Lagi proses revisi ya gaes... Biar mata kaian nggak sakit bacanya😘😘😘😘
Nayla, seorang desainer berbakat harus rela berpisah dengan sang suami karena sebuah fitnah yang tidak dilakukannya.
Kisah cintanya diwarnai liku-liku mana kala setelah perceraiam dia dinyatakan hamil.
Mampukah Nayla menjalani hidupnya tanpa sang suami, Ikuti kisahnya dalan Haruskah Aku Merelakanmu by Rini sya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lintang ketauan..
lintang sangat menyayangi kakaknya...lintang selalu menginginkan yg terbaik untuk kakaknya..terlebih sekarang ada keluarga baru yg juga membutuhkan perhatianya..ya..dia baby vano.
sudah seminggu nayla dan baby vano tinggal dirumah baru mereka..
tentu saja berkat kebaikan adeknya nayla biaa mendapatkan rumah yang layak untuk putranya..rumah 2 lantai dengan 3 kamar itu sekarang menjadi tempat berteduh nay dan anaknya.
nay masih belum menggunakan kamar utama yang ada dilantai atas..karna dokter melarang nya untuk tidak naik turun tangga dulu.sebelum luka jahitnya kering.
lintang sedang memasak di dapur..dia menaruh laptopnya dan peralatan kerjanya di atas meja makan.
karena dia memang sedang online..dia sedang chat dengan para pegawainya..
sementara lintang memang menyerahkan pada asistenya..dia hanya memantau dan memeriksanya.
nayla masih menidurkan baby vano dikamar..hari ini dia agak rewel..nempel terus sama bunda nya..padahal kalo dilihat ga ada yg salah..tapi ya begitulah baby vano..dia sangat manja sama seperti daddy nya.
baby vano pun terlelap..
nayla keluar kamar menuju dapur..nayla tak sengaja melihat hp adeknya bergetar.
drrt..drtt...drrt..
pertanda ada pesan masuk..
nayla menilik hp adeknya.
loh..walpapernya.
ga salah...kayak dia kenal.
nay penasaran..dipencetnya hape adeknya.
hah...bara..
jadi..pacar dia bara.
ooo...pantesan dia ga mau cerita.
nayla pura pura ga tau..dia mendekati adeknya didapur.
"eheeemmm"
"eh..kak..baby gemes udah bobo"
"udah..masak apa dek"
"masak daun katuk kak..sama hati goreng..biar asi kakak"
"sok tau kamu"
"yeee...kakak lupa adek kakak satu ni hobi baca"
"iya..kakak percaya"
nayla senyum senyum..lintang jadi bingung.
"kakak kenapa..habis dapet arisan"
"ga"
"tarus"
"malas kakak..adek kakak ga jujur sama kakak"
"ga jujur..maksud kakak"
"kamu yakin ga sembunyiin sesuatu dari kakak"
"ga ada kak"
"yakin"
"demi apa"nay melirik adeknya..nay melipat tanganya didada..menyandarkan tubuhnya disisi kulkas.
"ga kak..ga ada yg adek sembunyiin"
lalu nay menunjukkan hp adeknya dan memperlihatkan foto bara yg ia pakek sbg wallpapernya.
"kak...kakak marah"
"kakak ga marah dek..kamu pasti punya alasan..sejak kapan"
lintang menundukan kepalanya.
"sudah 8 bulan yg lalu kak"
"kakak ga maksa kamu cerita..kakak tau kamu sudah dewasa..kamu bisa membedakan mana yang baik mana yg enggak..mana yg cuma kasih harapan sama mana yg kasih kenyataan dek"
"iya kak..jujur sebenernya adek juga ragu..tapi adek sayang sama dia kak..adek cinta sama mas bara..tapi lintang takut sama kakak"
lintang menundukan kepalanya sambil menangis.
