku!"
Pasukan Lin Xia yang berada di atas tembok segera melompat turun dengan panik. Mereka melihat pemimpin mereka terluka parah dan segera menarik tubuh Lin Xia masuk ke dalam gerbang yang mulai ditutup rapat.
Vrakas, yang tadi siap menyerang, mendengus kecewa dan menurunkan gadanya. "Cih, kau terlalu lama hanya untuk membereskan satu wanita. Tapi setidaknya kau tidak membiarkannya hidup dengan tenang."
Chen Kai tidak menjawab. Ia tetap berdiri di sana sampai gerbang kota tertutup sepenuhnya. Ia tahu, dengan luka-luka itu, Lin Xia akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih. Luka itu adalah "hadiah" terakhirnya agar Lin Xia tidak bisa mengejarnya ke markas Bulan Hitam yang jauh lebih berbahaya.
Di balik jubah hitamnya, tangan Chen Kai yang memegang hulu pedang bergetar hebat. Darah Lin Xia yang menempel di ujung kristal hitamnya terasa lebih panas dari api neraka.
"Jalan kita sudah benar-benar terputus sekarang,Lin Xia." gumamnya dalam hati.
Ia berbalik menghadap pasukannya, mengangkat Pedang Iblis Keruntuhan yang kini bersimbah darah orang yang paling ia cintai.
"JALAN MENUJU UTARA SUDAH TERBUKA! MAJU!!!"
Pasukan Faksi Iblis mulai bergerak melewati kota Gale-Front yang kini dalam suasana berkabung. Chen Kai memacu kudanya di depan, memimpin pawai kegelapan itu dengan hati yang kini terasa seperti lubang hitam yang hampa. Ia telah melukai satu-satunya cahaya yang tersisa dalam hidupnya demi memastikan cahaya itu tidak ikut padam bersamanya di kegelapan yang lebih dalam.