"kenapa kamu takut sma kakak..kamu takut bara kembali sma kakak"
"bukan itu yg adek takutkan kan..tapi adek takut kalo kakak berfikir adek nikung kakak"
hahahaha..nayla tertawa
"mana mungkin lah dek kakak punya pikiran seperti itu..pertama kali dia dateng kan pas kakak nikah sama mas mu..kamu juga blm ketemu kan sama dia..dan saat itu juga kakak sama dia sudah ga ada hubungan..gimana cerita nya kamu nikung"
"adek cuma ga mau kakak salah paham aja kak"
"kakak jadi penasaran gimana kalian bisa berhubungan"
"adek akan cerita..tapi kakak janji ga marah ya"
"oke.."
nay dan lin duduk di meja makan..nay medengarkan cerita adeknya dari pertemuan sampai bara harus balik ke amrik karena daddy nya kritis.
"kamu yakin dek..dia bakalan balik"
"insya allah kak..kalo dia jodohku pasti dia akan bali"
"jadi yg setiap malem yang telponan sama kamu itu bara"
"iya"
"kakak mau lihat foto foto yg dia kirim ga"
"coba kakak lihat"
lintang membuka folder laptopnya..lintang menunjukan foto foto yang dikirim bara untuknya.
"eh tunggu dek..sepertinya kakak kenal itu kaos yg dipakai bara"
"iya itu kaos adek yg kakak belikan waktu bulan madu sama mas kan"
"hehehe..iya..kok bisa dia pakai"
"s3belum berangkat ke amrik dia kerumah adek kak..numpang mandi trs gantinya adek pinjamin baju adek"
"kerumah kamu..mandi..tapi kalian ga nglakuin itu kan"
"ya ga lah kak..mas bara jaga aku banget kok..makanya aku percaya sama dia"
"baguslah..tapi kalo kiss"
"pernah.."
"hah..."
"maaf kak"
"ga papa..yg penting ga kebablasan"
"cerita kamu sama bara so sweet banget sih dek..kakak jadi iri tau..kakak yg nunggu 7 tahun ga dapet apa apa"
"kakak doain aja semoga adek sama mas bara bisa kepelaminan..nanti adek kasih keponakan buat kakak"
"hahaha..oke oke"
"eh..kak.bara video call.."
"sini kakak yang angkat..kamu diem ya"
"oke"
nayla meng hadapkan laptop lintang ke arahnya.
klik..
muka bara terlihat terkejut..tapi berusaha tenang.
"hay"sapa bara
nayla hanya senyum senyum.
"hay..disapa kok ga jawab"
"hay juga kamu cari siapa"
"lintang ada"
"kenapa cari lintang..ga cari aku lagi"
"hehehehe..."
"sejak kapan kamu deketin adek aku"
"kakak ipar..ayolah"
"kakak ipar..kakak ipar..aku belum kasih restu tau"
"maafkan aku kakak ipar"
"beraninya kamu"
"aku jadi pengen ketawa lihat kamu bara"
"kenapa.."
"bisa bisanya kamu ya..gagal sama kakaknya deketin adeknya"
"namanya juga usaha kak"
"siapa yang ijinin kamu panggil aku kakak"
"aku mesti panggil apa..ibu..tante..oma.."
"hahaha..kalo ketemu aku jitak kamu"
"ampun kakak ipar"
"awas aja kalo kamu cuma phpin adek aku..tak gunduli rambutmu"
"ga kak..ga akan..aku serius kok.."
"buktikan"
"siap bosku"
"ya udah..pacaran sana..aku ga ganggu lagi"
nayla mengarahkan laptopnya ke lintang dan melangkah meninggalkan adeknya.
nayla geleng geleng kepala..mereka bisa bisanya..tp ya sudahlah..siapa tau mereka memang jodoh..
ahhh...tuhan maha tau segalannya...nayla mengelus pipi gembil putranya...dek kamu cute banget sih..gemes bunda.
***bersambung***
suka dg alurnya dan gak ngebosenin..
selalu ngikutin karyamu thorr...
lanjut cerita lain dari karyamu kak Thor,.msh bertahap bacanya